Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Evaluation of dietary coffee Coffee canephora husk supplementation on the growth, blood chemicals, and antioxidative activity of red Nile tilapia Oreochromis sp. Azmi Afriansyah; Setiawati, Mia; Muhammad Agus Suprayudi; Ichsan Achmad Fauzi
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 1 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.1.18-26

Abstract

Coffee by-products can be used as a feed additive for red Nile tilapia. This study aimed to evaluate the utilization of different dietary coffee husk supplementation dosages on the growth and antioxidative activity of red Nile tilapia (Oreochromis sp.). This study was designed following the completely randomized design experimental method, containing five dietary supplementation treatments, namely P0 (control, 0%), P1 (1%), P2 (2%), P3 (3%), and P4 (4%). Fish were reared for 8 weeks and fed three times a day. Parameters observed contained growth performance and antioxidative activity. The results showed that dietary coffee husk powder supplementation treatments provide higher growth than control treatment. Based on blood chemicals, coffee husk-supplemented diets could enhance the HDL content and reduce cholesterol, triglycerides, and LDL (P<0.05). Superoxide dismutase enzyme was also found higher in coffee husk supplemented diets than in control diet (P<0.05). The MDA level decreased on the coffee husk-supplemented diet treatment and was lower than the control treatment (P<0.05). Dietary supplementation of coffee husk could positively affect liver performance, based on hepatosomatic index and glycogen level. This study concludes that 4% coffee husk in the diet is considered the best treatment to improve the growth and antioxidation level of red Nile tilapia. Keywords: antioxidant, coffee husk, diet, growth, tilapia ABSTRAK Coffee by- product dapat digunakan dalam pakan ikan nila sebagai feed additive. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan tepung kulit dengan dosis berbeda terhadap kinerja pertumbuhan dan antioksidan ikan nila merah (Oreochromis sp.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan pakan, yaitu P0 (Kontrol), P1 (1%), P2 (2%), P3 (3%) dan P4 (4%). Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari. Parameter yang diamati adalah kinerja pertumbuhan dan antioksidan. Hasil menunjukkan bahwa pemberian tepung kulit kopi dalam pakan memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi dari perlakuan kontrol. Profil biokimia darah menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit kopi meningkatkan HDL dan menurunkan kolesterol, trigliserida dan LDL pada ikan yang diberi pakan perlakuan yang mengandung kulit kopi lebih tinggi dibandingkan dengan control (P<0,05). Enzim SOD lebih tinggi pada ikan yang diberi pakan perlakuan kulit kopi dibandingkan control (P<0,05). Kadar MDA menurun pada perlakuan penambahan tepung kulit kopi dan lebih rendah dari perlakuan control (P<0,05). Suplementasi tepung kulit kopi berpengaruh positif terhadap kinerja hati yang ditunjukkan pada nilai indeks hepatosomatik dan glikogen hati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, penggunaan tepung kulit sebesar 4% dalam pakan dianggap paling baik dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan dan antioksidan pada ikan nila. Kata kunci: antioksidan, kulit kopi, pakan, pertumbuhan, ikan nila
HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SELUANG BATANG (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) DARI DAERAH ALIRAN SUNGAI KOMERING, KAYUAGUNG, SUMATRA SELATAN: HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SELUANG BATANG (Rasbora lateristriata, Bleeker 1854) DARI DAERAH ALIRAN SUNGAI KOMERING, KAYUAGUNG, SUMATRA SELATAN Azmi Afriansyah; Khasanah Cahyani
Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Clarias Perikanan
Publisher : Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56869/clarias.v5i1.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan panjang-bobot, dan faktor kondisi ikan seluang batang di DAS Komering, Kayuagung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada musim kemarau dari bulan Juli hingga September 2023. Sebanyak 153 sampel ikan yang ditangkap menggunakan alat tangkap tradisional diangkut dan dianalisis di Laboratorium Perikanan Basah Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan seluang batang bersifat allometrik negatif dengan nilai persamaan regresi W = 2.0596.L2.8115 (R2 = 0.9585). Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 1,0081 ± 1,1030 yang mengindikasikan bahwa perkembangan ikan di alam masih dalam kondisi baik.
EVALUASI PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN (Pangasius sp.) DALAM BUDIDAYA SKALA MINI MENGGUNAKAN Septian, Muhammad Faris; Afriansyah, Azmi; Anindita, Atikah Ratna; Fadilla, Agustia Nurul; Chaniago, Izzati Hanifah; Ulfah, Maria; Cahya, Alfiah Dian; Agung
Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar Vol. 5 No. 2 (2025): Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar
Publisher : Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56869/clarias.v5i2.671

