Articles
TINJAUAN HOSPITALITY DESIGN PADA PUBLIC OPEN SPACE DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Taman Madukoro)
Setiawan, Moch Fathoni;
Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Public open space is part of the city in the form of outer space is used for activities of daily city dwellers. City park is one of the existing public open space in a city. In 2014, the government returned to a park Semarang Madukoro to perform maintenance on the trees and plants that are there. And like a city park that can fulfill its role as a public open space, it should also be noted the feasibility and design for user friendliness or term is a hospitality design. Hospitality design is the design with the principles of feasibility and comfort so as to create a design that is friendly to users. Feasibility and comfort is needed in a public facility. This research is a case study, the steps taken is to collect information and data on each state and the activities that occur in the Madukoro Park. The focus of the case study is to examine the physical condition of the environment in the Madukoro Park. From the results of observations made in the field, it was found that the physical condition Madukoro Park neighborhood in general in good condition, but based on the results of the analysis, there are still some shortcomings in both design, standards compliance and support facilities that did not exist.Ruang terbuka publik merupakan bagian dari kota yang berupa ruang luar digunakan untuk kegiatan penduduk kota sehari-hari. Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada pada suatu kota. Pada tahun 2014, pemerintah Kota Semarang kembali memfungsikan taman madukoro dengan melakukan perawatan pada pohon dan tanaman yang ada disana. Dan layaknya sebuah taman kota yang dapat memenuhi perannya sebagai ruang terbuka publik, maka perlu juga diperhatikan tingkat kelayakan dan keramahan disainnya bagi para pengguna atau istilahnya adalah hospitality design. Hospitality design merupakan desain dengan prinsip-prinsip kelayakan dan kenyamanan sehingga dapat menciptakan desain yang ramah terhadap penggunanya. Kelayakan dan kenyamanan sangat diperlukan dalam sebuah fasilitas publik. Penelitian ini termasuk jenis studi kasus, maka langkah yang ditempuh adalah mengumpulkan informasi dan data pada setiap keadaan dan aktifitas yang terjadi di Taman Madukoro tersebut. Fokus kasus pada penelitian ini untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan di Taman Madukoro. Dari hasil observasi yang dilakukan di lapangan, ditemukan bahwa kondisi fisik lingkungan Taman Madukoro secara umum dalam keadaan baik, Namun berdasarkan hasil analisa, masih terdapat beberapa kekurangan baik dalam desain, kesesuaian dengan standar maupun fasilitas penunjang yang belum ada.
TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA
Purnomo, Andi;
Setiawan, Moch Fathoni
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The comfortability of access from each region in big cities has led to the rapid increasing of regional mobility.The mobility incude the motorists and also pedestrians. Pedestrian path is a container or space for pedestrian activities and activities to provide services to pedestrians so as to improve the smoothness, safety, and comfort for pedestrians. Convenience is one of the vital values that should be enjoyed by people when doing activities. Pedestrian path in Semarang in Simpang Lima area itself is fairly crowded, and has been laid out in such a way for vendors. Crowd arising from the existence of street vendors sometimes make some people feel less comfortable to pass through. Problems that occur will be observed and analyzed, namely the level of comfort in the pedestrian path in Simpang Lima area based on user perception. The method used is descriptive qualitative theory describing the pedestrian path and direct observation to the object observed coupled with interviewing some respondents.Kemudahan pencapaian (aksesibilitas) kawasan dari dan ke berbagai wilayah di kota-kota besar, telah menyebabkan meningkatnya mobilitas kegiatan kawasan yang cukup pesat. Mobilitas yang ada tidak hanya kendaraan bermotor tetapi juga pejalan kaki. Jalur pedestrian merupakan wadah atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Kenyamanan merupakan salah satu nilai vital yang selayaknya harus dinikmati oleh manusia ketika melakukan aktifitas-aktifitas. Di Kota Semarang jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang sendiri merupakan jalur pedestrian yang cukup ramai, dan sudah ditata sedemikian rupa bagi para pedagang kaki lima. Keramaian yang timbul akibat keberadaan pedagang kaki lima terkadang membuat beberapa orang merasa kurang nyaman untuk melaluinya. Permasalahan yang terjadi akan diobservasi lalu dianalisa, yaitu mengenai tingkat kenyamanan jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan teori mengenai jalur pedestrian dan melakukan pengamatan langsung ke obyek yang diamati ditambah dengan mewawancarai beberapa responden.Â
