Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Deteksi Perubahan Suhu Permukaan Tanah dan Hubungannya dengan Pengaruh Albedo dan NDVI Menggunakan Data Satelit Landsat-8 Multitemporal di Kota Palu Tahun 2013 - 2020 Kurniadin, Nia; Yani, Muhammad; Nurgiantoro, Nurgiantoro; Annafiyah, Annafiyah; Prasetya, F. V. Astrolabe Sian; Insanu, Radik Khairil; Wumu, Romansah; Suryalfihra, Shabri Indra
GEOID Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i1.1758

Abstract

Gempa yang diikuti tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu pada 28 September 2018. Sejak saat itu, Kota Palu yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, menjadi pusat perhatian dunia. Berbagai kajian dilakukan untuk memperoleh informasi dari berbagai aspek, antara lain aspek terestrial, perubahan tutupan lahan, batuan, dan perubahan iklim. Teknologi penginderaan jauh memberikan kontribusi yang baik bagi proses penelitian, terutama untuk penelitian yang mencakup wilayah yang luas dan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu kajian yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh adalah kajian Suhu Permukaan Tanah (SPT) dengan menggunakan data satelit Landsat-8 multitemporal di Kota Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi SPT Kota Palu dari data satelit Landsat-8 multitemporal (2013-2020) dan hubungan antara LST dengan Albedo dan NDVI. Kanal Merah, Biru, NIR, SWIR1 dan SWIR2 digunakan untuk mendapatkan nilai albedo dan NDVI. Nilai emisivitas tanah dan vegetasi serta kanal termal digunakan untuk menentukan nilai LST. Selanjutnya koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui korelasi antara LST dengan Albedo dan NDVI. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata peta sebaran LST dari tahun 2013 hingga 2020. Dari 30 titik sampel penelitian nilai LST antara 17,00 oC sampai 43,27 oC, rata-rata R2 antara LST dan NDVI adalah 0,657 (korelasi kuat), dan R2 antara LST dan Albedo 0,069 (korelasi sangat lemah).
Pemetaan Daerah Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Suli Kabupaten Luwu Insanu, Radik Khairil; Fadlin, Feri; Prasetya, F.V. Astrolabe Sian
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1001

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu masalah klasik yang sangat sering melanda Indonesia, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu aspek yang menjadi bagian dari kajian kebencanaan banjir adalah unsur kerawanan/ ancaman/ bahaya (hazard). Komponen kerawanan/ bahaya dapat didefinisikan sebagai sebuah ancaman yang memiliki potensi menyebabkan kerugian pada manusia baik kerugian materil maupun jiwa. Penelitian ini mengkaji aspek kerawanan bencana banjir pada DAS Suli Kabupaten Luwu. Ruang lingkup substansial dari penelitian ini mencakup penyusunan dan pembuatan peta topografi, perhitungan debit banjir rencana dan data historis kejadian banjir, serta penyusunan peta daerah rawan banjir pada DAS Suli Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrologi dan hidrolika serta memetakan daerah rawan banjir DAS Suli Kabupaten Luwu. Metode yang digunakan penelitian ini adalah survei pengumpulan data ketinggian banjir historis dan simulasi numerik 2D Hec-Ras. Hasil analisis debit banjir rencana menunjukkan bahwa, banjir yang terjadi di DAS Suli Kabupaten Luwu termasuk dalam kejadian kala ulang 50 tahun, sedangkan kapasitas tampung maksimum sungai suli adalah pada debit kala ulang 5 tahun. Pemetaan daerah rawan banjir dilakukan dengan mengkombinasikan hasil simulasi numerik 2 dimensi hec ras dengan data primer hasil survei dan pengukuran elevasi banjir historis pada DAS Suli. Hasil analisis menunjukkan korelasi yang kuat antara data kedalaman banjir hasil simulasi dengan kedalaman banjir historis dengan nilai korelasi 96,03%. Hasil pemetaan daerah rawan banjir menunjukkan bahwa kelurahan Suli Kecamatan Suli sebagai daerah dengan luas wilayah terbesar terkena banjir. luas genangan untuk klasifikasi tingkat bahaya banjir rendah (<0.76m) adalah 172,96 Ha, Tingkat bahaya banjir sedang (0.76m – 1.5m) adalah 84,70 Ha, dan Tingkat bahaya banjir tinggi (>1.5m) adalah 87,09 Ha.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN KEKRITISAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE ENVIRONMENTAL CRITICALITY INDEX (ECI) DI KOTA BANJARBARU Sofyan A. P., Andi Baso; Fadlin, Feri; Insanu, Radik Khairil; Suriani, Lili; Maulana S., Fuad Agung
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.270-283

