Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Persepsi Calon Guru Matematika Terhadap Pembelajaran Berorientasi STEM (Studi Pada Prodi Tadris Matematika UIN Mataram) Mansurah, Rakim; Andriani, Parhaini; Kurniawati, Kiki Riska Ayu; Negara, Habib Ratu
JSN : Jurnal Sains Natural Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v1i3.390

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi calon guru terhadap pembelajaran berorientasi STEM pada program studi Tadris Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 30 orang. Selain peneliti sebagai instrument utama peneliti juga menggunakan instrumen wawancara semi terstruktur dan angket. Adapun angket yang berisi 24 pernyataan positif dan negatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa subjek dengan kategori persepsi positif beranggapan bahwa pembelajaran STEM sangat memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan pengetahuan, mengasah kemampuan berpikir kritis, mengasah kreatifitas dan menumbuhkan kepekaan peserta didik terhadap lingkungan disekitarnya yang bisa dirasakan oleh peserta didik serta sesuai dengan perkembangan abad ke-21. Selain itu, peserta didik juga akan lebih cepat memahami beberapa konsep matematika yang diterapkan pada proyek STEM seperti konsep geometri, kesebangunan, dan operasi hitung. Walaupun kemungkinan masalah yang muncul bisa saja terjadi akan tetapi itu semua tidak menjadi penghalang. Sedangkan menurut subjek dengan kategori persepsi negatif beranggapan bahwa walaupun pembelajaran STEM memiliki banyak manfaat akan tetapi tidak semua siswa dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Selain itu, tidak semua peserta didik bisa langsung memahami semua konsep matematika yang diterapkan dalam proyek STEM. Seperti penerapan konsep geometri dan operasi hitung peserta didik lebih dominan memahami konsep operasi hitung di bandingkan dengan konsep geometri. Kemudian kemungkinan masalah yang muncul dalam pembelajaran STEM bisa saja dicari solusinya tetapi hanya pembelajaran STEM yang sederhana.
A framework for Assessing Translation among Multiple Representations Andriani, Parhaini; Kurniawati, Kiki Riska Ayu; Afriyani, Dona
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v6i2.7193

Abstract

Translation among multiple representations is one of the important abilities to be possessed by prospective mathematics teachers. The mathematics learning curriculum ranging from elementary to college level needs to emphasize the ability to translate mathematical ideas in a form of representation to different mathematical representation structures. Assessing of this ability is important because it can be used as a basis for developing other mathematical literacy skills. The purpose of this study is to describe the level of translation between mathematical representations of prospective mathematics teachers. A descriptive qualitative study was conducted to fourty prospective mathematics teachers in State Islamic University of Mataram. The selection of research subjects was carried out in a purposive sampling. Data were obtained from mathematical translational thinking task in the form of an assignment sheet consisting of 2 questions related to quadratic equations and task-based interviews. Data were analyzed using fixed comparison analysis, which is comparing incidents (phenomena) with the aim of classifying data. The study found five levels of translational ability between mathematical representations, which were named: level 0, level 1, level 2, level 3 and level 4. The characteristics of each level are built based on four mathematical translational thinking processes: unpacking the source of representations, coordinating initial stage, design the target representation and determine the equivalence between the source and target representations. The findings in this study could be used as a guide to develop an instrument to assess mathematical translation ability.
Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Tingkat Penalaran Matematis Rahma, Sindi Aulia; Hardiani, Nur; Andriani, Parhaini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nxb5d663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP mengetahui pengaruh tingkat penalaran matematis terhadap kemampuan komunikasi matematisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII  SMPN 1 Buer, dengan sampel 29 orang siswa kelas VIII. Desain penelitian one grup pretest posttest. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk pretest postteist. Teiknik peingumpulan data yang digunakan dalam peineilitian adalah teis yang beirjumlah 5 soal uraian deingan mateiri peirsamaan garis lurus.  Analisis data yang digunakan adalah Two Way Anova. Model PMR diterapkan selama 6 pertemuan dengan tahapan yaitu: pemberian masalah kontekstual, diskusi kelompok, presentasi, dan refleksi. Siswa dikelompokkan ke dalam tiga katagori tingkat penalaran yaitu: tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil skor penalaran matematis. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa rata-rata nilai postteist (82,07) leibih tinggi dibandingkan nilai preiteist (47,76). Dan tingkat peinalaran juga beirpeingaruh signifikan teirhadap keimampuan komunikasi mateimatis siswa F = 5,957 dan p = 0,005. Rata-rata nilai pretest siswa dengan tingkat penalaran  rendah mendapatkan nilai  sebesar 41,52 dan sedang mendapatkan sebesar 60,50, sedangkan posttest  dengan tingkat penalaran sedang sebesar 80,30 dan tinggi 82,33. Oleih kareina itu, peiningkatan keimampuan komunikasi mateimatis siswa dan peinalaran mateimatis dipeingaruhi oleih modeil peimbeilajaran mateimatika reialistik (PMR). Peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan model PMR sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Tingkat Penalaran Matematis Rahma, Sindi Aulia; Hardiani, Nur; Andriani, Parhaini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nxb5d663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP mengetahui pengaruh tingkat penalaran matematis terhadap kemampuan komunikasi matematisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII  SMPN 1 Buer, dengan sampel 29 orang siswa kelas VIII. Desain penelitian one grup pretest posttest. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk pretest postteist. Teiknik peingumpulan data yang digunakan dalam peineilitian adalah teis yang beirjumlah 5 soal uraian deingan mateiri peirsamaan garis lurus.  Analisis data yang digunakan adalah Two Way Anova. Model PMR diterapkan selama 6 pertemuan dengan tahapan yaitu: pemberian masalah kontekstual, diskusi kelompok, presentasi, dan refleksi. Siswa dikelompokkan ke dalam tiga katagori tingkat penalaran yaitu: tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil skor penalaran matematis. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa rata-rata nilai postteist (82,07) leibih tinggi dibandingkan nilai preiteist (47,76). Dan tingkat peinalaran juga beirpeingaruh signifikan teirhadap keimampuan komunikasi mateimatis siswa F = 5,957 dan p = 0,005. Rata-rata nilai pretest siswa dengan tingkat penalaran  rendah mendapatkan nilai  sebesar 41,52 dan sedang mendapatkan sebesar 60,50, sedangkan posttest  dengan tingkat penalaran sedang sebesar 80,30 dan tinggi 82,33. Oleih kareina itu, peiningkatan keimampuan komunikasi mateimatis siswa dan peinalaran mateimatis dipeingaruhi oleih modeil peimbeilajaran mateimatika reialistik (PMR). Peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan model PMR sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Pengembangan E-Modul Berbasis Ethno-STEM Pada Permainan Tradisional Mbojo Mpaa Gopa Untuk Siswa SMP PutrI Agustina; Parhaini Andriani; Mulhamah Mulhamah
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i2.12183