Abstract

Catfish (Pangasius sp.) is an important commodity in freshwater aquaculture that has high economic value. This study aims to measure the growth and survival of catfish cultured in a controlled environment using two gallons with different conditions (Gallon A and Gallon B). Results showed that Galon B produced an average absolute length growth of 1.71 cm and an average absolute weight of 2.31 g, higher than Gallon A which reached 0.83 cm and 1.17 g, respectively. Survival rate of fish in Gallon B reached 100%, while in Galon A it was 80%. Factors influencing this difference include water quality, such as temperature, pH, and more optimized rearing management in Gallon B. The temperature ranged from 26-31°C and pH 6. Temperatures ranging from 26-31°C and pH of 6.5-8.7 in Gallon B support better growth and survival. This study emphasizes the importance of water quality management and proper feeding to improve the productivity of catfish farming
PENDAMPINGAN TEKNOLOGI PEMBENIHAN IKAN LELE MELALUI SISTEM TERKONTROL DALAM PENINGKATAN PRODUKSI BERKELANJUTAN DI DESA TALANG BALAI BARU I Taqwa, Ferdinand Hukama; Syaifudin, M; Fitrani, Mirna; Jubaedah, Dade; Wijayanti, Marini; Amin, Mohamad; Muslim, Muslim; Yulisman, Yulisman; Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Yonarta, Danang; Riswandi, Agung; Afriansyah, Azmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2298

Abstract

Desa Talang Balai Baru I adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Talang Balai Baru I dikelilingi oleh sungai kelekar dan rawa yang kaya akan flora dan fauna. Desa Talang Balai Baru I Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu dari 50 desa ekowisata terbaik di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya  ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Talang Balai Baru I saat  ini belum mampu memproduksi benih ikan Lele secara mandiri dan kontinue sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan lele masih mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan lele maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk meempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan lele yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya ikan dengan transfer teknologi pembenihan secara terkontrol ikan lele dan meningkatkan produksi benih ikan lele secara berkelanjutan. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu menangkap dari alam, sekarang sudah bisa melakukan pemijahan secara mandiri.
Effectiveness of probiotics on the growth and survival rate of catfish (Clarias sp.) in an aquaponics system Afriansyah, Azmi; Yonarta, Danang; Shiddiq, Ja’far
Jurnal Mangifera Edu Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v10i1.221

Abstract

Applying probiotics to the recirculation system can support successful catfish production. This study aims to apply an aquaponic cultivation method that combines catfish (Clarias sp.) and water spinach cultivation by adding Probio-7 probiotics as a digestive aid to accelerate growth and improve the survival rate of catfish. This study was carried out at UPR Doa Mandeh, using the experimental design that compared the effects of probiotic application on aquaculture performance, and aimed to evaluate the effectiveness of weekly probiotics administration in a controlled aquaculture setting. Probiotics are introduced at the start of the maintenance period and reapplied weekly, following a 30% water loss, and promptly replaced with clean water. This routine was designed to maintain optimal water quality and microbial balance, supporting healthier aquatic life. The consistent probiotic treatment, aligned with systematic water management, highlights a practical approach to improving fish health and growth performance in sustainable aquaculture practices. The treatments used were without probiotics (P0) and the addition of probiotics at a rate of 0.25 mL L- 1 water (P1). The results of the research activities in P1 showed absolute length growth of 16.71 cm, absolute weight of 16.44 g, feed efficiency of 84.3%, and fish survival rate of 79%. These values were higher than those in P0, which had an absolute length growth of 5 cm, absolute weight of 11.94 g, feed efficiency of 84.3%, and fish survival rate of 77%. Water quality during the study remained within the optimal range, supporting the growth and survival of catfish.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis sp.) YANG DIPELIHARA MENGGUNAKAN MEDIA GALON Afriansyah, Azmi; Revita Syefti Palmi; Ardhana Reswari Utami; Muhammad Nursan; Ade Dwi Sasanti; The Best Akbar Esa Putra
Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar Vol. 6 No. 1 (2025): Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar
Publisher : Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56869/clarias.v6i1.703

Abstract

Nile Tilapia (Oreochromis sp.) is one of the freshwater fishery commodities that has high economic value and wide adaptability to various environmental conditions. This fish is known to be able to survive in varying temperatures and water qualities, and it has a fast growth rate. Therefore, it is widely cultivated on both an industrial and household scale. This study evaluated the growth and survival of tilapia (Oreochromis sp) in a gallon-based aquaculture system for 30 days at the Experimental Pond, Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University. Two groups with uniform feed and density were observed for growth in length, weight, survival rate (SR), and water quality. Results were showed a survival rate of gallons A 33.3%, absolute length 2.4 cm and absolute weight 3.27 g. Meanwhile, the survival rate of gallons B 91.6%, with absolute length of 2.73 cm, and absolute weight 2.54 g. Water quality throughout cultivation was in an optimum range for temperature (27-31°C) and pH (6-9). This kind of system is considered effective for small-scale tilapia farming in limited areas with proper management.
PEMANFAATAN MINYAK CENGKEH SEBAGAI BAHAN ANESTESI UNTUK TRANSPORTASI IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminckii) Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Lopez, Jennifer Patrick; Taqwa, Ferdinand Hukama; Afriansyah, Azmi; Dwinanti, Sefti Heza
Jurnal Riset Akuakultur Vol 19, No 2 (2024): Juni (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.19.2.2024.97-107

Abstract

Minyak cengkeh telah banyak digunakan oleh pembudidaya sebagai anestesi pada transportasi ikan. Akan tetapi penggunaannya pada beberapa jenis ikan dengan kepadatan yang berbeda menunjukkan kebutuhan dosis penggunaan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis minyak cengkeh sebagai bahan pembius ikan tambakan (Helostoma temminckii) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak cengkeh pada transportasi ikan tambakan. Penelitian ini membandingkan kondisi transportasi yang menggunakan minyak cengkeh dan tanpa minyak cengkeh (kontrol) dengan kepadatan berbeda. Kepadatan yang digunakan adalah 10, 12, dan 14 ekor L-1. Ikan tambakan yang digunakan berukuran 15 ± 0,5 cm. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yang terdiri dari penentuan konsentrasi efektif-100 10 menit (EC100 10 min) dan pengaruh minyak cengkeh terhadap kepadatan selama 12 jam transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC100 10 min adalah 0,026 mL L-1. Sesaat setelah transportasi, tingkat kelangsungan hidup dan tingkat konsumsi oksigen tidak berbeda nyata antara perlakuan dan kontrol pada kepadatan yang berbeda. Akan tetapi kadar glukosa darah pada kepadatan 10 ekor L-1 dan 12 ekor L-1 lebih rendah daripada kontrol. Pemantauan kesehatan ikan setelah 7 hari pascatransportasi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara kontrol dan perlakuan baik kelangsungan hidup maupun kadar glukosa darah. Oleh karena itu, pemanfaatan minyak cengkeh pada dosis 0,026 mL L-1 untuk transportasi ikan tambakan dapat diaplikasikan dengan kondisi kepadatan 14 ekor L-1 selama 12 jam. Pemanfaatan minyak cengkeh pada ikan tambakan perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait penambahan kepadatan dan waktu transportasi atau aplikasinya untuk transportasi benih ikan tambakan.Clove oil has been widely used by farmers as an anesthetic agent in fish transportation. However, its use on several fish with different densities indicates the need for different doses. The aim of this study was to determine the dose of clove oil as an anesthetic agent for kissing gourami (Helostoma temminckii) and to determine the effect of administering clove oil on the transportation of kissing gourami. This study compared transportation conditions using clove oil and without clove oil (control) with different densities. The densities used were 10, 12, and 14 L-1. The kissing gourami used measured 15 ± 0.5 cm. This study was divided into two stages consisting of determining the effective concentration-100 10 minutes (EC100 10 min) and the effect of clove oil on density during 12 hours of transportation. The results showed that EC100 10 min value was 0.026 mL L-1. Immediately after transportation, survival rates and oxygen consumption levels were not significantly different between treatments and control at different densities. However, blood glucose levels of 10 fish L-1 and 12 fish L-1 were lower than the control. Fish health status monitoring after 7 days post-transportation showed that there was no significant difference between control and treatment in terms of survival rate or blood glucose levels. Therefore, the use of clove oil at a dose of 0.026 mL L-1 for the transportation of kissing gourami can be applied at a density of 14 fish L-1 for 12 hours. Further studies are required to determine the effects of clove oil as an anesthetic agent applied at denser stocking densities and longer transportation period of kissing gourami seeds.
HUBUNGAN PANJANG BOBOT, FAKTOR KONDISI DAN STATUS KONSERVASI IKAN KEPALA TIMAH DARI SUNGAI WAY BETUNG KABUPATEN OKU SELATAN Afriansyah, Azmi; Cahyani, Khasanah; Putra, The Best Akbar Esa
Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar Vol. 6 No. 2 (2026): Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar
Publisher : Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56869/clarias.v6i2.775

