Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Manuskripta

Idu Tawa Lam Jampi: Mantra-mantra dalam Naskah Surat Incung Kerinci Hafiful Hadi Sunliensyar
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.542 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i1.100

Abstract

Surat Incung is one of script which used by People of Kerinci in writing old manuscripts both on horn, bark, daluang, bone, and bamboo media. This script is also part of ulu letter which used by several ethnic in southern Sumatera. The results of this research indicate that Surat Incung manuscript contains not only pedigree or ancestral history of a Kerinci group (tembo) and lament prose, but also contain spells. There are about nine copies of the letter containing the known spells to date. The spells in the letter manuscripts include the spell of praise to the spirits of the ancestors, the spell for the protector or personal apparel and the spell for ceremonies or rituals such as for the ritual of rice cultivation. In addition, spells in the letter are influenced by Animism, Hindu-Buddhist and Islam elements. --- Surat Incung merupakan salah satu aksara Indonesia yang digunakan oleh masyarakat Suku Kerinci dalam menulis naskah-naskah kuno baik pada media tanduk, kulit kayu, daluang, tulang, dan bambu. Aksara ini merupakan bagian dari surat ulu yang digunakan oleh beberapa etnis di Sumatera bagian Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa naskah Surat Incung tidak hanya berisi silsilah atau riwayat nenek moyang suatu kelompok masyarakat Kerinci (tembo) dan prosa ratapan, tetapi juga berisi mantra-mantra. Terdapat sekitar sembilan naskah surat incung berisi mantra-mantra yang diketahui hingga kini. Mantra-mantra dalam naskah Surat Incung berupa mantra pujian terhadap arwah leluhur, mantra untuk pelindung atau pakaian diri serta mantra untuk upacara atau ritual seperti untuk ritual penanaman padi. Selain itu, mantra-mantra dalam Surat Incung dipengaruhi oleh unsur animisme, Hindu-Buddha dan Islam.
Warisan Budaya Pantun dalam Manuskrip Surat Incung Hafiful Hadi Sunliensyar
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.218

Abstract

Pantun is one of the ancient poetry that is the cultural heritage of the society in the archipelago. At first, the Pantun tradition is an oral tradition that functioned for various purposes. However, Pantuns are also transformed into written form after. The text entity of the Pantun is inserted in various Hikayat Melayu and in local literary manuscripts, such as the Ulu manuscript and the Incung Kerinci manuscript. This study aims to identify Pantuns in the Incung manuscripts that have been translated. The result of this research shows that 14 Incung manuscripts containing the texts of Pantun. Its texts are categorized as “pantun biasa” dan “talibun” with distinctive characteristics. Its specific character is the existence of an interjection or a sentence containing interjection between the “sampiran” and “isi”. The availability of pantuns is only found in the Incung manuscript containing the prose of lamentations. The function of pantuns is as a "sweetener" element and adds poetic value in the Incung prose. the content of pantun always has a correlation with the mood expressed by the manuscript writer. -- Pantun merupakan salah satu karya sastra lama yang menjadi warisan budaya masyarakat di Kepulauan Nusantara. Tradisi pantun pada dasarnya adalah tradisi lisan yang difungsikan untuk berbagai tujuan. Namun demikian, pantun juga ditransformasikan dalam bentuk tulisan. Wujud teks pantun disisipkan dalam berbagai hikayat Melayu dan di dalam manuskrip kesusastraan lokal seperti dalam manuskrip Ulu dan manuskrip Incung Kerinci. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi teks-teks pantun dalam manuskrip Incung yang telah dialihaksarakan. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 14 manuskrip Incung yang memuat teks pantun. Teks pantun tersebut adalah pantun biasa dan talibun dengan karakteristik yang khas. Kekhasan tersebut adalah adanya interjeksi atau kalimat mengandung interjeksi di antara sampiran dan isi. Keberadaan pantun hanya terdapat pada manuskrip Incung yang berisi prosa ratap-tangis. Fungsi pantun adalah sebagai unsur “pemanis” dan penguat nilai puitis dalam sastra Incung. Isinya selalu berelasi dengan suasana hati yang diungkapkan oleh penulis manuskrip.