Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KERAWANAN KEKRITISAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE ENVIRONMENTAL CRITICALITY INDEX (ECI) DI KOTA BANJARBARU Sofyan A. P., Andi Baso; Fadlin, Feri; Insanu, Radik Khairil; Suriani, Lili; Maulana S., Fuad Agung
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.270-283

Abstract

 AbstrakPeningkatan jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan di Kota Banjarbaru diprediksi akan terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian mengenai monitoring perubahan kondisi dan tingkat kerawanan kekritisan lingkungan sangat penting dilakukan di wilayah ini untuk memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan utamanya di wilayah perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan memetakan perubahan kondisi berbagai parameter serta tingkat kerawanan kekritisan lingkungan di Kota Banjarbaru dengan metode Environmental Criticality Index (ECI). Analisis kekritisan lingkungan dengan metode ECI melalui pengolahan data citra penginderaan jauh Landsat 8-9 OLI/ TIRS untuk menghasilkan kondisi berbagai parameter kerawanan kekritisan lingkungan meliputi suhu permukaan wilayah, indeks kerapatan vegetasi, indeks kerapatan bangunan, dan indeks perairan. Di mana berdasarkan penelusuran penulis, kajian kekritisan lingkungan dengan metode ECI memanfaatkan citra Landsat-9 sebagai seri landsat terbaru belum pernah dilakukan utamanya di Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan berbagai parameter kekritisan lingkungan tersebut mengalami perubahan yang cukup dinamis sejak tahun 2014 hingga tahun 2023. Sementara itu, hasil analisis data menggunakan metode ECI menunjukkan luas wilayah dengan tingkat kerawanan rendah mengalami kekritisan lingkungan pada tahun 2023 di Kota Banjarbaru yakni 19.512,5 hektar. Luas wilayah dengan tingkat kerawanan sedang yakni 12.044,2 hektar. Sementara luas wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi mengalami kekritisan lingkungan mencapai 1.365,7 hektar.Kata kunci: Kekritisan lingkungan, metode ECI, Kota Banjarbaru.AbstractThe increase in population and developmental activities in Banjarbaru City is anticipated to continue to rise. Therefore, conducting research on monitoring environmental condition changes and vulnerability levels is crucial in this area to provide essential environmental information necessary for urban development planning and management. The primary aim of this research is to analyze and map changes in various parameters conditions and the level of environmental criticality in Banjarbaru City using the Environmental Criticality Index (ECI) method. The environmental criticality analysis with the ECI method involves processing Landsat 8-9 OLI/ TIRS remote sensing image data to generate different parameters vulnerability levels, including surface temperature, vegetation density index, building density index, and water index. The author notes that environmental criticality studies utilizing Landsat-9 imagery, as the latest Landsat series, have not been primarily conducted in Banjarbaru City before. The research findings indicate dynamic changes in various environmental criticality parameters from 2014 to 2023. Moreover, the analysis results using the ECI method reveal the extent of low vulnerability areas experiencing environmental criticality in 2023 in Banjarbaru City, totaling 19,512.5 hectares. Areas with moderate vulnerability cover 12,044.2 hectares, while those with high vulnerability cover 1,365.7 hectares.Keywords: Environmental criticality, ECI method, Banjarbaru City.
Pemetaan Tingkat Kerawanan Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Wilayah Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Yuannita, Yuannita; Arifin, Dawamul; Kurniadin, Nia; Insanu, Radik Khairil
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 4 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Geomatics Technology Study Program, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v4i1.64

Abstract

Landslides are one of the most frequent and destructive natural disasters in West Java Province, particularly in Bandung City, which is characterized by varied topography, high rainfall, and rapid land-use change. This study aims to analyze and map the spatial distribution of landslide susceptibility in Bandung City using the Weighted Overlay method based on Geographic Information Systems (GIS). Five parameters were applied in the analysis: slope, rainfall intensity, soil type, rock type, and land use. Each parameter was classified and weighted according to its influence on landslide occurrence. The analysis revealed that the landslide susceptibility levels in Bandung vary from low to very high. The largest area, covering 49.88%, falls within the moderate susceptibility class, while 36.02% of the area is categorized as high to very high susceptibility. High rainfall intensity and extensive land-use conversion in hilly regions were identified as the dominant contributing factors to landslide potential, supported by steep slopes and easily weathered geological formations. The resulting susceptibility map provides essential spatial information for local government authorities in developing sustainable land-use planning, risk mitigation strategies, and community preparedness programs. The study highlights the effectiveness of GIS-based analysis for environmental hazard assessment and emphasizes the need for high-resolution data integration in future research to improve mapping accuracy.