Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Developing an Interdisciplinary Hypothetical Inquiry learning model to enhance students' higher-order thinking and computational thinking skills Septiantoko, Riko; Saliman, Saliman; Sudrajat, Sudrajat; Hartati, Yumi; Azizah, Primanisa Inayati
JIPSINDO Vol. 12 No. 1 (2025): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v12i1.83566

Abstract

This study aims to develop an Interdisciplinary Hypothetical Inquiry (IHI) learning model that is (1) feasible and practical, and (2) determine the effectiveness of this model in improving undergraduate students' higher-order thinking skills (HOTS) and computational thinking skills (CTS) in solving social problems in social science (IPS) education study programs. This research uses a design and development research approach which includes six stages: (1) problem identification, (2) goal description, (3) product design and development, (4) product testing, (5) evaluation of test results, and (6) communication of results. The development of the IHI learning model was tested through (1) feasibility tests by expert lecturers in the field of education, evaluation experts, and social science experts; (2) practicality test through observation of learning implementation and responses from lecturers and student users; and (3) effectiveness test using a quasi-experimental method with a sample of undergraduate students in Social Sciences Education, Yogyakarta State University. The research instruments include expert lecturer review and assessment sheets, HOT and CT test questions, observation sheets on the implementation of the IHI model, and user response questionnaires. The research results show that the IHI learning model (1) is feasible based on the assessment of expert lecturers; (2) practical with an implementation score of 4.54 (very practical), a lecturer response score of 3.9 (very practical), and a student response score of 4.5 (very practical); and (3) potentially effective based on the higher N-Gain HOTS and CTS values in the experimental class (0.63 and 0.56) compared to the control class (0.59 and 0.15), as well as the t-test results with significance value 0.00 (p < 0.05). The student-centered IHI learning model encourages collaboration and democratic learning through the stages: 1) problem orientation, (2) hypothesis brainstorming, (3) hypothesis development, (4) investigation design, (5) investigation data collection, (6) interpretation of investigation data, (7) reporting and communication of results. This research concludes that the IHI learning model is feasible, practical, and effective for increasing HOTS and CTS for students in the social studies education study program.
Pendidikan bagi masyarakat miskin di Yogyakarta Hartati, Yumi; Sabila, Emilia Alya
JIPSINDO Vol. 10 No. 1 (2023): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v10i1.51142

Abstract

Pendidikan tinggi memiliki peranan penting dalam pembangunan nasional yang berkaitan dengan penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Sayangnya aksesibilitas masyarakat terhadap pendidikan tinggi masih rendah. Tujuan dari penelitian adalah  untuk mengetahui kebijakan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan menemukan sebab-sebab permasalahan serta solusinya melalui kajian dari referensi dan jurnal hasil penelitian yang sesuai dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memiliki peranan yang sangat dibutuhkan dalam menetapkan kebijakan untuk dapat memberikan akses bagi masyarakat miskin agar dapat menempuh dan mengakses pendidikan tinggi. Education for poor people in Yogyakarta Higher education which has an essential role in national development has the right to be accessed by every citizen. However, the irony is that the higher the level of education, the lower the participation rate. It can be caused by several factors, one of which is the problem of access to higher education, experienced mainly by the poor. The research uses a literature study method by finding the causes of the problem and the solution through a study of references and research journals that follow the topic. The results of the study indicate that the role of the government needed to set policies to provide access for the poor so that they can take and access higher education more easily without discrimination.
Kegagalan Komunikasi dan Fasilitasi Konflik dalam Sengketa Lahan Adat : (Studi Kasus Warga Desa Sihaporas dan PT Toba Pulp Lestari) Kinkin Setyaningrum; Sherly Renawati Sunanta; Devi Ayu Pratiwi; Nuuha Dzakiyyah; Maulana Fikri Hidayatullah Mashum; Saliman; Yumi Hartati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.6788

