Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) from Household Waste in Gunung Elai Village: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Rumah Tangga di Kelurahan Gunung Elai Zakiyah Darajat; Mimin Septiani; Fitria Fitria
Jurnal Pengabdian Ahmad Yani Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.194 KB) | DOI: 10.53620/pay.v1i2.30

Abstract

Pengelolaan sampah terutama limbah rumah tangga merupakan permasalahan umum yang dialami masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan organik berupa limbah menjadi penyebab tidak terkelolanya limbah rumah tangga. Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair dengan memanfaatkan limbah rumah tangga di Kelurahan Gunung Elai. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga, serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pembuatan POC yang tentunya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Kegiatan dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat Kelurahan Gunung Elai yang kemudian diberikan penyuluhan tentang manfaat limbah rumah tangga dan dampaknya jika tidak ditanggulangi dengan baik, serta demonstrasi tentang pembuatan POC. POC yang dihasilkan kemudian diuji pada tanaman tomat dengan menggunakan parameter pertumbuhan. Tanaman tomat yang diberi POC dapat tumbuh dengan baik dn memiliki struktur tanah yang lebih gembur. Para peserta sangat tertarik dan menjadi lebih paham tentang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi POC yang dapat digunakan pada budidaya tanaman pekarangan rumah.
Sosialisasi Biodigester Sederhana dan Pengolahan Limbah Organik menjadi Biogas pada Siswa-Siswi SMK Muhammadiyah Bontang Fitria Fitria; Mimin Septiani; Zakiyah Darajat
Jurnal Pengabdian Ahmad Yani Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.101 KB) | DOI: 10.53620/pay.v2i1.61

Abstract

Abstract Energy scarcity is a hot issue, which encourages the drafting team of Community Service Activities to socialize the use of organic waste into bioenergy on a simple scale. One example of the results of organic waste treatment is Biogas (Mayasari et al., 2010). The approach method used is to provide students with an understanding of the potential of renewable energy in the city of Bontang. Continuing by socializing the manufacture of simple reactors and the process of fermenting organic waste to produce biogas. From the results of this training, it can be concluded with enthusiasm from the students that the activities are carried out well and are able to increase students' knowledge about the potential waste in the surrounding environment and it is hoped that they will be able to practice making organic waste biodigesters on a simple scale. Keywords: Biodigester, Organic Waste, Smk Students
ANALISIS PENGARUH PH DALAM SINTESIS KRISTAL KALSIUM TARTRAT TETRAHIDRAT (CaC4H4O6.4H2O) DARI LIMBAH SEKAM PADI DENGAN METODE GEL METASILIKAT Andi Nur Fadilah; Mimin Septiani
NUMBERS : Jurnal Pendidikan Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan silika (SiO2) sebesar 94,4-97,30% pada abu sekam padi dapat disintesis menghasilkan Natrium Silikat. Natrium silikat selanjutnya dimanfaatkan dalam sintesis Kristal Kalsium Tartrat Tetrahidrat (CaC4H4O6.4H2O) atau Kristal CaTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan menentukan pH optimum dari gel metasilikat dalam mensintesis kristal CaTT dari limbah sekam padi. Variasi pH yang digunakan diantaranya 3,0 ; 3,5 ; 4,0 ; 4,5 ; 5,0 dan 5,5. Natrium silikat selanjutnya disintesis menjadi gel metasilikat dengan penambahan asam tartrat dan larutan supernatan CaCl2 lalu didiamkan selama 7 x 24 jam. Kristal CaTT berhasil disintesis pada pH optimum gel 4,5 dengan bobot sebanyak 0,2811 gram dan menghasilkan kristal berwarna putih dengan panjang maksimal 6,5 mm. Maka dalam 25 gram sekam padi, kristal CaTT dapat dihasilkan sebesar 93,70% yaitu dengan bobot sebanyak 23,425 gram kristal. Hasil karakterisasi membuktikan bahwa kristal hasil sintesis adalah Kristal Kalsium Tartrat Tetrahidrat (CaC4H4O6.4H2O) dengan sistem kristal ortorombik.
Pengaruh Waktu Aktivasi Terhadap Karakterisasi Arang Aktif Tongkol Jagung dengan Menggunakan Aktivator H2SO4 Zakiyah Darajat; Mimin Septiani; Fitria Fitria
Jurnal Teknik Juara Aktif Global Optimis Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : STTI Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53620/jtg.v3i1.101

