Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MENGAPA KOMPETENSI PEMERIKSAAN PRENATAL KONSELING TANDA BAHAYA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS LEBIH BAIK DIBANDINGKAN PRAKTIK SWASTA DI INDONESIA? DATA INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY (IFLS) 2007 Helen Try Juni Asti; Ova Emilia; Mubasysyir Hasanbasri
Journal of Health Service Management Vol 19 No 4 (2016)
Publisher : Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.287 KB) | DOI: 10.22146/jmpk.v19i4.1990

Abstract

Background: Indonesia's maternal mortality rate increased in 2013 while antenatal care coverage K4 also increased. The element is important to know the health status of the pregnancy is highly dependent on the implementation of the prenatal examination by a midwife. Midwives have a good quality in the implementation of prenatal examinations can reduce morbidity and mortality of pregnant women.Objectives: To investigate implementation prenatal examination in Indonesia by midwives in the health center facilities (public) and private practice, working time, training participation, geographical location (urban-rural), and the regions lagging.Methods: This research is a quantitative research. We analyzed 1,433 midwives from 13 provinces in Indonesia which respondents IFLS 2007. The implementation details of prenatal care by midwives obtained from nine item prenatal procedures on questionnaires vignettes.Results: Statistical tests showed that the percentage of implementation of prenatal care is still low. Variable types of facilities most influence on the implementation of prenatal examinations and tests hemoglobin fe tablet. Public facilities tend to be carrying out the procedure with (OR 1,30; CI 1,04-1,61) and hemoglobin tests (OR 1,62; CI 1,30-2,02) compared to private practice. Variable training participation proved to be the most influential on the implementation of urine testing, counseling danger signs of pregnancy, and ask a history of high blood, midwife training are more likely to implementing procedures prenatal urine (OR 1,95; CI 1,21-3,14), counseling danger signs of pregnancy (OR 1,45; CI 0,98-2,15], and asking a history of high blood pressure (OR 1,61; CI 1,12-2,33) compared the midwife did not follow the training.still low. Strategies to increase implementation of antenatal care by improving the function of regulation, training and continuing education, and supervision.
PENYULUHAN PHBS TATANAN RUMAH TANGGA ADAPTASI ERA NEW NORMAL COVID-19 DI LINGKUNGAN KOTA BARU KOTA JAYAPURA Karel Batmanlusi; Helen Try Juni Asti; Melkior Tappy; Hesty Tumangke
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.637

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi momentum masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) khususnya pada tatanan rumah tangga, sejak dicanangkan status era new normal Covid-19 pembatasan mobilitas sudah dilonggarkan akan tetapi masyarakat tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus aktif virus covid-19. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pentingnya penerapan PHBS tatanan rumah tangga terus diterapkan meskipun saat ini sudah masa adaptasi era new normal covid-19. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan praktik cuci tangan. Kegiatan ini diselenggarakan di RT 03/RW 04 Kota Baru. Kota Jayapura Papua Penyuluhan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari bapak- bapak, ibu- ibu dan remaja dewasa. Sebelum kegiatan penyuluhan peserta mengisi pretest dan setelah selesai penyuluhan diberikan post test. Berdasarkan hasil post test menunjukkan bahwa 91% peserta memiliki pengetahuan kategori baik dan 9 %  memiliki pengetahuan kategori cukup tentang PHBS tatanan Rumah tangga dan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang berarti ada peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan penyuluhan serta selama berlangsungnya penyuluhan peserta menunjukkan antusias mendengarkan materi PHBS tatanan keluarga dan langkah cuci tangan, peserta juga aktif berpartisipasi dalam tanya jawab dan melakukan praktik cuci tangan. Diharapkan PHBS dapat di terapkan secara konsisten oleh masyarakat dan support  sistem dari seluruh pihak terkait.
PENYULUHAN PHBS TATANAN RUMAH TANGGA ADAPTASI ERA NEW NORMAL COVID-19 DI LINGKUNGAN KOTA BARU KOTA JAYAPURA Karel Batmanlusi; Helen Try Juni Asti; Melkior Tappy; Hesty Tumangke
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.637

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi momentum masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) khususnya pada tatanan rumah tangga, sejak dicanangkan status era new normal Covid-19 pembatasan mobilitas sudah dilonggarkan akan tetapi masyarakat tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus aktif virus covid-19. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pentingnya penerapan PHBS tatanan rumah tangga terus diterapkan meskipun saat ini sudah masa adaptasi era new normal covid-19. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan praktik cuci tangan. Kegiatan ini diselenggarakan di RT 03/RW 04 Kota Baru. Kota Jayapura Papua Penyuluhan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari bapak- bapak, ibu- ibu dan remaja dewasa. Sebelum kegiatan penyuluhan peserta mengisi pretest dan setelah selesai penyuluhan diberikan post test. Berdasarkan hasil post test menunjukkan bahwa 91% peserta memiliki pengetahuan kategori baik dan 9 %  memiliki pengetahuan kategori cukup tentang PHBS tatanan Rumah tangga dan cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang berarti ada peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan penyuluhan serta selama berlangsungnya penyuluhan peserta menunjukkan antusias mendengarkan materi PHBS tatanan keluarga dan langkah cuci tangan, peserta juga aktif berpartisipasi dalam tanya jawab dan melakukan praktik cuci tangan. Diharapkan PHBS dapat di terapkan secara konsisten oleh masyarakat dan support  sistem dari seluruh pihak terkait.
Masih Pentingkah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Era New Normal Covid-19 Asti, Helen Try Juni; Mamoribo, Sherly Novita
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.656