Abstract

Tanah memiliki peran ganda sebagai aset sosial dan modal yang sering memicu ketegangan agraria akibat tumpang tindih klaim antara hak ulayat masyarakat adat dan konsesi korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab konflik lahan antara masyarakat adat Sihaporas dan PT Toba Pulp Lestari serta mengevaluasi proses fasilitasi komunikasi guna merumuskan solusi penyelesaian yang berkeadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis data interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar konflik bersumber dari dualisme hukum pertanahan dan kegagalan komunikasi yang berujung pada tindakan kriminalisasi terhadap warga adat. Selain itu, operasional perusahaan memicu deforestasi dan kerusakan ekosistem air yang berdampak langsung pada marginalisasi ekonomi petani lokal. Proses fasilitasi oleh pemerintah dan pihak ketiga sejauh ini berjalan lambat serta belum mampu mengurai ketimpangan relasi kuasa antar-aktor. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyelesaian sengketa membutuhkan pengakuan legal atas tanah ulayat dan penerapan prinsip persetujuan atas dasar informasi di awal tanpa paksaan (FPIC) demi mewujudkan keadilan agraria.
ANALISIS KEBIJAKAN TERHADAP KONFLIK GURU DAN SISWA YANG BERAKHIR PADA KEKERASAN: STUDI KASUS SMKN 3 JABUNG TIMUR Invita Khazahra Ramadhani; Deciantika Avriella Gushma; Dwi Kusumastuti; Robby Syahda Hutama Rafsanjani; Yumi Hartati; Saliman Saliman
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59215

Abstract

Konflik antara guru dan murid di sekolah dapat mengganggu keamanan serta proses belajar mengajar sebagaimana terjadi di SMKN 3 Jabung Timur yang berujung pada tindakan kekerasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab konflik, respons kebijakan sekolah, dan peran kepemimpinan guru dalam penyelesaiannya dengan menggunakan metode studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipengaruhi oleh faktor individu, komunikasi, dan kelembagaan seperti rendahnya pengendalian emosi, kesalahpahaman, pola komunikasi yang kurang efektif, lemahnya mediasi, serta disiplin sekolah yang belum optimal. Respons kebijakan yang tepat meliputi mediasi, pendampingan psikologis, penegakan tata tertib secara edukatif, dan penguatan komunikasi antara sekolah, guru, murid, serta orang tua. Selain itu, kepemimpinan transformasional, demokratis, otoritatif, dan disipliner berperan penting dalam menciptakan penyelesaian konflik yang adil dan humanis. Dengan demikian, diperlukan kebijakan yang preventif dan restoratif agar sekolah menjadi lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan berkeadilan bagi seluruh warga sekolah.
Negosiasi Sebagai Instrumen Manajemen Konflik: Studi Kasus Perilaku Verbal Siswa terhadap Guru di SMA Negeri 1 Purwakarta Gina Melinda; Bagus Widya Panuntun; Aldina Dinda Salsabila; Akeyla Lovely Diva M; Kholis Arifin; Saliman Saliman; Yumi Hartati
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya perilaku menyimpang siswa terhadap guru, bagaimana definisi negosiasi dan gaya negosiasi yang diimplementasikan dalam konteks lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal nasional dan internasional, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2025. Data diperoleh melalui penelusuran basis data akademik seperti Google Scholar dan Sinta menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan negosiasi, manajemen konflik, komunikasi guru-siswa, dan perilaku verbal di lingkungan sekolah. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses identifikasi tema, perbandingan temuan penelitian, dan sintesis literatur untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai penerapan negosiasi sebagai instrumen manajemen konflik dalam lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku verbal siswa terhadap guru mencakup spektrum yang luas, mulai dari resistensi verbal halus, negosiasi implisit, hingga konfrontasi terbuka. Berbagai literatur menegaskan bahwa negosiasi terbukti efektif sebagai instrumen manajemen konflik apabila melibatkan empat elemen kunci, yakni keterbukaan komunikasi, pengakuan posisi masing-masing pihak, pencarian solusi bersama, dan kesepakatan yang berkeadilan. Temuan kajian ini mengimplikasikan bahwa sekolah perlu mengembangkan budaya negosiasi yang terstruktur sebagai bagian dari kebijakan manajemen konflik guna menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan hubungan guru-siswa yang lebih harmonis.
Rekonsiliasi sebagai Strategi Penyelesaian Konflik Keluarga dalam Perspektif Manajemen Konflik Dyah Lauren Pitaloka; Dea Riswandasari; Pudenta Helda; Fioren Dwika Maharani; Fajar Saefuloh; Yumi Hartati; Saliman Saliman
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 4 (2026): JURRISH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v5i4.9315

