Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Perubahan Iklim dan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta Ernyasih Ernyasih; Fini Fajrini; Dadang Herdiansyah; Lutfiana Aulia; Andriyani Andriyani; Nurmalia Lusida; Munaya Fauziah; dihartawan dihartawan
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.95-102

Abstract

Perubahan iklim merupakan perubahan yang signifikan terhadap iklim dalam rentang waktu puluhan sampai ratusan tahun. Perubahan iklim dapat berdampak langsung berupa gelombang panas, banjir dan kekeringan, sedangkan dampak tidak langsung berupa Kesehatan manusia yang terganggu akibat adanya polusi udara, vektor penyakit, kekurangan gizi dan Kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa terkait kesehatan mental akibat dari perubahan iklim. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dengan menyajikan variable yang diteliti tanpa membandingkan antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSKM FKM UMJ) pada bulan juni 2022 sebesar 213 responden. Perubahan iklim dapat gangguan psikologis, depresi dan kecemasan. Mahasiswa yang mempunyai respon cemas sebesar 151 orang (70,9%) dan mahasiswa yang mempunyai ketegangan terhadap perubahan iklim seperti cuaca ekstrim sebesra 120 orang (56,3%). Mahasiswa yang merasakan gangguan tidur akibat perubahan iklim sebesar 142 orang (66,7%) dan Sebagian besar tidak mengalami depresi sebesar 115 orang (54%). Oleh karena itu perlunya edukasi adaptasi perubahan iklim agar kesehatan mentalnya tetap baik.
Pengetahuan Dan Perilaku Makanan Jajanan Terhadap Kejadian Diare Pada Siswa Sd Negeri Setu Kota Tangerang Selatan Nurmalia Lusida; Andriyani Andriyani; Triana Srisantyorini; Ernyasih Ernyasih; Miftah Hasana Lubis
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 1 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.1.84-90

Abstract

Diare merupakan penyakit menular dan ditandai dengan gejala berupa perubahan bentuk dan konsistensi feses menjadi lunak hingga cair dengan frekuensi 3 kali atau lebih buang air besar disertai muntah. Berdasarkan data UNICEF (2013) jika dilihat secara global kejadian diare ini merupakan penyakit dengan derajat kesakitan dan kematiannya tinggi terutama di negara berkembang, diare juga salah satu dari 3 penyebab utama kematian anak secara mendunia. Di Tangerang Selatan dalam data Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) jumlah penderita diare pada tahun 2020 mencapai 22.539 kasus dengan peringkat 5 besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku konsumsi makanan jajanan dengan kejadian diare di SDN Setu Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 72 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,848) dan perilaku (p-value = 0,164) dengan kejadian diare. Disarankan kepada sekolah untuk mengadakan edukasi terkait diare, dan cuci tangan pakai sabun dengan 7 langkah, serta pembuatan kantin di dalam sekolah atau kantin sehat.---Diarrhea is an infectious disease and is characterized by symptoms in the form of changes in the shape and consistency of the feces from soft to liquid with a frequency of 3 or more bowel movements accompanied by vomiting. Based on data from UNICEF (2013), if you look at it globally, diarrhea is a disease with a high degree of death and death, especially in developing countries. Diarrhea is also one of the 3 main causes of child death globally. In South Tangerang, according to Government Agency Performance Report (LKIP) data, the number of diarrhea sufferers in 2020 reached 22,539 cases with a ranking in the top 5. This study aims to determine the relationship between knowledge and behavior of consuming snacks and the incidence of diarrhea at SDN Setu, South Tangerang City. This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The total research sample was 72 respondents. The results of this study show that there is no significant relationship between knowledge (p-value = 0.848) and behavior (p-value = 0.164) and the incidence of diarrhea. It is recommended that schools provide education regarding diarrhea, and wash hands with soap using 7 steps, as well as create a canteen within the school or a healthy canteen.
Literasi Pemasaran Bawang Hitam Bagi Siswa Sekolah Dasar PCIA Malaysia Lorenta In Haryanto; Zelania In Haryanto; Tri Yuni Hendrawati; Sukrianto; Dessy Iriani Putri; Darto Darto; Nurmalia Lusida
Darma Abdi Karya Vol. 5 No. 1 (2026): Darma Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/darmaabdikarya.v5i1.2964

Abstract

Program pengabdian masyarakat internasional ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai produk pangan sehat bernilai tambah dan cara sederhana untuk mengenalkan produk kepada orang lain. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan literasi pemasaran awal, kesadaran produk sehat, dan minat kewirausahaan siswa sekolah dasar melalui sosialisasi bawang hitam sebagai pangan fungsional bernilai tambah. Program dilaksanakan di Kampung Bandan, Malaysia, melalui kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa 'Aisyiyah (PCIA) Malaysia dan melibatkan 16 siswa sekolah dasar sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi koordinasi dengan mitra, pre-test, penyampaian materi melalui presentasi sederhana dan video edukasi, pengenalan sampel bawang hitam, sosialisasi bauran pemasaran 4P, evaluasi sensori, dan post-test. Literasi pemasaran dalam kegiatan ini diperkenalkan secara sederhana melalui pembelajaran tentang kualitas produk, kemasan, harga, tempat penjualan, dan promosi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi. Peserta lebih mampu mengenali manfaat bawang hitam, menjelaskan pentingnya kemasan yang bersih, memahami logika harga secara sederhana, serta menyampaikan manfaat produk kepada keluarga atau teman. Hasil evaluasi pre-test dan post-test juga menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Secara umum, kegiatan ini memberikan manfaat edukatif bagi peserta dan mitra karena mampu menggabungkan literasi kesehatan, literasi produk, dan literasi pemasaran dasar dalam pembelajaran yang kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
Pencemaran Udara Perkotaan dan Beban Penyakit Respiratori/Kardiopulmoner: Systematic Review Transparan, Replikatif, dan Berbasis Appraisal Kualitas Bukti Irham Ansya; Muhammad Fachri; Nurmalia Lusida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60718

Abstract

Background: Urban air pollution is a modifiable environmental determinant that contributes to the burden of respiratory and cardiopulmonary diseases. The initial SLR manuscript provided a comprehensive synthesis, but it needs to be strengthened to ensure greater transparency, replicability, and a focus on evidence quality appraisal. Objective: This review synthesizes evidence from the past five years on the association between PM2.5, PM10, NO2, O3, traffic-related pollutants, and household air pollution with asthma, COPD, respiratory infections, reduced lung function, hospitalizations, mortality, DALYs, and YLLs. Methods: The review was conducted in accordance with PRISMA 2020. The search was conducted on PubMed/MEDLINE, Scopus, Web of Science Core Collection, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar on June 6, 2026, for articles published between January 1, 2021, and June 6, 2026. Duplicate removal was performed using DOI/PMID, normalized titles, and manual matching. Study quality was assessed using the JBI Critical Appraisal Tools, ROBINS-E/ROBINS-I, and AMSTAR 2, depending on the study design. Results: The workflow log aligns with the PRISMA source manuscript: 492 records, 122 duplicates, 370 records screened, 197 full-text reports assessed, 50 reports excluded, and 147 studies included. The most consistent evidence was found for PM2.5 and NO2, particularly regarding asthma/COPD hospitalizations, respiratory mortality, and cardiopulmonary burden. Ozone is more prominent in COPD and the elderly due to acute oxidative effects, impaired mucociliary clearance, and interactions with temperature and summer exposure. Household air pollution differs from ambient air pollution because microenvironmental exposure intensity is higher, exposure duration is more closely tied to domestic activities, and the burden is disproportionately borne by women, children, and low-income households. Conclusion: This systematic review indicates that controlling PM2.5, traffic-related NO₂, combustion-derived particles, ozone in the elderly and those with COPD, and household air pollution should be a priority for environmental-health policies, including in Indonesia.
Pengaruh Konsumsi Minuman Manis dan Pengetahuan Gizi Terhadap Risiko Penyakit Diabetes Siti Nur Anisa; Khalisya Nasywa Azqia; Nurmalia Lusida
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1345

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di kalangan remaja dan dewasa muda, sejalan dengan pola konsumsi yang tidak sehat seperti konsumsi minuman manis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konsumsi minuman manis terhadap risiko diabetes di kalangan mahasiswa. Metode: Desain penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 34 mahasiswa dari angkatan 2023 kelas bilingual di FKM UMJ yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Alat penelitian berupa kuesioner tertutup, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 52,9% responden memiliki kebiasaan konsumsi minuman manis yang tidak sehat, dan proporsi yang sama juga berisiko terkena diabetes. Analisis bivariat menunjukkan bahwa responden yang mengonsumsi minuman manis secara tidak sehat memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes (OR = 3,333; 95% CI = 0,815–13,637), tetapi hal ini tidak signifikan secara statistik (p = 0,089). Simpulan: Meskipun hubungan tersebut tidak signifikan, pola yang muncul menunjukkan tren paralel antara konsumsi minuman manis dan risiko diabetes.
A Dampak dan Keefektivitasan Penggunaan Rekam Medis Elektronik dalam Pemantauan serta Manajemen Penyakit Pernapasan: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Garis Gemilang; Muhammad Fachri; Nurmalia Lusida
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1686

Abstract

Chronic and acute respiratory diseases such as asthma, COPD, COVID-19, ARDS, and acute respiratory infections (ARI) pose a substantial global health burden. Conventional surveillance systems are reactive and limited in early detection. Electronic Health Records (EHRs) offer great potential as a longitudinal data source for more effective respiratory disease monitoring and management. This systematic review aims to evaluate the impact and effectiveness of EHR use in monitoring disease trends, early detection, and optimizing clinical management of patients with various respiratory conditions. This systematic review followed the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted in PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar (2016--2025). The research question was formulated using the PICO framework. A total of 40 articles meeting the inclusion criteria were analyzed thematically. The majority of studies originated from high-income countries (USA, UK, Denmark, Netherlands, Spain, Australia), with diverse study designs (retrospective cohort 35%, model development 25%, cluster RCT 5%). Types of EHR interventions included real-time surveillance systems, NLP/AI-based prediction models, CDSS, and data quality evaluations. EHRs were shown to detect SARI case surges up to 8 days earlier, predict ARDS with an AUROC of 0.84, reduce unnecessary antibiotic prescribing by 12--16%, and extract asthma symptoms with an F1-score >0.95. However, significant challenges remain regarding data quality (completeness <50% for some variables) and geographic gaps (no studies from Indonesia). EHRs, particularly when integrated with NLP and artificial intelligence, are effective for surveillance, early detection, and clinical management of respiratory diseases. However, data quality challenges and the lack of evidence from developing countries still need to be addressed. Data standardization, interoperability investments, and technology adaptation for local contexts such as Indonesia are required.