Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Legal Protection of the Rights of Regional Athletes During the Post-Career Period: A Socio-Legal Study in East Kalimantan Province Muhamad Rohadi; Rahmat Rahmat; Andi Temmassonge
Jurnal Porkes Vol 8 No 3 (2025): Special Issue
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v8i3.33773

Abstract

Problems in this research: Despite being normatively guaranteed by Law Number 11 of 2022 concerning Sports, the implementation of legal protection for athletes' rights during the post-career period at the regional level still faces significant challenges. This study examines the gap between the legal framework and empirical reality in East Kalimantan Province, focusing on the effectiveness of social security and welfare for retired athletes. This study aims to analyze the implementation of legal protection for post-career athletes in East Kalimantan, identify inhibiting factors, and formulate contextual policy recommendations to strengthen the athlete social protection system. The research method uses a socio-legal approach with a qualitative case study design. Data were collected through analysis of legal documents (Law No. 11/2022, Law No. 24/2011, East Kalimantan Regional Regulation No. 5/2016), in-depth interviews with five retired athletes and eight institutional informants (Dispora, KONI, legal practitioners), and field observations. Data were analyzed thematically to integrate normative and empirical findings. The findings reveal systemic failures in implementation. The ambitious legal framework is not accompanied by operational mechanisms at the regional level. Institutional fragmentation between the Youth and Sports Agency (Dispora), the Indonesian National Sports Committee (KONI), and the Social Security Agency (BPJS) has created a vacuum of responsibility, shifting the legal rights paradigm to incidental charitable assistance. Low legal literacy among athletes and the absence of a unified database further exacerbate this situation. This study concludes that legal protection for post-career athletes in East Kalimantan remains theoretical and ineffective. Comprehensive reforms are needed, including revisions to regional regulations, the establishment of strong institutional coordination mechanisms, and legal empowerment programs for athletes to transform normative rights into accessible realities.
A Study of Ideal Physical Education Teachers’ Competencies from Junior High School Students’ Perspectives Muhammad Sukron Fauzi; Hendry Ismawan; Nurjamal Nurjamal; Alventur Baun; Muhamad Rohadi; Muhammad Saiin
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1739

Abstract

This study aims to analyze the competence of the ideal Physical Education, Sports, and Health (PJOK) teacher based on the perspective of grade IX students at SMP Negeri 6 Samarinda. Teacher competence is an important aspect in supporting the success of the learning process and improving the quality of education. The ideal PJOK teacher is expected to have four main competencies, namely pedagogic, personality, professional, and social competencies that are integrated in daily learning practices. This study uses a quantitative descriptive approach with a population of 45 students in grade IX. The sampling technique uses simple random sampling to provide equal opportunities to each member of the population. Data collection was carried out through observation, questionnaires, and documentation. The data obtained was analyzed using descriptive statistical techniques. The results of the study showed that the profile of PJOK teachers at SMP Negeri 6 Samarinda was in the good category. This can be seen from students' assessments of teachers' abilities in managing learning, showing a good attitude, having professional competence, and being able to interact socially well in the school environment. In addition, PJOK teachers are also considered to be able to be role models in their daily attitudes and behaviors. Based on these findings, it can be concluded that PJOK teachers have met the criteria as ideal teachers according to the student's perspective. However, competency improvement still needs to be carried out on an ongoing basis to support a more optimal quality of learning in the future.
Pelatihan Perwasitan Tenis Lapangan Lisensi Provinsi Kalimantan Timur Muhamad Rohadi; Rahmat Rahmat; Andi Temmassonge; Martinus Martinus; Miftakhul Khusna
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/wknvg483

Abstract

Tenis lapangan merupakan permainan sangat populer di mancanegara, pertandingan ini sangat baik dalam pelaksanaan nanti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VIII di Paser yang telah di rencanakan di tahun 2026. Sehubungan dengan hal tersebut maka ada pimikiran untuk mengadakan pengabdian masyarakat, dalam kegiatan pengabdian ini adalah “Pelatihan Perwasitan Tenis Lapangan Lesensi Provinsi Kalimantan Timur 2025 yang bertujuan untuk mempersiapakan petugas wasit dan linesmen pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VIII Paser 2026, agar nantinya mampu melaksanakan tugas sebagai pengadil dalam lapangan dan dapat menunjukkan kualitas dalam memimpin pertandingan, maupun menerapkan peraturan-peraturan tenis lapangan yang didapatkan dalam pelatihan. Dalam metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pelatihan ini dilakukan dua cara yaitu pemberian materi teori dan demonstrasi langsung di lapangan menjadi wasit. hasil dari pelatihan ini yang berjumlah 40 orang peserta menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang peraturan- peraturan tenis lapangan dinyatakan baik dan bersyarat memperoleh sertifikat lisensi provinsi, Sehingga peserta dapat bertugas pada kejuaran tenis lapangan sebagai wasit dan linesman.
Capaian Kegiatan Mahasiswa Dalam Olahraga Prestasi Pada Cabang Olahraga Cricket Selama Studi di IKIP PGRI Kalimantan Timur dari Tahun 2022-2026 Aprianti Abihail Mutu; Muhamad Rohadi; Rahmat Rahmat; Andi Temmassonge
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/6c488r35

