Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi Cacing Nematoda Pada Ayamkampung (Gallus domesticus) Di Desa Bagikpayung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur Febi Kurnia; Candra Dwi Atma; Novarina Sulsia Ista'In Ningtyas; Maratun Janah
Mandalika Veterinary Journal Vol 1, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.82 KB) | DOI: 10.33394/mvj.v1i2.4297

Abstract

Ayam kampung merupakan salah satu unggas yang memiliki cukup banyak manfaat untuk kehidupan manusia sebagai bahan pangan. Infeksi cacing nematoda memiliki angka kematian yang rendah, namun memiliki efek langsung pada produktivitas dan akan menggangu kesehatan masyarakat. Telah dilakukan penelitian pada Ayam Buras di Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur dengan tujuan untuk mendeteksi cacing nematoda pada Ayam Kampung. Sampel yang diambil sebanyak 10 feses Ayam Buras dan diperiksa dengan metode natif dan apung dilaboratorium Equine Clinical Skills Center (CSC) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika Mataram kemudian diidentifikasi berdasarkan morfologinya. Hasil didapatkan 3 sampel positif terinfeksi cacing golongan nematoda. Hasil deteksi jenis cacing nematoda yang menginfeksi Ayam Buras yaitu jenis Capillaria sp. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ayam Buras di Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur terinfeksi endoparasit cacing.
PENGARUH UMUR TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR BULL SAPI BALI ( Bos sondaicus ) YANG DIPELIHARA DI BALAI INSIMINASI BUATAN BANYUMULEK Maratun Janah; Dias Novriyansyah; Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi dan kualitas semen yang dihasilkan oleh pejantan Sapi Bali (Bahkat et al 2011). Pengaruh umur ternak merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kualitas semen sapi pejantan. Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahui pengaruh umur terhadap kualitas semen segar Bull Sapi Bali (B. sondaicus) yang dipelihara di BIB Banyumulek. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif. Evaluasi semen segar secara makroskopis dan mikroskopis dilakukan langsung setelah penampungan, dikarenakan spermatozoa tidak dapat bertahan lama ketika sudah diluar tubuh maka pemeriksaan semen dilakukan di laboratorium dan dimasukan dalam water bath dengan suhu 320C. volume semen segar tertinggi adalah pada Bull Sapi bali umur 5 tahun dengan voleme 7 ml pada pengulangan penampungan kedua.Tingkat konsistensi semen segar Bull Sapi bali umur 5 tahun pada penampungan pertama dan kedua rata-rata konsistensi semen yang di hasilkan kental, sedangkatan untuk Bull Sapi bali umur 10 tahun pada penampungan kedua sama-sama menghasilkaan konsistensi semen yang encer. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan maka kesimpulan yang didapatkan umur pejantan Bull Sapi bali pada penelitian ini mempengaruhi kualitas semen segar pada parameter volume. Sapi umur 5 tahun menghasilkan volume yang tinggi di badingkan dengan umur 10 tahun. Sedangkan untuk parameter yang lain umur 5 dan 10 tahun tidak mempengaruhi kualitas pada warna, konsistensi, pH, motilitas dan abnormalitas dari semen segar yang dihasilkan oleh pejantan Bull Sapi bali yang di pelihara di Balai Inseminasi Buatan Banyumulik.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN UBI KAYU (Manihot esculenta crantz) TERHADAP DAYA VERMISIDAL Fasciola sp Lusi Damayanti; Mashur; Candra Dwi Atma; Maratun Janah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasciolosis is a parasitic disease that affects ruminant animals and often causes losses among farmers in the form of decreased livestock productivity, even leading to death in animals. This disease is caused by an infection of Fasciola sp. parasites. This study aims to determine the vermicidal effect of Manihot esculenta crantz extract on Fasciola sp. in vitro, based on the duration of death. The samples used in this study were Fasciola worms taken from the Majeluk Slaughterhouse. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 5 replications. The treatments in this study consisted of Leucaena leucocephala leaf extract at concentrations of 2.5%, 3.5%, and 4.5%l. Albendazole and negative control using distilled water. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and further tested using Duncan's test. The results of this study showed that Leucaena leucocephala leaf extract treatments at concentrations of 2.5%, 3.5%, and 4.5ml had significantly different effects (P > 0.05) in accelerating the death time of Fasciola sp. compared to the negative control (distilled water), but still lower than the Albendazole treatment. Administration of Albendazole, even at the lowest concentration (2.5%), caused faster death of the worms compared to Leucaena leucocephala leaf extract