Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Lapisan Bawah Permukaan di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Banjarbaru dengan Metode Geolistrik Wahyono, Sri Cahyo; Rifkiati, Rifkiati; Zulfian, Muhammad Ery; Faisal, Akhmat; Monalisa, Desi
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i2.3098

Abstract

Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yangdimanfaatkan dalam eksplorasi sumber daya alam dan lingkungan bawahpermukaan. Salah satu aplikasi metode geolistrik tahanan jenis adalahmengidentifikasi lapisan bawah permukaan yang diindikasikan tercemar olehpolutan cair (lindi). Pada penelitian ini telah dilakukan identifikasi aliran limbahcair (lindi) di TPAS Hutan Panjang Kota Banjarbaru. Sistem yang digunakandalam pengelolaan sampah di TPAS tersebut adalah sanitary landfill. Konfigurasiyang digunakan dalam pengukuran ini adalah Wenner dan panjang lintasan yangdiukur 70 meter. Hasil yang diperoleh berupa sebuah kontur dengan tahananjenis 1,67 – 690 Ω.m dan sampai kedalaman 11,7 meter. Berdasarkan hasilinterpretasi keberadaan limbah cair (lindi) dengan nilai tahanan jenis < 3,00 Ω.mmasih terakomulasi pada kedalaman 1 – 3 meter pada jarak 26 – 30 meter danpada kedalaman >10 meter pada jarak 46 – 54 meter.
PENDUGAAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK SCHLUMBERGER DI DESA TAKUTI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Wardani, Putri Ika; Wahyono, Sri Cahyo; Sota, Ib]
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i1.1919

Abstract

ABSTRAK. Air tanah merupakan salah satu sumber akan kebutuhan air bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Sumber daya air tanah mempunyai peranan yang sangat penting sebagai salah satu alternatif sumber air baku untuk pasokan kebutuhan air bagi berbagai keperluan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis litologi, kedalaman dan ketebalan akuifer air tanah berdasarkan pada nilai tahanan jenis batuan serta menentukan kualitas  air tanah di Desa Takuti, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar. Hasil penelitian geolistrik konfigurasi schlumberger menunjukkan struktur lapisan batuan di Desa Takuti pada titik pengukuran GL1, GL2, GL3 dan GL4 terdiri dari lapisan lapuk, pasir, lempung pasiran dan lempung. Sebaran akuifer air tanah tersebar pada lapisan pasir dengan   kedalaman akuifer air tanahnya bervariasi pada GL1 diperkirakan terdapat pada kedalaman 55.29-69.58 meter dengan ketebalan akuifer 14.29 meter, GL2 diperkirakan terdapat pada kedalaman  48.19-71.47 meter dengan   ketebalan   23.28  meter,  GL3 diperkirakan terdapat akuifer pada kedalaman 37.23-60.23 meter dengan ketebalan akuifer 23 meter dan GL4 diperkirakan terdapat akuifer pada kedalaman 25.69-73.09 meter dengan ketebalan akuifer 47.40 meter.  Sampel air dari 3 sumber berbeda memiliki nilai kandungan Besi (Fe) yang melebihi batas maksimum yang diperbolehkan yaitu 0,3 mg/l dan untuk sampel air 2 dan 3 bersifat asam karena memiliki nilai pH < 7. Kata kunci: geolistrik, konfigurasi schlumberger, air tanah, akuifer, Desa Takuti
ANALISA POTENSI KEDALAMAN BATUBESI DENGAN METODE GEOLISTRIK 3D DI GUNUNG MELATI KABUPATEN TANAH LAUT Widyayanti, Meta; Wahyono, Sri Cahyo; Wianto, Totok
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i1.2632

Abstract

ABSTRACT: Iron ore are boulders containing of iron deposition, which consists of Feand the rest is composed by other minerals. There are 15 locations of iron ore in SouthKalimantan, one of them is Gunung Melati. Iron mineralization is formed by the contactof metasomatik-sedimentary volcanic rocks, the pyroclastic rocks series. The depth’spotency of iron ore is obtained from measurements with a 3D geoelectric method ofpole-pole configuration that indicate iron ore’s location in 3.20 to 10.1 m depth, and 27.1to 63.4 m with resistivity values of iron ore which has been measured in 3167-3847Ohm.meter and the potency of iron ore was spread unevenly in large chunks of stone.The samples test with XRD and SEM EDS is done to determine the composition andthe effect of washing enrichment process. XRD test results showed the dominance ofthe mineral hematite (Fe2O3) of sample 1 is 75% and sample 2 at 69%. After theenrichment washing, compound’s phase turned into magnetite (Fe3O4). Sample 1which had been washed with water was change into 77% and 83% after enrichmentwashing with HCl, while sample 2 were washed with water to 70%, washed with a 79%HCl. The test results with SEM EDS showed the increased levels of smoothness ofsurface structure and Fe’s level. Samples in sequence from start to washing with waterthen HCl Fe’s level is at 37.62%; 49.47% and 55.33%. The comparison of Fe contentfrom the test results with the relative age based on stratigraphy showed that relativelyolder sample 1 has a Fe content greater than sample 2 relatively younger age.Keywords: Iron ore, geoelectric, XRD, SEM EDS, stratigraphy
Identifikasi Daerah Patahan dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole di Desa Renokenongo Porong Sidoarjo Wahyono, Sri Cahyo; Wianto, Totok; Siregar, Simon Sadok; Utama, Widya; pratapa, Suminar
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3043

