Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI EVALUATIF TERHADAP EFEKTIVITAS INSEMINASI BUATAN SAPI BALI DI KABUPATEN BENER MERIAH Syakir, Ahmad; Sari, Wenny Novita; Wahyuni, Mida
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19795

Abstract

Inseminasi buatan adalah teknik reproduksi buatan yang digunakan untuk meningkatkan genetika ternak dengan cara menyuntikkan straw ke dalam rahim atau saluran reproduksi ternak betina. Proses ini memungkinkan peternak untuk memperbaiki sifat-sifat genetik ternak dengan memilih sperma dari pejantan yang memiliki kualitas genetik yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi bali di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah pada bulan September 2023. Metode Survei yang digunakan dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah 41 peternak dengan jumlah sapi yang di IB berjumlah 63 ekor. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara. Data dihitung menggunakan rumus Service Per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program inseminasi buatan di Kabupaten Bener Meriah telah berjalan dengan sangat baik, di mana rataan nilai Service per conception (S/C) adalah 1,29%, Conception Rate (CR) sebesar 79,36%, Non Return Rate (NRR) sebesar 85,71%.
Strategi pengembangan ternak sapi melalui sinkronisasi birahi dan pemeriksaan kebuntingan di Desa Teupin Reudep Kabupaten Bireuen Syakir, Ahmad; Kamal, Mustafa; Zulkifli, Zulkifli; Sari, Weny Novita; Suryani, Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33276

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Jaya Bersama adalah kelompok peternak sapi yang mengalami tantangan dalam meningkatkan tingkat kebuntingan dan kelahiran. Masalah yang peternak hadapi adalah kejadian estrus atau birahi yang tidak terdeteksi, sehingga penjadwalan kawin menjadi tidak tepat dan mengakibatkan kegagalan dalam proses kebuntingan. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan menerapkan strategi pemeriksaan kebuntingan dan sinkronisasi estrus (SE) agar tanda-tanda estrus lebih mudah terlihat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, yakni sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pertama, informasi dan kesepakatan terkait program SE disampaikan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan di lapangan. Sebanyak 36 ekor sapi betina yang produktif digunakan dalam kegiatan ini, dan dari pemeriksaan organ reproduksi, ditemukan 7 ekor sapi yang bunting, 10 ekor mengalami masalah reproduksi, dan 19 ekor sapi siap untuk disinkronisasi estrus. Hormon yang digunakan dalam proses ini adalah PGF2α dengan metode injeksi dua kali. Dari hasil sinkronisasi, berhasil diamati 18 ekor sapi yang menunjukkan tanda estrus, sementara 1 ekor tidak terpantau. Berdasarkan hasil kegiatan singkronisasi estrus dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan singkronisasi estrus dapat meningkatkan jumlah sapi betina birahi  di Kelompok Ternak Jaya Bersama. Kata kunci: singkronisasi; birahi; ternak; Bireuen Abstract Jaya Bersama Farmer Group is a group of cattle farmers who experience challenges in increasing pregnancy and birth rates. The problem that farmers face is the undetected occurrence of estrus or lambing, so that mating scheduling becomes inappropriate and results in failure in the pregnancy process. To overcome this problem, a community service was carried out by applying strategies for pregnancy examination and estrus synchronization (SE) so that signs of estrus are more easily visible. This community service activity consists of three stages, namely socialization, implementation, and evaluation. In the first stage, information and agreements related to the SE program were delivered, followed by implementation in the field. A total of 36 productive female cows were used in this activity, and from the examination of reproductive organs, 7 cows were found to be pregnant, 10 cows had reproductive problems, and 19 cows were ready for estrus synchronization. The hormone used in this process is PGF2α with a two-time injection method. From the synchronization results, 18 cows were observed showing signs of estrus, while 1 cow was not observed. Based on the results of estrus synchronization activities, it can be concluded that the use of estrus synchronization activities can increase the number of cows in heat in the jaya Bersama Livestock Group. Keywords: synchronization; oestrus; livestock; Bireuen.
Penanganan Pasca Wabah Penyakit PMK di Desa Pulo Reudeup Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen Mustafa, Mustafa Kamal; Syakir, Ahmad Syakir; Zulkifli, Zulkifli; Yusdiana, Yusdiana
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24521

Abstract

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda Desa Pulo Reudeup Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ternak sapi. Dampak utama yang dialami peternak meliputi penurunan nafsu makan, turunnya bobot badan, gangguan reproduksi, hingga kematian ternak. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penanganan pasca wabah melalui penyuluhan, vaksinasi, serta pemasangan ear tag sebagai identitas dan penanda kesehatan ternak. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif antara tim pengabdi, mahasiswa, dan kelompok ternak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak mengenai kesehatan ternak, kesadaran terhadap biosekuriti, serta keberhasilan vaksinasi dan identifikasi ternak melalui ear tag. Kegiatan ini berdampak positif dalam memulihkan produktivitas ternak, meningkatkan pendapatan peternak, serta memperkuat ketahanan komunitas terhadap ancaman wabah di masa mendatang. Kata kunci: vaksinasi, penyakit mulut kuku (PMK), eartag
Optimalisasi Produktivitas Sapi Potong dengan Pakan Pellet Terfermentasi Probiotik dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku di Kota Lhokseumawe Syakir, Ahmad; Mustafa Kamal; Muhammad Amran
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24746

Abstract

Berkah Ternak Abadi merupakan sebuah kelompok petani ternak yang terletak di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Usaha yang dilakukan adalah pengembangan peternakan sapi dengan fokus pada pembibitan dan penggemukan sapi potong unggul dari jenis Sapi Aceh. Masalah yang dialami oleh kelompok tani ternak selama ini adalah masih minimnya ketersediaan pakan berkualitas serta kurangnya pengetahuan mengenai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada sapi, khususnya saat wabah PMK terjadi di kota Lhokseumawe. Biasanya, pakan yang diberikan berupa hijauan dari rumput lapangan, jerami padi, dan ampas tahu, yang mengindikasikan rendahnya kualitas pakan sehingga perkembangan sapi bibit dan sapi penggemukan menjadi lambat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disampaikan penyuluhan mengenai pengetahuan, khususnya tentang penyediaan pakan dengan teknologi pakan fermentasi serta langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku yang sedang menjadi masalah saat ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode penyuluhan dan diskusi dengan anggota kelompok tani ternak, serta praktik langsung pembuatan pakan pellet fermentasi dan penanganan penyakit Mulut dan Kuku. Dari hasil pengabdian ini, anggota kelompok tani ternak menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan berdiskusi secara langsung dengan tim pengabdian. Teknologi pembuatan pakan pellet ternak melalui fermentasi telah dimengerti, begitu pula dengan signifikansi langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak