Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Javanese Cultural Epistemology of Raden Muhammad Adnan’s Thoughts in Tafsir Al-Qur’an Suci Basa Jawi Muhamad Dani Habibi; Arpandi Arpandi; Asep Kusmawan; Ahmad Fauzan
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v8i2.4061

Abstract

This paper discussed the epistemology of Javanese interpretation, studying the thoughts of Raden Muhammad Adnan through Tafsir Al-Qur’an Suci Basa Jawi book. This tafsir book, published in the 20th century, has become an essential document in studying the science of the Qur'an and tafsir. This phenomenon is because the book was written by the first rector of the Sunan Kalijaga State Islamic University, Yogyakarta. The book was written in Javanese and lived in the New Order era, coupled with the involvement of power, which is why the authors study it further. Therefore, we need to know the background of the book's writing, the exegete's scientific genealogy and the book's methods and presentation to increase the local interpretation values. Thus, the authors used qualitative research methods and an interpretive epistemological approach. In the study of epistemology, seeking knowledge focuses on three aspects: the source of knowledge, the validity of the truth and the implications of the fact of the interpreter's knowledge. The transformation of science impacted the Basa Jawi interpretation book, which emphasizes local Javanese cultural and mystical approaches.
Sistem Pernikahan Nyakak Masyarakat Adat Lampung Saibatin Perspektif Mubadalah Millah, Nadiya Ihda; Kusmawan, Asep
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v4i2.19390

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hukum dari tradisi sistem pernikahan nyakak masyarakat adat lampung saibatin menurut Mubadalah. Sistem pernikahan nyakak adalah status perkawinan yang menempatkan posisi perempuan mengikuti jalur kekerabatan laki-laki atau keluarga dari suaminya atau sistem kekerabatan Patrilineal. Setelah menikah secara otomatis terjadi peralihan peran dan tanggungjawab yang sebelumnya dikuasai oleh keluarga istri kemudian berpindah kepada keluarga suami. Secara tidak langsung pada perkawinan Nyakak menempatkan perempuan dalam posisi diambil atau ambil anak, anak perempuan dibeli oleh keluarga laki-laki, bersamaan dengan penyerahan sejumlah uang serta barang yang dibutuhkan oleh keluarga perempuan. Penelitian ini berbasis lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya. sistem pernikahan nyakak perspektif Mubadalah masyarakat adat Lampung Saibatin dinilai ada dampak kemudaratannya, karena sangat menyudutkan hak perempuan, perempuan menikah nyakak juga dinilai tidak memiliki hak untuk keluarga besarnya dan tidak mempunyai kewajiban pula untuk membantu kesulitan yang dialami oleh orang tua kandungnya. konsep mubadalah itu menekankan bahwa antara laki-laki dan perempuan itu sama, dalam hal ini sama yang dimaksud adalah kesalingan dan juga kerjasama yang dibangun antara laki-laki dan perempuan  harus seimbang perbuatan hukumnya. Jadi, sesuai dengan perkembangan zaman hukum adat atau kebiasaan dalam hal ini pernikahan adat Lampung saibatin seharusnya mengikuti tetapi dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokalnya.
Advancing Graduate in Private Universities; Developing Graduate Employability for a Challenging Labor Kusmawan, Asep; Makbulloh, Deden; AD, Yahya; Amiruddin, Amiruddin
JURNAL AL-TANZIM Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v7i1.4213

Abstract

This study aims to analyze the formulation of improving the quality of graduates carried out by universities in facing the world of work challenges. A qualitative case study type approach is used in this study. Interviews, observations and documentation are used as data collection media. The data analysis was carried out systematically, starting from data reduction, data presentation and conclusion. The study results show that the formulation of improving the output quality of STAI Al Maarif Way Kanan is carried out through planning, implementing and evaluating the quality improvement of graduates in a planned and systematic way with the principle of continuous improvement. This research provides implications for the importance of strategic management to create graduates who are competitive and ready to use.
Reimagining Curriculum Management For Future Ready Education A Systematic Review Of Emerging Strategies And Global Trends Asep Kusmawan
Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/sahri.v2i2.1401

