Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PSIKO PARENTING DAN PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM SELF CONTROL : HIPNOTERAPI DALAM UPAYA MENCEGAH KECANDUAN GAME Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Siti Nur Hasina; Hafid Algristian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18704

Abstract

Salah satu program yang paling diminati oleh kalangan remaja saat ini adalah media game online. Seseorang yang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk bermain game online dapat dikatakan bahwa orang tersebut telah Kecanduan game online, yang ditandai dengan adanya dorongan untuk melakukan secara terus menerus yang disertai penarikan diri, ketidak mampuan mengatur waktu, mempunyai masalah dengan pengaruh interpersonal dan kesehatan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mendorong terwujudnya kesehatan mental dan pola asuh yang baik dari orang tua kepada anaknya melalui pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah dan mengatasi apabila terjadi kecanduan game.  Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah RW 03 Kelurahan Kebonsari Kota Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan mengggunakan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, curah pendapat serta demonstrasi langsung untuk meningkatkan pengetahuan kader, remaja, dan orang tua mengenai upaya preventif untuk mencegah kecanduan game. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 dan diikuti oleh 45 peserta. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang ditunjukkan dengan hasil pretest 15,5% meningkat menjadi 91,1% disertai dengan meningkatnya ketrampilan yang baik dimana peserta dapat mempraktekkan dan mengaplikasikan tindakan hipnoterapi sebagai self control dan sebagian besar peserta mampu memberikan penyuluhan terhadap para remaja di lingkungan sekitar dan sekolah, sehingga diharapakan menjadi support system bagi para remaja dalam menjaga status kesehatan di daerah binaanya.  
The Role of Motivation and Spiritual Meaning in Predicting Bullying Behavior among Islamic Boarding School Students Khamida Khamida; Fifi Khoirul Fitriyah; Hafid Algristian; Nur Hidaayah; Andikawati Fitriasari; Chuma Mohamed Muhibu; Iskandar
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v9i2.153

Abstract

Islamic boarding schools, known as pesantren, offer a distinctive educational experience where learning is intertwined with religious growth and community life. This research aims to evaluate the impact of school well-being and social support on the tendency for bullying in Islamic boarding schools. Specifically, the study investigates how personal motives and the perceived religious importance inherent in the pedagogical practices of these campuses can predict bullying behavior within the unique social environment and disciplinary system of pesantren institutions. We conducted interviews with 300 students across various pesantren. The cross-sectional survey utilized structural equation modeling (SEM). The findings indicate that personal qualities significantly predict an individual's spiritual meaning (β = 0.21, T = 3.18, p < 0.01) but do not directly relate to motivation or interest experience. In the context of pesantren, spiritual meaning is positively associated with these factors (β = 0.19, T = 2.87, p < 0.01). Spiritual factors significantly enhance motivation (β = 0.34, T = 5.62, p < 0.001) and spiritual meaning (β = 0.41, T = 6.48, p < 0.001). Social support emerges as the most reliable predictor of motivation (β = 0.38, T = 6.11, p < 0.001), interest experience (β = 0.29, T = 4.57, p < 0.001), and spiritual meaning (β = 0.26, T = 4.02, p < 0.001). Notably, interest experience negatively predicts bullying behavior (β = −0.31, T = 4.89, p < 0.001). These results underscore the crucial role of community and spiritual support in enhancing students' well-being and reducing harmful activities in pesantren.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MASALAH GIZI DAN STRES DI PESANTREN BURHANUL HIDAYAH SIDOARJO Maki Zamzam; Novera Herdiani; Hafid Algristian; Yulia Anggraeni; Maulani Putri Ramadhani; Qilmi Faradila Radiani; Amelia Citra Wardani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37411