Abstract

This study aims to develop a valid, practical, and effective e-module on geometry material based on the Ethno-STEM traditional game Mbojo Mpaa Gopa. The development of this e-module uses a 4D development model consisting of four development stages, namely (1) Define, (2) Design, (3) Develop, and (4) Disseminate. In the data collection process, observations and pre-tests and post-tests were carried out. The analysis technique for testing the effectiveness of the e-module, namely by using an independent sample t-test to see the results of students' learning outcomes in geometry mathematics. The results of this study include (1) the results of expert validation of the e-module which is suitable for use with valid results in the material and design aspects, (2) the results of practicality based on teacher and student response questionnaires that have been declared to meet practical qualifications, and (3) the level of effectiveness of the e-module obtained from the t-test process that tests learning outcomes through pre-tests and post-tests. Therefore, the main conclusion of this study is that an Ethno-STEM-based e-module based on the traditional game Mbojo Mpaa Gopa was obtained that is suitable for use, categorized as valid, practical, and effective for junior high school students in geometry.
Integrasi STEM dalam Modul Pembelajaran Matematika dan Dampaknya terhadap Argumentasi Matematis Siswa Wartini Wartini; Parhaini Andriani; Afifurrahman Afifurrahman
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan modul pembelajaran matematika berbasis STEM terhadap kemampuan argumentasi matematis siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, yaitu posttest only control group design. Subjek penelitian terdiri atas 68 siswa kelas VII MTs Negeri 2 Lombok Tengah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui teknik purposive sampling. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan modul matematika berbasis STEM, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan argumentasi matematis dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), serta uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan argumentasi matematis siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa yang belajar menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis STEM memiliki kemampuan argumentasi matematis yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran matematika yang terintegrasi melalui pendekatan STEM efektif dalam mendorong siswa untuk menyusun argumen matematis yang logis, terstruktur, dan berbasis alasan. Penelitian ini terbatas pada jumlah sampel dan konteks sekolah tertentu. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas dan desain penelitian yang lebih beragam. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan bahan ajar inovatif berbasis STEM untuk meningkatkan kemampuan argumentasi matematis siswa. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai efektivitas modul pembelajaran matematika berbasis STEM dalam meningkatkan kemampuan argumentasi matematis siswa.
Efektivitas Penerapan Pembelajaran Berbasis STEAM Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Juhaeriatun Nisa; Parhaini Andriani; Fadrik Adi Fahrudin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4812

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa masih tergolong rendah, sementara tuntutan keterampilan abad ke-21 mengharuskan siswa mampu berpikir kreatif, kritis, dan inovatif. Namun, pembelajaran konvensional yang masih berpusat pada guru belum mampu mengakomodasi pengembangan kemampuan tersebut secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran berbasis STEAM dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 64 siswa kelas VIII yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (STEAM) dan kelompok kontrol (pembelajaran konvensional) melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian yang telah divalidasi untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif meliputi fluency, flexibility, dan originality. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent samples t-test dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000). Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata N-gain sebesar 58,68% (kategori cukup efektif), lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 39,36% (kategori kurang efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEAM lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang relatif kecil dan pelaksanaannya pada satu konteks sekolah, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati. Secara praktis, pembelajaran STEAM dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika. Studi ini memberikan kontribusi empiris mengenai efektivitas STEAM dengan desain eksperimen terkontrol dan analisis peningkatan berbasis N-gain.
The Effect of STEM-Based Mathematics Learning on Critical Thinking Ability of Elementary School Students Ahmad Sahabudin; Parhaini Andriani; Muhammad Ghazali
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v10i1.20390

Abstract

Critical thinking skills are one of the most important 21st century skills for students, and the fact that students' abilities are lacking due to their involvement in the classroom is critical thinking skills. The purpose of this research is to prove that teaching mathematics concepts in STEM schools has or does not have an effect on the critical thinking skills of elementary school students. This research is qualitative with a quasi-experimental type. This study involved 20 Grade V students at SDIT An-Nujaba' Mataran who were included as a sample selected by the saturated sampling technique, the instrument used in this study was a critical thinking ability test. The analysis technique uses the t-test (paired sample t-test). The results of this study indicate that there is a p-value = 0.000 which indicates a significant difference before and after the application of STEM-based mathematics learning. The findings of this study indicate that, with the support of STEM mathematics education, students' critical thinking skills have a significant effect. The research of STEM-based learning in critical thinking skills.