Abstract

Fault is already occurred in Renokenongo, Porong - Sidoarjo. These fault’s have destroyed some building and public facilities. Existence of these fault’s have been detected by using 2D resistivity method. In this research, measurement of 2D resistivity is conducted by using Dipole-Dipole configuration. Configuration has been done in two lines. The first line is length of measurement 200 meters and direction E 98° S and second line the path lenght of 120 meters and direction N 50 E. From the resistivity section, position of fault is founded. For first line, position of fault stays at point 25; 43; 57; 97,5; 110 and 136 m. While for second line position of fault stays at point 33; 50 and 100 m.
Identifikasi Lapisan Akuifer Tertekan Dengan Metode Geolistrik di Desa Lok Rawa Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan Samsul Anwar; Sri Cahyo Wahyono; Fahruddin Fahruddin
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v8i2.2447

Abstract

One way to be able to identify rocks below the surface, depth, including groundwater aquifer layers is to do geophysical measurements using the schlumberger geoelectric method. This study aims to determine thickness and depth of aquifers in Lok Rawa Village, Mandastana District, Barito Kuala Regency. The results of the schlumberger configuration geoelectric study showed rock layers in Lok Rawa Village at the measurement points GL1, GL2 and GL3 consisting of weathered, sand, and fine clay (silt) layers. Lapiasan aquifers in Lok Rawa Village at the measurement points GL1, GL2 and GL3 consisting of free aquifer layers are estimated to occur at a depth of  3─5 m with a resistivity value of  7─15 Ωm. Depressed aquifer layer is estimated to be at a depth  of 25─75 m and  ≥ 110 m with resistivity values of  7─15 Ωm. Of the 2 types of aquifer layers, the most confined aquifer layer has the potential to contain ground water.  
PENERAPAN MESIN FACETTING PADA PENGOLAHAN BATU MULIA (GEMSTONES) Liling Triyasmono; Totok Wianto; Sri Cahyo Wahyono; Ori Minarto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v2i1.21

Abstract

Kalimantan Selatan khususnya Martapura merupakan daerah pengrajin Batu Mulia dengan berbagai spesifikasi seperti Intan sampai dengan Batu Hiasan seperti Batu Aji (Serpentin) dan Ametisth, jumlah pengrajin yang ada di Martapura saat ini lebih dari 600 UKM, secara keseluruhan industri tersebut bersifat Rumahan sehingga mereka bekerja jika ada Order, sedangkan yang menggunakan mesin besar hanya sebagian kecil dari UKM tersebut. Pasar yang tersedia saat ini adalah Pasar Intan Martapura terdiri dari lebih 100 kios, selain kios yang berada di luar area tersebut. IPTEKS di perlukan bagi pengembangan dan produksi batu mulia di martapura, dengan UKM Sejahtera Bersama,  maka Diseminasi Produk Teknologi Ke Masyarakat akan mulai meningkatkan produksi melalui Mekanisasi peralatan yaitu Mesin facetting dengan tenaga solar sell bagi UKM yang ada di Daerah martapura sehingga akan semakin meningkatkan Produktivitas dan ekonomi masyarakat pengrajin, hal utama yang terjadi pada pengrajin biasanya adalah kekurangan modal untuk pembelian peralatan dengan kegiatan ini diharapkan kita akan memberikan tambahan peralatan. Peralatan facetting portabel dengan energi terbarukan di perlukan untuk mengatasi masalah produksi dan listrik dan mengurangi biaya produksi sehingga produk yang dihasilkan terjangkau. Solar sell digunakan sebagai  sumber energi penggerak mesin produksi. Produk juga mengalami jumlah peningkatan sehinga akan meningkatan eknomi masyaraat sekitar UKM. Peningatan aset UKM sampai dengan 60% sedangkan omset UKM akan naik sampai dengan 50%. softskill pengarjin juga ditingkatkan dengan pelatihan. Kata Kunci: Batu Mulia, Faceting, Peningkatan ekonomi, Martapura
TEKNOLOGI SUMUR BOR SISTEM PIPA IMBUH UNTUK MENGURANGI RESIKO KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DAN MENGURANGI DAMPAK EMISI CO2 Sri Cahyo Wahyono; Simon Sadok Siregar; Totok Wianto; Ori Minarto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v3i1.34