Abstract

Pondok pesantren Burhanul Hidayah memiliki hampir 700 santri aktif dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang tinggal di asrama. Santri menghadapi berbagai stressor karena latar belakang yang berbeda dari lingkungan sekolah lain. Status gizi santri dipengaruhi oleh kecukupan asupan gizi harian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang masalah gizi dan stres melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dengan peserta santri putra dan putri. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masalah gizi dan stres pada santri. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan kesehatan santri. Penyuluhan kesehatan harus rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan para santri.
INISIASI PROGRAM REHABILITASI PSIKOSOSIAL BERBASIS RUMAH SAKIT UNTUK ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SURABAYA Hafid Algristian; Lini Delina; Fifi Khoirul Fitriyah; Khamida Khamida; Nur Azizah A. S; Diyani Shafira Brylyani; Zafira Aliya Shafwa Putri Chambali; Khuzaimah Nur Juhanifah Rihhadatulays; Khadijah Khairul Bariyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38790

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa dan anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan psikososial. Keterbatasan fasilitas dan layanan khusus di rumah sakit mendorong perlunya inisiasi program rehabilitasi berbasis rumah sakit khususnya di Surabaya. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan terapi perilaku sebagai bagian dari layanan untuk ABK dan gangguan jiwa di RSI Surabaya Jemursari—yang mana di tahun ini akan dimulai berfokus pada peyuluhan Terapi Perilaku untuk ABK. Program ini bertujuan untuk memulai kerjasama antara lembaga kesehatan dan komunitas dalam menyediakan layanan terapi perilaku bagi ABK, serta merekrut pasien melalui promosi sosial media dan webinar. Tahapan pelaksanaan dimulai dengan FGD antar tim pelaksana dan mitra seperti RSI Surabaya Jemursari. Dilanjutkan dengan penyuluhan terapi perilaku yang melibatkan masyarakat awam, guru, dan tenaga kesehatan. Seminar daring diadakan dengan Yayasan Peduli Kasih ABK dan AMSA UNAIR untuk audiensi masyarakat, dan seminar bagi tenaga kesehatan di RSI Jemursari untuk mengenalkan layanan terapi perilaku untuk ABK. Penyuluhan dan seminar berhasil diadakan, melibatkan berbagai pihak untuk mendukung program ini. Rekrutmen tenaga kesehatan seperti psikolog klinis dan terapis perilaku telah dimulai. Upaya untuk merekrut pasien dilakukan melalui promosi di media sosial dan webinar. Sehingga disimpulkan inisiasi program telah berjalan dengan baik. Keberlanjutan program inisiasi Terapi Perilaku untuk ABK akan difokuskan pada promosi di komunitas dan sekolah, serta standardisasi layanan melalui pembuatan SOP, pelatihan, dan sertifikasi terapis perilaku.
PELATIHAN KADERISASI PROMOTOR KESEHATAN BERBASIS DIGITAL SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KESEHATAN REMAJA Rahmadaniar Aditya Putri; Siti Nurjanah; Siti Nur Hasina; Wesiana Heris Santy; Hafid Algristian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.50702

Abstract

Pendahuluan: Era digital memberikan peluang besar dalam transformasi pelayanan kesehatan remaja melalui inovasi teknologi. Promotor kesehatan digital dapat berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini masalah kesehatan remaja yang semakin kompleks. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kader dalam pemanfaatan teknologi digital untuk deteksi dini kesehatan remaja melalui program pelatihan kaderisasi promotor kesehatan berbasis digital. Metode: Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan blended learning selama 3 bulan, melibatkan 38 kader kesehatan remaja. Kegiatan meliputi pelatihan aplikasi mobile health, penggunaan platform monitoring digital, dan simulasi screening kesehatan berbasis teknologi. Hasil: Sebelum pelatihan, mayoritas kader (30%) memiliki literasi digital rendah dalam bidang kesehatan. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan signifikan dimana 70% kader memiliki kompetensi digital yang baik dan mampu melakukan deteksi dini menggunakan teknologi. Kesimpulan: Program pelatihan kaderisasi promotor kesehatan berbasis digital terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini kesehatan remaja. Implementasi teknologi digital dalam sistem kaderisasi dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan akurasi screening kesehatan remaja.
Psychosocial Impact of the COVID-19 Pandemic on Smoking Behavior Among University Students in Indonesia Aldillah Esa Fitri; Rika Hardiyanti Hanifa; Mega Astri; Misbakhul Munir; M. Idham Cholid; Hafid Algristian; Anna Purnamasari Sugijanti
Sinergi International Journal of Psychology Vol. 4 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/psychology.v4i1.849

