Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Eksplorasi Analisis Butir Soal Bahasa Indonesia di Kelas II Sekolah Dasar Berdasarkan Taksonomi Bloom Atikah Nur Izzah; Siti Salwa Lita Azizah; Ratna Ekawati; Intan Sari Rufiana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis butir soal Bahasa Indonesia yang digunakan di kelas II Sekolah Dasar berdasarkan Taksonomi Bloom, guna mengevaluasi sejauh mana soal-soal tersebut mengukur berbagai tingkat kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui analisis butir soal yang telah disusun dan hasil ujian siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal lebih banyak mengukur kemampuan tingkat rendah seperti mengingat dan memahami, (C1 dan C2) dengan persentase 92% untuk C1 dan 100% untuk C2. Sementara itu, soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), dan C5 (mengevaluasi) masih jarang ditemukan. Berdasarkan hasil belajar siswa, 50% siswa berada pada kategori Sangat Tinggi, 16,67% pada kategori Tinggi, dan 33,33% pada kategori Sedang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan soal yang lebih beragam, sehingga dapat merangsang pemikiran kritis dan kreatif siswa, serta membantu guru dalam merancang instrumen evaluasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Diferensiasi dalam Pembelajaran: Strategi dan Praktik di Kelas Fauziyah Fauziyah; Ainur Rofiqi; Slamet Arifin; Ratna Ekawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4114

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi pendekatan pedagogis yang esensial dalam menghadapi keberagaman peserta didik di kelas dasar. Studi bertujuan menelaah secara sistematis strategi dan praktik pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar berdasarkan hasil studi literatur dalam lima tahun terakhir (2019–2025). Kajian ini menggunakan metode systematic literature review terhadap 30 artikel ilmiah terindeks nasional dan internasional, termasuk publikasi di jurnal terakreditasi SINTA dan Scopus. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berakar pada teori konstruktivisme, humanisme, dan Universal Design for Learning (UDL), yang menekankan pentingnya menyesuaikan proses belajar dengan kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik. Praktik di lapangan meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk melalui berbagai strategi seperti penilaian diagnostik, pembelajaran berbasis proyek, kelompok fleksibel, dan penggunaan teknologi digital adaptif. Temuan penelitian juga menyoroti bahwa keberhasilan implementasi diferensiasi sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam perencanaan, manajemen kelas, serta dukungan kebijakan kurikulum. Studi ini menegaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar strategi teknis, melainkan paradigma pedagogis yang berorientasi pada keadilan belajar (equity in education) dan pengembangan potensi individu peserta didik. Rekomendasi penelitian ini mengarah pada perlunya penguatan kapasitas guru, desain kebijakan yang inklusif, dan penelitian empiris lanjutan terkait efektivitas model diferensiasi di berbagai konteks pendidikan dasar di Indonesia.
THE ROLE OF THE HIDDEN CURRICULUM IN DEVELOPING DISCIPLINE ATTITUDES OF FIFTH-GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: A CASE STUDY Sama'; Adi Atmoko; Ratna Ekawati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v12i1.16699

Abstract

The low discipline of elementary school students, which is reflected in delays, irregularities in following classroom procedures, and weak adherence to school norms, shows that the formation of discipline cannot depend on formal instruction and written regulations alone. In basic education, the internalization of disciplinary values takes place through implicit daily experiences. This study aims to analyze the role of hidden curriculum in shaping the discipline attitude of grade V elementary school students and identify supporting and inhibiting factors for its implementation. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data was collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation review, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model that included reduction, presentation, and verification of data repeatedly. The results of the study show that hidden curriculum operates through three main mechanisms, namely the daily routine of the school, the role model of teachers, and social norms that are not written in the classroom culture. These three mechanisms synergistically shape student discipline behavior, including punctuality, adherence to procedures, academic independence, and the ability to self-regulate social interactions. Supporting factors include the stability of school culture and teacher commitment, while inhibiting factors include inconsistency in disciplinary practices, diversity of family backgrounds, and limited facilities. This study concludes that hidden curriculum has a strategic role in building student discipline in a natural, humanistic, and sustainable manner through strengthening the culture of habituation in elementary schools. This study provides empirical evidence regarding the operational mechanism of hidden curriculum in the formation of discipline in Indonesian elementary schools.
The Implementation of Metacognitive Strategies in Elementary Mathematics Learning: A Systematic Literature Review Jauharul Hakim Rizqullah Yeza; Toto Nusantara; Sri Rahayuningsih; Radeni Sukma Indra Dewi; Ratna Ekawati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p217-233

Abstract

Abstract: Metacognitive strategies play a critical role in elementary mathematics education by enabling students to plan, monitor, and evaluate their thinking processes. This study conducts a Systematic Literature Review (SLR) to examine the effectiveness of these strategies in enhancing students’ conceptual understanding, motivation, and problem-solving abilities. Using the Publish or Perish application, 432 articles were initially identified from Scopus, Semantic Scholar, and Google Scholar. Based on established inclusion criteria such as publication type, indexing, language, and relevance, 16 studies were selected for in-depth analysis. The findings reveal that metacognitive strategies significantly improve students’ self-regulation, learning independence, and academic performance. However, their effectiveness varies depending on factors such as gender, self-efficacy, classroom environment, and access to technology. The study also highlights the essential role of teachers in modeling cognitive processes, offering feedback, and facilitating reflective learning. Compared to traditional memorization-based instruction, metacognitive approaches foster deeper understanding and cognitive flexibility. This review underscores the need for sustained teacher training and thoughtful technology integration to support effective implementation of metacognitive strategies in primary mathematics learning. Abstrak: Strategi metakognitif memainkan peran penting dalam pendidikan matematika dasar dengan memungkinkan siswa untuk merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses berpikir mereka. Studi ini melakukan tinjauan literatur sistematis (SLR) untuk mengkaji efektivitas strategi-strategi tersebut dalam meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi, dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Menggunakan aplikasi Publish or Perish, sejumlah 432 artikel diidentifikasi dari Scopus, Semantic Scholar, dan Google Scholar. Berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, seperti jenis publikasi, pengindeksan, bahasa, dan relevansi, 16 studi dipilih untuk analisis mendalam. Temuan menunjukkan bahwa strategi metakognitif secara signifikan meningkatkan kemampuan regulasi diri, kemandirian belajar, dan prestasi akademik siswa. Namun, efektivitasnya bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kelamin, kepercayaan diri, lingkungan kelas, dan akses terhadap teknologi. Studi ini juga menyoroti peran penting guru dalam mendemonstrasikan proses kognitif, memberikan umpan balik, dan memfasilitasi pembelajaran reflektif. Dibandingkan dengan pengajaran berbasis hafalan tradisional, pendekatan metakognitif mendorong pemahaman yang lebih dalam dan fleksibilitas kognitif. Tinjauan ini menekankan perlunya pelatihan guru yang berkelanjutan dan integrasi teknologi yang terencana untuk mendukung implementasi efektif strategi metakognitif dalam pembelajaran matematika di tingkat dasar.