Abstract

Abstrak: Kebakaran lahan dan hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang paling besar dan bersifat sangat merugikan, selain dampak asap yang ditimbulkannya yang dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar baik dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial, selain bias menyebabkan penyebaran asap lintas negara (transboundary haze). Pencegahan kebakaran lahan dan hutan merupakan semua usaha, tindakan atau kegiatan yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan – kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan diperlukan fire manager dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka solusi yang disepakati dengan mitra dalam hal ini adalah Pembuatan sumur bor dan serta pelatihan Penggunaan dan perawatannya. Tahapan pelaksanaan kegiatan Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat meliputi: penyuluhan tentang kesehatan khususnya asap kebakaran dan Resiko kebakaran lahan, praktek pengeboran dan penggunaanya serta perawatan, Serta Pemberdayaan Masyarakat Peduli api (MPA) dan Masyarakat Peduli Gambut (MPG) Melalui 2 Mitra Yaitu BPK Landu dan Kelurahan Landasan Ulin Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah diskusi, praktek dan pendampingan. Selain itu, dukungan fasilitas dari fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat berupa Laboratorium dan bengkel kerja akan mendukung pelaksanaan dan keberhasilan program Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat. Target dan Luaran yang dihasilkan dari program Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat ini khususnya untuk pihak mitra adalah: terdapat 20 titik bor yang siap digunakan beserta peralatan perlengkapnannya, terdapat peralatan mesin yang digunakan sebagai penunjang, Meningkatkan tingkat kesehatan warga desa Landasan ulin Barat dan banjarbaru hingga 50% dari sebelum adanya kegiatan Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat, serta publikasi pada media massa. Pada kegiatan Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat ini, mitra berperan aktif dalam praktek,  penyediaan tempat. Bagi tim pengabdi sendiri kegiatan ini merupakan wujud peningkatan atensi akademisi terhadap masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, membuka peluang dan kesempatan bagi para pengabdi untuk dapat mengamalkan ilmu bagi kepentingan masyarakat sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Pada Masyarakat.Kata kunci :  Sumur Bor, kesehatan, Lahan Gambut
Identifikasi Batuan Andesit Menggunakan Metode Geolistrik 2D di Daerah Pengaron, Kalimantan Selatan Selvy Tiurma Simamora; Sri Cahyo Wahyono; Simon Sadok Siregar
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.589 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.4.487-494.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi lapisan batuan andesit menggunakan metode geolistrik 2D dengan konfigurasi Schlumberger di daerah Pengaron, Kalimantan Selatan. Pengukuran dilakukan untuk lima lintasan dengan panjang tiap lintasan 270 m. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan penampang lintang nilai resistivitas 2D, menentukan jenis litologi, kedalaman dan ketebalan batuan andesit di daerah penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh tiga lapis jenis batuan. Lapisan pertama merupakan lapisan top soil dengan nilai resistivitas 39–116 Ωm, lapisan kedua adalah lempung dengan nilai resistivitas 143–298 Ωm dan lapisan ketiga merupakan batuan andesit dengan nilai resistivitas 320–1.000 Ωm. Hasil interpretasi 2D menunjukkan bahwa batuan andesit memiliki nilai resistivitas 382–1.000 Ωm pada kedalaman 10-77 m dan ketebalan 10–55 m. Research has been carried out to identify andesite rock layers using 2D geo-electrical method with Schlumberger configuration in the Pengaron area, South Kalimantan. Measurements were made for five tracks with a length of each track being 270 m. The purpose of this research is to model the cross section of 2D resistivity values, determine the type of lithology, depth and thickness of andesite rocks in the study area. Based on the results of data processing, three layers of rock types were obtained. The first layer is the top soil layer with a resistivity value of 39–116 Ωm, the second layer is clay with a resistivity value of 143–298 Ωm and the third layer is andesite rock with a resistivity value of 320–1,000 Ωm. The 2D interpretation results show that andesite rocks have a resistivity value of 382–1,000 Ωm at a depth of 10-77 m and a thickness of 10–55 m.
IDENTIFICATION OF ANDESITE ROCK BASED ON THE RESISTIVITY VALUE IN SATUI AREA, SOUTH KALIMANTAN Sri Cahyo Wahyono; Krisologus Genesa Atmadja; Simon Sadok Siregar
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v6i3.93