TINJAUAN ASPEK KELAYAKAN ELEMEN PEMBENTUK RUANG KOMUNAL DI TAMAN MONUMEN 45 KOTA PEKALONGAN
Setiawan, Moch Fathoni;
Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Taman Monumen 45 is one of the city park in Pekalongan City, in which there are statues of the heroes as monument to commemorate the services of the heroes. In this park there are also garden element in shape of hard elements and soft elements. Some hard elements are sitting group, pedestrian area, sports area, and the statue of the heroes (sculpture). The hard elements are referred to support the communal activity for the citizens of Pekalongan. They are functioned as for gathering and chatting, lounging, skateboarding and BMX styling. This study aims to assess the feasibility aspects in Taman Monumen 45 in Pekalongan City. From the research, it was revealed that there are some elements of the park that do not meet the eligibility aspect as constituting elements of communal space. It can be seen from the condition of these elements, either hard material or soft material that is still less maintained and is not in accordance with its function.Taman Monumen 45 merupakan salah satu taman kota di Kota Pekalongan yang mana di sana terdapat patung pahlawan sebagai monumen untuk mengenang jasa para pahlawan. Pada taman ini juga terdapat elemen taman berupa elemen keras (hard material) dan elemen lunak (soft material). Elemen keras pada taman ini diantaranya sitting group, area pedestrian, sport area, dan patung pahlawan (sculpture). Elemen keras tersebut sebagai salah satu pendukung aktifitas komunal bagi warga Kota Pekalongan seperti berkumpul, mengobrol dan duduk santai, tempat bermain skateboard dan BMX style. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek kelayakan pada Taman Monumen 45 di Kota Pekalongan. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa ada beberapa elemen taman yang tidak memenuhi aspek kelayakan sebagai pembentuk elemen ruang komunal. Hal ini dapat dilihat dari kondisi elemen-elemen tersebut, baik hard material atau soft material yang masih kurang terawat dan tidak sesuai dengan fungsinya.
TINJAUAN HOSPITALITY DESIGN PADA PUBLIC OPEN SPACE DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Taman Madukoro)
Setiawan, Moch Fathoni;
Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6889
Public open space is part of the city in the form of outer space is used for activities of daily city dwellers. City park is one of the existing public open space in a city. In 2014, the government returned to a park Semarang Madukoro to perform maintenance on the trees and plants that are there. And like a city park that can fulfill its role as a public open space, it should also be noted the feasibility and design for user friendliness or term is a hospitality design. Hospitality design is the design with the principles of feasibility and comfort so as to create a design that is friendly to users. Feasibility and comfort is needed in a public facility. This research is a case study, the steps taken is to collect information and data on each state and the activities that occur in the Madukoro Park. The focus of the case study is to examine the physical condition of the environment in the Madukoro Park. From the results of observations made in the field, it was found that the physical condition Madukoro Park neighborhood in general in good condition, but based on the results of the analysis, there are still some shortcomings in both design, standards compliance and support facilities that did not exist.Ruang terbuka publik merupakan bagian dari kota yang berupa ruang luar digunakan untuk kegiatan penduduk kota sehari-hari. Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada pada suatu kota. Pada tahun 2014, pemerintah Kota Semarang kembali memfungsikan taman madukoro dengan melakukan perawatan pada pohon dan tanaman yang ada disana. Dan layaknya sebuah taman kota yang dapat memenuhi perannya sebagai ruang terbuka publik, maka perlu juga diperhatikan tingkat kelayakan dan keramahan disainnya bagi para pengguna atau istilahnya adalah hospitality design. Hospitality design merupakan desain dengan prinsip-prinsip kelayakan dan kenyamanan sehingga dapat menciptakan desain yang ramah terhadap penggunanya. Kelayakan dan kenyamanan sangat diperlukan dalam sebuah fasilitas publik. Penelitian ini termasuk jenis studi kasus, maka langkah yang ditempuh adalah mengumpulkan informasi dan data pada setiap keadaan dan aktifitas yang terjadi di Taman Madukoro tersebut. Fokus kasus pada penelitian ini untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan di Taman Madukoro. Dari hasil observasi yang dilakukan di lapangan, ditemukan bahwa kondisi fisik lingkungan Taman Madukoro secara umum dalam keadaan baik, Namun berdasarkan hasil analisa, masih terdapat beberapa kekurangan baik dalam desain, kesesuaian dengan standar maupun fasilitas penunjang yang belum ada.
TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA
Purnomo, Andi;
Setiawan, Moch Fathoni
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6902
The comfortability of access from each region in big cities has led to the rapid increasing of regional mobility.The mobility incude the motorists and also pedestrians. Pedestrian path is a container or space for pedestrian activities and activities to provide services to pedestrians so as to improve the smoothness, safety, and comfort for pedestrians. Convenience is one of the vital values that should be enjoyed by people when doing activities. Pedestrian path in Semarang in Simpang Lima area itself is fairly crowded, and has been laid out in such a way for vendors. Crowd arising from the existence of street vendors sometimes make some people feel less comfortable to pass through. Problems that occur will be observed and analyzed, namely the level of comfort in the pedestrian path in Simpang Lima area based on user perception. The method used is descriptive qualitative theory describing the pedestrian path and direct observation to the object observed coupled with interviewing some respondents.Kemudahan pencapaian (aksesibilitas) kawasan dari dan ke berbagai wilayah di kota-kota besar, telah menyebabkan meningkatnya mobilitas kegiatan kawasan yang cukup pesat. Mobilitas yang ada tidak hanya kendaraan bermotor tetapi juga pejalan kaki. Jalur pedestrian merupakan wadah atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Kenyamanan merupakan salah satu nilai vital yang selayaknya harus dinikmati oleh manusia ketika melakukan aktifitas-aktifitas. Di Kota Semarang jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang sendiri merupakan jalur pedestrian yang cukup ramai, dan sudah ditata sedemikian rupa bagi para pedagang kaki lima. Keramaian yang timbul akibat keberadaan pedagang kaki lima terkadang membuat beberapa orang merasa kurang nyaman untuk melaluinya. Permasalahan yang terjadi akan diobservasi lalu dianalisa, yaitu mengenai tingkat kenyamanan jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan teori mengenai jalur pedestrian dan melakukan pengamatan langsung ke obyek yang diamati ditambah dengan mewawancarai beberapa responden.Â
TINJAUAN ASPEK KELAYAKAN ELEMEN PEMBENTUK RUANG KOMUNAL DI TAMAN MONUMEN 45 KOTA PEKALONGAN
Setiawan, Moch Fathoni;
Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jtsp.v18i1.6694
Taman Monumen 45 is one of the city park in Pekalongan City, in which there are statues of the heroes as monument to commemorate the services of the heroes. In this park there are also garden element in shape of hard elements and soft elements. Some hard elements are sitting group, pedestrian area, sports area, and the statue of the heroes (sculpture). The hard elements are referred to support the communal activity for the citizens of Pekalongan. They are functioned as for gathering and chatting, lounging, skateboarding and BMX styling. This study aims to assess the feasibility aspects in Taman Monumen 45 in Pekalongan City. From the research, it was revealed that there are some elements of the park that do not meet the eligibility aspect as constituting elements of communal space. It can be seen from the condition of these elements, either hard material or soft material that is still less maintained and is not in accordance with its function.Taman Monumen 45 merupakan salah satu taman kota di Kota Pekalongan yang mana di sana terdapat patung pahlawan sebagai monumen untuk mengenang jasa para pahlawan. Pada taman ini juga terdapat elemen taman berupa elemen keras (hard material) dan elemen lunak (soft material). Elemen keras pada taman ini diantaranya sitting group, area pedestrian, sport area, dan patung pahlawan (sculpture). Elemen keras tersebut sebagai salah satu pendukung aktifitas komunal bagi warga Kota Pekalongan seperti berkumpul, mengobrol dan duduk santai, tempat bermain skateboard dan BMX style. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek kelayakan pada Taman Monumen 45 di Kota Pekalongan. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa ada beberapa elemen taman yang tidak memenuhi aspek kelayakan sebagai pembentuk elemen ruang komunal. Hal ini dapat dilihat dari kondisi elemen-elemen tersebut, baik hard material atau soft material yang masih kurang terawat dan tidak sesuai dengan fungsinya.
