Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberdayaan Lansia Penderita Penyakit Jantung Koroner melalui Pemahaman PJK Guna Mengontrol Kadar Kolesterol di Malang Raya Berliany Venny Sipollo; Elizabeth Yun Yun Vinsur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12152

Abstract

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat termasuk lanjut usia dilaksanakan berdasarkan prinsip non diskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Setiap upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat merupakan investasi bagi pembangunan negara. Prinsip non diskriminatif mengandung makna bahwa semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk lanjut usia (Lansia). Penuaan di negara sedang berkembang berjalan dengan cepat dan diikuti dengan perubahan dinamis dalam struktur dan peran keluarga, di samping pola perburuhan dan migrasi. Urbanisasi, migrasi orang muda ke perkotaan mencari pekerjaan, banyaknya perempuan masuk angkatan kerja dan perubahan keluarga besar ke arah keluarga inti, mengakibatkan lebih sedikit orang yang bersedia merawat lanjut usia yang membutuhkan bantuan. Perubahan fisiologis pada lansia terutama perubahan jantung mengakibatkan terjadinya resiko tinggi mengalami peningkatan kolesterol dan arterosklerosis, sehingga lansia rentan menderita penyakit jantung koroner (PJK). Metode yang digunakan adalah home care, dapat membantu lansia penderita PJK untuk memahami lebih terperinci dengan penjelasan mendalam tentang PJK. Jumlah lansia penderita PJK sejumlah 21 orang dan diharapkan hal ini berguna untuk mengontrol kadar kolesterol pada lansia penderita PJK. Hasil pengabdian kepada masyarakat di dapatkan tingkat pengetahuan lansia tentang PJK mengalami peningkatan yaitu rata – rata hasil pre-test (59,42), rata – rata hasil post-test (76). Perkembangan hasil kadar kolesterol darah rata – rata sebelum diberikan edukasi (203,95 mg/dL), kadar kolesterol rata – rata setelah di berikan edukasi (190,28 mg/dL). Pemberian edukasi tentang PJK dan kontrol kolesterol secara teratur dapat meningkatkan pola hidup sehat lansia dan mengontrol kadar kolesterol. Kata Kunci: Penyakit Jantung Koroner, Lansia, Kolesterol  ABSTRACT Efforts to improve and maintain public health, including older adults, are carried out based on non-discriminatory, participatory and, sustainable principles. Every effort to improve public health status is an investment forine country's development. The principle of non-discrimination implies that all people must receive health services, including the r adults. Aging in developing countries is rapid and accompanied by dynamic changes in family structure and roles, as well as labor and migration patterns. Urbanization, the migration of young people to cities looking for work, the large number of women entering the labor force and the, shift of extended families towards nuclear families, resulted in fewer people willing to care for the older adults who needed assistance. Physiological changes in older adults, especially changes in the heart result in a high risk of experiencing increased cholesterol and atherosclerosis, so that the r adults are susceptible to coronary heart disease (CHD). The home care method can help older adults with CHD to understand in more detail with an in-depth explanation of CHD. The number of responderespondentsD is 21 older adults and it is hoped that this will be useful for controlling cholesterol levels in older adults with CHD. The results of community service showed that the level of knowledge of the olddults about CHD has increased, find that the average pre-test result (59.42), thewas  aveand rage post-test result (76)was . The results of average blood cholesterol levels before being given education (203.95 mg/dL),and  average cholesterol levels after being given education (190.28 mg/dL). Regularly providing education about CHD and cholesterol control could improves the healthy lifestyle of the older adults and control of cholesterol levels. Keywords: Coronary Heart Disease, Older adults, Cholesterol 
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Elizabeth Yun Yun Vinsur; Anang Nurwiyono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v18i1.708

Abstract

Sesuai SE Mendikbud: Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 membuat institusi pendidikan melakukan sistim pembelajaran jarak jauh secara total. Proses pembelajaran secara daring memberikan tantangan untuk mahasiswa dan Dosen dalam beradaptasi. Pembelajaran secara daring membawa banyak perubahan dan konsekuensi. Mahasiswa rentan mengalami ketegangan (stress) untuk dapat bertahan dengan kehidupan kampus secara daring. Sebagian mahasiswa mengalami tekanan psikologis karena perubahan drastis yang dialami. Tekanan psikologis tersebut dapat berakibat negatif pada kesehatan mahasiswa maupun prestasi belajarnya. Penelitian ini bermaksud untuk mencari hubungan kemampuan penyesuaian diri mahasiswa dengan prestasi belajarnya di STIKes Panti Waluya Malang. Desain yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode studi deksriptif korelatif. Berdasarkan waktu penelitian, menggunakan cross sectional study untuk mengetahui hubungan kemampuan penyesuaian diri mahasiswa dengan prestasi belajarnya. Teknik pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner penyesuaian diri melalui link google form sedangkan untuk prestasi belajar dilihat dari IP semester genap yang diperoleh dari BAAK. Data penelitian diolah menggunakan software SPSS 21 for Windows menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara kemampuan penyesuaian diri mahasiswa dengan prestasi belajar dengan p=0.05. Mengacu pada ketiga interpretasi dalam uji korelasi Kendall’s Tau_b, dimana p=0.05 maka dapat disimpulkan bahwa “hubungan antara kemampuan penyesuaian diri mahasiswa di masa pandemi dengan IP yang diperoleh di semester ganjil tahun akademik 2020/2021 adalah tidak signifikan, sangat lemah, dan searah.”Kata kunci: pembelajaran jarak jauh/daring, penyesuaian diri, mahasiswa
Pemberdayaan Caregiver Terkait Pengobatan Penyakit Cacingan pada Lansia di LKS LU Panti Pangesti Malang Sugiyanto, Sugiyanto; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Anisyah, Luluk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21860

Abstract

ABSTRAK Penyakit  kecacingan  merupakan  penyakit  menular  yang  masih  menjadi  masalah  kesehatan  masyarakat  di  Indonesia  karena tersebar  di  sebagian  besar  wilayah  Indonesia.  Kecacingan  dapat  menimbulkan  masalah  kesehatan,  gizi,  kecerdasan,  dan  produktivitas. World Health Organization (WHO) menyatakan pada tahun 2018 secara global, angka kejadian infeksi kecacingan ialah 24% atau lebih dari 1,5 miliar penduduk dunia. Menurut Kemenkes RI pada tahun 2017, 2,5% - 62% masyarakat di Indonesia terinfeksi dengan cacing. Khusus pada orang lanjut usia, obat cacingan dibutuhkan sebagai pengobatan sekaligus pencegahan komplikasi. Umumnya, gejala cacingan yang dialami oleh orang lanjut usia hampir sama dengan gejala yang dialami oleh anak-anak. Maka dalam pengabdian ini yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah caregiver di LKS-LU Pangesti Lawang, diharapkan caregiver mampu meningkatkan pengetahuan dan pendampingan para lansia dalam melakukan pencegahan kecacingan dan terkait dengan pengobatan serta identitifikasi penyakit cacingan pada lansia, diharapkan dengan pemberian edukasi mengenai penyakit kecacingan dapat meningkatkan pengetahuan dan pendampingan kepada lansia, sehingga kesehatan lansia dapat terjaga dengan baik. Metode kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, pada tahap pertama dilakukan kegiatan pendekatan terhadap caregiver. Luaran Pkm antara lain laporan PkM, Jurnal JKPKM (Malahayati) dan Poster. Hasil evaluasi untuk peningkatan pengetahuan sebesar 62,96 % (Baik) dengan nilai Pre-test = 54,0 dan Post-test = 88,0. Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM terkait pengobatan penyakit cacingan pada lansia di LKS LU Panti Pangesti Malang telah tercapai dengan baik. Kata Kunci: Caregiver, Edukasi, Penyakit Cacingan dan Pengobatannya  ABSTRACT Worm infestation is a contagious disease that remains a public health problem in Indonesia because it is widespread across most of Indonesia. Worm infestation can cause health, nutrition, intelligence, and productivity problems. The World Health Organization (WHO) stated that in 2018, the global incidence of worm infection was 24%, or more than 1.5 billion people worldwide. According to the Indonesian Ministry of Health in 2017, 2.5% - 62% of the population in Indonesia were infected with worms. Especially for the elderly, deworming medication is needed as a treatment and prevention of complications. Generally, the symptoms of worms experienced by the elderly are almost the same as the symptoms experienced by children. Therefore, in this community service, the target of this activity is caregivers at LKS-LU Pangesti Lawang. It is hoped that caregivers can increase their knowledge and assistance in preventing worm infestation and related to the treatment and identification of worm infestation in the elderly. It is hoped that by providing education about worm infestation, knowledge and assistance to the elderly will increase, so that their health can be well maintained. The community service activities carried out included an initial approach to caregivers. The outcomes of the community service activities included a community service report, a JKPKM journal (Malahayati), and a poster. The evaluation results showed a 62.96% increase in knowledge (Good), with a pre-test score of 54.0 and a post-test score of 88.0. The conclusion is that the goal of increasing knowledge through community service activities related to the treatment of worm infections in the elderly at the Panti Pangesti Community Health Center (LKS LU) in Malang has been achieved. Keywords: Caregiver, Education, Worm Infections and Their Treatment
Peningkatan Kesehatan Spiritual Lansia melalui Program “D.O.A”Berdasarkan Konsep Psikososial & Budaya dalam Keperawatan di RW 5, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang Sipollo, Berliany Venny; Vinsur, Elizabeth Yun Yun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19035