Abstract

Tongkol jagung telah banyak digunakan sebagai sumber arang aktif atau karbon aktif dengan berbagai cara sintesis karena mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin dengan kadar yang besar. Arang aktif merupakan senyawa karbon yang daya absorpsinya ditingkatkan melalui proses karbonasi dan aktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aktivasi terhadap karakterisasi arang aktif tongkol jagung meliputi bulk density, Bagian yang tersisa pada pemanasan 950 oC, dan uji daya serap arang aktif terhadap larutan Iod (I2). Pada penelitian ini digunakan variasi waktu aktivasi 6, 12, 18, 24, dan 36 jam dengan menggunakan H2SO4 sebagai aktivator. Hasil penelitian menunjukkan seiring bertambahnya waktu aktivasi, bulk density semakin berkurang, Bagian tersisa pada pemanasan 950 oC semakin bertambah, dan daya serap terhadap larutan Iod (I2) semakin bertambah, di mana waktu aktivasi yang optimum adalah 36 jam. Data karakterisasi arang aktif tongkol jagung sudah memenuhi SII 0258-88, kecuali pada pengujian daya serap terhadap larutan iod (I2). Kata kunci: tongkol jagung, arang aktif, karakterisasi
Kajian Isoterm Adsorpsi Linear Alkilbenzena Sulfonate (LAS) dalam Limbah Cair Detergen Menggunakan Biosorben Ampas Kopi dan Ampas Kelapa Mimin Septiani; Zakiyah Darajat; Muhammad Arham Yunus; Maria Assumpta Nogo Ole; Zuhrotul Fikri Ilma
Eksergi Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i2.9955

Abstract

One of the efforts to minimize the impact of detergent waste pollution is by adsorption using coffee dregs and coconut dregs adsorbents. The purpose of this study was to determine the optimum mass of coffee grounds and coconut pulp as adsorbents, to compare the effectiveness of their absorption in decreasing levels of Linear Alkyl Benzene Sulfonate, and to study their adsorption isotherm models. This research was conducted in batches with variations in the mass of each adsorbent, namely 1 gram, 2 grams, 3 grams, 4 grams and 5 grams. This research was conducted in batches with variations in the mass of each adsorbent, namely 1 gram, 2 grams, 3 grams, 4 grams and 5 grams. The detergent waste samples were contacted with the adsorbent for 30 minutes and then the absorption capacity was tested using the Methylene Blue test method. The results showed that the optimum absorption of LAS content from coffee grounds and coconut pulp adsorbents occurred at a mass of 2 grams with the greatest increase in absorption efficiency index Coconut dregs adsorbent is more effective than coffee dregs because it can absorb up to 37%, while coffee dregs are only 10% with the same adsorbent mass of 5 grams. The adsorption isotherm model of the 2 types of adsorbents refers to the Langmuir equilibrium with R2 values for coffee grounds 0.8651 and coconut pulp 0.9868.
Pengaruh Ukuran Partikel Bahan dan Waktu Penahanan pada Pirolisis Lambat Limbah Tongkol Jagung Menjadi Bioarang Darajat, Zakiyah; Munira, Munira; Septiani, Mimin; Aladin, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 2 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i2.816

Abstract

Limbah lignolselulosa yang tersebar melimpah di berbagai wilayah Indonesia salah satunya adalah tongkol jagung. Limbah lignoselulosia merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung komponen polisakarida seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Dengan kandungannya tersebut, tongkol jagung sangat berpotensi untuk dikonversi menjadi bioarang yang bisa digunakan sebagai zat aditif dalam pembuatan biobriket. Sebanyak 1 kg tongkol jagung dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis dengan variabel ukuran partikel bahan, yaitu kasar (−1/+1 ½ inch), sedang (−38/+ 1 inch), dan halus (-1/4 /+ 3/8 inch). Pirolisis lambat dilakukan pada suhu 400 oC, dengan waktu penahanan 120 menit setelah suhu yang ditentukan tercapai. Biorang yang diperoleh ditimbang dan dianalisis proksimatnya, serta diuji nilai kalorinya. Metode yang sama dilakukan untuk 1 kg tongkol jagung berukuran sedang (−3/8 / + 1 inch) pada suhu 400 oC dengan waktu penahanan 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit. Ukuran bahan optimum yang digunakan pada proses pirolisis lambat limbah tongkol jagung adalah ukuran sedang (−3/8 /+ 1 inch) dengan nilai kalor 6950 Cal / gram, dan waktu penahanan optimum yang digunakan pada proses pirolisis lambat limbah tongkol jagung adalah 150 menit dengan nilai kalor 7066 Cal / gram.
Efektivitas Asam Nitrat (HNO3) Sebagai Pelarut Alternatif Pada Proses Acid Wash Terhadap Plate Electrolyzer Di PT Kaltim Nitrate Indonesia Mimin Septiani; Kurniawan Santoso; Rafdi Abdul Majid
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.916