Abstract

Kasus Coronavirus Disease -19 hingga saat ini masih mengalami fluktuatif. Meskipun saat ini sudah ditetapkan era new normal namun seyogyanya harus tetap menerapkan protokol kesehatan karena covid-19 masih ada. Era new normal berpotensi menimbulkan pemahaman yang salah pada masyarakat dimana masyarakat menganggap sudah tidak perlu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. Maka dengan demikian tim pengabdian menganggap perlu mendorong pemberdayaan masyarakat kampung koya distrik heram kota jayapura melakukan perilaku hidup bersih sehat pada era new normal covid-19. Metode yang digunakan dengan memberi penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga, perilaku adaptasi era new normal covid-19 dan cara melakukan cuci tangan pakai sabun sesuai anjuran word health organization melalui media pembelajaran visual dilanjutkan dengan praktik langsung cuci tangan pakai sabun. Peserta diikuti oleh bapak, ibu serta remaja kampung koya. Setelah mengikuti penyuluhan peserta dapat menjawab pertanyaan terkait materi dan mampu mempraktikkan cuci tangan pakai sabun. Melalui penyuluhan ini masyarakat memperoleh pengetahuan, wawasan tentang perilaku hidup bersih sehat tatanan rumah tangga, perilaku adaptasi era new normal covid-19, dan cara melakukan cuci tangan pakai sabun sesuai anjuran word health organization. Harapannya masyarakat yoka memberdayakan perilaku hidup bersih sehat era new normal covid-19 sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19.
SADARI (Periksa Payudara Sendiri) : Pengetahuan dan Perilaku Remaja kota dan Desa di Provinsi Papua Asti, Helen Try Juni; Asriati, Asriati
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i1.2461

Abstract

Breast cancer is still a serious problem in both developed and developing countries. Cancer is the highest cause of death in the world. In Indonesia, breast cancer is also the type of cancer that contributes the highest to the female cancer prevalence rate. The low level of early detection efforts by self-examination of the breasts and clinical breast examinations is the cause of the increase in breast cancer. Leading to an increase in the death rate. The aim of this research is to identify knowledge and behavior of BSE (breast self- examination) among urban and rural teenage girls in Papua Province. This research method uses a cross sectional study design. The sample in this study was 185 urban and rural teenage girls. Data analysis used the Mann Whitney U statistical test to see differences in BSE knowledge and behavior in urban n rural teenage girls. The research results showed that the majority of urban teenage girls’ knowledge level was in the high category, while the majority of rural teenage girls were in the low category. While the behavior of urban teenage girls tended to be more obedient in doing BSE (breast self- examination) compared to rural teenage girls. Bivariate analysis show that there is a difference in the level of knowledge between urban and rural teenage girls regarding BSE (breast self- examination) with a p-value (0,000) < 0,05 and there is also difference in BSE (breast self- examination) behavior among urban and rural teenage girls with p-value (0.016)<0.05.
SKRINING DAN EDUKASI PERILAKU CERDIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PREHIPERTENSI PADA REMAJA Adimuntja, Natalia Paskawati; Asti, Helen Try Juni; Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Violita, Fajrin; Izaac, Fransina Alfonsina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36768

Abstract

Abstrak: Prevalensi hipertensi menurut kabupaten/kota di Papua, Kota Jayapura menempati urut kedua tertinggi yakni sebesar 35,03%. Penelitian analisis perilaku “CERDIK” penyakit tidak menular untuk pencegahan hipertensi pada remaja di Kota Jayapura pada tahun 2024 diterdapat 50.7% remaja memiliki perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi kurang dan 49.3% perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi baik. Tujuan pengabdian adalah mengetahui status kesehatan tekanan darah dan tingkat pengetahuan tentang perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi pada remaja. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa skrining dan edukasi perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi. Mitra kegiatan yaitu siswa-siswi sekolah menengah atas Kalam Kudus Jayapura berjumlah 34 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 5 pertanyaan. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa Sebagian besar berada pada kategori normal yaitu 31 orang (91,2%), responden yang berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 2 orang (5,9%) dan responden yang mengalami pre hipertensi ada 1 orang (2,9%). Sedangkan dari hasil kegiatan edukasi diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi pencegahan pre hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.Abstract: Prevalence of hypertension by district/city in Papua, Jayapura City ranks second highest at 35.03%. The study of the analysis of the behavior of "CERDIK" non-communicable diseases for the prevention of hypertension in adolescents in Jayapura City in 2024 found that 50.7% of adolescents had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension less and 49.3% had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension well. The purpose of the community service was to determine the health status of blood pressure and the level of knowledge about "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension in adolescents. The form of activities carried out was screening and education of "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension. The activity partners were 34 students Kalam Kudus senior high school in Jayapura. The activity evaluation used a pre- and post-test questionnaire consisting of 5 questions. The results of the blood pressure screening showed that the majority were in the normal category, namely 31 people (91.2%), respondents who were in the category of hypertension level 1 were 2 people (5.9%) and respondents who experienced pre-hypertension were 1 person (2.9%). Meanwhile, from the results of educational activities, it was found that there was an increase in the average knowledge of participants in pre-hypertension prevention educational activities before and after the education was carried out.