Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penerapan E-Commerce dalam Meningkatkan Visibilitas Produk POC Biourine dari Hasil Samping Usaha Peternakan Sapi: Pengabdian Mimin Septiani; Zakiyah Darajat; Muhammad Arham Yunus; A Mufhida Rezky Amalia Azzahra Hayat; Fadhil Dwi Syahputra; Gunarya Muhammad Rachman; Muh Fadil Mufli
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4006

Abstract

This community service program aimed to enhance the visibility and market reach of liquid organic fertilizer (biourine), a by product of cow farming, through the utilization of e-commerce platforms. The partner, a cattle farmer producing biourine, had limited skills in digital marketing. The program was implemented using the 3P approach, Preparation, Learning, and Strengthening which included socialization, training on product packaging and labeling, e-commerce-based marketing practices, financial recording using Microsoft Excel, assistance in creating an online store account, as well as evaluation and sustainability strategies. The results show that the partner successfully produced properly packaged products and established an online store that has begun to be used for sales transactions. Monitoring of the store’s performance indicated increased marketing activity and greater partner engagement in online selling processes. In addition, collaboration with the village-owned enterprise (BumDes) and the development of social media accounts further expanded the potential distribution of the product both locally and digitally. This program demonstrates that the application of e-commerce can significantly improve product visibility while strengthening the partner’s independence in managing livestock by product enterprises.
Studi Kinetika Adsorpsi Logam Tembaga (Cu) Menggunakan Ampas Kopi dan Kulit Ari Pipil Jagung Zakiyah Darajat; Mimin Septiani; Mahirullah Mahirullah; Arifah Sukasri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5568

Abstract

Pencemaran logam berat tembaga (Cu) dalam limbah cair industri merupakan permasalahan lingkungan yang berbahaya karena bersifat toksik dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ampas kopi dan kulit ari pipil jagung sebagai adsorben alternatif dalam menurunkan konsentrasi ion Cu (II) pada limbah sintetik, serta menganalisis kinetika proses adsorpsinya. Adsorben dipreparasi melalui proses pengeringan, karbonisasi pada suhu 400–500 °C, dan aktivasi kimia menggunakan larutan HCl 0,1 M. Proses adsorpsi dilakukan dalam kolom adsorpsi dengan variasi waktu kontak 10, 20, dan 30 menit. Konsentrasi Cu (II) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua adsorben efektif menurunkan konsentrasi Cu (II), dengan efisiensi tertinggi sebesar 77,92% untuk ampas kopi dan 90,91% untuk kulit ari pipil jagung pada waktu kontak 30 menit. Kajian kinetika menunjukkan bahwa model pseudo orde dua (Ho) memberikan kecocokan terbaik dengan nilai R² masing-masing sebesar 0,993 dan 0,976, yang mengindikasikan bahwa mekanisme adsorpsi berlangsung secara kimisorpsi. Hasil ini membuktikan bahwa ampas kopi dan kulit ari pipil jagung berpotensi sebagai adsorben ramah lingkungan, murah, dan efektif untuk pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat Cu (II).
PELATIHAN PENGOLAHAN PUPUK CAIR ORGANIK DARI LIMBAH URIN SAPI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUK SAMPING USAHA PETERNAKAN Septiani, Mimin; Darajat, Zakiyah; Yunus, Muhammad Arham; Mufli, Muh Fadil; Rachman, Gunarya Muhammad; Syahputra, Fadhil Dwi; Hayat, A Mufidha Rezky Amalia Azzahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37059

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang dihadapi mitra peternak sapi di Kabupaten Bone adalah pengelolaan limbah urin yang tidak dimanfaatkan, yang dapat mencemari lingkungan. Program pengabdian ini dilakukan untuk menjawab masalah mitra terkait pengelolaan limbah peternakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam pembuatan pupuk organik cair biourine, melalui penerapan teknologi fermentasi. Selain itu, melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran digital, mitra dapat meningkatkan diversivitas produk. Mitra kegiatan ini adalah Usaha Jual Beli Sapi Putri Kembar 77 dengan jumlah anggota pekerja sebanyak 10 orang. Kegiatan ini juga melibatkan partsipasi aktif dari kelompok tani dan ternak Desa Poleonro, kabupaten Bone. Tahapan pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan produksi, dan evaluasi. Hasil program ini mampu meningkatkan kemampuan mitra secara signifikan. 80% responden memahami proses pembuatan biourine, 70% mampu membuat biourine sendiri, dan 100% menilai program ini memiliki manfaat ekologis dan ekonomis. Mitra mampu membuat produk yang dikemas dengan baik dan memiliki akun e-commerce untuk memperluas distribusi. Program ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas keberdayaan dan kemandirian usaha peternakan dalam memanfaatkan limbah urin sapi.Abstract: One of the problems faced by cattle farmer partners in Bone Regency is the management of unused urine waste, which can pollute the environment. This community service program was carried out to address the partners' problems related to livestock waste management. The purpose of this activity was to increase the partners' knowledge and skills in making biourine liquid organic fertilizer through the application of fermentation technology. In addition, through training in packaging and digital marketing, partners can increase product diversity. The partner in this activity is Usaha Jual Beli Sapi Putri Kembar 77, which has 10 employees. This activity also involves the active participation of the farmer and livestock group of Poleonro Village, Bone Regency. The implementation stages consist of socialization, training, technology application, production assistance, and evaluation. The results of this program have significantly improved the partners' capabilities. 80% of respondents understand the biourine production process, 70% are able to produce biourine themselves, and 100% consider this program to have ecological and economic benefits. Partners are able to produce well-packaged products and have e-commerce accounts to expand distribution. This program has proven effective in enhancing the capacity and self-reliance of livestock businesses in utilizing cattle urine waste.
Pemodelan dan Optimasi Pengaruh Variasi Suhu Pirolisis Lambat terhadap Yield dan Nilai Kalor Biochar Tongkol Jagung Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Sukasri, Arifah; Ole, Maria Assumpta Nogo
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 2 (2026): Biology, Physics, Chemistry, and other Basic Sciences
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i2.418