Abstract

The blue panchax (Aplocheilus panchax) is a freshwater fish species that inhabits river and swamp waters. This fish is known for its ability to survive under various changes in water quality conditions. This study aimed to explain the length–weight relationship, condition factor, and conservation status of the blue panchax in Way Betung, South OKU Regency. The research method used was direct observation with purposive sampling techniques. Sampling was conducted from April to May 2026. A total of 29 fish samples caught using traditional fishing gear were analyzed at the Kolam Percobaan Laboratory, Aquaculture Study Program, Universitas Sriwijaya. The results showed that the growth pattern of the blue panchax was negatively allometric, with the regression equation W = 2.437L²·⁷⁴ (R² = 0.9645). The condition factor obtained was 1.0068 ± 9.8105, indicating that the fish population in the wild is still in good condition.
PELATIHAN PENGAPLIKASIAN BAHAN HERBAL PADA PAKAN UNTUK IKAN LELE DI MASYARAKAT SEKOLAH TAHFIZ PLUS KHOIRU UMMAH PALEMBANG Yulisman, Yulisman; Afriansyah, Azmi; Palmi, Revita Syefti; Pratama, Muhammad Antony Jefri
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3707

Abstract

Sekolah Tahfiz Plus Khoiru Ummah Palembang merupakan institusi pendidikan berbasis agama dengan penyediaan kelas reguler, anak berkebutuhan khusus, dan kelas sore bagi masyarakat yang kurang mampu. Pihak sekolah dan masyarakat di sekitarnya sudah mulai memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya ikan khususnya ikan lele, namun produksinya belum optimal. Permasalahan yang dihadapi mereka, satu diantaranya adalah kurangnya pengetahuan tentang teknis budidaya ikan terutama dalam manajemen pakan. Dalam budidaya ikan, manajemen pakan sangat diperlukan agar pakan yang digunakan efisien untuk pertumbuhan, karena biaya operasional produksinya terbesar berasal dari biaya pakan. Penambahan bahan herbal terbukti mampu meningkatkan status kesehatan ikan dan pencernaan pakan sehingga nutrien pakan dapat terabsorpsi dengan baik yang digunakan untuk pertumbuhan. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pelatihan manajemen pakan yang memanfaatkan bahan herbal yang bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan lele yang dibudidaya dengan pakan yang efisien. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode demonstrasi, yang terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama adalah penyampaian materi, tahap kedua adalah praktek aplikasi bahan herbal pada pakan, dan tahap ketiga adalah evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pada awal dan akhir kegiatan (pre dan post-test). Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang jenis-jenis bahan herbal, manfaat bahan herbal, tahap-tahap pembuatan bahan herbal, dan metode pencampuran bahan herbal pada pakan ikan.
Effects of Dietary Coffee Husk Fermentation on The Growth of Catfish (Pangasianodon hyphophthalmus) Azmi Afriansyah; Mohamad Amin; Ade Dwi Sasanti; Sefti Heza Dwinanti; Tanbiyaskur Tanbiyaskur
Journal of Aquaculture Science Vol 10 No 1 (2025): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/joas.v10i1.68587

Abstract

Coffee husk fermentation (CHF) might be utilized as an alternative plant protein source. This research evaluated dietary CHF supplementation's effects on growth for striped catfish. This study consisted of five grade levels of CHF as a treatment. The treatments were P0 (without the addition of CHF), P1 (addition of 6% CHF), P2 (addition of 12% CHF), P3 (addition of 18% CHF), and P4 (addition of 24% CHF). The results determined that dietary CHF inclusion had no significantly different effect on specific growth rate (SGR) and feed efficiency (P > 0.05). However, the P1 group (6% CHF) produced the best protein retention (PR), which was significantly different from the control (P0) and other CHF treatments (P < 0.05). No significant differences were observed in survival rates among the treatments. The inclusion of CHF up to 24% in the diet was found acceptable, as it did not negatively impact the striped catfish’s overall health or growth performance. Although growth rate, feed efficiency, and survival did not significantly differ (P > 0.05).