Abstract

This study systematically examines emerging strategies and global trends in curriculum management to understand how education systems can better prepare learners for the demands of the twenty-first century. Rapid technological advancements, increased global interconnectedness, and changing labour markets require a shift from traditional content-based curricula toward more adaptive, competency-oriented, and inclusive models. Using a systematic literature review approach, this study analysed 85 peer-reviewed articles published between 2010 and 2024, drawing from major academic databases including Scopus, Web of Science, ERIC, and ScienceDirect. The review followed PRISMA protocols for identification, screening, eligibility assessment, and synthesis, and applied thematic analysis to classify the literature into four major domains shaping contemporary curriculum reform. The findings reveal that curriculum management is increasingly driven by four interdependent pillars: leadership-driven curriculum governance, digital transformation, competency-based curriculum design, and inclusive planning supported by robust evaluation frameworks. Visionary and evidence-based leadership plays a critical role in enabling curriculum coherence and fostering collaborative professional cultures. Digital transformation expands learning opportunities and enhances instructional relevance but also exposes disparities in institutional readiness. Competency-based models support deeper learning and transferable skills, while inclusive curriculum approaches promote equity and responsiveness to student diversity. Collectively, these themes demonstrate that future-ready curriculum management requires systemic, adaptive, and equity-focused strategies that reflect global educational shifts. The study offers insights for policymakers, school leaders, and researchers seeking to advance resilient, innovative, and future-oriented curriculum reforms.
Manajemen Lembaga Pendidikan Berbasis Pondok Pesantren Khairunnisya; Wakidi; Asep Kusmawan
Jambura Journal of Educational Management Volume 6 Nomor 2, September 2025
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjem.v6i2.4506

Abstract

Penelitian ini mengkaji Manajemen Lembaga Pendidikan yang berlandaskan sistem Pondok Pesantren. Tujuan utamanya adalah menjelaskan konsep manajemen lembaga pendidikan di lingkungan pesantren serta menganalisis proses pengelolaannya, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap seluruh aspek pendidikan dan aktivitas pesantren. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan serta pengembangan santri sesuai nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (literature review), dengan teknik pengumpulan data berupa telaah buku, jurnal, dan berbagai sumber relevan yang berkaitan dengan pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk pengelolaan perpustakaan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teori serta penilaian kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Lembaga Pendidikan Berbasis Pondok Pesantren mencakup pengelolaan terpadu melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap seluruh aspek pendidikan dan kegiatan pesantren. Peran Kiai dalam pondok pesantren tercermin dalam sifat Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fatanah. Selain itu, analisis penelitian mengidentifikasi tiga tipologi pondok pesantren, yaitu tradisional, modern, dan komprehensif, yang masing-masing memiliki ciri dan karakteristik berbeda. Penerapan manajemen berbasis pesantren ini dinilai mampu mempermudah proses pengelolaan lembaga pendidikan sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara lebih efektif dan efisien.
STRENGTHENING ACADEMIC CULTURE THROUGH LEARNING ORGANIZATIONS AMONG NON-MUSLIM STUDENTS Asep Kusmawan; Deka Meuthia Novari; Rusyati Prihatin
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2518

Abstract

Higher education institutions are required to transform themselves into adaptive learning organizations in order to remain relevant to the needs of the times and to strengthen academic culture. This study aims to analyze the strengthening of academic culture among non-Muslim students at the Al-Ma'arif Way Kanan Institute through learning organizations, as well as to identify factors that hinder and support the strengthening of academic culture on campus. This study uses qualitative research. The data collection methods used interviews and observations with Miles and Huberman data analysis. The results show that the strengthening of the learning organization's academic culture at the Al Ma'arif Way Kanan Institute is achieved through active participation in the learning process, involvement in seminars and scientific forums, a culture of sharing and collective learning, and an inclusive academic climate. The inhibiting factors in improving academic culture include the limited time of educators, low student motivation in participating in academic activities, and holiday policies that limit the optimization of academic programs. Analysis of the strengthening of academic culture through learning organizations shows an increase in the academic activities of non-Muslim students, marked by the courage to argue critically and the ability to think at a high level. Participation in seminars and scientific forums expands learning to the realm of real-world experience and strengthens team learning and organizational learning. In addition, the culture of sharing references and interfaith study groups affirms the development of shared learning in the academic environment. This study contributes to enriching the study of learning organizations in the context of inclusive religious universities and offers models and policy implications for strengthening an adaptive academic culture among students
Manajemen Strategis Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era Digital di MAN 1 Way Kanan Asep Kusmawan; Anton Apriadi; Farid Fauzan Subhki; Ruslaini
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategis pendidikan Islam dalam menghadapi era digital serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di MAN 1 Way Kanan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategis telah berjalan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan berbasis digital telah terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, pengorganisasian didukung oleh pembentukan tim IT, serta pelaksanaan ditandai dengan pemanfaatan berbagai platform digital dalam pembelajaran. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan belum meratanya kompetensi digital guru. Evaluasi dilakukan secara berkala, meskipun belum sepenuhnya berbasis sistem digital terintegrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pendidikan Islam sangat dipengaruhi oleh kesiapan manajemen, kompetensi SDM, dan dukungan infrastruktur.
GREEN THEOLOGY IMPLEMENTATION STRENGTHENS ADIWIYATA MADRASAH STUDENTS’ ECOLOGICAL AWARENESS FOR SUSTAINABLE EDUCATION Septian Nur Ika Trisnawati; Asep Kusmawan; Praptiningsih Praptiningsih; Fauzan Afrizal
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 10, No 1 (2026): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32934/jmie.v10i1.917

