Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tingkat Depresi pada Perempuan yang Bekerja pada Masa Pandemi Covid-19 Tasya Idya Amalia; Mohammad Basit; Ika Mardiatul Ulfa
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1464

Abstract

Di masa pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan peraturan kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari dilakukan secara daring atau Work From Home sebagai salah satu cara untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, sehingga seorang perempuan harus bisa membagi waktunya dengan mengurus rumah tangga, menemani anak membaca, mencari ilmu dan bekerja. Keadaan ini menyebabkan tanggung jawab perempuan untuk bekerja menjadi lebih besar dan kurangnya waktu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga serta tanggung jawab yang mereka emban menjadi lebih berat sehingga menimbulkan permasalahan dalam kasus psikologis bagi perempuan seperti rasa jenuh, cemas sampai depresi. Menganalisis tingkat depresi pada perempuan yang bekerja selama masa pandemi covid-19 di Puskesmas Terminal. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, analisis data menggunakan analisis univariat. Jumlah usia tertinggi berada pada rentang usia 30-40 tahun sebanyak 22 orang (24,4%), Jumlah status pekerjaan tertinggi yaitu swasta sebanyak responden 42 orang (46,7%), Jumlah anak tertinggi ini berjumlah 2-3 anak sebanyak 40 orang (44,4%), Jumlah penghasilan tertinggi sebanyak 74 responden (82,2%) dengan penghasilan < Rp 3.500.000. Tingkat Depresi dengan jumlah tertinggi yaitu tingkat depresi ringan sebanyak 63 responden (70%).
PENCEGAHAN STIGMA PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT DESA PEMBANTANAN KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Subhannur Rahman; Mohammad Basit; Rian Tasalim
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v4i1.328

Abstract

ABSTRAKGangguan jiwa merupakan sebuah sindroma perilaku yang berkaitan dengan gejala penderitaan,keterbatasan dan ketidakmampuan dalam menjalankan fungsi pentingnya sebagai manusia. Dampakgangguan jiwa sangat menimbulkan persepsi negatif, perasaan emosi, dan sikap menghindar darimasyarakat kepada keluarga maupun orang dengan gangguan jiwa. Desa Pambantanan KabupatenBanjar sampai dengan saat ini masih menjadi desa tertinggal dan memiliki resiko masalah gangguanjiwa yang cukup tinggi. Tinggi stigma dan deskirminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa menjadisalah satu permasalahan yang sampai dengan saat ini belum terselesaikan. Upaya edukasi dan sosialisasikepada seluruh masyarakat Desa Pembantanan menjadi tujuan utama dalam pengabdian ini denganalasan agar meningkatkan pemahaman dalam proses dukungan perawatan pada orang dengan gangguanjiwa tanpa adanya stigma dan deskriminasi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara peningkatanpemahaman warga Desa Pembantanan Kecamatan Sungai Tabuk tentang kesehatan mental melaluiceramah dan tanya jawab.Kata Kunci: Orang Dengan Gangguan Jiwa, Stigma
Hubungan Pelaksanaan Discharge Planning dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin: Relationship Between Discharge Planning Implementation and Level of Medication Compliance Among Diabetes Mellitus Patients at the Sultan Suriansyah Hospital Banjarmasin Rahmad Hidayat; Onieqie Ayu Dhea Manto; Mohammad Basit; Latifah Latifah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12807

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting dan menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas. Diabetes melitus selalu menjadi salah satu 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah. Upaya menekan angka prevalensinya, dibutuhkan penanganan serius dan penatalaksanaan yang tepat salah satunya dengan melakukan discharge planning untuk meningkatkan pengetahuan pasien, memperkuat motivasi, dan memperjelas instruksi terapi sehingga berdampak positif terhadap kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampel dengan jumlah sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil analisis data uji Spearman Rho didapatkan nilai p-value 0,015 (p < 0,05) sehingga terdapat hubungan pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa semakin baik pelaksanaan discharge planning maka kecenderungan kepatuhan pengobatan juga semakin baik.
Pengaruh Coaching Hand Hygiene Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Pasien Dalam Pencegahan Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (HAIs) Di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin Rizka Mariyana Destriyani; Mohammad Basit; Muhammad Riduansyah; Muhamamad Arief Wijaksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.596

Abstract

Latar Belakang: HaIs yaitu infeksi yang dihasilkan dari pasien selama perawatan di fasilitas kesehatan dan menjadi masalah serius secara global. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan melakukan hand hygine yang efektif. Edukasi melalui coaching menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatakan pengetahuan keluarga dan pasien dalam mencegah terjadinya infeksi di rumah sakit.  Upaya yang selama ini telah dilakukan untuk menurunkan Healthcare Associated Infections (HAIs) adalah Hand hygiene atau kebersihan tangan merupakan salah satu bentuk kewaspadaan standar yang dinilai paling efektif dalam mencegah sekaligus mengendalikan infeksi. Kegagalan dalam menerapkan praktik ini sering kali menjadi faktor utama timbulnya infeksi di rumah sakit serta berkontribusi terhadap penyebaran mikroorganisme yang resisten terhadap berbagai jenis obat di sarana pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui bagaimana pengaruh Coaching hand hyigne terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien dalam pencegahan infeksi di fasilitas pelayanan (HaIs) di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin. Metode: Jenis metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 87 responden diambik dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan di analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai rata-rata Wilcoxon yang diperoleh menunjukkan positif atau adanya peningkatan pengetahuan, memiliki nilai signifikan sebesar p=0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf p=0,05. Simpulan: Ada pengaruh coaching hand hyigne terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien dalam pencegahan infeksi di fasilitas pelayanan (HaIs) di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.