Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI EVALUATIF TERHADAP EFEKTIVITAS INSEMINASI BUATAN SAPI BALI DI KABUPATEN BENER MERIAH Syakir, Ahmad; Sari, Wenny Novita; Wahyuni, Mida
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19795

Abstract

Inseminasi buatan adalah teknik reproduksi buatan yang digunakan untuk meningkatkan genetika ternak dengan cara menyuntikkan straw ke dalam rahim atau saluran reproduksi ternak betina. Proses ini memungkinkan peternak untuk memperbaiki sifat-sifat genetik ternak dengan memilih sperma dari pejantan yang memiliki kualitas genetik yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi bali di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah pada bulan September 2023. Metode Survei yang digunakan dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah 41 peternak dengan jumlah sapi yang di IB berjumlah 63 ekor. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara. Data dihitung menggunakan rumus Service Per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program inseminasi buatan di Kabupaten Bener Meriah telah berjalan dengan sangat baik, di mana rataan nilai Service per conception (S/C) adalah 1,29%, Conception Rate (CR) sebesar 79,36%, Non Return Rate (NRR) sebesar 85,71%.
Penanganan Pasca Wabah Penyakit PMK di Desa Pulo Reudeup Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen Mustafa, Mustafa Kamal; Syakir, Ahmad Syakir; Zulkifli, Zulkifli; Yusdiana, Yusdiana
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24521

Abstract

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda Desa Pulo Reudeup Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ternak sapi. Dampak utama yang dialami peternak meliputi penurunan nafsu makan, turunnya bobot badan, gangguan reproduksi, hingga kematian ternak. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penanganan pasca wabah melalui penyuluhan, vaksinasi, serta pemasangan ear tag sebagai identitas dan penanda kesehatan ternak. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif antara tim pengabdi, mahasiswa, dan kelompok ternak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak mengenai kesehatan ternak, kesadaran terhadap biosekuriti, serta keberhasilan vaksinasi dan identifikasi ternak melalui ear tag. Kegiatan ini berdampak positif dalam memulihkan produktivitas ternak, meningkatkan pendapatan peternak, serta memperkuat ketahanan komunitas terhadap ancaman wabah di masa mendatang. Kata kunci: vaksinasi, penyakit mulut kuku (PMK), eartag
Optimalisasi Produktivitas Sapi Potong dengan Pakan Pellet Terfermentasi Probiotik dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku di Kota Lhokseumawe Syakir, Ahmad; Mustafa Kamal; Muhammad Amran
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24746

Abstract

Berkah Ternak Abadi merupakan sebuah kelompok petani ternak yang terletak di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Usaha yang dilakukan adalah pengembangan peternakan sapi dengan fokus pada pembibitan dan penggemukan sapi potong unggul dari jenis Sapi Aceh. Masalah yang dialami oleh kelompok tani ternak selama ini adalah masih minimnya ketersediaan pakan berkualitas serta kurangnya pengetahuan mengenai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada sapi, khususnya saat wabah PMK terjadi di kota Lhokseumawe. Biasanya, pakan yang diberikan berupa hijauan dari rumput lapangan, jerami padi, dan ampas tahu, yang mengindikasikan rendahnya kualitas pakan sehingga perkembangan sapi bibit dan sapi penggemukan menjadi lambat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disampaikan penyuluhan mengenai pengetahuan, khususnya tentang penyediaan pakan dengan teknologi pakan fermentasi serta langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku yang sedang menjadi masalah saat ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode penyuluhan dan diskusi dengan anggota kelompok tani ternak, serta praktik langsung pembuatan pakan pellet fermentasi dan penanganan penyakit Mulut dan Kuku. Dari hasil pengabdian ini, anggota kelompok tani ternak menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan berdiskusi secara langsung dengan tim pengabdian. Teknologi pembuatan pakan pellet ternak melalui fermentasi telah dimengerti, begitu pula dengan signifikansi langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak
Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Pemasangan Ear Tag Berkolaborasi dengan UPT Puskeswan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Syakir, Ahmad; Amran, Muhammad; Kamal, Mustafa
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i2.14793

