Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Realistic Mathematic Education berbantuan GeoGebra terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa di Sekolah Menengah Pertama Islam Tarbiyatusshibyan Hadi, Sopian; Andriani, Parhaini; Mahfudy, Sofyan
Jurnal of Math Tadris Vol 5 No 1 (2025): Journal of Math Tadris (jMt)
Publisher : Mathematic Education Departement, State Islamic University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55099/jurmat.v5i1.189

Abstract

This study aims to determine the effect of the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) model assisted by GeoGebra on the creative thinking skills of junior high school students. The study used a quantitative approach with a posttest-only control group design. The subjects of the study were grade VIII students at SMP Islam Tarbiyatusshibyan Beremi who were divided into two groups, namely the experimental class that received learning with the RME model assisted by GeoGebra and the control class that used conventional learning. The instrument used was a descriptive test of mathematical creative thinking skills. The results of data analysis showed that there was a significant difference between the creative thinking skills of students in the experimental class and the control class. This shows that the implementation of RME assisted by GeoGebra has a positive effect on improving students' creative thinking skills. Thus, the RME learning model assisted by GeoGebra can be an effective alternative in improving the quality of mathematics learning at the junior high school level
Integrasi Pendekatan STEM dalam Pengembangan Modul Materi Fungsi Afifah, Syailla; Kristayulita, Kristayulita; Andriani, Parhaini
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i2.31356

Abstract

Abstract: This study aims to develop a STEM-based mathematics learning module on linear functions that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The purpose of the module development is to improve the efficiency and effectiveness of learning in schools in terms of time, cost, facilities, and human resources. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model. The trial was conducted at an MTsN, involving 6 students in a small group trial, 20 eighth-grade students in a field test, and 1 teacher. Validation was carried out by a subject matter expert and a media expert. The research instruments included validation sheets, response questionnaires, and tests. The validation results indicated a very high level of validity, the practicality was categorized as practical to very practical, and the effectiveness of the module was shown by an N-Gain score of 0.91 (high category). This module differs from conventional ones by fully integrating the STEM approach and presenting linear function material in an interactive and applicable context. Its strengths lie in its flexibility as self-instructional material, ease of use for teachers, and its ability to enhance learning effectiveness.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran matematika berbasis STEM pada materi fungsi linear yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Modul ini dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman konsep fungsi dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan interdisipliner. Keunggulan modul ini terletak pada penerapan pendekatan STEM yang terintegrasi dengan penyajian materi fungsi linear dalam bentuk yang aplikatif, interaktif, dan relevan dengan kehidupan nyata. Keunggulannya terletak pada fleksibilitas sebagai bahan ajar mandiri, kemudahan bagi guru, dan peningkatan efektivitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Uji coba dilakukan di MTsN dengan melibatkan 6 siswa (kelompok kecil), 20 siswa kelas VIII (uji lapangan), dan 1 guru. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket respons, dan tes. Hasil validasi menunjukkan tingkat kevalidan sangat tinggi, kepraktisan tergolong praktis hingga sangat praktis, dan efektivitas modul ditunjukkan dengan skor N-gain sebesar 0,91 (kategori tinggi).
Analisis Persepsi Calon Guru Matematika Terhadap Pembelajaran Berorientasi STEM (Studi Pada Prodi Tadris Matematika UIN Mataram) Mansurah, Rakim; Andriani, Parhaini; Kurniawati, Kiki Riska Ayu; Negara, Habib Ratu
JSN : Jurnal Sains Natural Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v1i3.390