KEMAMPUAN BANGUNAN PASAR TRADISIONAL SAMPANGAN DALAM MENGANTISIPASI BAHAYA KEBAKARAN (Studi Kasus Pasar Sampangan di Semarang, Jawa Tengah)
Setiawan, Moch Fathoni;
Purnomo, Andi;
Santoso, Eko Budi;
Kuswarna Putra, Bambang Setyohadi
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jkomtek.v11i1.17847
Abstrak Pembangunan suatu gedung pasar penting untuk memperhatikan beberapa aspek, terutama aspek mengenai keselamatan pada bangunan. Pada bangunan pasar, penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran sangatlah penting. Tujuan dari pengamatan lapangan secara langsung ditemukan beberapa kekurangan dalam studi kasus bangunan Pasar Sampangan. Kekurangan tersebut antara lain kurang jelasnya jalur evakuasi dan sirkulasi udara bersih bila terjadi kebakaran. Tetapi bahaya kebakaran pasar tersebut sudah diantisipasi oleh pengelola dengan adanya apar, pipa hidran, dan tabung pemadam api ringan di beberapa lokasi pasar. Peraturan yang dipakai adalah SKBI (Standar Konstruksi Bangunan Indonesia), SNI (Standar Nasional Indonesia), NFPA (National Fire Protection Association). Bangunan yang dijadikan studi kasus adalah pasar modern 3 lantai. System penanggulangan kebakaran yang dievaluasi adalah system proteksi pasis dan system proteksi aktif pada bangunan. Berdasarkan hasil evaluasi system pencegahan kebakaran, didapatkan pada beberapa yang sudah memenuhi persyaratan SKBI, SNI, dan NFPA. Dari beberapa evaluasi yang ditemukan ada yang belum memenuhi persyaratan SKBI, SNI, dan NFPA, maka disarankan untuk memenuhi peraturan dan persyaratan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada bangunan sesuai pada peraturan yang berlaku.  Kata Kunci : Pasar Sampangan, Keselamatan bangunan, Pencegahan.
TINJAUAN HOSPITALITY DESIGN PADA PUBLIC OPEN SPACE DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Taman Madukoro)
Setiawan, Moch Fathoni;
Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6889
Public open space is part of the city in the form of outer space is used for activities of daily city dwellers. City park is one of the existing public open space in a city. In 2014, the government returned to a park Semarang Madukoro to perform maintenance on the trees and plants that are there. And like a city park that can fulfill its role as a public open space, it should also be noted the feasibility and design for user friendliness or term is a hospitality design. Hospitality design is the design with the principles of feasibility and comfort so as to create a design that is friendly to users. Feasibility and comfort is needed in a public facility. This research is a case study, the steps taken is to collect information and data on each state and the activities that occur in the Madukoro Park. The focus of the case study is to examine the physical condition of the environment in the Madukoro Park. From the results of observations made in the field, it was found that the physical condition Madukoro Park neighborhood in general in good condition, but based on the results of the analysis, there are still some shortcomings in both design, standards compliance and support facilities that did not exist.Ruang terbuka publik merupakan bagian dari kota yang berupa ruang luar digunakan untuk kegiatan penduduk kota sehari-hari. Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada pada suatu kota. Pada tahun 2014, pemerintah Kota Semarang kembali memfungsikan taman madukoro dengan melakukan perawatan pada pohon dan tanaman yang ada disana. Dan layaknya sebuah taman kota yang dapat memenuhi perannya sebagai ruang terbuka publik, maka perlu juga diperhatikan tingkat kelayakan dan keramahan disainnya bagi para pengguna atau istilahnya adalah hospitality design. Hospitality design merupakan desain dengan prinsip-prinsip kelayakan dan kenyamanan sehingga dapat menciptakan desain yang ramah terhadap penggunanya. Kelayakan dan kenyamanan sangat diperlukan dalam sebuah fasilitas publik. Penelitian ini termasuk jenis studi kasus, maka langkah yang ditempuh adalah mengumpulkan informasi dan data pada setiap keadaan dan aktifitas yang terjadi di Taman Madukoro tersebut. Fokus kasus pada penelitian ini untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan di Taman Madukoro. Dari hasil observasi yang dilakukan di lapangan, ditemukan bahwa kondisi fisik lingkungan Taman Madukoro secara umum dalam keadaan baik, Namun berdasarkan hasil analisa, masih terdapat beberapa kekurangan baik dalam desain, kesesuaian dengan standar maupun fasilitas penunjang yang belum ada.
TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA
Purnomo, Andi;
Setiawan, Moch Fathoni
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6902
The comfortability of access from each region in big cities has led to the rapid increasing of regional mobility.The mobility incude the motorists and also pedestrians. Pedestrian path is a container or space for pedestrian activities and activities to provide services to pedestrians so as to improve the smoothness, safety, and comfort for pedestrians. Convenience is one of the vital values that should be enjoyed by people when doing activities. Pedestrian path in Semarang in Simpang Lima area itself is fairly crowded, and has been laid out in such a way for vendors. Crowd arising from the existence of street vendors sometimes make some people feel less comfortable to pass through. Problems that occur will be observed and analyzed, namely the level of comfort in the pedestrian path in Simpang Lima area based on user perception. The method used is descriptive qualitative theory describing the pedestrian path and direct observation to the object observed coupled with interviewing some respondents.Kemudahan pencapaian (aksesibilitas) kawasan dari dan ke berbagai wilayah di kota-kota besar, telah menyebabkan meningkatnya mobilitas kegiatan kawasan yang cukup pesat. Mobilitas yang ada tidak hanya kendaraan bermotor tetapi juga pejalan kaki. Jalur pedestrian merupakan wadah atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Kenyamanan merupakan salah satu nilai vital yang selayaknya harus dinikmati oleh manusia ketika melakukan aktifitas-aktifitas. Di Kota Semarang jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang sendiri merupakan jalur pedestrian yang cukup ramai, dan sudah ditata sedemikian rupa bagi para pedagang kaki lima. Keramaian yang timbul akibat keberadaan pedagang kaki lima terkadang membuat beberapa orang merasa kurang nyaman untuk melaluinya. Permasalahan yang terjadi akan diobservasi lalu dianalisa, yaitu mengenai tingkat kenyamanan jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan teori mengenai jalur pedestrian dan melakukan pengamatan langsung ke obyek yang diamati ditambah dengan mewawancarai beberapa responden.
TINJAUAN ASPEK KELAYAKAN ELEMEN PEMBENTUK RUANG KOMUNAL DI TAMAN MONUMEN 45 KOTA PEKALONGAN
Setiawan, Moch Fathoni;
Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jtsp.v18i1.6694
Taman Monumen 45 is one of the city park in Pekalongan City, in which there are statues of the heroes as monument to commemorate the services of the heroes. In this park there are also garden element in shape of hard elements and soft elements. Some hard elements are sitting group, pedestrian area, sports area, and the statue of the heroes (sculpture). The hard elements are referred to support the communal activity for the citizens of Pekalongan. They are functioned as for gathering and chatting, lounging, skateboarding and BMX styling. This study aims to assess the feasibility aspects in Taman Monumen 45 in Pekalongan City. From the research, it was revealed that there are some elements of the park that do not meet the eligibility aspect as constituting elements of communal space. It can be seen from the condition of these elements, either hard material or soft material that is still less maintained and is not in accordance with its function.Taman Monumen 45 merupakan salah satu taman kota di Kota Pekalongan yang mana di sana terdapat patung pahlawan sebagai monumen untuk mengenang jasa para pahlawan. Pada taman ini juga terdapat elemen taman berupa elemen keras (hard material) dan elemen lunak (soft material). Elemen keras pada taman ini diantaranya sitting group, area pedestrian, sport area, dan patung pahlawan (sculpture). Elemen keras tersebut sebagai salah satu pendukung aktifitas komunal bagi warga Kota Pekalongan seperti berkumpul, mengobrol dan duduk santai, tempat bermain skateboard dan BMX style. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek kelayakan pada Taman Monumen 45 di Kota Pekalongan. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa ada beberapa elemen taman yang tidak memenuhi aspek kelayakan sebagai pembentuk elemen ruang komunal. Hal ini dapat dilihat dari kondisi elemen-elemen tersebut, baik hard material atau soft material yang masih kurang terawat dan tidak sesuai dengan fungsinya.