Abstract

Biochar is a solid product derived from biomass pyrolysis with considerable potential as an alternative energy source and functional material. One of the key parameters influencing biochar characteristics is pyrolysis temperature. This study aims to model and optimize the effect of slow pyrolysis temperature variations on the yield and calorific value of biochar produced from corncob feedstock. The pyrolysis process was conducted using a slow pyrolysis method at temperatures of 350, 400, 450, and 490 °C, with a low heating rate and a residence time of 60 minutes. The resulting biochar was characterized through proximate analysis, while its calorific value was determined using a bomb calorimeter. The relationship between pyrolysis temperature and both yield and calorific value was modeled using polynomial regression. Multi-response optimization was subsequently performed using the desirability function approach. The results indicate that increasing the pyrolysis temperature leads to a reduction in biochar yield, while simultaneously increasing fixed carbon content and stabilizing the calorific value at higher temperatures. The regression model demonstrated strong agreement with the experimental data, with a coefficient of determination (R²) of 0.9582, indicating excellent model fit. Multi-response optimization revealed that the optimal pyrolysis temperature was 350 °C, producing a biochar yield of 79.71% and a calorific value of 7050 cal/g. This study provides a scientific basis for determining optimal slow pyrolysis operating conditions to enhance the valorization of corncob waste as a biochar-based renewable energy resource.
Perbandingan Hasil Delignifikasi Jerami Padi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent dengan Variasi Penambahan Air Ole, Maria Assumpta Nogo; Ranggina , Dian; Pampang, Harun; Yunus, Muhammad Arham; Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Maharani , Andina Sari; Cincing, Andi Ahmad Maulana Senna; Pertiwi, Sherlina Zalfa; Bala, Dwi Ferel Imanuel
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerami padi, sebagai hasil samping pertanian yang melimpah di Indonesia, memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produksi energi terbarukan seperti biohidrogen dan bioetanol. Kandungan lignin dalam biomassa menghambat hidrolisis sehingga perlu dikurangi; untuk itu penelitian ini mengembangkan metode delignifikasi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent (NATDES) yang tersusun dari kolin klorida, asam laktat, dan asam sitrat pada rasio molar 0,1:0,6:0,3 dengan variasi penambahan air 0–20% (v/v). Perlakuan dilakukan pada rasio padatan:pelarut 1:10 (w/v) dalam reaktor pada 121 °C. Analisis FTIR pada residu padatan menunjukkan kadar lignin terendah (0,72%) pada perlakuan dengan 20% air, yang mengindikasikan bahwa penambahan air menurunkan viskositas NATDES dan meningkatkan efisiensi delignifikasi. Analisis gula pereduksi menggunakan metode dinitrosalisilat (DNS) menunjukkan bahwa kadar gula pereduksi terlarut tidak maksimal pada perlakuan 20% air akibat adanya fenolik bebas hasil degradasi lignin; oleh karena itu perlakuan pra‑analitik untuk assay DNS perlu dioptimalkan untuk menghilangkan interferensi fenolik, furfural, dan kekeruhan serta memastikan kuantifikasi gula pereduksi yang akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya optimasi kandungan air dalam formulasi NATDES untuk meningkatkan potensi NATDES sebagai pelarut hijau untuk mendukung konversi jerami padi yang lebih bersih dan efisien.
Kinetic Analysis of Dodecylbenzene Sulfonate (DBS) Adsorption Using Coconut Residue Char Based on Pseudo-Order Models Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Nur Aisyah, Fauziah
Hayyan Journal Vol. 2 No. 2 (2025): June
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinetika adsorpsi Dodecylbenzene Sulfonate (DBS) menggunakan arang ampas kelapa sebagai adsorben berbasis limbah. Percobaan dilakukan dengan variasi waktu kontak untuk mengamati perubahan kapasitas adsorpsi terhadap waktu. Data hasil eksperimen dianalisis menggunakan model kinetika pseudo-orde satu (PFO) dan pseudo-orde dua (PSO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi meningkat seiring bertambahnya waktu hingga mencapai kesetimbangan dengan nilai q_e eksperimen sebesar 0,0892 mg/g. Model PFO memberikan konstanta laju adsorpsi k_1 sebesar 0,0254 menit⁻¹ dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9379, sedangkan model PSO menghasilkan konstanta laju k_2 sebesar 1,768 g mg⁻¹ menit⁻¹ dengan R² sebesar 0,9949. Nilai q_e teoritis dari model PSO (0,0906 mg/g) lebih mendekati nilai eksperimen dibandingkan model PFO (0,0536 mg/g). Hal ini menunjukkan bahwa kinetika adsorpsi DBS oleh arang ampas kelapa mengikuti model pseudo-orde dua, yang mengindikasikan bahwa proses adsorpsi dikendalikan oleh mekanisme kimisorpsi. Dengan demikian, arang ampas kelapa berpotensi digunakan sebagai adsorben alternatif yang murah dan ramah lingkungan untuk penyisihan surfaktan dalam air.