Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Literasi Kesehatan Jiwa Remaja melalui Program Edukasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Florensa Florensa; Nurul Hidayah; Wahyu Kirana; Lintang Sari; Fajar Yousriatin; Nurul Huda; Dwi Puji Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24386

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami permasalahan kesehatan jiwa, terutama remaja yang berada dalam lingkungan pembinaan seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Kondisi keterbatasan sosial, tekanan psikologis, serta stigma dapat berdampak pada kesejahteraan mental remaja binaan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa remaja melalui program edukasi kesehatan jiwa di LPKA Sungai Raya / Lapas Anak Pontianak. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 70 remaja binaan sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan pemberian materi edukatif mengenai kesehatan jiwa remaja, pengenalan emosi, strategi koping adaptif, serta pentingnya mencari bantuan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi, keaktifan diskusi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mampu mengungkapkan pemahaman dasar tentang kesehatan jiwa, serta menunjukkan sikap yang lebih terbuka dalam membicarakan perasaan dan masalah psikologis. Program edukasi ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan jiwa remaja binaan di LPKA. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Jiwa, Remaja, Edukasi, LPKA, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Adolescents are a particularly vulnerable age group when it comes to mental health issues, especially those in institutional care settings such as Juvenile Correctional Facilities (LPKA). Social limitations, psychological pressures, and stigma can significantly impact the mental well-being of these young individuals. This Community Service Program (PKM) aims to enhance adolescent mental health literacy through an educational initiative at the Sungai Raya LPKA / Pontianak Juvenile Detention Center. The program engaged 70 incarcerated youth as participants. Implementation methods included interactive counseling, group discussions, and educational materials covering adolescent mental health, emotional awareness, adaptive coping strategies, and the importance of seeking professional support. The activity was evaluated qualitatively through observation of participation, engagement in discussions, and participant feedback. Results indicate that participants enthusiastically took part in the program, demonstrated a foundational understanding of mental health, and showed greater openness in discussing feelings and psychological issues. This educational initiative is expected to serve as a promotive and preventive effort in supporting the mental health of juvenile inmates at LPKA. Keywords: Mental Health Literacy, Adolescents, Education, LPKA, Community Service.
Intervensi Storytelling untuk Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah Lintang Sari; Dewin Safitri; Florensa; Wahyu Kirana; Fajar Yousriatin; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.440

Abstract

Latar Belakang:Rawat inap atau hospitalisasi seringkali menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan terutama pada anak usia prasekolah. Hospitalisasi dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis yang berpotensi menghambat proses pengobatan anak di rumah sakit. Reaksi yang paling umum ditunjukkan oleh anak yang menjalani pengobatan adalah menangis, berteriak dan tidak kooperatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi storytelling terhadap stres sebagai dampak hospitalisasi yang dialami oleh anak usia prasekolah. Metode:Desain pre-experiment one group pre-test post-test digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 30 anak yang dirawat di ruang anak RSU Yarsi Pontianak terlibat sebagai responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria inklusi yang ditetapkan antara lain: anak yang dirawat pertama kali di rumah sakit, rentang usia tiga sampai enam tahun, didampingi oleh orangtua, mendapat persetujuan dari orangtua. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner stres hospitalisasi. Uji Wilcoxon signed-rank digunakan untuk analisis bivariat karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai median sebelum diberikan intervensi sebesar 43,50 dan setelah intervensi sebesar 32,00 dengan nilai signifikansi p<0,001.Kesimpulan: Intervensi storytelling efektif mengurangi dampak hospitalisasi anak usia prasekolah.