Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2013 Ika Putri Damayanti
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 2 No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.482 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol2.Iss5.75

Abstract

Post Sectio Caesarea wound is a wound that made an impression and is caused by cesarean when a woman can not give birth main normal. Prinsip in wound care is the control of infection because infection can inhibit wound healing, causing morbidity and mortality increase. This study aims to determine the factors associated with wound healing post sectio caesareadi Arifin Achmad Riau Province in 2013. This research is quantitative research using cross sectional study design. The location of research is Arifin Achmad Riau Province, the research was conducted in October-May 2014. The population in this study is the status of the mother's Medical Record sectio caesarea in 2013 amounted to 910 people with a sample of 154 people. Systematic sampling technique is random sampling. The data used in this research is secondary data is data mothers delivered in SC, age, mother of data with infection and disease history data. Data analysis for bivariate with Chi-Square test. The results show for the factors associated with wound healing post sectio caesarea is variable risk age 79 (51.3%), OR = 2.91 (95% CI: 1.50 to 5.65), maternal variables 83 infections (53.9%), OR = 6.59 (95% CI: 3.24 to 13.41), and a mother who suffered variables Diabetes 80 (51.90%), OR = 3.06 ( 95% CI: 1.57 to 5.94). The conclusion of this study is that there is a relationship of age, infection and diabetes mellitus with wound healing post sectio caesarea. Expected to health professionals in order to further improve the education and information about wound care operations, and better monitor the healing of wounds with age and history of diabetes mellitus yan suffered by the patient.
Hubungan Teknik Pernafasan dengan Kemajuan Persalinan Ika Putri Damayanti
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.216 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol3.Iss1.96

Abstract

Breathing techniques is a technique that can be useful to overcome the pain of childbirth. So that, mother was not overwhelmed when having contractions, besides that technical breathing also help the process of childbirth to run normally. Based on preliminary studies on BPM Deliana S. of 218 peoples be found 16 peoples (18%) maternal have difficulty in breathing techniques set properly when straining causing the second time is obstructed. The purpose of this research is to know the corelations between breathing technique with the progress of childbirth. The kind of research is all of maternal in 2015, with a maternal sampling from January to March 2015 that amount 63 peoples. And using bivariate analysis by using chi square test. Results of this research is that of the 39 respondents who uses correct breathing techniques majority of the progress of labor by 32 respondents (82.1%), with a p-value of 0.004 (p <0.05), means that there is a relationship between breathing techniques with progress childbirth. The conclusion is any correlation between breathing techniques with the progress of childbirth, so that the breathing techniques was important to applied in the childbirth process to be able to help the process of childirth.
Senam Kegel Sebagai Upaya Mengurangi Keluhan Sering BAK di Trimester III Kehamilan Helda Ziya; Ika Putri Damayanti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.777 KB) | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss2.603

Abstract

Sering BAK fisiologis yang biasa terjadi pada ibu hamil yang disebabkan karena frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP (Pintu Atas Panggul), BAB sering obstipasi (Sembelit) karena hormone progesterone meningkat. Terapi senam kegel merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat menguatkan otot panggul, membantu mengendalikan keluarnya urin saat berhubungan intim, dapat meningkatkan kepuasan saat berhubungan intim karena meningkatkan daya cengkram vagina, meningkatkan kepekaan terhadap rangsangan seksual, mencegah “ngompol kecil” yang timbul saat batuk atau tertawa, dan melancarkan proses kelahiran tanpa harus merobek jalan lahir serta mempercepat penyembuhan pasca persalinan (Mulyani, 2013). Tujuan penulis ini adalah untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan pada ibu hamil dengan sering BAK dengan menggunakan metode senam kegel. Metode kasus ini dilakukan pada ibu hamil trimester III dengan ketidaknyamanan sering BAK di BPM Hasna Dewi kota pekanbaru. Asuhan pada kasus ini dilakukan selama 3 kali kunjungan. Mulai dari tanggal 26 juni sampai 2 Juli 2021. Dari hasil kunjungan Asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III dengan terapi senam kegel untuk mengatasi sering BAK pada malam hari ibu hamil di BPM Hasna Dewi dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan pendokumentasian SOAP (Subjektif, Objektif, Assesment dan Plan). Setelah mengumpulkan data secara keseluruhan dapat dibuat kesimpulan.bahwa setelah dilakukan asuhan kepada Ny.M di Klinik Hasna Dewi selama 3 hari dengan 3 kali kunjugan dengan melakukan terapi senam kegel, maka diperoleh hasil bahwa frekuensi BAK Ny.M dapat teratasi.
UMUR, PARITAS DAN RIWAYAT OBSTETRI DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM Ika Putri Damayanti; Rita Afni
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 3: Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.236 KB) | DOI: 10.36307/jik.v1i3.10

