Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengobatan Gratis Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Hidayah Karuniawati; H Haryoto; Tanti Azizah Sujono; Tista Ayu Fortuna; Khusnul Khotimah; Andi Suhendi; Burhanudin Ichsan; Dwi Sarbini; M Muhtadi; Mariska Sri Harlianti; Listiana Masyita Dewi; Erna Herawati; Raafika Studiviani; Haya Nabilah Utama; Marsilia Rosa Sinensis HI; Laila Dzafira; Haliza Arzeti Nurseptiria; Ardalia Rinanda Oktaviani; Rizki Ainun Fitriani; Lina Ayu Kusumastuti; Sayyidah Nurul Muslihah; A Anifatussaa'dah; Faridita khoirun Nisa'; Fahriza Mei Trihatmoko; Rahardian Surya Basusena; Fidhia Nur Rifaini; Tia Mella Citra; Ida Maesaroh; Vitania Marsya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting setiap orang karena dengan tercapaianya kesehatan akan memungkinakan terlaksananya kegiatan atau aktifitas yang lain. Kesehatan merupakan hak setiap orang dengan tidak mengenal tingkat ekonomi seseorang. Ekonomi yang minim diprediksi menjadi salah satu hambatan dalam mendapatkan kesehatan yang maksimal. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam mambantu pasien mendapatkan kesehatan yang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat membantu masyarakat terutama dengan ekonomi yang minim adalah pengobatan gratis. Pengobatan gratis yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di balai desa Potronayan kecamatan Nogosari, kabupaten Boyolali pada ahad 31 Juli 2022. Selain pengobatan gratis, kegiatan yang lain adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, pelayanan obat dan konseling obat serta pelayanan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 pasien. Pasien kebanyakan adalah wanita (73,3%) dengan usia terbanyak adalah antara 51 tahun sampai 60 tahun sebanyak 32,38%.
Seorang Pria 79 Tahun dengan Status Hiperosmolar Hiperglikemik: Laporan Kasus Ida Maesaroh; Auliya Andriyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status hiperosmolar hiperglikemik (HHS) adalah komplikasi akut dari diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia akut, hiperosmolar, dan dehidrasi tanpa adanya ketoasidosis. Angka mortalitas, berdasar penyakit yang menyertainya mencapai sekitar antara 30-50%, lebih tinggi dibandingkan angka ketoasidosis diabetikum. Diagnosis dini dan tatalaksana segera penting dilakukan untuk menstabilakn hemodinamik, mencegah mortalitas, dan mengurangi adanya komplikasi. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan sebuah kasus seorang laki-laki berumur 79 tahun datang ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan keluhan utama lemas sudah 1 minggu. Keluhan disertai pusing, nyeri perut, terasa nyeri dan kaku dibadan sejak seminggu, sering buang air kecil, pusing, air seni pernah berwarna merah, nafsu makan menurun. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes mellitus tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik pasien tampak lemah dan compos mentis, serta tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi normal, darah lengkap didapatkan gula darah sewaktu 512 mg/dL, ureum 96,4 mg/dL, kreatinin 1,43 mg/dL, natrium 123,9 mmol/L, Chlorida 89,4 mmol/L. pH 7,37, PCO2 54,8 mmHg, HCO3 30,9 mmol/L, Asam urat hasil 8,1 mg/dL, urin didapatkan eritrosit positif satu, epitel, bakteri dan jamur. Pasien didiagnosa status hiperosmolar hiperglikemik dan mendapatkan terapi cairan salin, insulin, obat antidiabetes, analgesik, antipiretik, antiinflamasi non steroid (NSAID), antihistamin, PPI, dan antibiotik. Setelah mendapatkan perawatan pasien pulang dengan klinis membaik.