Muhammad Heriyudanta, Muhammad
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Ponorogo, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Upaya Komunitas Bringin Muda Bersemi (BMB) Dalam Meningkatkan Literasi Melalui Ahad Literasi Di Desa Bringin Kauman Ponorogo Anggraini Nurpitasari; Muhammad Heriyudanta; Marjanji; Galuh Sitaresmi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.76

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat baca anak di desa Bringin Kauman Ponorogo. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya membaca, kebiasaan anak yang lebih memprioritaskan untuk bermain gadget dari pada membaca buku ditambah dengan sekolah yang meliburkan siswa untuk tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas tetapi meminta untuk belajar di rumah selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi komunitas Bringin Muda Bersemi (BMB) dalam kegiatan literasi, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan literasi, faktor pendukung dan penghambat serta implikasi program ahad literasi bagi anak-anak. Untuk menjawab penelitian diatas peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian data deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data mengunakan redukasi data, penyajian data, dan pengambilan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kesimpulan adalah eksistensi komunitas Bringin Muda Bersemi (BMB) dalam kegiatan literasi yaitu memberikan fasilitas dengan menyediakan berbagai buku dan tempat yang nyaman untuk kegiatan literasi bagi anak-anak yang berkunjung ke lapak buku. Upaya yang dilakukan oleh Bringin Muda Bersemi (BMB) dalam meningkatkan literasi dengan berbagai program kegiatan sebagai berikut: mengadakan kegiatan yang tidak berhubungan dengan buku, mengadakan penambahan koleksi buku, melakukan pendampingan bimbingan belajar, mengadakan bimbingan belajar. Faktor pendukung berasal dari lingkungan keluarga dan lingkungan luar. Implikasi program ahad literasi bagi anak-anak di desa bringin memberikan dampak positif. Dibuktikan antusias anak mengikuti kegiatan literasi sebelum kegiatan dimulai, mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum didapatkan di luar lingkungan sekolah, kebiasaan anak yang awalnya datang untuk bermain tetapi sekarang digunakan untuk membaca walaupun tidak semua anak. Kata Kunci: Komunitas Literasi
Model Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia Muhammad Heriyudanta
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 2 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v3i2.100

Abstract

This paper intends to research and see how the development of modern Islamic education in the modern Islamic boarding school Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java. This type of research is library research. The data is taken from various sources of scientific literature such as books, journals, and various types of scientific works that are relevant to the research study. While the approach uses a philosophical approach. The data collection techniques used documentation techniques, then analyzed using content analysis data analysis methods. In this study, it was found that the modernization breakthrough taken by the modern Islamic boarding school Darussalam Gontor was in two forms. First, in terms of the management and management of the institution, and the second in terms of modernizing the curriculum. The management of Gontor Islamic Boarding School by waqf is intended so that the pesantren can grow more advanced, be more open, and have no shortage of future generations. While the curriculum is modernized according to the needs of human nature itself as well as according to the needs of the times. This is marked by the provision of subject matter that teaches 100% general science and 100% religious knowledge, special emphasis on aspects of mastering foreign languages, and quite complete extracurricular facilities such as skills, sports, and arts. Therefore, the modern Islamic education development model developed by the modern Darussalam Gontor Islamic boarding school is worthy of being used as a pilot project in an effort to develop Islamic education in the contemporary era.   Keywords: Model, Modernisation, Islamic Education.