Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Physical Characteristics And Phytochemical Screeningfrom Oil And Red Fruit Juice (Pandanus Conoideus L.) Aulia, Wasilatul; Febriyanti, Rizki; Amananti, Wilda
Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST) Vol. 7 No. 1 (2024): JANUARY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ijcst.v7i1.56449

Abstract

Red Fruit Oil contains several active compounds that are beneficial for the human body such are tocopherol, betacarotene and some types of fatty acids such as oleic acid, linoleic acid, linolenic acid and decanoic. The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolites in oil and red fruit juice (Pandanus conoideus). This research method uses qualitative data research methods, namely from the results of analysis of the content of secondary metabolites of oil and Red Fruit juice (Pandanus conoideus) consisting of alkaloids, flavonoids, terpenoids, saponins and tannins, as well as thin-layer chromatography. The results of the study showed that phytochemical screening tests of red fruit oil and red fruit juice hand products gave the same results as red fruit oil (brand x) on the market, that the three samples contained several secondary metabolite compounds namely flavonoids, tannins, and terpenoids
PELATIHAN PEMBUATAN FOOTSANITIZER DARI BIJI KOPI dan JAHE PADA SISWA DI SMK AL AMIN DUKUHTURI Febriyanti, Rizki; Muldiyana, Tya; Sugiharto, Siswoyo
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i2.4337

Abstract

Health problems are one of the important things that all sectors must consider, starting from the family, teachers, staff, and students. The feet are one part of the body that often sweat. Moreover, if the feet are almost always covered with shoes throughout the day in hot weather, it will cause an unpleasant odor to stick to the feet. Foot odor is caused by a buildup of bacteria that breeds on damp feet. So the solution offered is training in making foot sanitizers using natural ingredients, namely ginger and coffee extracts. This community service activity aims to improve health knowledge and skills for Al Amin Vocational High School students. In addition, it is also expected to be beneficial for various parties, especially for participants, teachers, staff and the surrounding community. From the PKM activities that have been carried out, it can be concluded that increasing knowledge, understanding and training regarding foot sanitizer products with coffee bean extract and ginger with several concepts provided include: counselling about foot odor, the benefits of using foot sanitizers, processing the manufacture of foot sanitizer from coffee bean extract for students and students of SMK Al Amin Dukuhturi according to the level of knowledge that they easily understand. Where is the foot sanitizer preparation from a combination of coffee and ginger as a way out to maintain foot health and hygiene that is practical and easy to carry.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Obat Tradisional Untuk Penyakit Lambung Pada Masyarakat Desa Kemurang Kulon Aziz, Zahwa Nabilla; Febriyanti, Rizki; Susiyarti, Susiyarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36230

Abstract

Pengobatan dengan obat tradisinal dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jika penggunaannya dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai aturan yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan obat tradisional untuk penyakit lambung pada Masyarakat Desa Kemurang Kulon RT 05/RW 02. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah divalidasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling terhadap populasi sebanyak 445 responden dan diperoleh 82 responden yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyrakat yang memenuhi tingkat pengetahuan baik (21%), tingkat pengetahuan  cukup (34%), dan tingkat pengetahuan kurang sebesar (37%). Sementara itu  hasil pada perilaku penggunaan yaitu, baik (16%), cukup (63%), dan (21%) kurang. Hasil uji statistik menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan obat tradisional (p value = 0,209). Walaupun mayoritas masyarakat masih menunjukan tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan yang tergolong cukup, penelitian ini menegaskan pentingnya pemberian edukasi, pendampingan, dan sosialisasi yang berkelanjutan agar masyarakat dapat menggunakan obat tradisional secara tepat, aman, dan bertanggung jawab dalam upaya mengatasi keluhan penyakit lambung
Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Daun Bandotan Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Nuraini, Intan Adelia; Riyanta, Aldi Budi; Febriyanti, Rizki
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24774

Abstract

Abstrak. Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang kaya dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan obat, namun potensinya belum dimanfaatkan maksimal. Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk di Indonesia terutama di lahan pertanian seperti sawah, ladang, perkebunan, dan tepi jalan. Tanaman ini dikenal sebagai gulma, namun secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu senyawa bioaktif utama dari tanaman ini adalah flavonoid, yang memiliki aktivitas biologis penting termasuk kemampuan menangkal radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun bandotan, mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, serta mengetahui aktivitas antioksidan melalui uji DPPH. Metode ekstraksi yang digunakan adalah secara maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5 hari. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan terhadap fenol, flavonoid, tanin, dan steroid. Penetapan kadar flavonoid dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH berbasis spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan persen inhibisi/IC₅₀. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan mengandung metabolit sekunder yaitu fenol, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil total flavonoid diperoleh yaitu 218,85 mgQE/g, dan mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 14,21 ppm.  Kata Kunci : Antioksidan, Bandotan, Flavonoid, Metabolit Sekunder