Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teras Jurnal

PERILAKU DEFORMASI BENDUNGAN JATIBARANG Kurniawan, Fajar Aldoko; S.P.R Wardani, S.P.R; Sadono, Kresno Wikan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.592

Abstract

Abstrak Efek utama dari deformasi adalah hilangnya freeboard, kerusakan struktur bangunan pelengkap yang terletak di atas bendungan, retakan pada bendungan urugan (paling merugikan pada impervious core), terbentuknya suatu zona yang mengarah pada hidrolik fracturing, dan kegagalan instrumentasi. Bendungan Jatibarang merupakan bendungan urugan batu zonal inti tegak dengan inti clay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku deformasi pada berbagai tahapan saat konstruksi, selama pengisian awal waduk dan pasca konstruksi (masa layan). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data pembacaan instrumen pengukur deformasi dan evaluasi menggunakan kriteria penerimaan untuk menilai perilaku normal dan tidak normal. Hasil dari penelitian ini adalah selama konstruksi, deformasi vertikal Bendungan Jatibarang pada kedalaman antara 32 m sampai kedalaman 56 m berada di luar batas deformasi normal. Pergerakan deformasi horizontal pada pengisian awal dari Bendungan Jatibarang mempunyai nilai deformasi yang besar karena berada di atas perilaku umum deformasi horizontal pada beberapa bendungan. Pada kurun waktu konstruksi Bendungan Jatibarang 2014 hingga pembacaan terakhir pada tahun 2020 terlihat tidak terjadi perubahan yang signifikan namun pada kedalaman antara 20-30 m terjadi penurunan yang besar dibandingkan dengan lainnya yang mengindikasikan bahwa pada kedalaman tersebut terjadi konsentrasi penurunan internal yang besar Kata kunci: Bendungan Jatibarang, instrumentasi, deformasi, deformasi vertikal, deformasi horizontal  Abstract The main effects of deformation are loss of freeboard, damage to the auxiliary structure located above the dam, cracks in the embankment dam (impervious core), formation of a zone leading to hydraulic fracturing, and instrumentation failure. Jatibarang Dam is an upright core zonal rockfill dam with a clay core. The purpose of this study is to analyze the deformation behavior at various stages during construction, during the initial filling of the reservoir and post construction (post construction). This research was conducted using the reading data of the deformation instrumen and the evaluation using acceptance criteria to assess normal and abnormal behavior. The result of this research is that during construction, the vertical deformation at a depth between 32 m to 56 m is outside the normal deformation limit. The horizontal deformation at the initial filling of the Jatibarang Dam has a large deformation value because it is above the general horizontal deformation behavior of several dams. During the construction period 2014 until 2020 Jatibarang Dam did not appear to be any significant changes, but at a depth between 20-30 meters there was a large decrease compared to others indicating that at depth there was a large concentration of internal decline. Keywords: Jatibarang dam, instrumentation, deformation, vertical deformation, horizontal deformation
Pemanfaatan Abu Batu Hasil Proses Pemecah Batu Sebagai Material Pengganti Lapis Drainase Pada Pondasi Perkerasan Jalan Beton: A Systematic Literature Review Budilaksono, Obo Pulih; Bagus Hario Setiadji, Bagus Hario; Sadono, Kresno Wikan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1182

Abstract

Abstrak Limbah Konstruksi dihasilkan adanya pembangunan infrastruktur yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia tentunya hal ini juga akan menghasilkan limbah konstruksi yang jumlahnya banyak dan cepat penambahannya. Sumber limbah konstruksi bisa dalam bentuk padat, cair, gas atau kombinasi dari semua bentuk tersebut. Proyek konstruksi merupakan penghasil limbah padat yang sangat besar. Manajemen pengelolaan dan pemanfaatan limbah konstruksi perlu dilaksanakan secara seksama, Indonesia merupakan negara berkembang yang laju pembangunan infrastrukturnya sangat pesat sekarang ini tetap mendukung pencapaian SDGs Agenda 2030, salah satu SDGs adalah Zero Waste Project dengan melaksanakan prinsip œThe 6 Rs of sustainability. Beberapa penelitian sebelumya terkait pemanfaatan abu batu digunakan sebagai penganti agregat halus campuran pembuat beton. Mengacu penelitiaan sebelumnya terkait pemanfaatan abu batu belum terdapat pemanfaatan abu batu digunakan sebagai material pengganti lapis drainase pada pondasi pekerasan jalan beton, sehingga masih terdapat gap pada penelitian sebelumnya yang akan dilakukan penelitian ini. Kata Kunci: Limbah Konstruksi, Abu Batu, Lapis Drainase, Perkerasan Beton  Abstract Construction waste is generated by infrastructure development that has a negative impact on the environment. The rapid development of infrastructure in Indonesia will certainly also produce construction waste in large quantities and increasing rapidly. Sources of construction waste can be in the form of solid, liquid, gas or a combination of all these forms. Construction projects are very large producers of solid waste. Management of construction waste management and utilization needs to be carried out carefully, Indonesia is a developing country with a very rapid rate of infrastructure development currently still supporting the achievement of the SDGs Agenda 2030, one of the SDGs is the Zero Waste Project by implementing the principle of "The 6 Rs of sustainability". Several previous studies related to the utilization of stone ash were used as a substitute for fine aggregate in concrete mixtures. Referring to previous studies related to the utilization of stone ash, there has been no use of stone ash as a substitute material for drainage layers on concrete road pavement foundations, so there is still a gap in previous research that will be carried out in this study. Keyword: Construction waste, Stone Ash, Drainage Layer, Concrete Pavement