Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Kopi Bubuk dan Pemasaran Berbasis Digital Marketing pada Agroindustri Kopi Jajang di Kabupaten Tanggamus Sari, Ratna Kumala; Safitri, Meilinda; Thohirin, Muh; Famulia, Ledy; Amelia, Jihan; Larasati, Adinda Nabita
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 6, No 02 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v6i02.4468

Abstract

Kopi Jajang yang merupakan mitra pengabdian masyarakat berdiri sejak tahun 2019 tepatnya di Dusun Sinarjaya Desa Gunungsari Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus. Kopi Jajang merupatan industri rumah tangga pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk siap saji. Pada awalnya, kopi jajang terinspirasi pada kebiasaan masyarakat sekitar yang masih melakukan sangrai kopi secara tradisional. Permasalahan pada Agroindisutri Kopi Jajang dikategorikan menjadi 2 poin utama, yaitu pada bidang produksi dan biang pemasaran. Permasalahan pertama pada bidang produksi terletak pada kualitas bubuk kopi yang dihasilkan, karena biji kopi diolah masih berasal dari biji kopi yang campuran. Permasalahan kedua yaitu pada bidang pemasaran yang dilakukan masih dengan kemasan seadanya dan masih menggunakan cara tradisional. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah produksi kopi Jajang dan memperluas pasar hingga ke tahap nasional. Pelaksanaan Program PKM dilakukan selama 8 bulan, yaitu dari bulan April-November 2025. Untuk menjawab dua permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu 1) persiapan, yaitu mengkoordinasikan kegiatan yang dilakukan versama mitra; 2) pelaksanaan, yaitu melakukan pengadaan mesin sortasi kopi dan pendampingan pendaftaran merk kopi bubuk Jajang (pada bidang produksi) serta melakukan pendampingan dalam pengemasan kopi bubuk yang menarik dan pelatihan digital marketing (pada bidang pemasaran); serta 3) evaluasi dan pelaporan, yakni tim melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di lokasi mitra serta mengakomodir dan menginventarisir beberapa hal yang masih perlu tindak lanjut.
Analisis Dampak Kabut Asap Terhadap Proses Belajar Mengajar Sekolah di Banjarmasin Kalimantan Selatan Hasanah, Aulia; Febryanie, Nina; Sari, Ratna Kumala; Annur, Syubhan; Sya’ban, Muhammad Fuad
Hamzanwadi Journal of Science Education Vol. 1 No. 1 (2024): Hamzanwadi Journal of Science Education
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/hijase.v1i1.25604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kabut asap terhadap proses belajar mengajar Sekolah di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin, sebagai wilayah sering terdampak kabut asap, memiliki konsentrasi partikel PM yang tinggi. Kabut asap merupakan salah satu masalah lingkungan yang sering terjadi di daerah ini, terutama selama musim kemarau yang panjang. Dampak dari kabut asap tidak hanya terasa secara fisik tetapi juga dapat memengaruhi sektor pendidikan, khususnya proses belajar mengajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi literatur dengan desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabut asap memiliki dampak negatif terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Dampak ini mencakup penurunan kualitas udara di dalam dan di sekitar sekolah, yang mengakibatkan gangguan pernapasan dan kesehatan siswa serta menurunkan konsentrasi mereka. Selain itu, kabut asap juga membatasi aktivitas di luar ruangan sehingga pemerintah mengambil langkah-langkah, seperti meliburkan siswa dan mendorong pembelajaran daring saat polusi kabut asap meningkat. Namun, perubahan ini memiliki dampak pada siswa dan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi dampak kabut asap, termasuk peningkatan kesadaran tentang kesehatan dan keselamatan, penggunaan masker, serta peningkatan infrastruktur sekolah yang mendukung kualitas udara dalam ruangan. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam pentingnya mengatasi dampak kabut asap terhadap proses belajar mengajar sekolah di Banjarmasin Kalimantan Selatan.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP N 1 SUKOLILO Sari, Ratna Kumala; Sunarno, Widha; Dwiastuti, Sri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37753

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, keefektifan dan studi kelayakan untuk modul keterampilan proses sains yang terintegrasi dengan isu pencemaran lingkungan (SPSM-EP). Ini adalah penelitian dan pengembangan dengan studi kasus one-shot sebagai desain pra-eksperimental. Model Four-D (Thiagarajan, 1974) yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan dan diseminasi yang digunakan untuk pengembangan SPSM-EP. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Sukolilo dan data dikumpulkan dan dianalisis dengan deskripsi kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPSM-EP memiliki kontribusi dan efektif untuk meningkatkan berpikir kritis siswa dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP menunjukkan peningkatan berpikir kritis dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP terhadap berpikir kritis siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal tes berpikir kritis. Pikiran kritis siswa meningkat relatif tinggi dalam setiap aktivitas belajar dengan 77,57%, 83,83%, 93,45%. Efektivitas SPSM-EP terhadap hasil belajar siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai nilai kognitif, psikomotor dan hasil afektif. Hasil belajar siswa meningkat cukup tinggi yaitu 83,60%, 88%, 92% untuk kognitif, 86%, 92%, 92,2% untuk psikomotor dan 89%, 93%, 96% untuk hasil belajar afektif. Para ahli, teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan guru sarjana bertekad untuk melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP. Para ahli melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP berdasarkan konten, desain dan bahasa. Hasil studi kelayakan dari para ahli adalah 92,5% untuk materi, 92% untuk desain dan 100% untuk bahasa. Hasil studi kelayakan dari teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan sarjana adalah 96%, 98%, 96% dan 88%. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa SPSM-EP layak untuk digunakan bagi siswa.