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi calon guru terhadap pembelajaran berorientasi STEM pada program studi Tadris Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 30 orang. Selain peneliti sebagai instrument utama peneliti juga menggunakan instrumen wawancara semi terstruktur dan angket. Adapun angket yang berisi 24 pernyataan positif dan negatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa subjek dengan kategori persepsi positif beranggapan bahwa pembelajaran STEM sangat memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan pengetahuan, mengasah kemampuan berpikir kritis, mengasah kreatifitas dan menumbuhkan kepekaan peserta didik terhadap lingkungan disekitarnya yang bisa dirasakan oleh peserta didik serta sesuai dengan perkembangan abad ke-21. Selain itu, peserta didik juga akan lebih cepat memahami beberapa konsep matematika yang diterapkan pada proyek STEM seperti konsep geometri, kesebangunan, dan operasi hitung. Walaupun kemungkinan masalah yang muncul bisa saja terjadi akan tetapi itu semua tidak menjadi penghalang. Sedangkan menurut subjek dengan kategori persepsi negatif beranggapan bahwa walaupun pembelajaran STEM memiliki banyak manfaat akan tetapi tidak semua siswa dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Selain itu, tidak semua peserta didik bisa langsung memahami semua konsep matematika yang diterapkan dalam proyek STEM. Seperti penerapan konsep geometri dan operasi hitung peserta didik lebih dominan memahami konsep operasi hitung di bandingkan dengan konsep geometri. Kemudian kemungkinan masalah yang muncul dalam pembelajaran STEM bisa saja dicari solusinya tetapi hanya pembelajaran STEM yang sederhana.
A framework for Assessing Translation among Multiple Representations Andriani, Parhaini; Kurniawati, Kiki Riska Ayu; Afriyani, Dona
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v6i2.7193

Abstract

Translation among multiple representations is one of the important abilities to be possessed by prospective mathematics teachers. The mathematics learning curriculum ranging from elementary to college level needs to emphasize the ability to translate mathematical ideas in a form of representation to different mathematical representation structures. Assessing of this ability is important because it can be used as a basis for developing other mathematical literacy skills. The purpose of this study is to describe the level of translation between mathematical representations of prospective mathematics teachers. A descriptive qualitative study was conducted to fourty prospective mathematics teachers in State Islamic University of Mataram. The selection of research subjects was carried out in a purposive sampling. Data were obtained from mathematical translational thinking task in the form of an assignment sheet consisting of 2 questions related to quadratic equations and task-based interviews. Data were analyzed using fixed comparison analysis, which is comparing incidents (phenomena) with the aim of classifying data. The study found five levels of translational ability between mathematical representations, which were named: level 0, level 1, level 2, level 3 and level 4. The characteristics of each level are built based on four mathematical translational thinking processes: unpacking the source of representations, coordinating initial stage, design the target representation and determine the equivalence between the source and target representations. The findings in this study could be used as a guide to develop an instrument to assess mathematical translation ability.
Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Tingkat Penalaran Matematis Rahma, Sindi Aulia; Hardiani, Nur; Andriani, Parhaini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nxb5d663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP mengetahui pengaruh tingkat penalaran matematis terhadap kemampuan komunikasi matematisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII  SMPN 1 Buer, dengan sampel 29 orang siswa kelas VIII. Desain penelitian one grup pretest posttest. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk pretest postteist. Teiknik peingumpulan data yang digunakan dalam peineilitian adalah teis yang beirjumlah 5 soal uraian deingan mateiri peirsamaan garis lurus.  Analisis data yang digunakan adalah Two Way Anova. Model PMR diterapkan selama 6 pertemuan dengan tahapan yaitu: pemberian masalah kontekstual, diskusi kelompok, presentasi, dan refleksi. Siswa dikelompokkan ke dalam tiga katagori tingkat penalaran yaitu: tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil skor penalaran matematis. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa rata-rata nilai postteist (82,07) leibih tinggi dibandingkan nilai preiteist (47,76). Dan tingkat peinalaran juga beirpeingaruh signifikan teirhadap keimampuan komunikasi mateimatis siswa F = 5,957 dan p = 0,005. Rata-rata nilai pretest siswa dengan tingkat penalaran  rendah mendapatkan nilai  sebesar 41,52 dan sedang mendapatkan sebesar 60,50, sedangkan posttest  dengan tingkat penalaran sedang sebesar 80,30 dan tinggi 82,33. Oleih kareina itu, peiningkatan keimampuan komunikasi mateimatis siswa dan peinalaran mateimatis dipeingaruhi oleih modeil peimbeilajaran mateimatika reialistik (PMR). Peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan model PMR sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Modeling Illiteracy Rate in Indonesia with Spatial Regression Balda, Alvizar Syamsul; Andriani, Parhaini; Astuti, Alfira Mulya
Parameter: Jurnal Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 4 No 3 (2025): Parameter: Jurnal Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/parameterv4i3pp575-590

