Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI FISIK KRIM ANTIINFLAMASI EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT April Nuraini; Dianita Rahayu Puspitasari; Ratri Rokhani
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i1.338

Abstract

Inflammation is the body's defense function against the entry of organisms and other disturbances. The drugs used often have an effect on gastrointestinal disorders, so other alternative treatments are being developed that can minimize side effects. The quarcetin content of shallot skin extract, which has anti-inflammatory activity, is formulated in a cream dosage form. The emulsifiers in the m/a cream formula are stearic acid and triethanolamine (TEA). This study aims to determine the physical evaluation of an anti-inflammatory cream containing shallot skin extract with variations in concentrations of TEA and stearic acid. The method used in this study is the experimental method. Formulations I, II, and III with varying concentrations of TEA and stearic acid (2:8%, 3:10%, and 4:12%) were used. Tests carried out included organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, and adhesion. The cream formula passed the organoleptic test with a distinctive shallot smell, semi-solid form, brownish red color, all formulas were homogeneous, pH 5.264-6.417, spreadability 3.849-6.251 cm, and adhesion 83-132 seconds. Higher concentrations of TEA and stearic acid had an effect on adhesion and spreadability but had no effect on organoleptic properties, homogeneity, or pH. Onion skin extract cream with a concentration of TEA:2%:8% stearic acid gave the best physical quality.
Konseling Dagusibu Obat sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman pada Remaja di SMPN Satap Bujur Barat Pamekasan April Nuraini; Riyadatus Solihah; M Shofwan Haris; Ratri Rokhani; Metta Kristina; Rizal Umar Rahmadani; Dianita Rahayu Puspitasari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7478

Abstract

Fasilitas dan informasi kesehatan yang minimal menyebabkan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai informasi pengelolaan obat dan swamedikasi. Informasi pengelolaan obat yaitu dapatkan, gunakan, simpan, buang obat yang dikenal sebagai DAGUSIBU. Tujuan konseling ini yaitu mengenalkan DAGUSIBU obat di kalangan remaja. Peserta dari kegiatan ini sebanyak 34 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satap Bujur Barat Pamekasan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2022. Peserta secara langsung mendapatkan leaflet yang berisi materi DAGUSIBU. Penjelasan materi dengan metode ceramah melalui media powerpoint yang didukung dengan perlengkapan peraga obat-obatan sebagai contoh penerapan DAGUSIBU. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pretest, konseling tentang DAGUSIBU obat, diskusi, tanya jawab dan ditutup dengan posttest. Dari hasil evaluasi konseling mengenai DAGUSIBU obat menunjukkan respon yang sangat baik, ditandai dengan atensi peserta melalui diskusi dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan rata-rata skor pretest dan posttest yaitu sebesar 107%. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan obat DAGUSIBU setelah diberikan konseling.Minimal health facilities and Information cause low public understanding of drug management information and self-medication. Drug management information, i.e. gets, uses, stores, and disposes of drugs, is known as DAGUSIBU. The purpose of this counselling is to introduce DAGUSIBU drugs among adolescents. The participants of this activity were 34 students of Satap Bujur Pamekasan Junior High School (SMPN), which was held on December 10, 2022. Participants directly received a leaflet containing DAGUSIBU material. Explanation of the material by the method of lectures through the media PowerPoint supported with props drugs as an example of the application of DAGUSIBU. The implementation of this activity includes a pretest, counselling about DAGUSIBU drugs, discussion, question and answer and closed with a posttest. The evaluation of socialization about DAGUSIBU drugs showed a very good response, marked by participants' attention through discussion and question and answer. This activity's results showed an increase in the average pretest and posttest scores of 107%. This activity's conclusion shows an increased understanding of DAGUSIBU drug management after counselling. 
PREVALENSI ENDOPARASIT PADA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PASAR TRADISIONAL BANGKALAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEJADIAN ALERGI PADA IBU HAMIL Rizka Efi Mawli; Devi Anggraini Putri; Dwi Aprilia Anggraini; Nailufar Firdaus; April Nuraini
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 4 (2022): EDISI SPESIAL
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i4.1193

Abstract

Katsuwonus pelamis has a delicious taste and has a much needed nutritional content, especially for pregnant women because it contains high protein and is very rich in omega 3 fatty acids. Skipjack tuna that lives in Indonesian waters is very susceptible to infection with diseases and parasites which can also have an impact on human health. The purpose of this study was to determine the prevalence of endoparasites in skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) in Bangkalan traditional markets as an effort to prevent allergic events in pregnant women. This study was conducted using 25 fresh Katsuwonus pelamis randomly selected from 8 store stalls in the Bangkalan Tradional Market and then observing for endoparasites and calculating their prevalence. The identification results showed that there were endoparasites of Anisakis simplex species. The endoparasite infection rate was quite high, reaching 45.83%, which means it attacked 11 fish out of 25 samples of Katsuwonus pelamis examined. These results are above normal. So that pregnant women are advised to be more careful in choosing fresh fish at the Bangkalan Traditional Market.
Konseling Penyimpanan dan Penggunaan Insulin pada Masyarakat Desa Buluh Dakiring Kecamatan Socah Bangkalan April Nuraini; Ratri Rokhani; Nafisah Isnawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8466

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Salah satu terapi untuk mengatasi diabetes adalah penggunaan insulin pen. Insulin harus digunakan dengan benar untuk mencapai efek terapeutik yang optimal, namun masih banyak pasien yang takut menggunakan insulin pen karena kurangnya pemahaman tentang penggunaan insulin. Tujuan kegiatan konseling ini pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan dan penyimpanan insulin yang benar akan meningkat. Kegiatan ini dilakukan dengan paparan langsung dan metode edukasi mengenai penggunaan dan praktik penyimpanan insulin.. Masyarakat diberikan informasi tentang diabetes secara umum dan penggunaan insulin pen yang benar. Pada sesi diskusi, masyarakat antusias dengan materi yang diberikan, dibuktikan dengan beberapa pertanyaan kepada narasumber. Melalui kegiatan konseling ini masyarakat dapat secara mandiri mempraktikkan penggunaan pen insulin yang benar, baik bagi dirinya maupun keluarga sekitarnya
ANALISIS KUALITATIF BAHAN KIMIA OBAT FUROSEMID PADA JAMU PELANGSING DI KOTA BANGKALAN April Nuraini; Riyadatus Solihah; Metta Kristina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.212

Abstract

Banyaknya penggunaan jamu pelangsing di masyarakat menyebabkan adanya penyalahgunaan produksi obat tradisional yaitu penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) dalam jamu tersebut. BKO yang ditambahkan dalam jamu pelangsing salah satunya adalah Furosemid. Furosemid adalah obat turunan asam antranilat yang berkhasiat sebagai diuretika pada gangguan hipertensi. Furosemid dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar asam urat dan kadar gula darah pada saluran pencernaan dapat menimbulkan mual, muntah, nafsu makan menurun, iritasi pada mulut dan lambung, dan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan BKO furosemid dalam jamu pelangsing yang beredar di kota Bangkalan. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental yang bersifat deskriptif dengan data yang dikumpulkan menggunakan tabel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) secara kualitatif. KLT merupakan metode pemisahan campuran analit dengan mengelusi analit melalui suatu lempeng kromatografi. Kesimpulan dapat dilihat dari hasil selisih antara angka Rf baku pembanding dengan Rf sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima sampel jamu di kota Bangkalan 100% tidak terdapat kandungan BKO furosemid, karena berdasarkan hasil selisih nilai Rf dari kelima sampel jamu tersebut lebih dari 0,05cm.