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan capaian mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga IKIP PGRI Kalimantan Timur sebagai atlet dan pelatih cabang olahraga Cricket periode 2022-2025. Subjek adalah Aprianti Abihail Mutu yang aktif sebagai atlet Cricket sejak tahun 2016. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dan refleksi pengalaman. Hasil menunjukkan bahwa penulis berhasil meraih puncak prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dengan meraih medali emas nomor T'10, serta medali perak pada nomor T'20 dan Super 8 (S'8). Selain itu, penulis juga dipercaya mengikuti tahapan Seleksi Tim Nasional Cricket Indonesia. Di luar peran sebagai atlet, penulis aktif melatih di Mulia Cricket Club (MCC) Kalimantan Timur dan telah melahirkan delapan atlet yang lolos PON XXI serta tiga atlet tim nasional junior. Penulis juga memegang lisensi resmi International Cricket Council (ICC) sebagai pelatih dan wasit bersertifikat. Capaian ini membuktikan bahwa keterlibatan mahasiswa sebagai atlet dan pelatih berprestasi berkontribusi langsung pada pengembangan olahraga Cricket di daerah sekaligus meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa.
Pelatihan Pengelolaan Manajemen Event Pertandingan Olahraga Untuk Pengurus dan Anggota Koni Kutai Barat Muhamad Rohadi; Rahmat Rahmat; Andi Temmassonge; Noredyo Molyaningrum
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/933stb83

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga, kurang menampakan menjadi sebuah event yang dapat merangsang dan menarik peran serta masyarakat secara luas maupun masyarakat olahraga khususnya, terlebih kalangan dunia usaha. Baik keterlibatannya secara langsung sebagai sponsor, maupun menjadi bagian dari penonton yang menyemarakan jalannya pertandingan/perlombaan. Layaknya sebagai sebuah produk yang siap untuk dipasarkan, olahraga sebenarnya sudah dapat mengaplikasikan prinsip The Event Triangle (Schaaf, 2015:45) di mana keterkaitan antara event dan para pesertanya dengan penonton serta pihak sponsors menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dan memberikan keuntungan bersama. Karena pada dasarnya event membutuhkan sponsor untuk mensubsidi sektor keuangan/pembiayaan dan publikasi kegiatan, sementara sponsor membutuhkan event untuk mempromosikan produk-produknya. Sedangkan para peserta/atlet dengan segala penampilannya (baca : prestasi) mengharapkan kompensasi untuk pengorbanan waktu mereka selama berlatih dan bertanding sehingga menjadi sumber penghidupan. KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) adalah organisasi olahraga resmi sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. KONI mewadahi olahraga prestasi dan fungsional keberadaannya di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota. KONI Kabupaten Kutai Barat memiliki anggota 64 Cabang Olahraga Prestasi dan 4 Cabang Olahraga Fungsional. Sumber dana diperoleh dari dana hibah pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang diperuntukan untuk membiayai kegiatan rutin dan bantuan bagi anggota. Karena keterbatasan sumber pendanaan olahraga maka sering kali kegiatan keolahragaan tidak dapat berjalan secara optimal. Karena itu perlu dicari solusi mencari dana lain. Solusi dana yang dapat digali adalah melalui kegiatan event pertandingan olahraga yang dapat dibiayai oleh sponsor maupun peroleh dari tiket penonton. Mengikuti konsep marketing mix (Parkhouse, 2015:157), memasarkan event olahraga sebagai sebuah produk harus didahului dengan proses perencanaan strategis.Solusi yang ditawarkan pengusul membuat rencana pelatihan pengelolaan system manajemen olahraga pertandingan yang bermutu bagi pengurus dan anggota KONI Kabupaten Kutai Barat. Luaran yang dihasilkan berupa pedoman penyusunan system manajemen pertandingan olahraga, publikasi di media masa, serta publikasi pada jurnal nasional.
Capaian Kegiatan Mahasiswa dalam Olahraga Prestasi pada Cabang Olahraga Sepak Bola Selama Studi di IKIP PGRI Kalimantan Timur dari Tahun 2022-2026 Ayuni Artika; Muhamad Rohadi; Rahmat Rahmat; Andi Temmassonge
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/gd87sc23

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan capaian mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga IKIP PGRI Kalimantan Timur sebagai atlet dan pelatih cabang olahraga sepak bola periode 2022-2025. Subjek penelitian adalah Ayuni Artika yang aktif sebagai atlet sepak bola sejak masa Sekolah Menengah Atas di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dan refleksi pengalaman. Hasil menunjukkan bahwa penulis berhasil meraih berbagai prestasi berskala daerah dan nasional, di antaranya Juara I Piala GSWI Nasional di Bandung tahun 2022, Juara I Piala Pertiwi Regional Kalimantan Timur tahun 2023, serta Juara I Babak Kualifikasi PON (BK PON) di Kalimantan Tengah tahun 2023. Puncak capaian diraih dengan tampil sebagai penjaga gawang (kiper) andalan Tim Sepak Bola Putri Kalimantan Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Di luar peran sebagai atlet, penulis juga aktif sebagai pelatih kiper putri pada ajang ASBWI U-15 Nasional di Jakarta tahun 2023 dan pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) di Club LBK Samarinda tahun 2023-2025. Capaian ini membuktikan bahwa keterlibatan mahasiswa sebagai atlet dan pelatih berprestasi berkontribusi langsung pada pengembangan olahraga sepak bola putri di daerah sekaligus meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa.