Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENUMBUHKAN BUDAYA MENGELOLA TAMBAK UDANG RAMAH LINGKUNGAN MELALUI PEMBERDAYAAN KECERDASAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PASIR SAKTI Hening Widowati; Agus Sutanto; Widya Sartika Sulistiani; Asih Fitriana Dewi
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan budidaya sistem intensif tambak telah menimbulkan permasalahan penurunan daya dukung tambak udang. Dampak di antaranya terjadi penumpukan limbah termasuk ditemukannya polutan logam berat, serangan penyakit, produktivitas udang menurun. Langkah antisipasi melalui penerapan teknologi budidaya yang berprinsip keberlanjutan ekosistem diharapkan menjadi solusi untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Diantaranya melalui aplikasi probiotik dan rempah pakan tambahan yang memiliki kemampuan menjaga kualitas air tambak, mengurangi mikroorganisme patogen, meningkatkan produktivitas udang dalam rangka menciptakan sistem tambak berkelanjutan yang dari segi ekonomi juga menguntungkan. Tujuan pengabdian memberikan penguatan mengelola tambak sehingga menumbuhkan budaya mengelola tambak ramah lingkungan melalui kecerdasan kearifan lokal masyarakat Pasir Sakti dalam memanfaatkan rempah probiotik untuk menjadi inisiasi penyediaan bahan pangan sehat halalan thoyyiban. Metode pengabdian adalah praktik mengaplikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan, wawancara, observasi dalam keterlibatan masyarakatnya mengelola tambak yang memanfaatkan probiotik dan rempah lokal. Hasil pengabdian menunjukkan: 1) Pemahaman mengelola tambak sebagai inisiasi tambak berkelanjutan sudah baik; 2) Pemahaman praktik pembuatan probiotik dan rempah pakan tambahan sudah baik; 3) Kurangnya kesadaran pengelolaan tambak sebagai wujud usaha penanganan tambak penyedia pangan halalan thoyiban. Perlu pemahaman akademis yang agamis didasarkan pada kearifan lokal, agar kesadaran pengelolaan tambak secara berkelanjutan dapat ditumbuhkan.
SOSIALISASI NYAMUK Aedes sp DAN KEGIATAN PENANAMAN TANAMAN ANTINYAMUK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 05 METRO TIMUR Suharno Zen; Rasuane Noor; Widya Sartika Sulistiani; Dasrieny Pratiwi
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Special Issue (Gerakan Ekonomi Muhammadiyah)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hampir setiap tahun terdapat kasus kematian akibat penyakit tersebut. Di daerah endemik mayoritas penderita DBD adalah anak-anak. Salah satu cara pencegahan terhadap penyakit tersebut adalah dengan kegiatan 3M plus (Menguras, mengubur, mendaur ulang, plus menanam tanaman antinyamuk). Perlu adanya edukasi dalam dalam bentuk sosialisasi dalam rangka pengetahuan dan kesadaran akan lingkungan dilakukan melalui penyuluhan tentang biologi nyamuk Aedes sp dan tanaman antinyamuk. Kegiatan dilaksanakan tanggal 6 Desember 2019 di Sekolah Dasar Negeri 05 Metro Timur diikuti oleh 26 peserta. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Kemudian pembagian sampel tanaman yang akan ditanam bersama di pekarangan sekolah. Hasil kegiatan berjalan dengan lancar dan disambut antusias penuh semangat oleh siswa SD Negeri 05 Metro Timur karena mendapatkan ilmu baru dan menambah wawasan pengetahuan mereka. Diharapkan dalam kegiatan ini peningkatan kewaspadaan dini peserta sebagai langkah pencegahan nyamuk demam berdarah di masa yang akan datang
KAJIAN LITERATUR: BIOPROSPEKSI TANAMAN TUJUH ANGIN (Polygala paniculata L) SEBAGAI ANTINYAMUK Suharno Zen; Widya Sartika Sulistiani
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki potensi dalam mencegah kontak nyamuk dengan manusia yaitutanaman Tujuh Angin (Polygala paniculata L). Secara tradisional tumbuhan ini digunakan dalammengobati penyakit seperti asma, bronchitis, radang sendi, sakit perut, diare, gangguan ginjal,antipsikotik, antitumor, antiinflamasi, antimikroba dan antispasmodic. Tanaman ini juga berpotensidalam bidang farmasi seperti bahan obat sitotoksik, antijamur dan antibakteri. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui prospek tanaman Tujuh Angin (Polygala paniculata L) sebagai antinyamuk.Metode yang digunakan yaitu studi literatur desain Systematic Literature Review. Pencarian artikelmemakai interpretasi database Google Scholar. Terdapat 8 artikel yang terdapat pada jurnal nasionaldan 7 artikel pada jurnal internasional. Berdasarkan hasil penelitian terdapat prospek biologi sebagaiantinyamuk untuk memortalitaskan dan repellent/daya tolak karena mengandung senyawa bioaktifseperti alkaloid, saponin, flavonoid, fenol, tanin, steroid, dan terpenoid. Senyawa tersebut masukmelalui kontak pernapasan dan racun pencernaan/ lambung sehingga nyamuk mengalamimortalitas/kematian. Senyawa tersebut juga menghalangi reseptor kimia (chemoreceptor) yangterdapat pada palpus dan antenna nyamuk sehingga nyamuk menghindar tanpa mengisap darah lagi.Diharapkan review artikel ini dapat memberikan informasi terkait prospek tanaman Tujuh Angin(Polygala paniculata L) sebagai antinyamuk.
MENINGKATKAN LITERASI KEARIFAN KONSERVASI LINGKUNGAN UNTUK MEWUJUDKAN PROFETIKA MASYARAKAT MUDA PADA PANGAN Hening Widowati; Agus Sutanto; Widya Sartika Sulistiani
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi tidak terbatas berpengaruh kepada teknologi dan digitalisasi. Kemudahan komunikasi antar daerah dan negara dalam mengenalkan jenis pangan, khususnya kepada kaum muda yang lebih terbuka oleh media sosial, memungkinkan mempengaruhi pola makannya. Pada akhirnya, efek globalisasi juga mempengaruhi trend manusia dalam mengkonsumsi suatu pangan. Komunikasi, informasi, dan edukasi diharapkan bisa memperkaya literasi, sehingga ketika makan, hendaknya mempedulikan tentang yang dimakan. Pengabdian dilaksanakan dengan sasaran remaja dalam upaya untuk meningkatkan literasi budaya dan kearifan lokal sehingga menjadi inisiasi mewujudkan profetis pangan utamanya kepada masyarakat muda, untuk dapat memilih dan memilah pangan yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan dengan bantuan video teknologi tepat guna pengelolaan pangan sehat, angket semi terbuka yang dikombinasi dengan tanya jawab/wawancara. Hasil menunjukkan responden sebelum mendapatkan penyuluhan teori dan praktik pengelolaan pangan masuk dalam kriteria buruk (58,75), setelah mengikuti penyuluhan peduli pangan masuk dalam kriteria baik (77,4), mengalami peningkatan 33,99% dalam mempedulikan bahan pangan yang dikonsumsi, tetapi belum sepenuhnya memahami budaya dan kearifan lokal yang dapat dipedomani dalam memilih pangan untuk dikonsumsi lebih baik, menyehatkan dan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh secara berkelanjutan.