Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN SAYUR REBUSAN DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN Us, Hafsah; Safitri, Mey Elisa
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v11i1.1757

Abstract

Babies are the most beautiful gift given by the creator to man. Exclusive breastfeeding can also help the baby for growth and development later. Physically he gets enough nutrition, far more than everything the world has to offer. The aim of this study is to explore the effects of consuming Katuk leaf stew on breastfeeding mothers' breast milk production in the Trumon Health Center Area, South Aceh district. The research design applied is qualitative, incorporating pseudo-experimental methods. In this study, all 15 participants were mothers who breastfeed, with a total of 15 individuals included in the sample selected through Total Sampling. Various methods are involved in collecting data, including primary, secondary, and tertiary sources. The data analysis involves employing both univariate and bivariate analysis techniques, alongside utilizing the chi-square test. The research findings showed that most participants, around 80. 0%, were between the ages of 20 and 30. Additionally, all 15 individuals (100%) receiving katuk leaf stew reported an enhanced breast milk production. Giving a decoction of katuk leaf vegetables to nursing mothers affects milk production.  Conclusion of this research giving a decoction of katuk leaf vegetables to nursing mothers affects milk production. It is expected that breastfeeding mothers are able to further improve the health of mothers and babies, especially breastfeeding mothers know more about the benefits of katuk leaves so as to support the success of exclusive breastfeeding.
PENDIDIKAN SEKSUALITAS PADA REMAJA DI SMAN 1 BLANG JREUN KECAMATAN TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA Us, Hafsah; Elvieta, Elvieta; Yusnidaryani, Yusnidaryani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27537

Abstract

Pendidikan seksual adalah topik yang penting dan relevan dalam konteks pendidikan remaja. Pada masa remaja, siswa mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan, serta mulai menjelajahi dan mengembangkan identitas seksual mereka. Oleh karena itu, penting bagi siswa SMA untuk mendapatkan pendidikan seksual yang komprehensif dan terinformasi.Pendidikan seksualitas memberikan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai kepada anak-anak dan remaja untuk melindungi kesehatan mereka, mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang saling menghormati, membuat pilihan yang bertanggung jawab, memahami dan melindungi hak-hak orang lain. Selain itu, pendidikan seksualitas juga membantu mereka mempersiapkan dan mengelola perubahan fisik dan emosional seiring pertumbuhan mereka, termasuk selama masa pubertas dan remaja, sambil mengajari mereka tentang rasa hormat, persetujuan, dan tempat yang tepat untuk mencari bantuan jika diperlukan. Hal ini pada gilirannya mengurangi risiko kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perilaku Anak (KPPPA) dan Komnas Perempuan menunjukkan adanya kasus kekerasan seksual yang masih tinggi di Indonesia. Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat adanya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di dunia pendidikan. Menurut Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, pendidikan seksual pada anak sangat penting untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual di masa depan. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi mengenai pendidikan seksual sejak dini yang dapat menyebabkan efek negatif. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul "Pendidikan Seksualitas Pada Remaja di SMAN 1 Blang Jruen Tanah Luas Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara". Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menganalisis kondisi pendidikan seksualitas remaja di SMAN 1 Blang Jruen, termasuk tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait seksualitas, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja tentang anatomi tubuh, fungsi reproduksi, kesehatan reproduksi, kontrasepsi, perlindungan diri, dan tanggung jawab dalam hubungan seksual.
Pengaruh Pemberian Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Nifas di Wilayah Kerja PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe Safitri, Mey Elisa; Us, Hafsah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2838