Abstract

Environmental damage in Indonesia is becoming increasingly concerning, as reflected in the national Environmental Quality Index. This problem is not only ecological in nature but also relates to the low level of ecological awareness among the community, including students. This research aims to examine the relationship and influence of the implementation of Green Theology values on the ecological awareness of students at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Sukoharjo, which implements the Adiwiyata program. Green Theology emphasizes the obligation of humans as caliphs on earth, so its integration into education adds a moral and spiritual dimension to environmental learning. The research used a quantitative approach with total sampling of 147 fifth-grade students, using a four-point Likert scale questionnaire, and analyzed it through validity, reliability, normality, linearity, and Spearman's correlation tests. The results showed that the instruments were valid and reliable, the data were normally distributed, and the relationship between variables was non-linear but significant (p < 0.05). These findings confirm that the internalization of Green Theology values can significantly increase students' ecological awareness, contributing theoretically to Islamic-based environmental education and practically to the strengthening of the Adiwiyata program in madrasahs.
Pengaruh Kegiatan Formal dan Nonformal Terhadap Pembentukan Karakter Siswa dalam Menghadapi Tantangan Degradasi Moral di Era Digital David Anggara; Anis Refimuti; Rio Dimas Prasetya; Asep Kusmawan
JURNAL MAPPESONA Vol. 9 No. 2 (2026): Islamic Education Management
Publisher : Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/mappesona.v9i2.6077

Abstract

The effect of formal and nonformal activities on students’ character formation in facing moral degradation in the digital era is examined using a quantitative explanatory approach. The study involved 279 students selected through simple random sampling, with data collected using Likert-scale questionnaires and analyzed through multiple linear regression. The findings indicate that formal activities have a positive and significant effect (? = 0.412; t = 6.149; Sig. < 0.05), while nonformal activities show a more dominant influence (? = 0.465; t = 7.266; Sig. < 0.05). Simultaneously, both variables significantly affect character formation (F = 68.215; Sig. < 0.05) with a contribution of 33.1% (R² = 0.331). The mean scores reveal that formal (4.23) and nonformal activities (4.31) are categorized as very good, while students’ character (4.16) is categorized as good. It can be concluded that integrating formal and nonformal activities is an effective strategy to strengthen students’ character, where formal education provides conceptual foundations and nonformal activities enhance value internalization through practical experiences in the digital era.
Strategi Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman pada Anak Usia Dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Asep Kusmawan; Rasiti; Nurul Hikmah; Siti
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7623

Abstract

Penanaman nilai-nilai keislaman pada anak usia dini merupakan aspek fundamental dalam pembentukan karakter, terutama pada masa golden age yang ditandai dengan perkembangan kognitif, afektif, dan perilaku yang sangat pesat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai keislaman dilakukan melalui strategi yang holistik meliputi pembiasaan kegiatan religius, keteladanan guru, integrasi nilai keislaman dalam pembelajaran, penggunaan media edukatif berbasis Islami, serta kolaborasi aktif dengan orang tua. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas penanaman nilai sangat dipengaruhi oleh konsistensi praktik pendidikan antara lingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian pendidikan Islam anak usia dini melalui kerangka strategis yang mengintegrasikan dimensi pedagogis, sosial, dan religius dalam pembentukan karakter religius anak. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pendekatan yang kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam pendidikan karakter Islam.