Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Serbuk Galam Sebagai Pengganti Agregat Halus Pada Campuran Beton Mutu Normal Anggarini, Elia Anggarini; Dyah Pradhitya Hardiani; M. Rizky Maulana Teguh
AGREGAT Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i1.22342

Abstract

The utilization of waste from wood cuttings is uncommon, and one of the wastes that is rarely employed is the leftovers of galam wood or galam powder cuttings. On this basis, a study entitled "The Effect of Adding Galam Powder as a Substitute for Fine Aggregate in Normal Quality Concrete Mixtures" was carried out. In this study, the experimental approach was used as the research method. The percentage of galam powder waste in fine aggregate, which can range from 0% to 30%, is the independent variable in this study. Other aggregates, such as cement, fine aggregate, coarse aggregate, and water, are the study's dependent variables. The compressive strength of 28-day-old material in the normal combination has a compressive strength of 22.23 MPa, the V10 mixture has a compressive strength of 4.58 MPa, the V20 mixture has a compressive strength of 3.11 MPa, and the V30 mixture has a compressive strength of 1.41 MPa. Based on the findings, it can be concluded that using waste galam powder as a fine aggregate alternative has not been successful since the galam powder does not bind completely to the concrete
Analisis Faktor Keamanan Pada Permodelan Timbunan Yang Diperkuat Geogrid Di Atas Tanah Lempung Lunak Muzaidi, Irwandy; Anggarini, Elia; Hardiani, Dyah Pradhitya; Sriardi, Doni
AGREGAT Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i1.22441

Abstract

The pile built on soft soil has a tendency to fail its submission (bearing failure). This is caused by soft soils to have a low carrying capacity to carry the burden of construction. If a pile must be built which must be completed in a relatively fast time and must be stockpiled on soft soil, can be overcome by reinforcing the soil using geogrid material so as to increase the carrying capacity of soft soil (bearing capacity) and stability of the pile. Analysis uses the element method to the help of plaxis software to find the value of safety, deformation, and voltage changes in the pile built on the soft soil strengthened by geogrid. From this study it was found that the Modeling Piles 2 without Geogrid got a SF 1,0668 value and using Geogrid got a SF 1,3349 value. The safety factor of the pile of land 2 is above 1.25 which means that landslides are rare even without geogrid or use geogrid.
Karakteristik Marshall Pada Campuran HRS-WC Menggunakan Pyrite Limbah PLTU Asam-Asam Kabupaten Tanah Laut Sebagai Pengganti Agregat Kasar Ruhaidani, Emma; Hardiani, Dyah Pradhytia; Anggarini, Elia
Konstruksia Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.1.159-167

Abstract

Pyrite merupakan limbah batu bara yang berupa butiran – butiran seperti batu dengan ukuran 2 – 4 mm, Pyrite termasuk batu bara muda yang tidak bisa hancur dan dibakar dengan menggunakan alat coal crusher. Pyrite selama ini digunakan untuk campuran pembuatan paving block, batako, bata ringan, dan jalan beton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisis dari limbah Pyrite, mengetahui hasil karakteristik Marshall  campuran pada aspal dengan penggunaan Pyrite 0%,5%, 10%, 25%, 50% dserta mengetahui kadar aspal optimum pada campuran aspal HRS – WC. Pada penelitian ini Pyrite dimanfaatkan sebagai bahan campuran agregat kasar pada campuran aspal HRS – WC diharapkan sebagai alternatif guna mengurangi limbah. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Kadar aspal optimum yang digunakan adalah 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. Dari hasil pengujian bahan didapatkan nilai abrasi pyrite sebesar 38,9%, hal ini menunjukan bahwa pyrite termasuk material yang rapuh. Dari hasil penelitian didaptkan bahwa penggunaan pyrite sebesar 10% dari total agregat kasar menghasilkan nilai flow sebesar 4,4 mm, nilai MQ sebesar 289,44 kg/mm dengan kadar aspal optimum sebesar 5,4 – 7%.
Analysis of the Noise Level at the Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan S. Parman Complex, Banjarmasin Hardiani, Dyah Pradhitya; Ruhaidani, Emma
Semesta Teknika Vol 26, No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v26i2.18664

Abstract

The traffic density in Banjarmasin will have an impact on the environment such as the noise which causes health problems to humans. The noise in the school area, it will damage for concentration of students, teaching and learning activities inefficient. The purpose of this study was to determine the noise level in the College Complex of Muhammadiyah K.H Ahmad Dahlan, Banjarmasin. Measurement is carried out at 4 points and used Sound Level Meter (SLM). Noise data processing is calculated by the equivalent noise level (Leq). The  results show that noise value exceeded the noise quality standard  according to the  Environmental Decree 1996 for noise levels in schools. The highest noise value reached 80.29 decibels while the lowest value was 63.04 decibels. Based on the results, it is necessary to reduce noise levels in this school area, so that teaching and learning activities can run properly.
PENGARUH PENUTUPAN SATU LENGAN SIMPANGAN TERHADAP KINERJA BUNDARAN KAYUTANGI BANJARMASIN Hardiani, Dyah Pradhitya; Ruhaidani, Emma
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.16185