Abstract

Faktor penyebab terjadinya anemia pada masa nifas, disebabkan rendahnya asupan zat besi dan zat gizi seperti vitamin A,C, folat, riboplafin dan B12 untuk mencukupi kebutuhan zat besi dalam seharinya bisa dilakukan dengan mengkomsumsi sumber makanan hewani sebagai salah satu sumber besi yang mudah diserap, mengkomsumsi sumber makanan nabati yang merupakan sumber zat besi yang tinggi tetapi sulit diserap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kurma terhadap Haemoglobin pada ibu nifas di wilayah kerja PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe pada tahun 2022.  Jenis penelitian ini quasi-eksperiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Adapun sampel 20 orang ibu nifas di wilayah kerja PMB Salabiah, S.SiT yang diambil dengan cara purvosive sampel. Sampel di bagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi 10 sampel dan kelompok kontrol 10 sampel. Hasil uji T-Test Independent, terdapat perbedaan nilai rata-rata Haemoglobin p value 0.016, pada kelompok intervensi dengan p value 0,200 dan kelompok kontrol dengan p value 0,158 yang menunjukkan data pada kedua independent t test terdistribusi normal karena p value > 0,05, sehingga ada pengaruh pemberian kurma pada ibu nifas. Ada perbedaan pengaruh kadar haemoglobin sebelum dan sesudah diberikan kurma pada ibu nifas dengan p value 0,381  di wilayah kerja PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe tahun 2022. Disarankan kepada instansi pemerintahan terkait di kabupaten Aceh Barat Daya untuk secara intens melakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya tentang manfaat kurma dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu nifas.Kata kunci: Haemoglobin, Kurma, Ibu Nifas.Factors that cause anemia during postpartum, due to low intake of iron and nutrients such as vitamin A,C, folate, riboplafin and B12 to meet daily iron needs can be done by consuming animal food sources as a source of easily absorbed iron.  plant food sources which are high sources of iron but difficult to absorb. This study aims to examine the effect  of giving dates to hemoglobin in postpartum women in the working area of the PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe District in 2022. The type of research used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest with control group design. The sample is 20 postpartum mothers in the working area of the PMB Salabiah, S.SiT  which was taken by purvozive sampling. The treatment was 10 respondents and the control group was 10 respondents. The results of the Independent T-Test test, there is a difference in the average value of Haemoglobin p value 0.016, in the intervention group with p value 0.200 and the control group with p value 0.158 which shows data on both  independent t test is normally distributed because p value > 0.05, so there is an effect of giving dates to postpartum mothers.  There is a difference in the effect of hemoglobin levels before and after giving dates to postpartum mothers with a p value of 0.381 in the working area of PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe District in 2022. It is recommended to the relevant government agencies in South Aceh Barat Daya District to intensively educate the public, especially about the benefits of dantes to increase hemoglobin levels in postpartum women. Keywords: Haemoglobin,  Dantes, Postpartum women
Pregnant Women And Families' Readiness Towards The Implementation Of Exclusive Fitriani, Aida; Us, Hafsah; Agustina, Fitriani; Erlina, Erlina; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22525

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka bayi yang telah diberi MPASI sebelum berusia 6 bulan menyebabkan rendahnya pencapaian ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan dan dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun juga mendapat perhatian serius dari pemerintah dan kembali dituangkan dalam Kepmenkes RI. No.450/MENKES/IV/2004.Tujuan: Mengetahui kesiapan ibu hamil dan keluarga terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Metode:  Metode penelitian menggunakan rancangan observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji bivariat menggunakan Fisher's Exact Test.Hasil: Berdasarkan analisis statisti didapatkan bahwa ada hubungan kesiapan ibu hamil (0,000) dan keluarga (0,049) terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Kesimpulan: Ada hubungan kesiapan ibu hamil dan keluarga terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Saran: Diharapkan dapat sebagai bahan untuk terus memberikan memperbaharui pengetahuan ASI eksklusif sehingga ibu hamil dan keluarga dapat bersinergi hingga penerpan ASI eksklusif. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Kesiapan Ibu Hamil, Kesiapan Keluarga. ABSTRACT Background: The majority of women who marry before the age of 18 come from poor families and are below the poverty line, according to statistical data 28.10% of teenagers marry before the age of 18 and give birth to their first child at the age of 15-19 years.Purpose:  Analyzing why and what causes early marriage among Acehnese teenagers in Lhokseumawe City.Methods:  Qualitative research with an interpretive model to analyze early marriage among young women. The study was conducted in the city of Lhokseumawe. The researchers studied the cases of three people who married early. Data analysis was carried out by grouping people and events according to their characteristics according to categories and chronological order.Results: The results of the study showed that the causes of early marriage in Lhokseumawe city are due to local community habits, young women no longer attend school, are afraid of committing crimes (adultery), getting married (loving), premarital pregnancy and lack of knowledge about reproductive health.Conclusion: To reduce early marriage, every young person must undergo 12 years of compulsory education to reduce the high rate of early marriage and reduce the interest of young people to marry at a young age.Suggestions; Conducting counseling and socialization about the ideal age for marriage routinely and continuously and in synergy with related agencies. Keywords: exclusive breastfeeding, pregnant mother readiness, family readiness