Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Penerapan Sekolah Aman Bencana Ramah Anak sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Kawasan Pesisir Kelurahan Pantai Lango Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Septyandy, Muhammad Rizqy; Darmasetiadi, Doni; Arafah, Andi Asrafiani; Putri, Pasha Aprila; Safaruddin, Safaruddin; Riyanti, Ririt; Wiridtanaya, Dina Aulia; Laksono, Yulius Dwi; Barus, Mika Debora Br
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.289-300

Abstract

Semenjak dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibukota Negara (IKN) yang berlokasi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kelurahan Pantai Lango merupakan lokasi yang mulai terdampak pembangunan. Kelurahan Pantai Lango merupakan kawasan yang akan dibangun Bandara VVIP dan Dermaga Logistik. Pembangunan ini berdampak secara tidak langsung menjadikan area yang tergenang oleh banjir rob akan semakin meluas dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tidak ditangani serius, maka dapat menghambat dari penyelesaian pembangunan kedua proyek tersebut. Oleh karena itu, dalam menghadapi kemungkinan bencana ini di Kelurahan Pantai Lango khususnya di satuan pendidikan yang ada di kelurahan tersebut, perlu dibentuk Sekolah Aman Bencana yang di dalamnya terdiri dari sistem manajemen kesiapsiagaan bencana di sekolah, guru kader sigap dan tangguh bencana, serta rencana kontijensi penanggulangan bencana di sekolah. Hal ini dapat diwujudkan dengan sinergi antara pemerintah dalam hal ini BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara dengan institusi pendidikan tinggi dalam hal ini adalah Universitas Mulawarman kepada sekolah yang berada di kawasan rawan bencana yang salah satunya SD Negeri 004 Penajam. Diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menyosialisasikan potensi bencana yang dapat terjadi di Penajam Paser Utara melalui perspektif geologi serta memberikan media edukasi untuk mitigasi bencana di sekolah seperti Augmented Reality Sandbox dan Buku Pop Up Bencana.
Pemanfaatan Teknologi Ecoprint Busana Modern sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Kelurahan Tanah Merah Kota Samarinda Mika Debora Br Barus; Ahmad Zamroni; Mujibu Rahman; Adnan Putra Pratama; Farida Aryani; Muhammad Rizqy Septyandy; Andi Baso Sofyan A. P.; Dito Aditia Darma Nasution
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.1.2024.46-52

Abstract

Ecoprint techniques have shifted to dyeing and patterning textiles. Ecoprint is a dyeing process that forms an image on fabric using leaf structures and produces patterns. This community empowerment activity aims to increase the knowledge and competence of mothers in Tanah Merah Subdistrict, Samarinda City, by using new Ecoprint technology to protect the environment and increase community income, implementing the activity through persuasive teaching methods with stages of preparation, coordination, implementation and assessment. The activity results show that 1) the knowledge of housewives in Tanah Merah Subdistrict, Samarinda City, has increased about using natural dyes in plants that are good to buy through ecoprint. 2) Increasing the awareness of housewives in Tanah Marah Subdistrict, Samarinda City, about transforming plants into natural dyes using primissima mori cloth as a creative project. 3) Increasing the knowledge and work of housewives in Tanah Merah Subdistrict, Samarinda City, regarding the processing and production environment using natural dyes. With the results of this activity, it is hoped that it can protect the environment and increase community income. 
Optimalisasi Penerapan Sekolah Aman Bencana Ramah Anak sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Kawasan Pesisir Kelurahan Pantai Lango Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Muhammad Rizqy Septyandy; Doni Darmasetiadi; Andi Asrafiani Arafah; Pasha Aprila Putri; Safaruddin Safaruddin; Ririt Riyanti; Dina Aulia Wiridtanaya; Yulius Dwi Laksono; Mika Debora Br Barus
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.289-300

Abstract

Semenjak dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibukota Negara (IKN) yang berlokasi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kelurahan Pantai Lango merupakan lokasi yang mulai terdampak pembangunan. Kelurahan Pantai Lango merupakan kawasan yang akan dibangun Bandara VVIP dan Dermaga Logistik. Pembangunan ini berdampak secara tidak langsung menjadikan area yang tergenang oleh banjir rob akan semakin meluas dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tidak ditangani serius, maka dapat menghambat dari penyelesaian pembangunan kedua proyek tersebut. Oleh karena itu, dalam menghadapi kemungkinan bencana ini di Kelurahan Pantai Lango khususnya di satuan pendidikan yang ada di kelurahan tersebut, perlu dibentuk Sekolah Aman Bencana yang di dalamnya terdiri dari sistem manajemen kesiapsiagaan bencana di sekolah, guru kader sigap dan tangguh bencana, serta rencana kontijensi penanggulangan bencana di sekolah. Hal ini dapat diwujudkan dengan sinergi antara pemerintah dalam hal ini BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara dengan institusi pendidikan tinggi dalam hal ini adalah Universitas Mulawarman kepada sekolah yang berada di kawasan rawan bencana yang salah satunya SD Negeri 004 Penajam. Diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menyosialisasikan potensi bencana yang dapat terjadi di Penajam Paser Utara melalui perspektif geologi serta memberikan media edukasi untuk mitigasi bencana di sekolah seperti Augmented Reality Sandbox dan Buku Pop Up Bencana.
Assessment of Liquefaction Hazard Potential Using Decision Tree, Random Forest and Support Vector Machine: A Case Study of Samarinda, Indonesia Muhammad Rizqy Septyandy; Divo Dwi Bramantyo; Muhammad Amin Syam
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2541

