Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode LVQ Dan Backpropagation dalam Penentuan Keaslian Uang Kertas Rupiah Berbasis Parameter HSV I Gusti Ayu Agung Diatri Indradewi; I Ketut Widhi Adnyana
Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 5 No 1 (2019): JuTISI
Publisher : Maranatha University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jutisi.v5i1.1583

Abstract

The high demand of the community for money that causes crime is the circulation of fake paper money. Counterfeit money if shared has the same physical as the original money issued by Bank Indonesia. To avoid the public accidentally transacting using counterfeit money, the government has actually socialized the 3D method (Seen, Diraba, and Diterawang). However, along with technological developments, the technique of making counterfeit money will also require the development of alternative techniques that can be used to help save fake money. Determining the authenticity of Rupiah banknotes can be done using pattern classification methods, one of which can be accommodated by artificial neural networks. LVQ neural network (Learning Vector Quantization) and Backpropagation are two types of artificial neural networks that do supervised learning. Extraction of features that show the authenticity of banknotes can be done using the HSV color space. This color space consists of components H (Hue), S (Saturation), and V (Value). This is the background of the topic chosen for analysis choosing the LVQ and Backpropagation methods in determining the authenticity of Rupiah banknotes based on HSV parameters. Evaluation analysis taken from the level assessment The evaluation results using the composition of the test data consisting of 10 original money images and 8 original money images obtained results both LVQ and Backpropagation networks were able to classify real and fake money images with 100% acquisition rates. However, when viewed from the MSE value, the LVQ network has a better performance with the supporting MSE value being 0. The test results from the preparation time, the Backpropagation network requires a shorter time compared to the LVQ network.
Evaluasi Usability pada Aplikasi XYZ dengan Metode Learnability Analysis, Retrospective Think Aloud, dan Heuristic Evaluation Dewi, Ni Putu Bimantari; Pratiwi, Putu Yudia; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri
INFOMATEK Vol 27 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i1.24320

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi usability aplikasi XYZ menggunakan metode Learnability Testing, Retrospective Think Aloud (RTA), dan Heuristic Evaluation (HE). Skor System Usability Scale (SUS) sebesar 64.27 menunjukkan aplikasi berada dalam kategori "marginal". Hasil testing mengungkap tingkat keberhasilan rata-rata pengguna sebesar 84%, dengan tugas seperti "Membeli Pulsa" hanya mencapai 60% keberhasilan. Analisis RTA mengidentifikasi masalah seperti inkonsistensi desain ikon dan kurangnya tutorial, sementara HE menunjukkan kelemahan pada User Control and Freedom (skor 1.68) dan Consistency and Standards (skor 2). Redesign UI XYZ difokuskan pada perbaikan inkonsistensi desain dan penempatan ikon untuk meningkatkan learnability dan kepuasan pengguna. Penelitian ini menekankan pentingnya konsistensi desain dan kontrol pengguna dalam meningkatkan usability aplikasi fintech.
Perancangan Manajemen Risiko Operasional Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Putri, Vany Adelia; Pradnyana, I Made Ardwi; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri
Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11 No 2 (2025): JuTISI
Publisher : Maranatha University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jutisi.v11i2.11394

Abstract

Risk management in Information Technology (IT) is a crucial element for every organization, including government institutions. Currently, the Department of Communication, Informatics, Encryption, and Statistics of Buleleng Regency (Diskominfosanti Kab. Buleleng) does not have a specific approach to systematically managing IT risks. The Electronic-Based Government System (SPBE) is a government initiative that optimizes the use of IT and communication to provide services to the public. Implementing risk management in SPBE presents an opportunity for government agencies to enhance operational efficiency and drive innovation. This study aims to develop an initial guideline for SPBE risk management at Diskominfosanti Kab. Buleleng, with the goal of improving the institution’s SPBE index. The guideline design refers to the provisions outlined in Presidential Regulation (Perpres) No. 95 of 2018 and Ministerial Regulation of PANRB No. 5 of 2020 concerning SPBE Risk Management Guidelines. The approach used in this guideline integrates the COBIT 5 for Risk framework to identify, analyze, and evaluate various potential risks. The research findings identify 30 risks, consisting of 2 positive risks and 28 negative risks. The risk mitigation strategy design covers aspects of human resources, technology, and operational processes. This study produces three key outputs: risk identification, risk assessment, and a risk mitigation strategy framework for SPBE services implemented at Diskominfosanti Buleleng.
Analisis Proses Bisnis Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Business Process Improvement (BPI) pada Warung Babi Guling X Putra, I Wayan Ari Pramana; Pradnyana, I Made Ardwi; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (September-Oktober 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i1.6399