Abstract

The illiteracy rate (ILR) serves as an indication of educational attainment, representing the percentage of individuals aged 15 and older who lack reading and writing skills. Despite a reduction in Indonesia's ILR to 3.33% in 2024, the objective of eliminating it entirely remains a priority to fulfill the fourth aim of The Sustainable Development Goals (SDGs) by 2030. This research seeks to estimate Indonesia's rate of illiteracy by examining relevant elements, including the number of individuals living in poverty, mean years of schooling, and gross enrollment ratio. The data is obtained from the BPS-Statistics Indonesia. This study employs spatial regression, utilizing an area-based methodology to capture spatial impacts among regions and analyze them with R software. The analysis results indicate that a) the chosen weighted matrix is k-Nearest Neighbor, b) the selected spatial model for the illiteracy rate in Indonesia is the Spatial Durbin Model (SDM), and c) mean years of schooling and gross enrollment ratio within a province significantly affect the illiteracy rate in that province, which may indirectly elevate the illiteracy rate in neighboring regions.
Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Tingkat Penalaran Matematis Rahma, Sindi Aulia; Hardiani, Nur; Andriani, Parhaini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nxb5d663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP mengetahui pengaruh tingkat penalaran matematis terhadap kemampuan komunikasi matematisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII  SMPN 1 Buer, dengan sampel 29 orang siswa kelas VIII. Desain penelitian one grup pretest posttest. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk pretest postteist. Teiknik peingumpulan data yang digunakan dalam peineilitian adalah teis yang beirjumlah 5 soal uraian deingan mateiri peirsamaan garis lurus.  Analisis data yang digunakan adalah Two Way Anova. Model PMR diterapkan selama 6 pertemuan dengan tahapan yaitu: pemberian masalah kontekstual, diskusi kelompok, presentasi, dan refleksi. Siswa dikelompokkan ke dalam tiga katagori tingkat penalaran yaitu: tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil skor penalaran matematis. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa rata-rata nilai postteist (82,07) leibih tinggi dibandingkan nilai preiteist (47,76). Dan tingkat peinalaran juga beirpeingaruh signifikan teirhadap keimampuan komunikasi mateimatis siswa F = 5,957 dan p = 0,005. Rata-rata nilai pretest siswa dengan tingkat penalaran  rendah mendapatkan nilai  sebesar 41,52 dan sedang mendapatkan sebesar 60,50, sedangkan posttest  dengan tingkat penalaran sedang sebesar 80,30 dan tinggi 82,33. Oleih kareina itu, peiningkatan keimampuan komunikasi mateimatis siswa dan peinalaran mateimatis dipeingaruhi oleih modeil peimbeilajaran mateimatika reialistik (PMR). Peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan model PMR sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Integrasi STEM dalam Modul Pembelajaran Matematika dan Dampaknya terhadap Argumentasi Matematis Siswa Wartini Wartini; Parhaini Andriani; Afifurrahman Afifurrahman
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan modul pembelajaran matematika berbasis STEM terhadap kemampuan argumentasi matematis siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, yaitu posttest only control group design. Subjek penelitian terdiri atas 68 siswa kelas VII MTs Negeri 2 Lombok Tengah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui teknik purposive sampling. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan modul matematika berbasis STEM, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan argumentasi matematis dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), serta uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan argumentasi matematis siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa yang belajar menggunakan modul pembelajaran matematika berbasis STEM memiliki kemampuan argumentasi matematis yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran matematika yang terintegrasi melalui pendekatan STEM efektif dalam mendorong siswa untuk menyusun argumen matematis yang logis, terstruktur, dan berbasis alasan. Penelitian ini terbatas pada jumlah sampel dan konteks sekolah tertentu. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas dan desain penelitian yang lebih beragam. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan bahan ajar inovatif berbasis STEM untuk meningkatkan kemampuan argumentasi matematis siswa. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai efektivitas modul pembelajaran matematika berbasis STEM dalam meningkatkan kemampuan argumentasi matematis siswa.