Abstract

 AbstrakPeningkatan jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan di Kota Banjarbaru diprediksi akan terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian mengenai monitoring perubahan kondisi dan tingkat kerawanan kekritisan lingkungan sangat penting dilakukan di wilayah ini untuk memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan utamanya di wilayah perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan memetakan perubahan kondisi berbagai parameter serta tingkat kerawanan kekritisan lingkungan di Kota Banjarbaru dengan metode Environmental Criticality Index (ECI). Analisis kekritisan lingkungan dengan metode ECI melalui pengolahan data citra penginderaan jauh Landsat 8-9 OLI/ TIRS untuk menghasilkan kondisi berbagai parameter kerawanan kekritisan lingkungan meliputi suhu permukaan wilayah, indeks kerapatan vegetasi, indeks kerapatan bangunan, dan indeks perairan. Di mana berdasarkan penelusuran penulis, kajian kekritisan lingkungan dengan metode ECI memanfaatkan citra Landsat-9 sebagai seri landsat terbaru belum pernah dilakukan utamanya di Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan berbagai parameter kekritisan lingkungan tersebut mengalami perubahan yang cukup dinamis sejak tahun 2014 hingga tahun 2023. Sementara itu, hasil analisis data menggunakan metode ECI menunjukkan luas wilayah dengan tingkat kerawanan rendah mengalami kekritisan lingkungan pada tahun 2023 di Kota Banjarbaru yakni 19.512,5 hektar. Luas wilayah dengan tingkat kerawanan sedang yakni 12.044,2 hektar. Sementara luas wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi mengalami kekritisan lingkungan mencapai 1.365,7 hektar.Kata kunci: Kekritisan lingkungan, metode ECI, Kota Banjarbaru.AbstractThe increase in population and developmental activities in Banjarbaru City is anticipated to continue to rise. Therefore, conducting research on monitoring environmental condition changes and vulnerability levels is crucial in this area to provide essential environmental information necessary for urban development planning and management. The primary aim of this research is to analyze and map changes in various parameters conditions and the level of environmental criticality in Banjarbaru City using the Environmental Criticality Index (ECI) method. The environmental criticality analysis with the ECI method involves processing Landsat 8-9 OLI/ TIRS remote sensing image data to generate different parameters vulnerability levels, including surface temperature, vegetation density index, building density index, and water index. The author notes that environmental criticality studies utilizing Landsat-9 imagery, as the latest Landsat series, have not been primarily conducted in Banjarbaru City before. The research findings indicate dynamic changes in various environmental criticality parameters from 2014 to 2023. Moreover, the analysis results using the ECI method reveal the extent of low vulnerability areas experiencing environmental criticality in 2023 in Banjarbaru City, totaling 19,512.5 hectares. Areas with moderate vulnerability cover 12,044.2 hectares, while those with high vulnerability cover 1,365.7 hectares.Keywords: Environmental criticality, ECI method, Banjarbaru City.
Identifikasi Penggunaan Lahan Perumahan Bukit Indah Permai Kota Samarinda dengan Menggunakan Orthophoto Artanti Tustika; Dawamul Arifin; Radik Khairil Insanu; Nia Kurniadin
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 1 No. 2 (2023): March 2023
Publisher : Geomatics Technology Study Program, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v1i2.25