Abstract

Latar Belakang: Perdarahan post partum adalah perdarahan yang terjadi melebihi 500 cc dalam 24 jam set-elah persalinan berlangsung. Perdarahan post partum dibagi atas dua yaitu perdarahan post partum primer dan sekunder. Perdarahan post partum primer terjadi melebihi 500 cc dalam 24 jam pertama setelah anak lahir, dan per-darahan post partum sekunder terjadi setelah 24 jam biasanya antar hari ke 5 sampai 15 post partum. Perdarahan post partum dapat menyebabkan kematian ibu jika tidak dilakukan pencegahan terhadap faktor resikonya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor yang mempengaruhi terjadinya perdarahan post partum di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2012. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain case-control. Jumlah subjek 180 ter-diri dari 90 kasus dan 90 kontrol. Alat ukur yang digunakan ada tabel chek-list. Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Ibu bersalin umur 35 tahun 2,9 kali lebih beresiko dibandingkan ibu bersalin umur 20-35 tahun dengan nilai OR=2,991 (CI 95% 1,630-5,489), paritas >4 anak 2 kali lebih beresiko dibandingkan paritas
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Ika Putri Damayanti
Ensiklopedia of Journal Vol 2, No 3 (2020): Vol 2 No 3 Edisi 1 April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.332 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v2i3.474

Abstract

Emesis gravidarum is discomfort in pregnant women with nausea and vomiting that occurs in the first trimester of pregnancy. Nausea usually occurs in the morning, but can also occur at any time and night. Factors that cause emesis gravidarum include hormonal changes in the body during pregnancy, namely increased estrogen and HCG (human chorionic gonadotrophin). HCG is a hormone produced by the placenta during pregnancy in the body of pregnant women, in addition to psychological factors such as anxiety, guilt, including support given by the husband to the mother, social environmental factors, cultural and economic conditions. Emesis gravidarum is a natural symptom or is often found in trimester pregnancy I. This study aims to determine the success of midwifery care given to pregnant women Trimester I with emesis gravidarum they experienced. Care was provided in 2 second visits using the SOAP documentation approach. The case was taken by visiting Pratama Karya Bakti Clinic located on Jl. Sail, Kelurahan Rejosari, Tenayan Raya District, Pekanbaru City. Midwifery care for first trimester pregnant women with nausea and vomiting by providing health education and vitamin B6 therapy. From midwifery care in trimester I pregnant women with emesis gravidarum for 2 times the mother's condition improves, namely nausea and vomiting experienced can be reduced.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KETIDAKNYAMANAN SERING BAK Ika Putri Damayanti
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 4 (2019): Vol 1 No 4 Edisi 2 Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.235 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v1i4.205

Abstract

Pregnancy is the period beginning on the meeting between the egg and sperm cells and then develop into a zygote and continues to be a fetus. Pregnant women are very important to conduct early ANC to the nearest health workers to detect the risk of pregnancy or pregnancy complications. Methods of midwifery care aims to quality of life of pregnant women to detect complications early in the third trimester of physical changes that cause discomfort and frequent urinating frequently interfere with rest mother. This care study was conducted in BPM Putri Asih Pekanbaru and also go home visits to patients at Jl. Surabaya began on 07 to 23 June 2018. This care is done with the approach and documentation SOAP method. Care that obtained midwifery care running smoothly without complication. In the results obtained from the data collection did not find the gaps with the theory.
Risk Factors of Fertile Age in the Inability of the Use of Long Term Contraception Method in Pekanbaru Novita Lusiana; Ika Putri Damayanti
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The population problem facing Indonesia is the large population with a low quality of life. Uncontrolled rate of population will cause a population explosion so it is necessary to disseminate information about the benefits of family planning (KB). The longterm contraceptive method (LONG TERM CONTRASEPTION) has a high level of effectiveness and can suppress the rate of population growth. The purpose of this study was to analyze the risk factors for fertile age couples in the long term failure of contraceptive methods. This research uses quantitative research with case-control study design. The population and sample in this study are couples of childbearing age in the Work Area of the Umban Sari Health Center amounting to 8055 EFAs, sampling by quota sampling. The measuring instrument used was a questionnaire. Analysis is carried out univariately and bivariately. The results of statistical tests using the chi square test are known to the independent and dependent variables namely there is a relationship between the number of children (p.value = 0.027), level of education (p.value = 0.002), knowledge (p.value = 0.0001) attitudes (p .value = 0.014), partner support (p.value = 0.01) with the unsuccessful use of long-term contraceptive methods. meanwhile the age and role of health workers have no relationship. With the use of long-term contraception methods, it is expected that health workers in the Umban Sari Health Center work area can increase health promotion of long-term contraceptive methods to EFA not only in posyandu but in the family building of each pillar. the neighbor.
PEMANFAATAN AKUPRESUR UNTUK ATASI EMISIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Ika Putri Damayanti
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 2 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.194 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.1508

Abstract

Emesis gravidarum adalah gejala yang sering terjadi pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula terjadi setiap saat dan malam hari, emesis gravidarum kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Emisis Gravidarum dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari ibu hamil dan bahkan keadaan bisa menjadi buruk.Metode penelitian ini  adalah dengan rancangan Quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja BPM Murtinawita yang mengalami Emisis Gravidarum. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden dengan menggunakan Purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya efektifitas akupresur dalam mengatasi Emisis Gravidarum pada ibu hamil TM I di PMB Murtinawita. Luaran penelitian ini adalah artikel jurnal yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi. Penelitian ini ada di TKT 3 dimana membuktikan konsep bahwa akupressure yang dilakukan pada ibu hamil trimester satu mampu mengatasi keluhan emisis gravidarumHasil penelitian ini adalah sebelum dilakukan akupresur ada 19 orang ibu yang mengalami emisis gravidarum (63,3%). Lalu setelah dilakukan Akupresur ibu hamil yang mengalami emisis gravidarum berkurang menjadi 8 orang ( 26,7%). Hal ini juga menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang tidak mengalami emisis garvidarum setelah dilakukannya akupresur. Dari uji statistik didapatkan hasil p value 0,001, p < 0,05) yang artinya akupresur pada ibu  hamil efektif untuk mengatasi emisis gravidarum pada ibu hamil trimester I.  Direkomendasikan pemanfaatan akupresur pada ibu hamil yang mengalami emisis gravidarum agar dapat mengatasi emisis gravidarum pada ibu hamil Trimster satuKata kunci : Akupresur, Emisis Gravidarum, Ibu hamil trimester I 
PERAN KADER JUMANTIK (JURU PEMANTAU JENTIK) TERHADAP PEMBERANTASAN JENTIK DALAM MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN DBD DI RT 05 RW 03 KEL AIR HITAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI Novita Lusiana; Ika Putri Damayanti
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 2 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.048 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.1507

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ini nyaris ditemukan diseluruh belahan dunia terutama di negara tropik dan subtropik baik secara endemik maupun epidemik. Penyakit DBD pada saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang penderitanya terus meningkat serta semakin luas penyebarannya (Sri Rejeki, 2004). Upaya pembrantasan demam berdarah dengue dapat berhasil apabila seluruh masyarakat berperan aktif dalam pemberantasan demam berdarah. Karena demam berdarah merupakan penyakit menular berbahaya yang dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan dapat menimbulkan wabah terutama menyerang anak - anak, penyakit Demam berdarah dengue mempunyai perjalanan yang sangat cepat dan sering menjadi fatal karena banyak pasien yang meninggal akibat penanganan yang terlambat (Rejeki, 2004).  Untuk mempermudah penanganan kasus demam berdarah dan pencegahan, membutuhkan bantuan tenaga khusus yang bekerja untuk survey secara periodik di lingkungannya. Oleh karena itu dalam masyarakat perlu adanya petugas sukarelawan atau Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk membantu menyampaikan informasi kesehatan terutama mengenai demam berdarah dengue Menigkatkan kapasitas jumantik adalah bentuk dari upaya pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakaat supaya dapat berperan aktif dalam pemberantasan penyakit DBD..Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 38 kader jumantik di wilayah kerja puskesmas payung sekaki kota Pekanbaru tahun 2022. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Squere.Hasil penelitian Ada peranan pengetahuan kader jumantik terhadap pemberantasan jentik dalam menurunkan angka kejadian DBD, dengan hasil P-value (0,028 < 0,005) nilai OR 5,7. Ada peranan sikap kader jumantik terhadap pemberantasan jentik dalam menurunkan angka kejadian DBD dengan hasil P-value (0,000 < 0,005) nilai OR 8,4. Ada peranan motivasi kader jumantik terhadap pemberantasan jentik dalam menurunkan angka kejadian DBD dengan hasil P-value (0,000 < 0,005) nilai OR 5,6. Ada peranan pengetahuan kader jumantik terhadap pemberantasan jentik dalam menurunkan angka kejadian DBD dengan hasil P-value (0,005 < 0,005) nilai OR 7,3.
HUBUNGAN MASSASE DENGAN KEMAJUAN PERSALINAN THE CORRELATIONS OF MASSAGE WITH A CHILDBIRTH PROGRESS Damayanti, Ika Putri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i74.78

Abstract

Massase merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemajan persalinan. Dampak massase adalah meningkatkan pelepasan endorphin, yakni meningkatkan kerja oksitosin dalam membantu kontraksi miometrium pada proses pembukaan. Tujuan penelitian yaitu diketahuinya hubungan massase dengan kemajuan persalinan pada ibu bersalin di BPM Deliana S. tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin pada tahun 2015, dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin pada tanggal 5 Februari – 25 Maret sebanyak 30 responden. Dengan menggunakan accidental sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data pada penelitian ini dengan analisa bivariat menggunakan uji fisher exact test, dengan uji statistik pada data maka diperoleh p-value adalah 0,002 (p0,05), yang berarti bahwa ada hubungan antara massase dengan kemajuan persalinan. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan massase dengan kemajuan persalinan, sehingga massase penting diterapkan dalam proses persalinan untuk dapat membantu memperlancar proses persalinan. Kata Kunci : Massase, Kemajuan Persalinan