Abstract

Warung Babi Guling X merupakan salah satu usaha kuliner babi guling yang ada di Bali. Mengacu pada temuan dari wawancara serta observasi memiliki 3 divisi salah satunya adalah divisi kandang babi. Maksud dari penelitian ialah guna menganalisis proses bisnis Warung Babi Guling X dengan hasil pada setiap metode dapat dijadikan acuan untuk mengambil sebuah keputusan. Terdapat permasalahan pada proses pengembangbiakan babi sering kali tidak tepat sasaran dari jadwal masa kawin hingga proses pemisahan dengan induk babi. Dalam hasil identifikasi mempergunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) diperoleh hasil dengan nilai RPN tertinggi 448 yaitu Ketidaktepatan ketika memperkirakan tanggal kosong. Selanjutnya, dari hasil tersebut mempergunakan metode Business Process Improvement (BPI)  diberikan rekomendasi proses bisnis melalui 2 rekomendasi diantaranya 1) Perlu dilakukan pembuatan SOP pencatatan dengan tools Standarization dan Value-added Assesment, 2) Pembuatan sistem informasi pencatatan dengan tools Automation. Hasil dari rekomendasi tersebut disimulasikan mempergunakan Bizagi Modeler pada 3 level yaitu process validation, time analysis, serta resource analysis adapun hasil simulasi tersebut sebagai berikut 1) level time analysis mengalami peningkatan senilai 2.86% dengan selisih waktu 5 menit, 2) level resource analysis kepala kandang mengalami penurunan beban kerja dan staff mengalami kenaikan beban kerja.
Identifikasi Iris dengan Snake Model-PSO dan Gabor 2-D Diatri Indradewi, I Gusti Ayu Agung
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.658 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v7i1.13010

Abstract

Pada penelitian ini dibangun sistem identifikasi biometrik iris dengan menggunakan metode Snake Model-PSO dan Gabor 2-D. Tahap-tahap yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari akuisisi citra, pre-processing, segmentasi, ekstraksi ciri, dan pengenalan. Metode Snake Model-PSO diterapkan dengan memanfaatkan koordinat titik pusat pupil yang telah ditemukan sebelumnya. Proses ekstraksi ciri dilakukan dengan menggunakan tapis Gabor 2-D berukuran 33×33 dan sudut orientasi bernilai 90º, 45º, 0º, dan -45º. Jumlah data referensi yang digunakan sebanyak 117 citra iris. Jumlah data uji yang digunakan sebanyak 78 citra iris. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa persentase FMR sebesar 3,6737% dan FNMR sebesar 4,2735% untuk database iris kiri. Persentase FMR dan FNMR untuk database iris kanan menghasilkan yang sama, yakni 0%. Unjuk kerja sistem berdasarkan akurasi keputusan menghasilkan persentase terbaik sebesar 91, 0256% untuk database iris kiri dan 98,7179% untuk database iris kanan. Rata-rata waktu proses pada pendaftaran adalah 6,3109 detik, sedangkan pada identifikasi adalah 20,494 detik. Kata kunci: iris, Snake Model-PSO, Gabor 2-D, FMR, FNMR
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI ABSENSI PEGAWAI PEMPROV BALI (HADIR) MENGGUNAKAN METODE END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) Bawatanaya, Anak Agung Gede Wisnu; Diatri Indradewi, I Gusti Ayu Agung; Pratiwi, Putu Yudia
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 3S1 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i3S1.8099

Abstract

Perkembangan teknologi pada era globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pemerintahan. Pemerintah Provinsi Bali mengimplementasikan aplikasi Absensi Pegawai (HADIR) di seluruh instansi sebagai upaya meningkatkan efisiensi pencatatan kehadiran pegawai. Namun, tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi tersebut belum diketahui secara menyeluruh. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, aplikasi HADIR belum berfungsi secara optimal sehingga menimbulkan ketidakpuasan pada sebagian pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna aplikasi HADIR dengan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan skor rata-rata kepuasan yaitu 4,26 pada variabel isi (content), 4,14 pada akurasi (accuracy), 4,04 pada tampilan (format), 4,21 pada kemudahan penggunaan (ease of use), dan 4,08 pada ketepatan waktu (timeliness). Selanjutnya, variabel accuracy, format, ease of use, dan timeliness terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, sedangkan variabel content tidak berpengaruh signifikan. Denagn demikian, metode EUCS terbukti efektif dalam mengukur kepuasan pengguna aplikasi.
Implementasi Sistem Pendukung Keputusan dengan Metode SWARA-ARAS untuk Evaluasi Destinasi Wisata Sutrisna, Ketut Dita Ari; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Mahendra, Gede Surya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3205