Abstract

Wilayah Kecamatan Blang Mangat merupakan salah satu Kecamatan di Kota Lhokseumawe  yang terdiri dari 22 desa. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini sedang banyak melanda ternak di Indonesia termasuk Provinsi Aceh. Penyakit PMK disebabkan oleh infeksi virus yang dapat terjadi karena adanya kontaminasi virus pada petugas, kendaraan, pakan ternak dan produk ternak berupa susu, daging, jeroan, tulang, darah, semen, embrio dan feses dari hewan sakit. Pemahaman masyarakat tentang perawatan hewan ternak masih kurang, terutama dalam kondisi penyebaran virius PMK yang sedang marak terjadi di Indonesia dan khususnya di Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat peternak sapi di Kecamatan Blang Mangat akan pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak terhadap insfeksi virus PMK dan upaya pencegahannya serta pemberian eartag pada sapi untuk mempermudah pendataan kesehatan hewan ternak. Dalam pengabdian masyarakat di Kecamatan Blang Mangat ini diperoleh hasil pengetahuan masyarakat meningkat tentang cara menjaga kebersihan kandang sapi miliknya sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi virus PMK, masyarakat dapat memahami tentang pentingnya memberikan vaksinasi PMK sebagai upaya memberikan kekebalan ternak sapi terhadap infeksi virus PMK dan masyarakat mengetahui pentingnya pemberian tanda pengenal Eartag pada sapi untuk mempermudah mengontrol pertumbuhan dan kesehatan ternak sapinya.
Tingkat Pengetahuan Peternak Terhadap Penyakit Tympani Pada Ternak Sapi Di Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah Syakir, Ahmad; Husna, Asmaul; Haryadi; Sari, Wenny Novita
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): LENTERA, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tympani atau kembung rumen merupakan gangguan sistem metabolik yang diakibatkan karena terakumulasinya gas yang berlebihan di dalam rumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak terhadap penyakit tympani pada ternak sapi yang dilaksanakan di bulan September 2023 dengan jumlah responden 40 peternak. Analisis data untuk dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yaitu observasi dan survey serta pengisian kuesioner untuk mendapatkan nilai persentase (%) dari tingkat pengetahuan responden terhadap penyakit tympani pada ternak sapi. Data kemudian ditabulasi dan di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada tingkat pengetahuan peternak (22,5%) responden yang menjawab sangat paham, (48,9%) responden menjawab paham dan (26,3%) menjawab tidak paham terhadap tindakan penanganan penyakit tympani. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan sebagai besar peternak sapi di wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah sudah mempunyai pengetahuan yang bagus dalam penanganan penyakit yang disebabkan karena tympani di ternak sapi.
Strategi pengembangan ternak sapi melalui sinkronisasi birahi dan pemeriksaan kebuntingan di Desa Teupin Reudep Kabupaten Bireuen Ahmad Syakir; Mustafa Kamal; Zulkifli Zulkifli; Weny Novita Sari; Suryani Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33276

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Jaya Bersama adalah kelompok peternak sapi yang mengalami tantangan dalam meningkatkan tingkat kebuntingan dan kelahiran. Masalah yang peternak hadapi adalah kejadian estrus atau birahi yang tidak terdeteksi, sehingga penjadwalan kawin menjadi tidak tepat dan mengakibatkan kegagalan dalam proses kebuntingan. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan menerapkan strategi pemeriksaan kebuntingan dan sinkronisasi estrus (SE) agar tanda-tanda estrus lebih mudah terlihat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, yakni sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pertama, informasi dan kesepakatan terkait program SE disampaikan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan di lapangan. Sebanyak 36 ekor sapi betina yang produktif digunakan dalam kegiatan ini, dan dari pemeriksaan organ reproduksi, ditemukan 7 ekor sapi yang bunting, 10 ekor mengalami masalah reproduksi, dan 19 ekor sapi siap untuk disinkronisasi estrus. Hormon yang digunakan dalam proses ini adalah PGF2α dengan metode injeksi dua kali. Dari hasil sinkronisasi, berhasil diamati 18 ekor sapi yang menunjukkan tanda estrus, sementara 1 ekor tidak terpantau. Berdasarkan hasil kegiatan singkronisasi estrus dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan singkronisasi estrus dapat meningkatkan jumlah sapi betina birahi  di Kelompok Ternak Jaya Bersama. Kata kunci: singkronisasi; birahi; ternak; Bireuen Abstract Jaya Bersama Farmer Group is a group of cattle farmers who experience challenges in increasing pregnancy and birth rates. The problem that farmers face is the undetected occurrence of estrus or lambing, so that mating scheduling becomes inappropriate and results in failure in the pregnancy process. To overcome this problem, a community service was carried out by applying strategies for pregnancy examination and estrus synchronization (SE) so that signs of estrus are more easily visible. This community service activity consists of three stages, namely socialization, implementation, and evaluation. In the first stage, information and agreements related to the SE program were delivered, followed by implementation in the field. A total of 36 productive female cows were used in this activity, and from the examination of reproductive organs, 7 cows were found to be pregnant, 10 cows had reproductive problems, and 19 cows were ready for estrus synchronization. The hormone used in this process is PGF2α with a two-time injection method. From the synchronization results, 18 cows were observed showing signs of estrus, while 1 cow was not observed. Based on the results of estrus synchronization activities, it can be concluded that the use of estrus synchronization activities can increase the number of cows in heat in the jaya Bersama Livestock Group. Keywords: synchronization; oestrus; livestock; Bireuen.
PENILAIAN PETERNAK TERHADAP KINERJA PENYULUH DALAM DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH SAPI POTONG DI DESA PADANG SAKTI KECAMATAN MUARA SATU Ahmad Syakir; Wenny Novita Sari Sari; Haryadi Haryadi; Mhd Taufik Hadi Widjaya; Mustafa Kamal
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.24691