Abstract

The COVID-19 pandemic has profoundly affected mental health and health-related behaviors, including tobacco use. University students represent a vulnerable group due to academic disruptions, social isolation, and lifestyle changes. This cross-sectional study examined the psychosocial impact of the COVID-19 pandemic on smoking behavior among Indonesian university students. An online survey of 62 respondents assessed demographics, smoking status, changes in smoking patterns, and psychosocial factors such as anxiety, stress, mood, and sleep problems. Among participants, 29% were smokers, mostly male (94%) and aged 20–23 years (61%). Conventional tobacco use predominated (83%), while e-cigarettes accounted for 17%. During the pandemic, 61% reported no change in smoking frequency, 33% a moderate increase, and 6% a heavy increase. Interestingly, students with unchanged smoking habits reported higher psychosocial distress, while those who increased smoking reported fewer complaints, suggesting diverse coping strategies. These findings highlight the complex relationship between stress and tobacco use among Indonesian students and underscore the need for integrated mental health and smoking prevention programs in universities.
The Relationship Between Commonly Used NSAID and Insomnia: A Case Report Salvia Adzania Widya Azzuhri; Hafid Algristian; Anna Purnamasari Sugijanti
Sinergi International Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/psychology.v4i2.874

Abstract

Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are widely used for pain and inflammation, yet their potential impact on sleep quality remains uncertain. This study aimed to examine the relationship between NSAID use and insomnia symptoms among adults in a hospital setting. A descriptive cross-sectional study was conducted at RSI Jemursari Hospital, Surabaya, using medical records and structured questionnaires to assess sleep quality among NSAID users. Participants were grouped based on drug type, duration, and frequency of use. Statistical analyses employed Pearson’s correlation and Chi-square tests. Results showed that long-term or frequent NSAID use was significantly associated with a higher prevalence of sleep disturbances, particularly difficulty initiating and maintaining sleep (r = 0.46, p = 0.02). Psychological stress and chronic pain also aggravated insomnia severity. These findings suggest a complex interaction between analgesic therapy and sleep regulation, emphasizing the need for clinicians to assess sleep health during prolonged NSAID administration. Integrating sleep evaluation into pain management protocols may help improve both therapeutic outcomes and patient well-being.
The Change of Diagnosis from Panic Disorder to Generalized Anxiety Disorder in the Elderly Eksalanti Aulia Nashira; Hafid Algristian; Tutik Nur Kasiani
Sinergi International Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/psychology.v4i2.979

Abstract

Anxiety disorders are common in older adults and often present with evolving clinical patterns that complicate diagnosis and management. This study aims to describe the diagnostic transition from panic disorder to generalized anxiety disorder in an elderly patient through a narrative literature review integrated with a single-case illustration. The literature was identified from major academic databases and synthesized narratively, while the clinical case involved a 62-year-old male with a history of panic disorder whose symptoms gradually shifted into persistent and generalized anxiety over a seven-year period. Clinical evaluation was supported by the Depression Anxiety Stress Scale-21 and the World Health Organization Quality of Life–BREF. The findings indicate predominant generalized anxiety symptoms with moderate impairment in quality of life and no clinically significant depressive features, possibly related to sustained pharmacological management and cumulative psychosocial and medical stressors. This case illustrates that anxiety disorders in later life may evolve dynamically over time and highlights the importance of longitudinal assessment, careful diagnostic reconsideration, and integrated biopsychosocial management. Further studies using larger samples and objective biomarkers are needed to clarify the mechanisms underlying diagnostic evolution in geriatric populations.