Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pelaksanaan Discharge Planning dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin: Relationship Between Discharge Planning Implementation and Level of Medication Compliance Among Diabetes Mellitus Patients at the Sultan Suriansyah Hospital Banjarmasin Rahmad Hidayat; Onieqie Ayu Dhea Manto; Mohammad Basit; Latifah Latifah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12807

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting dan menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas. Diabetes melitus selalu menjadi salah satu 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah. Upaya menekan angka prevalensinya, dibutuhkan penanganan serius dan penatalaksanaan yang tepat salah satunya dengan melakukan discharge planning untuk meningkatkan pengetahuan pasien, memperkuat motivasi, dan memperjelas instruksi terapi sehingga berdampak positif terhadap kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampel dengan jumlah sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil analisis data uji Spearman Rho didapatkan nilai p-value 0,015 (p < 0,05) sehingga terdapat hubungan pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa semakin baik pelaksanaan discharge planning maka kecenderungan kepatuhan pengobatan juga semakin baik.
Manajemen Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis dengan Gangguan Pola Napas dan Intoleransi Aktivitas: Studi Kasus Jimmi Jimmi; Umi Hanik Fetriyah; Latifah Latifah
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Language and Health: March 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i1.1794

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan utama karena dapat menimbulkan gangguan sistem pernapasan dan penurunan kondisi fisik pasien. Tujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Tuberkulosis di RSUD Sultan Syuriansyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan pada satu pasien dengan Tuberkulosis selama 2 hari perawatan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi rekam medis. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi pasien dengan standar asuhan keperawatan (SDKI, SIKI, SLKI). Hasil pengkajian pada pasien Tn. A menunjukkan keluhan sesak napas, batuk berdahak sejak dua minggu, serta mudah lelah saat beraktivitas. Ditegakkan empat diagnosis keperawatan yaitu pola napas tidak efektif, bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan perfusi perifer tidak efektif. Intervensi jalan nafas, batuk efektif, manajeme energi dan perawatan sirkulasi menunjukkan keempat masalah keperawatan teratasi sebagian. Pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Tn. A dengan Tuberkulosis di RSUD Sultan Syuriansyah Banjarmasin, dengan empat masalah keperawatan pola napas tidak efektif, bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan perfusi perifer tidak efektif. telah mendapatkan intervensi namun belum optimal sehingga seluruh masalah keperawatan dinyatakan teratasi sebagian.
Hubungan antara Pengetahuan dan Dukungan Suami dengan Kepatuhan ANC pada Ibu Hamil Abdul Salam; Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi; Latifah Latifah; Umi Hanik Fetriyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.834

Abstract

Pemeriksaan Antenatal Care berperan mendeteksi dini risiko tinggi pada kehamilan. Pengetahuan ibu dan dukungan dari suami sangat berperan dalam kepatuhan menjalani ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu, dukungan suami, dan kepatuhan dalam kunjungan antenatal care. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh kuesioner di atas 0,361 sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner pengetahuan ibu memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,77, kuesioner dukungan suami sebesar 0,86, dan kuesioner kepatuhan dalam kunjungan antenatal care sebesar 0,79. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian mayoritas berusia 20-35 tahun (75.0%), dengan pendidikan terakhir SMA (26,9%) dan pekerjaan sebagai Swasta (46,2%). Pengetahuan ibu hamil baik yaitu 36 orang (69,2%), dukungan suami baik 30 orang (57,7%) dan kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC patuh 40 orang (76,9%). Ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan dukungan suami dengan Kepatuhan pada ibu hamil ANC dengan nilai p = 0,000.
"Insta-Mother Care": The Impact of Micro-Counseling via Instagram Reels on Pregnant Women's Self-Care Behavior Latifah Latifah; Dwi Rahmawati; Chynthia Eka Fayuning Tjomiadi; M. Sobirin Mohtar; Siti Aisyah; Rizky Puteri Anggraini
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.1030

Abstract

Limited access to adequate health education and support is a major challenge in improving self-care behaviors among pregnant women. Social media, specifically Instagram Reels, has the potential to be an innovative, affordable, and accessible micro-counseling platform to address this gap. This study aims to analyze the effectiveness of micro-counseling through Instagram Reels in improving pregnant women's self-care knowledge and behaviors, and to identify challenges and opportunities for its implementation. This quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design involved 30 pregnant women in Banjarmasin City, selected using a purposive sampling technique. The sample was then divided into an intervention group and a control group. The intervention group received a micro-counseling intervention through Instagram Reels (@instamothercare) for 4 weeks, containing educational content on nutrition, exercise, stress management, and childbirth preparation. Data were collected using a questionnaire on knowledge, self-care behaviors, and the Edinburgh Depression Scale, and analyzed using Mann-Whitney test. The Mann-Whitney test results showed in knowledge scores between the control and intervention groups a p value = 0.511, behavior scores between the control and intervention groups 0.154, and mental health scores between the control and intervention groups 0.216. There was no statistically significant difference in knowledge scores between the control and intervention groups. There was no statistically significant difference in behavior scores between the control and intervention groups. And there was no statistically significant difference in mental health scores between the control and intervention groups.
Riwayat Hipertensi dan Paritas Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Teddyansyah Teddyansyah; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah; Latifah Latifah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1195

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator kesehatan anak dengan kekurangan gizi kronis yang berhubungan dengan peningkatan resiko kematian serta dapat mempengaruhi fisik dan fungsional tubuh. Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi. Riwayat hipertensi dalam kehamilan dan paritas ibu diduga sebagai faktor risiko stunting sehingga perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 103 orang ibu yang mempunyai balita usia 2-5 tahun di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan antropometri serta dianalisa dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 92 orang (89,3%), memiliki anak balita sebanyak 69 orang (67%), dengan jenis kelamin anak perempuan sebanyak 53 orang (51,5%), memiliki riwayat hipertensi sebanyak 69 orang (67%), berstatus multipara sebesar 58 orang (56,3%) dan sebagian besar anak responden berstatus stunting sebanyak 63 anak (61,2%). P value hipertensi = 0,002 ; OR = 4,251 dan P value paritas = 0,041 ; OR = 2,521. Simpulan: Ada hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jika ibu hamil kembali, disarankan untuk melakukan pemantauan tekanan darah dalam pemeriksaan ANC rutin khususnya pada multipara sehingga bisa mencegah terjadinya stunting.