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Optimalisasi kesehatan spiritual lansia melalui pembentukan “kelompok lansia sidomulyo” berdasarkan konsep psikososial dan budaya dalam keperawatan di RW 5, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang. Kegiatan diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan bahwa para lansia membutuhkan penguatan dan pengoptimalan dalam kesehatan spiritual. Permasalahan lain yang dihadapi adalah lansia yang menderita penyakit kronis yang mengalami bed rest total belum mendapat perawatan kesehatan spiritual yang optimal. Mengingat kebutuhan lansia tidak saja kebutuhan fisiologi tapi juga dalam menghadapi penurunan fungsional tubuh membutuhkan pemenuhan kebutuhan spiritual. Meningkatkan kesehatan spiritual lansia. Pemberian edukasi tentang kesehatan spiritual dan program D.O.A dan juga membentuk Kelompok Lansia Sidomulyo. Hasil evaluasi pengetahuan dari 15 lansia didapatkan rata – rata pre-test: 71,33 kategori cukup dan rata – rata post-test: 90,67 kategori baik, rata – rata peningkatan pengetahuan: 32,26; Pembentukan kelompok lansia sidomulyo dalam level kedewasaan rohani. Peningkatan kesehatan spiritual dapat mendukung kelompok lansia dalam menghadapi penurunan fisik dan psikososial. Kata Kunci: Kesehatan Spiritual, Lansia, Program D.O.A, Psikososial  ABSTRACT This program aims to enhance the spiritual well-being of the elderly by forming the "Sidomulyo Older Adults" in RW 5, Arjowinangun Village, Malang City. The initiative commenced with an initial assessment of the local conditions. This assessment identified a pressing need for strengthened support in spiritual health among the elderly community. Furthermore, many elderly individuals suffering from chronic illnesses and confined to bed have not received sufficient spiritual care. It is crucial to address their physical and spiritual needs, particularly as they confront declines in their functional abilities. Improve the spiritual health of older adults. Providing education about spiritual health and the D.O.A. program, and establishing the Sidomulyo Older Adults. The knowledge evaluation results for 15 older adults revealed an average pre-test score of 71.33, categorizing this as sufficient. In contrast, the average post-test score was 90.67, placing it in the good category. This represents an average increase in knowledge of 32.26. Additionally, the formation of the Sidomulyo older adults demonstrated an improvement in spiritual maturity. Enhancing spiritual health can help the elderly cope with physical and psychosocial decline. Keywords: Spiritual Health, Older Adults, D.O.A Program, Psychosocial
Pemberdayaan relawan dalam pemilahan sampah dan pembuatan sabun batang Eco-enzyme Elizabeth Yun Yun Vinsur; Berliany Venny Sipollo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25210

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada relawan Balakarcana untuk mengatasi masalah  sampah. Solusi yang dilakukan adalah mengedukasi dan mengajarkan cara memilah sampah rumah tangga, memanfaatkan sampah organik menjadi cairan eco-enzyme, dan sebagai bahan pembuatan sabun batang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah tanya jawab untuk pemberian edukasi tentang: pemilahan sampah, eco-enzyme dan pembuatan eco-enzyme, manfaat buah apel, dan prosedur pembuatan sabun; dilanjutkan kegiatan demonstrasi cara membuat eco-enzyme dan cara membuat sabun, serta re-demonstrasi yang diikuti oleh 15 relawan Balakarcana. Evaluasi peningkatan level dilakukan secara kognitif maupun secara psikomotor. Evaluasi kognitif dengan melakukan pretest diawal kegiatan dan post-test diakhir kegiatan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan relawan Balakarcana menggunakan 10 pernyataan benar/salah yang dilakukan skoring. Evaluasi peningkatan psikomotor dengan menggunakan checklist prosedur pembuatan eco-enzyme dan prosedur pembuatan sabun. Hasil evaluasi diketahui bahwa pengetahuan relawan Balakarcana antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi meningkat sebesar 18%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 73,33 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai posttest menjadi 84,67%. Hasil evaluasi untuk ketrampilan relawan Balakarcana mampu melakukan dengan baik 100% semua tindakan sesuai SOP yang ada.  Kata kunci: pemilahan sampah; sabun batang. Abstract Community service is aimed at Balakarcana volunteers to overcome the waste problem. The solution is to sort household waste and use organic waste to process it into eco-enzyme liquid, educate about the benefits and use of eco-enzymes, educate about the benefits and use of apples as ingredients for making soap, and educate and provide skills on how to make bar soap. The activity was carried out using a lecture method to provide education about: waste sorting, eco-enzyme and eco-enzyme production, the benefits of apples, and procedures for making soap; continued with demonstration activities on how to make eco-enzyme and how to make soap based on eco-enzyme liquid and apples, as well as a re-demonstration which 15 Balakarcana volunteers attended. Evaluation of increasing levels is carried out cognitively and psychomotorically. Cognitive evaluation by conducting a pretest at the beginning of the activity and a post-test at the end of the activity to evaluate the increase in knowledge of Balakarcana volunteers using 10 true/false statements which are scored. Evaluation of psychomotor improvement using a checklist of procedures for making eco-enzymes and procedures for making soap. The evaluation results showed that the knowledge of Balakarcana volunteers between before and after being given education increased by 18%, where before being given education, the average pretest score was 73.33 and after being given education the average posttest score was 84.67%. The evaluation results for the skills of Balakarcana volunteers were able to carry out 100% of all actions according to existing SOPs. Keywords: bar soap; waste sorting
Pemberdayaan kader kesehatan dalam penguatan ketenangan batin lansia melalui teknik slow deep breathing Ellia Ariesti; Elizabeth Yun Yun Vinsur; Anang Nurwiyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40566

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendampingi lansia menjaga ketenangan batin melalui teknik Slow Deep Breathing di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Jumlah lansia yang cukup besar di wilayah ini menuntut adanya pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis. Namun, kegiatan Posyandu Lansia selama ini masih didominasi pemantauan kesehatan fisik, sementara intervensi non-farmakologis untuk regulasi emosi dan ketenangan batin belum terintegrasi secara rutin. Permasalahan utama mitra meliputi: belum adanya pelatihan khusus tentang regulasi emosi lansia, belum terintegrasinya teknik Slow Deep Breathing dalam program rutin Posyandu Lansia, serta keterbatasan keterampilan kader dalam memandu latihan relaksasi secara sistematis. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah pemberdayaan kader melalui edukasi konsep kesejahteraan psikologis lansia, pelatihan teknik Slow Deep Breathing, serta demonstrasi dan role play praktik memandu latihan pernapasan secara benar dan aman. Kegiatan melibatkan 45 kader kesehatan dan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tanggal 3-5 Juni 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan redemonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, ditandai dengan meningkatnya peserta yang memiliki kategori pengetahuan baik dari 88,9% menjadi 93,3%, serta menurunnya kategori pengetahuan kurang dari 6,7% menjadi 2,2%. Evaluasi keterampilan juga menunjukkan bahwa 88,9% kader telah mencapai kategori kompeten dalam mempraktikkan dan memandu teknik Slow Deep Breathing. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendukung kesejahteraan psikologis lansia. Kata kunci: kader kesehatan; ketenangan batin; kesejahteraan psikologis lansia; Slow Deep Breathing. Abstract This Community Partnership Program (PkM) aims to enhance the knowledge and skills of health cadres in assisting older adults to maintain inner peace through the Slow Deep Breathing technique in Bandungrejosari Village, Sukun Subdistrict, Malang City. The significant number of older adults in this area necessitates health services that focus not only on physical aspects but also on psychological well-being. However, activities at the Older Adults’ Posyandu have so far been dominated by monitoring physical health, while non-pharmacological interventions for emotional regulation and inner peace have not yet been routinely integrated. The main challenges faced by the partners include: the lack of specialized training on emotional regulation for the elderly, the failure to integrate the Slow Deep Breathing technique into the routine Senior Citizens’ Posyandu program, and the limited skills of volunteers in systematically guiding relaxation exercises. Therefore, the proposed solution is to empower health cadres through education on the concept of psychological well-being for the elderly, training in Slow Deep Breathing techniques, as well as demonstrations and role-plays on how to properly and safely guide breathing exercises. The activity involved 45 health cadres and was conducted in three phases from June 3–5, 2026. The methods used included lectures, discussions, demonstrations, and re-demonstrations. The results of the activity showed an increase in the health workers’ knowledge, as indicated by a rise in the percentage of participants in the “good” knowledge category from 88.9% to 93.3%, and a decrease in the “poor” knowledge category from 6.7% to 2.2%. Skill evaluations also showed that 88.9% of the workers had achieved the “competent” category in practicing and guiding the Slow Deep Breathing technique. This program successfully enhanced the knowledge and skills of health workers in supporting the psychological well-being of older adults. Keywords: health workers; inner peace; psychological well-being of older adults; slow deep breathing.