Muhammad Alfian
Departement Of Pharmaceutical Technology, Faculty Of Halal Industry, Universitas Of Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Yogyakarta, Special District Of Yogyakarta, 55162, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakteristik Fisik Lilin Aromaterapi Dari Minyak Atsiri Sirih (Piper betle) dan Jeruk Purut (Citrus hystrix) Nurul Hasanudin, Muhammad; alfian, muhammad
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.900

Abstract

Lilin aromaterapi merupakan lilin yang dibuat dengan penambahan minyak atsiri untuk memberikan aroma yang menenangkan atau menyegarkan. Daun sirih dan daun jeruk purut merupakan simplisia penghasil minyak atsiri yang memiliki aroma khas sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pewangi lilin aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa kimia minyak atsiri daun sirih dan jeruk purut menggunakan metode GC-MS serta memformulasikannya dalam dua sediaan lilin aromaterapi, yaitu F1 (minyak atsiri sirih) dan F2 (minyak atsiri jeruk purut). Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, titik leleh, dan waktu bakar. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri sirih mengandung 17 senyawa dengan komponen utama eugenol (48,61%), sedangkan minyak atsiri jeruk purut mengandung 12 senyawa dengan citronellal sebagai komponen dominan (66,03%). Lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki aroma khas sesuai minyak atsiri yang digunakan serta warna putih kekuningan sesuai standar SNI untuk lilin. Waktu bakar yang diperoleh adalah 7 jam 35 menit untuk F1 dan 7 jam 45 menit untuk F2, sedangkan titik leleh diperoleh pada 51°C dan 52°C. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri sirih dan jeruk purut dapat diformulasikan dengan baik sebagai lilin aromaterapi.
Ekstraksi Protein Bungkil Sawit serta Karakterisasinya dengan FTIR dan Uji Kjeldahl Amrina Amalia Yogananda; Muhammad Alfian; Listiana Hidayati; Selvia Yulianti; Hisba Cahyani Irawan; Rafly Restu Dwi Saputro; Anggun Cita Cahyani
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8207

Abstract

Abstract. Palm kernel cake is a byproduct of the palm oil industry that remains underutilized despite its high content of non-starch polysaccharides and carbohydrate-bound proteins with potential as plant-based biomaterials. This study aimed to extract protein from palm kernel cake and identify its functional groups and protein content using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy and the Kjeldahl method. Protein extraction was carried out using an alkali–acid process involving solubilization with NaOH followed by isoelectric precipitation with HCl. The dried protein extract was analyzed using FTIR to detect characteristic protein absorption bands, while protein content was quantified using the Kjeldahl method. The extraction produced a yield of 9.6%. FTIR spectra showed the presence of Amide I (1650 cm⁻¹), Amide II (1540 cm⁻¹), and Amide III (1230 cm⁻¹) bands, confirming the protein structure within the extract. The Kjeldahl analysis revealed a protein content of 49.27%, which is higher than previously reported values and exceeds the minimum protein requirement of 13% set by the Indonesian National Standard (SNI). These findings demonstrate that palm kernel cake is a promising raw material for the development of plant-derived protein suitable for pharmaceutical and biomaterial applications. Abstrak. Bungkil sawit merupakan produk samping industri minyak sawit yang masih belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun mengandung polisakarida bukan pati dan protein terikat yang berpotensi sebagai sumber biomaterial nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi protein dari bungkil sawit serta mengidentifikasi struktur fungsional dan kadarnya menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) dan metode Kjeldahl. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode alkali–asid dengan pelarutan NaOH dan presipitasi isoelektrik menggunakan HCl. Sampel protein kering dianalisis menggunakan FTIR untuk mendeteksi pita-pita karakteristik protein, sedangkan kadar protein ditentukan secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan rendemen protein sebesar 9,6%. Spektrum FTIR memperlihatkan pita Amida I pada 1650 cm⁻¹, Amida II pada 1540 cm⁻¹, dan Amida III pada 1230 cm⁻¹ yang mengonfirmasi keberadaan struktur protein. Uji Kjeldahl menunjukkan kadar protein sebesar 49,27%, lebih tinggi daripada nilai yang dilaporkan pada penelitian sebelumnya dan telah memenuhi standar SNI minimal 13%. Temuan ini menunjukkan bahwa bungkil sawit berpotensi sebagai sumber protein nabati untuk pengembangan aplikasi farmasi dan biomaterial.
Efektivitas Antihipertensi Jamu Hitenfit pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar yang Diinduksi Prednison dan NaCl 2,5% Muhammad Nurul Hasanudin; Huda Nur Arifin; Meki Pranata; Muhammad Alfian; Mochamad Luqni Maulana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40283

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jamu Hitenfit yang mengandung ekstrak daun salam, seledri, tempuyung, meniran, dan pegagan secara empiris digunakan sebagai antihipertensi, namun belum dievaluasi secara pra-klinis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas antihipertensi Jamu Hitenfit pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi hipertensi. Penelitian menggunakan rancangan pre-post test control design dengan enam kelompok. Hipertensi diinduksi menggunakan kombinasi prednison (18 mg/100 mL) dan NaCl 2,5% selama 7 hari. Kelompok perlakuan menerima Jamu Hitenfit dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB dua kali sehari selama 7 hari, sedangkan captopril digunakan sebagai kontrol positif. Tekanan darah diukur menggunakan Non-Invasive Blood Pressure CODA sebelum induksi, setelah induksi, dan setelah terapi. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan uji post-hoc LSD. Hasil menunjukkan bahwa induksi meningkatkan tekanan darah sistolik hingga 141–147 mmHg. Jamu Hitenfit secara signifikan menurunkan tekanan darah dibandingkan kontrol negatif (p<0,05), dengan penurunan sistolik sebesar 27,4%, 26,1%, dan 23,7% pada dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB. Efektivitas ketiga dosis tidak berbeda bermakna dibandingkan captopril (p>0,05). Jamu Hitenfit pada dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB efektif menurunkan tekanan darah pada tikus hipertensi serta dosis 400 mg/70 kgBB sebagai dosis optimal.
KARAKTERISASI FISIK LIP BALM DENGAN EKSTRAK BIJI KURMA SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN PEWARNA ALAMI BUNGA BATAVIA Muhammad Alfian; Muhammad Nurul Hasanudin; Askina Khoirun Nisa; Hisba Cahyani Irawan
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v11i1.2857

Abstract

The growing demand for cosmetics within the community has spurred innovation in the use of herbal ingredients. Lip balm is one such cosmetic product that can benefit from the incorporation of natural components, including antioxidant compounds and natural dyes. This study aims to formulate a lip balm by integrating date seed extract as an antioxidant and batavia flower extract as a natural dye. The extraction process utilizes the maceration method with 96% ethanol as the solvent, followed by assessing the antioxidant activity through the DPPH method. Variations in the concentration of batavia flower extract in the lip balm formulation are set at 1.2%, 2.5%, and 3.7%, with a fixed date seed extract concentration of 2.5%. The evaluation of the lip balm's quality includes organoleptic tests, homogeneity tests, melting temperature tests, and pH tests. The antioxidant activity test on date seed extract yielded an IC50 value of 30.92 ppm, indicating a classification of strong antioxidant activity. The results for the three lip balm formulations exhibited consistent characteristics, including a pink color, a semi-solid consistency, a pH level range 6.5–6.7, and a melting point within the recommended range (52–57°C). In conclusion, the lip balm formulation incorporating date seed extract and batavia flower extract meets acceptable physical parameters for a lip balm product.