Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengobatan Gratis Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Hidayah Karuniawati; H Haryoto; Tanti Azizah Sujono; Tista Ayu Fortuna; Khusnul Khotimah; Andi Suhendi; Burhanudin Ichsan; Dwi Sarbini; M Muhtadi; Mariska Sri Harlianti; Listiana Masyita Dewi; Erna Herawati; Raafika Studiviani; Haya Nabilah Utama; Marsilia Rosa Sinensis HI; Laila Dzafira; Haliza Arzeti Nurseptiria; Ardalia Rinanda Oktaviani; Rizki Ainun Fitriani; Lina Ayu Kusumastuti; Sayyidah Nurul Muslihah; A Anifatussaa'dah; Faridita khoirun Nisa'; Fahriza Mei Trihatmoko; Rahardian Surya Basusena; Fidhia Nur Rifaini; Tia Mella Citra; Ida Maesaroh; Vitania Marsya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting setiap orang karena dengan tercapaianya kesehatan akan memungkinakan terlaksananya kegiatan atau aktifitas yang lain. Kesehatan merupakan hak setiap orang dengan tidak mengenal tingkat ekonomi seseorang. Ekonomi yang minim diprediksi menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan kesehatan yang maksimal. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam mambantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat membantu masyarakat terutama dengan ekonomi yang minim adalah pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di balai desa Potronayan kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali pada ahad 31 Juli 2022. Selain pengobatan gratis, kegiatan yang lain adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, pelayanan obat dan konseling obat serta pelayanan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 pasien. Pasien kebanyakan adalah wanita (73,3%) dengan usia terbanyak adalah antara 51 tahun sampai 60 tahun sebanyak 32,38%.
Wanita Usia 72 Tahun dengan Cephalgia Sekunder et Causa Space Occupying Lession: Laporan Kasus Dinar Nanda Sabila; Erupsiana Fitri Indrihapsari; Arum Puspitawedana; Yasmindra Caroline Purdiatmaja; Fidhia Nur Rifaini; Imam Muchlis Sukhufam
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cephalgia atau nyeri kepala merupakan perasaan ketidaknyamanan yang berlokasi di kepala termasuk daerah wajah, tengkuk maupun leher. Cephalgia sekunder seperti sakit kepala karena ada trauma otak yang terstruktur, sakit kepala dan penyakit yang berhubungan dengan kerusakan vaskuler seperti pecahnya pembuluh darah subaraknoid. Dilaporkan Seorang wanita usia 72 tahun diantar keluarganya ke IGD pada tanggal 2 Februari 2024 jam 17.00 dengan keluhan lemas dan pusing terus menerus di kepala sebelah kanan. Pusing yang hilang timbul dirasakan sudah sejak 10 tahun terakhir ini setelah pasien terjatuh dan biasanya membaik dengan obat warung. Namun 1 minggu ini pusing dirasakan memberat dan semakin sering. Reflek fisiologis pasien didapatkan normoreflek pada anggota gerak atas dan bawah. Dilakukan pemeriksaan reflek patologis pada pasien berupa hoffman dan tromner yang memberikan hasil positif pada jari kanan namun babinski bernilai negatif. Pada hasil CT-Scan menunjukkan terdapat kista subdural dan sinusitis maxillaris odontogenik bilateral. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pada pasien ini maka dapat ditegakkan diagnosis klinis yaitu Cephalgia sekunder.
Amoebiasis dengan Nefrotik Sindrom Fidhia Nur Rifaini; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amoebiasis atau disentri amuba merupakan infeksi enteral parasit yang umum. Amoebiasis dapat muncul tanpa gejala atau dengan gejala ringan hingga berat, termasuk nyeri perut, diare, atau diare berdarah. Diare dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami infeksi atau sistem kekebalan tubuh menurun. Penurunan imunitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu sindrom nefrotik. Sindrom nefrotik adalah keadaan klinis dengan gejala proteinuria, hipoalbuminemia, edema, dan hiperkolesterolemia. Kasus: Seorang laki laki bernama tn. S usia 48 tahun, datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kab. Karanganyar pada 5 Oktober 2024 dengan keluhan utama diare lebih dari 10 kali sejak 7 hari yang lalu. Diare encer tidak ada ampas. BAB cair disertai darah kemerahan dan kehitaman. Pasien memiliki riwayat dirawat di rumah sakit dengan keluhan serupa yaitu diare dan sindroma nefrotik.