Abstract

Bundaran Kayutangi merupakan salah satu bundaran penting di Kota Banjarmasin yang memiliki empat lengan dan melayani arus lalu lintas dari berbagai arah, yaitu arus lalu lintas yang berasal dari Jl. Adhiyaksa, Jl. Perdagangan, Jl. Brigjend Hasan Basri dan arah Barito Kuala. Tingginya volume lalu lintas yang melewati bundaran menyebabkan terjadinya hambatan atau pertemuan kendaraan yang cukup padat dari berbagai arah jalan. Untuk menanggulangi kemacetan yang terjadi, pemerintah melakukan upaya dengan menutup satu lengan simpangan pada arah Kayutangi ujung. Diharapkan dengan adanya penutupan satu lengan ini dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas di bundaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja bundaran Kayutangi setelah dilakukan penutupan pada salah satu lengan. Selain itu, untuk mengetahui kemampuan bundaran dalam melayani arus lalu lintas pada 4 tahun yang akan datang. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode MKJI 1997. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer yang diperlukan adalah ukuran geometrik bundaran dan data lalu lintas harian rata-rata. Pengumpulan data dilakukan selama 3 hari dari pukul 06.00 – 18.00 WITA. Dari hasil analisis data, didapatkan Tingkat Pelayanan Bundaran Kayutangi Kota Banjarmasin yaitu D yang artinya lalu lintas bertambah, hambatan dan tundaan menjadi meningkat. Berdasarkan hasil tersebut perlu dilakukan penanganan agar tingkat pelayanan bundaran tidak memburuk tiap tahunnya.
CEMENT TREATED BASE (CTB) MENGGUNAKAN BOTTOM ASH LIMBAH BATU BARA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT LOLOS SARINGAN NO. 4 Ruhaidani, Emma; Hardiani, Dyah Pradhitya; Nugraha, Muhammad Firda
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.16186

Abstract

Metode Cement Treated Base (CTB) atau "Base yang Diperkuat dengan Semen" adalah metode konstruksi jalan yang melibatkan penggunaan campuran bahan agregat dan semen untuk menciptakan lapisan dasar yang kuat dan stabil. Jumlah sumber daya alam yang terbatas untuk menyediakan material pembentuk beton menimbulkan sejumlah masalah yang signifikan. Bottom ash adalah limbah yang berasal dari sisa pembakaran batubara. Karena mengandung logam berat, limbah dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Salah satu upaya memperbaiki kerusakan pondasi jalan raya adalah dengan  pengembangan teknologi recycling terhadap perkerasan yang rusak menjadi pondasi dan stabilisasi tanah dasar dengan semen. CTB memiliki kekuatan tekan sebesar 45-55kg/cm². Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kuat tekan antara CTB normal dengan CTB yang menggunakan bottom ash sebagai substitusi agregat. Pada pengujian ini menggunakan kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% dan menggunakan variasi kadar air sebesar 6%, 7%, dan 8%. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Kadar Air 6% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 42,42kg/cm², 43,37 kg/cm², 52,79 kg/cm², dan 38,65 kg/cm². Kadar Air 7% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 45,25kg/cm², 47,14kg/cm², 50,91 kg/cm², dan 35,82 kg/cm². Kadar Air 8% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 39,60kg/cm², 41,48kg/cm², 44,31 kg/cm², dan 32,05 kg/cm². Pada penelitian ini di dapat nilai kuat tekan tertinggi pada Kadar Air 7% dan Kadar Subtitusi Bottom ash 25% dengan nilai 50,91 kg/cm².
Evaluasi Teknis Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Menuju Bandara Syamsudin Noor: Geometric Road Evaluation on Syamsudin Noor Airport Road Ruhaidani, Emma; Faradila, Amelia; Hardiani, Dyah Pradhitya
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syamsudin Noor Airport is located in Landasan Ulin District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. The geometric condition of the road on the new road to Syamsudin Noor Airport has a horizontal arrangement of several bends that are not comfortable for road users. The corners reviewed there are 2 corners at STA 3+140 and STA 3+580. The purpose of this study is to evaluate the existing conditions using the 1997 Bina Marga standard and Re-design using the 2021 Bina Marga standard. The research method used in this study is an analysis method of existing conditions using the 1997 Bina Marga standard and Re-design using the 2021 Bina Marga standard. As for the data on field speed, road width, shoulder width, road traffic and visibility are obtained through direct measurements and observations. Based on the results of research conducted in the field, the existing geometric conditions of the road were obtained, in the existing conditions the speed from the observation results was used 64 Km / Hour. The condition at turn 1 has a value of Rc > Rmin so that it meets the requirements of the 1997 Bina Marga standard, while at turn 2 it does not meet because Rc < Rmin. The superelevation at turns 1 and 2 did not meet the 1997 Bina Marga standard of en = 2%.
Audit Keselamatan Jalan Sebagai Penanganan Kawasan Rawan Kecelakan Pada Ruas Trikora KM 2 - 4 Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan: Road Safety Audit As A Measure For Handling Accident-Prone Areas On The Trikora Road Section KM 2–4, Banjarbaru City, South Kalimantan Hardiani, Dyah Pradhitya; Ansyari, Rizkan Maulidi; Ruhaidani, Emma
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Trikora Road section at Km 2–Km 4 in Banjarbaru City is one of the locations with a high rate of traffic accidents, making a road functional feasibility assessment necessary to evaluate road conditions and identify factors contributing to non-compliance with technical standards. This study aims to assess road functional feasibility based on the Regulation of the Minister of Public Works Number 11/PRT/M/2010 concerning Procedures and Requirements for Road Functional Feasibility. The research method was conducted through a field survey by comparing existing road conditions with technical standards for each road component and subcomponent, which were then classified into functional feasibility categories. The results indicate that 42.86% of the Trikora Road section falls into the Conditional Functional Feasibility (***) category, indicating that some technical requirements have been fulfilled and the road is still able to provide safety for road users. In addition, 42.86% of the section is categorized as Downgraded Functional Feasibility (**), indicating that several road components do not meet technical standards and require improvement. Meanwhile, the functional feasibility assessment of road facilities directly related to road users shows a Not Functionally Feasible (T) category of 14.29%, indicating the need for immediate corrective actions. The recommended improvements focus on enhancing road facilities and improving traffic management to reduce accident risk and increase road user safety and comfort.