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Padang Sakti Kota Lhokseumawe pada bulan Maret – April 2026. Tujuan penelitian ini untuk Penilaian Peternak terhadap Kinerja Penyuluh dalam Diseminasi Teknologi Pengolahan Limbah Sapi Potong di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Populasi dalam penelitian ini adalah 30 peternak yang kesemuanya dijadikan sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan angket. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah responsivitas, responsibilitas, dan kualitas layanan. Data dianalisa secara deskriptif. Karakteristik responden berdasarkan umur peternak terbanyak berumur 40-60 tahun yaitu sebesar 60%. Berdasarkan tingkat pendidikan peternak mayoritas berpendidikan yaitu SMA sebesar 50%. Dan berdasarkan skala kepemilikan ternak yaitu 1-5 ekor yaitu sebanyak 73.33%. Hasil penelitian dapat diamati dari hasil tertinggi tiap indikator pada instrument pengukuran persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah sapi potong. Untuk responsivitas bimbingan, cukup baik sebanyak 53.33%, pembinaan cukup baik yaitu 60% dan pendampingan cukup baik sebesar 56.66%. Indikator Responsibilitas semangat cukup baik sebesar 56.66%, pemberian motivasi cukup baik sebesar 60%, dan mengajak peternak untuk melakukan pengolahan liimbah cukup baik sebanyak 60%. Dari indikator kualitas layanan kepuasan terhadap layanan penyuluh dinilai sangat baik oleh 63.33% peternak, dan kepuasan peternak terhadap komunikasi penyuluh adalah cukup baik sebesar 36.67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pinilaian peternak terhadap kinerja penyuluh dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah sapi potong di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu sudah cukup baik. Penyuluh disarankan lebih meningkatkan materi penyuluhan dan melakukan bimbingan, motivasi, dan praktik langsung lapangan agar peternak lebih giat dalam mengembangkan teknologi pengolahan limbah.
Kajian Dinamika Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pasca Vaksinasi di Kota Lhokseumawe Ahmad Syakir
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.22176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh pada sapi. Sampel yang digunakan diambil secara random sampling sebanyak 31 ekor yang dicurigai mengalami penyakit PMK dari data Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh tahun 2024. Jenis pengabdian ini adalah deskriptif. Metode yang digunakan adalah spesimen yang diambil untuk untuk deteksi PMK yaitu untuk deteksi virus berupa cairan dari lepuh, sel epitel pada lepuh di daerah mukosa mulut dan hidung . Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 31 ekor sampel yang diambil terdapat 6 ekor (19,35%) positif Penyakit Mulut dan Kuku. Berdasarkan hasil itu maka pemilik sapi sebaiknya melakukan pengobatan suportif terhadap sapi yang terkena PMK sehingga menghindari kematian dan terinfeksi kepada hewan yang lain nya. Untuk ternak sapi yang dinyatakan negatif dianjurkan segera dilakukan vaksinasi PMK. 
Upaya Peningkatan Produktivitas Ternak Kambing melalui Manajemen Kesehatan Terpadu dan Pelatihan Pakan Fermentasi Ahmad Syakir; Wenny Novita Sari; Asmaul Husna; Mustafa Kamal; Haryadi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.27122

Abstract

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat melalui peningkatan kesehatan dan produktivitas ternak kambing melalui penyuluhan manajemen kesehatan, manajemen perkandangan, dan pengobatan massal ternak kambing, serta pelatihan fermentasi pakan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta cara pemeliharaan ternak rakyat secara konvensional menjadi berbasis ilmu pengetahuan, sehingga dengan adanya kegiatan ini akan meningkatkan produktivitas masyarakat dalam usaha peternakan kambing. Sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat peternak kambing, karang taruna, tokoh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode 1) Penyuluhan dan diskusi mengenai manajemen kesehatan, manajemen perkandangan, dan fementasi pakan; 2) Pelatihan pembuatan pakan fermentasi; serta 3) Pelayanan kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan penanganan masalah kesehatan ternak kambing secara massal. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan membandingkan perubahan nilai pada evaluasi awal (pre-test) dan evaluasi akhir (post-test). Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 30 orang petani peternak, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal melibatkan 14 orang peternak dan dilakukan pada 107 ekor kambing. Kegiatan pengabdian meningkatkan pengetahuan peternak pada sisi pengetahuan manajemen kesehatan ternak kambing sebesar 87,73%; sisi manajemen perkandangan 84,11%; sisi fermentasi pakan 80,00%; dan sisi pengobatan sebesar 90.00%