Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of The Civil Engineering Student

Analysis of Internal Forces and Structural Dimensions on the Variations of Courtroom Placement of DPRK Building Bermansyah, Surya; Meutia Shafwina, Yasmin; Hayati, Yulia
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i2.24874

Abstract

The construction of state buildings is caused by the increased mobility of needs. One of them is the DPRK building that wants the placement of the plenary session room to be on the 2nd or 3rd floor. This study aims to evaluate the internal style and behavior of the structure that arises due to variations in the placement of the plenary session room so as to produce the most optimal choice of courtroom for the most effective structural dimensions. Structural analysis was carried out using the ETABS program by carrying out 4 variations of courtroom placement, namely Varian 1 (the courtroom is located on the 1st floor), Varian 2 (2nd floor), Varian 3 (3rd floor), and Varian 4 (4th floor). Variant 2 (DED) is a reference sourced from the DED from the planning consultant. The seismic load analysis used is the method of Dynamic Analysis of Response Spectrum Variety. Parameters reviewed are internal forces (axial, normal, and moment) and structural behavior (story displacement, displacement between floors, nominal base shear forces, and vertical irregularities). The calculation analysis refers to the latest standards, namely SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, and SNI 2847:2019. The results of this study indicate that the greatest internal force values occur in Variant 4. The level displacement and the displacement between floors increase in the variant with the smaller structural element dimensions. The level displacement of the X and Y axes has increased in Variant 3 and Variant 4, and has decreased in Variant 1. The nominal base shear force value has decreased for Variants 1, 3, and 4 against Variant 2 (DED) because it has smaller structural dimensions. . All modeling variants experienced soft stiffness irregularity type 1A, excessive soft stiffness irregularity type 1B, and heavy (mass) irregularity type 2. Variant 1 was chosen as the variant with the best courtroom placement, because it met the requirements for earthquake design.
Perilaku lentur panel pracetak ferrofoam concrete dengan satu titik pembebanan Munandar, Aril; Abdullah, Abdullah; Bermansyah, Surya
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 September 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i2.21370

Abstract

Panel pracetak merupakan teknologi konstruksi struktur beton dengan komponen penyusun dicetak terlebih dahulu. Ferrofoam concrete adalah beton busa ringan yang terdiri dari semen, air dan foam. Penggunaan beton busa sangat berguna untuk panel pracetak, karena memiliki massa yang ringan yang dapat memudahkan pekerjaan dilapangan dan meminimalisir penggunaan alat berat (crane). Pengujian yang dilakukan adalah uji lentur panel pracetak pembebanan satu titik (terpusat) saat beton berumur 28 hari dengan dimensi panel 2200 × 500 × 80 × 30 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan beban maksimum yang mampu dipikul oleh panel pracetak ferrofoam concrete dan model keruntuhan. Hasil dari penelitian ini adalah beban maksimum yang didapat sebesar 0,39 tf dengan lendutan sebesar 34,550 mm serta jenis model keruntuhan yang di akibat beban lentur tersebut adalah keruntuhan geser lentur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dibandingkan dengan penelitian pembebanan dua titik (Effendi, 2016) dengan beban maksimum sebesar 0,69 tf serta lendutan sebesar 39,820 mm. Berdasarkan hasil tersebut beban maksimum pada pembebanan dua titik (LU-P8-1,6) lebih besar 44% dari pembebanan satu titik (LU-P6-1,4). Model keruntuhan dari panel LU-P6-1,4 adalah keruntuhan geser lentur, panel LU-P8-1,6 adalah keruntuhan geser.
KUAT TARIK LENTUR DAUR ULANG DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT DAUR ULANG (Recycled Aggregate) Rivandi, Rio; Bermansyah, Surya; Idris, Yunita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.2852

Abstract

Penggunaan beton yang cukup besar untuk proses pembangunan mengakibatkan berkurangnya sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan campuran beton. Salah satu cara pelestarian lingkungan dalam bidang konstruksi ialah dengan menggunakan beton daur ulang (recycle aggregate concrete) sehingga sedikitnya dapat mengurangi penggunaan berlebihan agregat natural. Beton Daur Ulang (recycle aggregate concrete) merupakan campuran material yang didapatkan dari proses ulang beton yang sudah tidak terpakai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan lentur beton menggunakan agregat daur ulang dengan variasi 35%, 50% dan 100% yang diuji pada umur telah mencapai 7 hari, 14 hari dan 28 hari dengan kuat lentur rencana K-300, serta benda uji perbandingan (0%). Agregat kasar daur ulang yang digunakan adalah pecahan beton daur ulang diameter agregat maksimum 31,5 mm. Gradasi campuran adalah 0 10 mm, 10 20 mm, dan 20 30 mm. Hasil yang diperoleh adalah nilai kuat tarik lentur tertinggi pada umur pengujian 7 hari pada variasi agregat daur ulang 50% yaitu 3,162 MPa dengan kenaikan 19,68% dari beton normal (0%), pada umur 14 hari 3,347 MPa dengan kenaikan 14,25% dari beton normal (0%) dan pada umur 28 hari 3,667 MPa dengan kenaikan 16,30% dari beton normal (0%).