Abstract

Proses acid wash di electrochloronation merupakan proses pembersihan kerak menggunakan pelarut asam. Asam Chlorida (HCl) adalah pelarut asam yang paling umum digunakan untuk melarutkan kerak CaCO3. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimum HNO3 sebagai pelarut alternatif dengan mengkaji efektifitasnya menggunakan HCl sebagai pembanding. Sampel kerak diambil dari plate electrolyzer sebanyak 5 gram. Larutan HNO3 dan HCl diencerkan dalam beberapa variabel konsentrasi, 2%; 3%; 4%; 5%; dan 6%. Sampel CaCO3 dilarutkan dengan HNO3 dan HCl kemudian dihitung jumlah kerak yang terlarut. Banyaknya zat terlarut berbeda sesuai dengan konsentrasi pelarut.Hasil penelitian ini menunjukkan HCl dengan konsentrasi 3% tingkat kemolaran 0,83 M mampu melarutkan sebanyak 76,07% dari total sample kerak dan HNO3 dengan konsentrasi 5% tingkat kemolaran 0,81 M juga mampu melarutkan sebanyak 76,04% dari total sampel kerak CaCO3. Sehingga HNO3 dianggap mampu menjadi pelarut alteratif.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI SABUN CUCI PIRING DENGAN BAHAN ADITIF KULIT JERUK Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Fitria, Fitria
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol3No1.pp6-10

Abstract

Banana production in Bontang City has increased every year. Along with the high productivity of bananas, the amount of banana peel waste will also increase. In general, waste in the form of banana peels is only used as animal feed or disposed of without further processing so that it can cause environmental pollution. For this reason, it is necessary to manage banana peels so that they have a higher economic value. Banana peel contains alkaloids, flavonoids, phenols, tannins and saponins. This Saponin will produce foam so that it can be used as a washing agent and can also be used as a kitchen equipment cleaner. The samples in this activity were ripe banana peels and orange peels as additives (fragrances and essential oil producers). The method used in the Activities for the Community is the presentation of the material. Discussion, and practice of making dish soap. Participants were very enthusiastic in participating in a series of training activities for making dish soap. The result of this training is an environmentally friendly dish soap product according to the method provided.
Biogas Fermentation from Vegetable Waste and Horse Rumen Involving Effective Microorganism-4 (EM4) Septiani, Mimin; Nuhardin, Irhamni; Muliawan, Arief
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2020): In Press
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.775 KB) | DOI: 10.31963/intek.v7i1.2086

Abstract

A vegetable waste is an organic matter that contains cellulose which potential to be processed into biogas with anaerobic fermentation process. The aims of this research are to find out how long time to produce biogas from vegetable waste and horse Rumen by using EM4, what does the effect of the addition of EM4 to the biogas yield and the content of the produced gas. Vegetables waste and Rumen rasio 1:1 (500g:500g). Water Content of 500g. Addition variable of EM4 in each digester are 0 ml, 50 ml, 100 ml, 150 ml dan 200 ml. Fermentation process takes time about 3 to 15 days.  This result shows that the average time of fermentation lasts up to 11 days. The addition of 150 ml EM4 generate the highest pressure, come to 322.801 Pa, capable of producing the highest biogas yield of 0.2679 % with CO2content of 5.15 %.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI SABUN CUCI PIRING DENGAN BAHAN ADITIF KULIT JERUK Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Fitria, Fitria
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol3No1.pp6-10

Abstract

Banana production in Bontang City has increased every year. Along with the high productivity of bananas, the amount of banana peel waste will also increase. In general, waste in the form of banana peels is only used as animal feed or disposed of without further processing so that it can cause environmental pollution. For this reason, it is necessary to manage banana peels so that they have a higher economic value. Banana peel contains alkaloids, flavonoids, phenols, tannins and saponins. This Saponin will produce foam so that it can be used as a washing agent and can also be used as a kitchen equipment cleaner. The samples in this activity were ripe banana peels and orange peels as additives (fragrances and essential oil producers). The method used in the Activities for the Community is the presentation of the material. Discussion, and practice of making dish soap. Participants were very enthusiastic in participating in a series of training activities for making dish soap. The result of this training is an environmentally friendly dish soap product according to the method provided.