Abstract

Earthquake-induced soil liquefaction is a major hazard for urban areas in Indonesia built on recent alluvial deposits. This study evaluates three supervised machine learning algorithms Decision Tree (DT), Random Forest (RF), and Support Vector Machine (SVM)  liquefaction hazard mapping in Samarinda, East Kalimantan. Four predictor variables were used: shear wave velocity (Vs30), peak ground acceleration (PGA), groundwater level (GWL), and slope. Because only four Cone Penetration Test (CPT) locations were available, the dataset was expanded to 532 labeled samples through stratified spatial sampling of a previously published CPT-based fuzzy GIS liquefaction map. An 80:20 train-test split was used, and SMOTE was applied only to the training data to address class imbalance. Model performance was evaluated using accuracy, precision, recall, F1-score, and confusion matrices. DT achieved the best performance with an accuracy and weighted F1-score of 0.87, followed by SVM (0.80) and RF (0.78). The resulting hazard map classified Samarinda into Very Low (68%), Low (6%), High (7%), and Very High (19%) hazard zones. High-risk areas were concentrated in the eastern part of the city, where shallow groundwater, Sulfaquent soils, and recent alluvial deposits are present.
Optimalisasi Pemutakhiran Data Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana Muhammad Rizqy Septyandy; Muhammad Amin Syam; Sartika Sartika; Mika Debora Br Barus
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.1.2023.126-134

Abstract

Samarinda is the capital city of East Kalimantan. As the capital city on the second largest island in Indonesia, Samarinda is home to 834,824 residents. A problem that often arises in densely populated cities is fire. In Samarinda, from 2015 to 2022, there have been at least 2,349 fire incidents with a burned area of 8,090,755 m2 so this city has become one of the cities that most often experience fires on Kalimantan. Several supporting facilities and infrastructure owned by the Samarinda Fire and Rescue Agency, such as hydrants and fire posts have been expanded in number. However, most of these supporting facilities have not been integrated with a good coordinate system. So, when a fire occurs, it takes time to identify the location of these vital facilities. As an effort to solve this problem, the Geological Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Mulawarman University and Samarinda State Polytechnic of Agriculture held community engagement activities in the form of geographic information system (GIS)-based application training for Samarinda Fire and Rescue Agency officers. This program aims to provide additional competencies needed by field officers in integrating data on facilities and infrastructure such as hydrants and fire posts into the Samarinda geoportal system. Based on the results of this activity, Samarinda Fire and Rescue Agency officers are skilled in operating applications that can integrate coordinate-based facilities and infrastructure data into a geoportal system, including measuring the burned areas accurately and precisely so that fire incidents in Samarinda can be minimized.
Pemanfaatan Teknologi Ecoprint Busana Modern sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Kelurahan Tanah Merah Kota Samarinda Mika Debora Br Barus; Ahmad Zamroni; Mujibu Rahman; Adnan Putra Pratama; Farida Aryani; Muhammad Rizqy Septyandy; Andi Baso Sofyan A. P.; Dito Aditia Darma Nasution
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.1.2024.46-52

Abstract

Ecoprint techniques have shifted to dyeing and patterning textiles. Ecoprint is a dyeing process that forms an image on fabric using leaf structures and produces patterns. This community empowerment activity aims to increase the knowledge and competence of mothers in Tanah Merah Subdistrict, Samarinda City, by using new Ecoprint technology to protect the environment and increase community income, implementing the activity through persuasive teaching methods with stages of preparation, coordination, implementation and assessment. The activity results show that 1) the knowledge of housewives in Tanah Merah Subdistrict, Samarinda City, has increased about using natural dyes in plants that are good to buy through ecoprint. 2) Increasing the awareness of housewives in Tanah Marah Subdistrict, Samarinda City, about transforming plants into natural dyes using primissima mori cloth as a creative project. 3) Increasing the knowledge and work of housewives in Tanah Merah Subdistrict, Samarinda City, regarding the processing and production environment using natural dyes. With the results of this activity, it is hoped that it can protect the environment and increase community income.