Abstract

Proses evaluasi destinasi wisata di Kabupaten Buleleng masih dilakukan secara manual sehingga rawan inefisiensi, bias subjektif, dan durasi penilaian yang panjang, yang pada akhirnya menghambat optimalisasi potensi daerah. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web untuk mengatasi kendala tersebut. Pendekatan hibrid digunakan dengan mengintegrasikan Step-Wise Weight Assessment Ratio Analysis (SWARA) guna menetapkan bobot kriteria melalui penilaian pakar, serta Additive Ratio Assessment (ARAS) untuk melakukan perangkingan alternatif secara konsisten. Siklus pengembangan mengikuti metodologi Agile yang iteratif, memungkinkan umpan balik cepat dan penyesuaian berkelanjutan terhadap kebutuhan pemangku kepentingan. Implementasi mencakup modul manajemen kriteria dan alternatif, proses normalisasi, serta audit trail agar setiap keputusan dapat ditelusuri dan direplikasi. Keandalan sistem divalidasi melalui Blackbox Testing yang menunjukkan seluruh fungsionalitas berjalan sesuai skenario. Aspek penerimaan dievaluasi melalui User Acceptance Testing (UAT) oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, dengan skor rata-rata 97,7%, menegaskan sistem tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga relevan dan mudah digunakan. Integrasi SWARA–ARAS memperkuat objektivitas dan konsistensi penilaian, meminimalkan bias, dan mendorong transparansi. Secara keseluruhan, SPK ini menghadirkan alat bantu yang objektif, transparan, dan efisien untuk mendukung pengambilan keputusan strategis pada promosi serta pengembangan destinasi, sekaligus memperkuat akuntabilitas proses seleksi dan alokasi sumber daya pariwisata daerah. Temuan ini juga membuka peluang replikasi pada konteks pariwisata daerah lain di Indonesia.
Evaluasi Usability Sistem Informasi Magang Undiksha Menggunakan Metode Heuristic Evaluation Raditia, Kadek Rama; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Saskara, Gede Arna Jude
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Oktober 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v5i02.7065

Abstract

Sistem Informasi Magang UNDIKSHA merupakan sistem informasi yang bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam pelaksanaan proses magang dengan berbasiskan website. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa terdapat temuan permasalahan usability pada tampilan sistem oleh pengguna, sehingga evaluasi usability perlu dilakukan terhadap tampilan sistem dengan melibatkan expert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi pada Sistem Informasi Magang UNDIKSHA menggunakan metode Heuristic Evaluation yang didukung dengan instrument berupa form yang mengacu pada prinsip 10 rules of thumb oleh Nielsen, serta untuk mendapatkan hasil rekomendasi solusi desain berdasarkan pada hasil evaluasi. Pengujian dilakukan oleh 3 expert yang memiliki pengalaman di bidang UI/UX, Human and Computer Interaction serta Sistem Informasi, sesuai dengan metode Heuristic Evaluation yang merupakan metode usability dengan melibatkan expert. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa SI Magang UNDIKSHA masih memiliki sejumlah permasalahan usability, dengan tingkat keparahan masalah tertinggi berada pada kategori Major Usability Problem dan Usability Catastrophe. Selain itu, ditemukan masalah lain yang termasuk dalam kategori Minor Usability Problem dan Cosmetic problem. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang prototype rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas antarmuka sistem. Evaluasi terhadap rancangan perbaikan menunjukkan penurunan tingkat masalah yang signifikan, dimana tidak ditemukan permasalahan usability pada kategori Major Usability Problem dan Usability Catastrophe. Nilai severity rate setiap item menurun dibandingkan hasil evaluasi awal yang dilakukan terhadap SI Magang, yang mengindikasikan bahwa rekomendasi perbaikan berhasil meningkatkan kualitas usability sistem secara keseluruhan.
UI/UX Design for Mobile-based Sports Instructor Search Application “Befind” using Design Thinking Cahyadi, Kadek Wawan; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Pratiwi, Putu Yudia
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 12, No 3 (2023): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v12i3.2986

