Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Paparan Mikroplastik dan Kualitas Sperma Pria: Scoping Review Perspektif Kesehatan Lingkungan Indonesia Dwi Regita Cahyani; Triana Srisantyorini; Suherman Jaksa
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v3i7.2700

Abstract

Background: The escalating contamination of environmental microplastics (MP) has raised increasing concern about its role in declining male reproductive health. MPs have been physically detected in human testicular tissue and semen, underscoring the importance of a systematic evidence synthesis. Objective: This scoping review consolidates evidence published between 2015 and 2025 regarding the effects of MP exposure on male fertility parameters, characterizes the underlying biological mechanisms involved, and identifies research gaps pertinent to Indonesia. Methods: Adhering to PRISMA-ScR guidelines and the PCC framework, systematic searches were conducted across five databases (PubMed/MEDLINE, Scopus, Web of Science, Google Scholar, and Portal Garuda). Of 150 retrieved records, 37 studies fulfilled the inclusion criteria (Cohen's κ = 0.82). Results: Polystyrene (PS) was the predominant polymer identified in testicular tissue (mean 11.60±15.52 particles/g) and semen (0.23±0.45 particles/mL). MP exposure was associated with reductions in sperm motility, vitality, and concentration alongside elevated DNA fragmentation, mediated through four pathways: oxidative stress, blood-testis barrier (BTB) disruption, endocrine interference, and spermatogenic apoptosis. Downregulation of sperm-oocyte fusion genes (DCST1, IZUMO1, SPACA6) constituted an additional reproductive risk dimension. Conclusion: Converging evidence indicates that MPs can impair male fertility through multiple toxicological mechanisms, though definitive causal evidence in humans remains lacking. As one of the world's top contributors of plastic waste to the ocean, Indonesia bears a disproportionately high exposure burden relative to its available reproductive health data. Prospective epidemiological research and the application of the precautionary principle in national plastic policy are urgently warranted.
Sosialisasi Kesehatan Kerja dalam Perspektif Islam: Pencegahan Kelelahan Mata dan Low Back Pain pada Pekerja Asuransi PT. XYZ Suherman Jaksa; Nur Afifah Dwi Laksana Putri; Ratih Latiffah Khamadika; Shafira Zahara; Andriyani
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkii.3.2.321-329

Abstract

Kelelahan mata (eye strain) dan nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan dua gangguan kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja kantoran akibat penggunaan komputer dalam jangka waktu lama serta posisi duduk yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan stres kerja, dan memicu gangguan muskuloskeletal maupun visual dalam jangka panjang. Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi kerja kesehatan di PT. XYZ yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan asuransi karyawan mengenai pencegahan kelelahan mata dan nyeri pinggang melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan sederhana. Kegiatan dilaksanakan secara berani melalui platform Zoom Meeting pada tanggal 19 November 2025 dan diikuti oleh 10 peserta. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu pre-test, penyampaian materi, post-test, serta sesi tanya jawab singkat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 49 pada pre-test menjadi 97 pada post-test. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya posisi duduk yang benar, penerapan latihan peregangan (William Flexion Latihan), serta istirahat visual menggunakan metode 20–20–20. Sosialisasi keberanian terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap risiko kesehatan akibat aktivitas kerja berulang, serta diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya kerja sehat di lingkungan perusahaan asuransi.
Safety Culture Empowerment pada Pekerja Logistik: Edukasi Risiko Kerja, Fatigue dan Pencegahan Kecelakaan Transportasi: Pengabdian Suherman Jaksa; Ummatul Hasanah; Firanda Gustiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3937

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja logistik mengenai risiko kerja, kelelahan (fatigue), serta pencegahan kecelakaan transportasi melalui kegiatan edukasi berbasis safety culture empowerment. Sektor logistik merupakan sektor dengan tingkat bahaya tinggi, khususnya pada aktivitas transportasi dan bongkar muat yang rentan menyebabkan kecelakaan akibat kurangnya manajemen kelelahan dan belum optimalnya penerapan SOP keselamatan. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, serta evaluasi pretest dan posttest untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai posttest dibanding pretest, yang mengindikasikan meningkatnya pemahaman mengenai budaya keselamatan, risiko kerja, dampak fatigue, serta strategi pencegahan seperti defensive driving dan Stop Work Authority. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif, termasuk peningkatan kepedulian terhadap pelaporan near miss, pengecekan kondisi kendaraan, dan pengaturan istirahat sebelum bekerja. Secara keseluruhan, program ini efektif memperkuat budaya keselamatan pada pekerja logistik dan layak diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan kerja.
Sosialisasi Keamanan, Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Suherman Jaksa; Hardiansyah; Ervani Sultoni; Suhartono
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.5157

Abstract

Management of Hazardous and Toxic Waste (B3) in Indonesia still faces various challenges, especially in the aspects of education and outreach which are not yet evenly distributed and effective. This service activity aims to assess the effectiveness of educational programs in increasing the understanding and compliance of the community and workers with B3 waste management procedures. Using a qualitative approach, data was obtained through pre-test and post-test, observation of socialization participants from various sectors. The results of service activities show that participatory and contextual-based training methods, such as Focus Group Discussions (FGD) and field simulations, are able to increase participants' knowledge and compliance significantly. However, the success of the program is highly dependent on the availability of resources, appropriate educational media, and cross-sector involvement. Therefore, the government and related agencies are advised to develop sustainable education programs that are adapted to the literacy level of participants and the local context, in order to strengthen the B3 waste management system that is oriented towards protecting health and the environment.