Abstract

Land use according to the Basic Agrarian Law is the structure and pattern of land use, whether planned or not, which includes land supply, land allotment, land use, and maintenance. Land use is regulated to meet activities. Sustainable social and livelihood activities result in the amount of land needed, type, and location. Land use arrangements determine social accessibility, economic opportunity, movement patterns, and survival. Bids to change land use patterns should take into account the problems that will arise as a result of land use reforms. Land use information will be able to be used as data/information in making decisions on the development planning of an area. Bukit Indah Permai housing is one of the housing areas in the Samarinda which offers several types of housing, like types 21, 27, 36, and type 45. Land use information from the Bukit Indah Permai housing area will be able to provide consideration for potential consumers to make Bukit Indah Permai housing the residence of their choice. From the results of ortho data processing, it can be seen that land use in Bukit Indah Indah housing includes housing, green open spaces, public facilities (roads), and social facilities. Each of these land uses has a different area, namely for the area of ​​land use as housing is 50.57%, land use as green open space covers an area of ​​32.3%, land use for social and public facilities (road) respectively - 3.65% and 13.48%.
Evaluasi Nilai Volume Produksi Overburden di PT Ansaf Inti Resources Site Berambai Bulan September 2022 Muhammad Havit Pratama; Dawamul Arifin; Radik Khairil Insanu; Nia Kurniadin
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 2 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Geomatics Technology Study Program, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v2i1.30

Abstract

Ansaf Inti Resources is located in Kec. Kutai Kartanegara, East Kalimantan. The coal mining process is preceded by excavation of overburden or activities carried out prior to coal getting to meet its production target, in determining the volume of overburden stripping in the Alam 4 pit survey activities are carried out and the determination of the rate of conveyance. In survey activities carried out by measuring the coordinates of X/easting, Y/northing and Z/elevation. The purpose of conducting research on, "Knowing the Value of Mine Production Volume based on Overburden Material Stripping survey data, truck count data Using Surpac Software" is to know the measurement of overburden progress survey in the mining area, know the calculation of overburden progress survey volume and find out the results of comparison of progress survey volume with calculations the number of trucks carrying overburden. The methodology used in this study consisted of the research preparation stage, the data collection stage, namely secondary data obtained indirectly from the survey team in the field. The results of measurements and calculations regarding the progress survey conducted in September 2022 obtained the overburden volume value in the first week of 76,289.77 BCM/m3, in the second week the overburden volume value was obtained 55,826.43 BCM/m3, in the third week the results were obtained the result of the overburden volume value is 44,179.01 BCM/m3, in the fourth week the result of the overburden volume value is 60,290.74 BCM/m3.
Studi Perbandingan Luas Bidang Tanah Hasil Identifikasi Foto Udara dengan Pengukuran Terestris dalam Menunjang Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Bagas Oriza Pramudya Pamungkas; Dawamul Arifin; Ahmad Aris Mundir Sutaji; Radik Khairil Insanu
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Geomatics Technology Study Program, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v3i1.43

Abstract

This study aims to compare and evaluate the accuracy of land area measurement through aerial photo identification with direct field/ terestrial measurements using Geodetic GPS. This is useful for determining the most efficient and accurate method to support the acceleration of the Complete Systematic Land Registration (PTSL) program. Based on the measurement activities and data analysis, the largest coordinate discrepancy between aerial photo identification and direct measurement using Geodetic GPS was found in land parcel 10, with a difference of 0.88031550. The smallest discrepancy was observed in land parcel 7, with a difference of 0.06694568. The total coordinate discrepancy across the measurement of 10 land parcels was 3.92, with an average discrepancy of 0.35. The Root Mean Square Error (RMSE) value was 0.59. Furthermore, the field measurement results showed that direct field measurement using Geodetic GPS produced highly accurate land area data. The discrepancy between the land area proposed by the applicant and the direct measurement results had an average difference of only 0.7 m². Meanwhile, the measurement results of land area through aerial photo identification showed a larger average discrepancy compared to the land area proposed by PTSL applicants, with an average difference of 10.8 m².