Abstract

Andesite rock identification has been carried out in Satui, South Kalimantan using the geoelectric method. Four lines resistivity measurement using Wenner configuration are used with a length of 200-350 m. The purpose of this study is to determine the depth, thickness and position of andesite rocks in the measurement area. Based on the results of processing there are three types of layers in the measurement area, clay with a resistivity of 9.760-68.373 Ωm, sandstones with a resistivity value of 68.373-324.509 Ωm and andesite with a resistivity ≥ 324.509 Ωm. The results of 2D interpretation show that the andesite rock in the entire first path are at a distance of 10.00-170.00 m, depth 6.76-9.94 m and thickness 7.36-10.54 m. Andesite in the second lane are found at a distance of 80-345 m, depth 1.25-9.94 m and thickness 2.62-10.54 m, on the third lane found at a distance of 100.00-200.00 m, depth 13.40 m and 3.90 m thick. Andesite in the fourth lane are found at a distance of 5.00-175.00 m with a depth of 6.76-13.40 m and thickness 1.95-10.54 m.
Identifikasi Daerah Patahan dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole di Desa Renokenongo Porong Sidoarjo Sri Cahyo Wahyono; Totok Wianto; Simon Sadok Siregar; Widya Utama; Suminar pratapa
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.228 KB) | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3043

Abstract

Fault is already occurred in Renokenongo, Porong - Sidoarjo. These fault’s have destroyed some building and public facilities. Existence of these fault’s have been detected by using 2D resistivity method. In this research, measurement of 2D resistivity is conducted by using Dipole-Dipole configuration. Configuration has been done in two lines. The first line is length of measurement 200 meters and direction E 98° S and second line the path lenght of 120 meters and direction N 50 E. From the resistivity section, position of fault is founded. For first line, position of fault stays at point 25; 43; 57; 97,5; 110 and 136 m. While for second line position of fault stays at point 33; 50 and 100 m.
Co-Authors Abdul Gafur Agustina, Meirani Ahmad Rusadi Arrahimi - Universitas Lambung Mangkurat) Ahmad Rusadi Arrahimi - Universitas Lambung Mangkurat) Akbar, Arief Rahmad Maulana Akhmat Faisal Akhmat Faisal Al Rosyid, Ulil Abror Anisa Maulina Apriana, Susi Ayi Nurhidayah Azwari, Ayu Riana Sari Azwari, Ayu RianaSari Baiti, Hisna Deddy Yuliarman Denok Dwi Priyanti Desi Monalisa Dewi Sri Susanti Dian Handiana Dian Handiana Dievy Prastika Putri Dodon Turianto Nugrahadi Dwi Asmaul Husna Fahruddin Fahruddin Faisal, Akhmat Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hapsari, Putri Herin Hutri Istyarini Hidayat, Tri Armando Hisna Baiti Ibrahim Sota Ibrahim Sota Ib] Sota Ida Ayu Putu Sri Widnyani Istyarini, Herin Hutri Joko Santoso Kosidahrta, Rachmat Krisdianto Sugiyanto Krisologus Genesa Atmadja Liling Triyasmono Manik, Tetti Novalina Marjuni Marjuni Marjuni Marjuni Marjuni Marjuni Maulina, Anisa Maya Utami Megawati - Megawati Megawati Meirani Agustina Meta Widyayanti Meta Widyayanti Minarto, Ori Monalisa, Desi Muhammad Ery Zulfian Muhammad Rif&#039;an Abdi Muhammad Solih Afif Nasrulloh, Amar Vijai Ninis Hadi Haryanti, Ninis Hadi Novianti, Resty Faradilla Nurlina Nurlina Nurma Sari, Nurma Oni Soesanto Ori Minarto Ori Minarto Ori Minarto Ori Minarto Ori Minarto Pariadi Pariadi Pariadi, Pariadi Priyanti, Denok Dwi PUJI ASTUTIK Puji Astutik Putri Hapsari Putri Ika Wardani Putri, Dievy Prastika Rachmat Kosidahrta Rahmat Eko Sanjaya Rahmat Yunus Raisa Kusuma Dewi Raisa Kusuma Dewi Raisa Kusuma Dewi Resty Faradilla Novianti Rifkiati Rifkiati Rifkiati, Rifkiati Sadang Husain Samsul Anwar Savitri, Yuniar Selvy Tiurma Simamora sholih Afif Simamora, Selvy Tiurma Simon Sadok Siregar Simon Sadok Siregar, Simon Sadok Sota, Ib] Suarso, Eka Sumaos Triningsih Suminar Pratapa Susilo, Tanto Budi Sutomo Sutomo Tetti Novalina Manik Totok Wianto Totok Wiyanto Tri Armando Hidayat Triningsih, Sumaos Utomo, Edy Setyo Wardani, Putri Ika Widya Utama Widya Utama Yuyun Hidayat Zulfian, Muhammad Ery