Abstract

Reconciliation is viewed as an effective method for managing conflicts since it focuses on dialogue, mediation, and resolving disputes through peaceful means. This study aims to examine the role of reconciliation in addressing family conflicts from the perspective of conflict management. The research employs a literature review approach by analyzing journal articles, books, news reports, and other relevant sources related to reconciliation, mediation, conflict resolution, and peace education. The findings reveal that reconciliation contributes significantly to reducing prolonged conflicts, improving communication, rebuilding trust, and strengthening positive relationships among family members. Mediation and family-centered approaches play an essential role in facilitating the reconciliation process by encouraging dialogue, mutual respect, and shared understanding between conflicting parties. Furthermore, peace education supports the reconciliation process by helping individuals overcome emotional trauma, develop empathy, and increase awareness of the importance of maintaining harmonious and non-violent relationships within the family. The study also highlights that sustainable reconciliation requires active participation and commitment from all family members. Therefore, reconciliation can be regarded as an important strategy for managing family conflicts because it emphasizes communication, compassion, cooperation, and peaceful problem-solving to achieve long-term family harmony and social well-being.
Konflik Interpersonal di Lingkungan Kampus: Analisis Strategi dan Taktik Konflik dalam Kasus Kekerasan Mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Tira Felia Ramadhani; Asti Listiana; Rahmat Dion Gigani; Khoirunnisa Alim Fadhila; Sherafina Zahra Nayla Armand; Saliman Saliman; Yumi Hartati
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 4 (2026): JURRISH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v5i4.9439

Abstract

This study is motivated by the increasing occurrence of interpersonal conflicts in higher education institutions that have the potential to escalate into violence if not managed effectively. One notable case is the stabbing of a female student at UIN Sultan Syarif Kasim Riau, which illustrates the escalation of conflict resulting from the failure of peaceful conflict resolution. This study aims to analyze the conflict escalation process and identify the strategies and tactics employed by the parties involved. The research adopted a qualitative approach using a case study design. Data were collected through document analysis by utilizing secondary sources, including news reports, scholarly articles, and relevant literature. The research subjects consisted of the perpetrator and the victim involved in the conflict. The findings indicate that the conflict originated from unresolved personal issues and intensified due to uncontrolled emotions, miscommunication, and the absence of open conflict resolution. The perpetrator employed a competing strategy characterized by aggressive and confrontational tactics, whereas the victim tended to adopt an avoiding strategy by withdrawing from the conflict. The lack of effective communication and mediation mechanisms caused the conflict to become destructive and ultimately resulted in violent behavior. This study highlights the importance of effective conflict management, open communication, and the active role of educational institutions in preventing interpersonal conflicts from escalating into acts of violence.
Hubungan Minat Baca dengan Hasil Belajar Kognitif IPS Siswa SMP Negeri 4 Pakem Tiara Ambarwani Puteri; Yumi Hartati; Saliman Saliman
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat baca dengan hasil belajar kognitif IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pakem tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 127 siswa dengan sampel sebanyak 96 siswa yang ditentukan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket minat baca dan dokumentasi lembar soal serta nilai Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) sebagai data hasil belajar kognitif IPS. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Hₐ diterima dan H₀ ditolak. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,443 (0,443 > 0,2006) menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan kategori sedang. Koefisien determinasi sebesar 19,6% menunjukkan bahwa minat baca berkaitan dengan 19,6% variasi hasil belajar kognitif IPS, sedangkan 80,4% berkaitan dengan faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat baca dengan hasil belajar kognitif IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pakem dengan kategori hubungan sedang.