Abstract

BeFind is a website-based application that facilitates the public and sports instructors to be able to interact and transact with each other. However, the website has deficiencies such as incomplete features and inflexible use, so it is necessary to design a mobile-based application to optimize the features. The purpose of this research is to produce UI and UX model designs that apply the Design Thinking method and to find out the results of usability testing. Design Thinking is a product design process resulting from problem-solving efforts that arise from potential product users. Empathy stage, conduct interviews to get problems. The define stage is carried out by creating a user persona from the results of the interview. The ideate stage is carried out by brainstorming to compile user flow. The prototype stage is made in the form of a mockup design and a prototype design is prepared. The test phase was carried out to test the design with task scenarios on 4 usability aspects and 1 aspect using the System Usability Scale (SUS) questionnaire. In the final test for service seekers and service providers respondents obtained 97% and 96% learnability results, efficiency 0.033689182 goals/sec and 0.033689182 goals/sec, 96% and 95% memoryability, 0.0306 and 0.0800 errors, and satisfaction with SUS obtained 94 results with the best imaginable predicate. In efficiency there is a decrease in yield caused by a bad signal factor. The resulting UI and UX can become the foundation for development of the "BeFind" mobile application based on the prototype design that has been designed in this study.
PKM di Yayasan Lentera Anak Bali Untuk Anak Buruh “Suun” Peken Badung Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Sari, Ni Luh Pangestu Widya
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.363 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1371

Abstract

ABSTRAKLentera Anak Bali adalah organisasi nirlaba yang independen, bergerak dalam upaya perlindungan anak agar mendapatkan hak-haknya, terutama hak anak atas pendidikan (anak-anak marginal/kurang mampu), hak atas penguatan sistem hukum, kesehatan dan psikososial anak, dan penanganan korban kekerasan terhadap anak bangsa akibat seks pariwisata (paedofilia, psk dan trafficking), dengan lingkup wilayah Propinsi Bali yang sumber dananya berasal dari swadana, pemerintah maupun sumbangan lain yang tidak mengikat. Saat ini informasi mengenai keberadaan Yayasan LAB hanya melalui pemberitaan di media massa jika LAB mengadakan kegiatan. Untuk itu diperlukan adanya media yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai LAB itu sendiri dan kegiatan-kegiatannya maupun wadah jika masyarakat ingin melakukan pengaduan terkait pelanggaran hak anak. Website diyakini sebagai media yang tepat menjawab kebutuhan tersebut. Website digunakan sebagai media untuk menginformasikan company profile dari LAB kepada masyarakat. Web juga digunakan sebagai media informasi pertanggungjawaban kepada donatur yang menginformasikan kegiatan – kegiatan LAB. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dapat dibagi menjadi dua kegiatan yaitu pengembangan dan implementasi website Lentera Anak Bali dan kegiatan bantuan tenaga pengajar untuk memberikan materi membaca, menulis dan berhitung yang diselingi kegiatan mendongeng sehingga memberikan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak buruh suun Pasar Badung.Kata kunci : lentera anak bali, PKM, website, calistung, dongengABSTRACTLentera Anak Bali is an independent non-profit organization, engaged in efforts to protect children in order to obtain their rights, especially children's rights to education (marginal / underprivileged children), the right to strengthen the legal system, health and psychosocial children, and handling victims of violence against the nation's children due to sex tourism (pedophilia, prostitute and trafficking), with the scope of the province of Bali whose sources of funds come from self-financing, government and other non-binding donations. Presently, the information about the existence of LAB foundations is only through reporting in the mass media. For this reason, it is necessary to have a media that can provide information to the public about the LAB itself and its activities as well as a forum if the community wants to make complaints related to violations of children's rights. Website is believed to be the right media to answer those needs. The website is used as a medium to inform the company profile of LAB to the public. The web is also used as a medium of accountability information to donors who inform LAB activities. The method of carrying out PKM activities can be divided into two activities, namely the development and implementation of the Lentera Anak Bali’s website and the teaching aid activities to provide reading, writing and arithmetic materials interspersed with storytelling activities so as to provide a pleasant learning process for the children of Badung Market “sun” workers.Key words: lentera anak bali, PKM, website, calistung, fairy tales