Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

DESAIN BUSANA MODEST WEAR WANITA YANG BERKELANJUTAN DENGAN POLA ZERO WASTE MIX METHOD Agnes, Erinna; Nursari, Faradillah; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren modest wear telah berkembang pesat, terutama di Indonesia. Namun, praktik bisnis di industri ini masih minim dalam menerapkan konsep sustainable fashion, terutama terkait limbah tekstil. Rata-rata 15% kain terbuang selama proses produksi, sehingga penelitian ini akan fokus pada eksplorasi pola busana zero waste untuk menciptakan desain modest wear yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini akan mengeksplorasi pola zero waste, melakukan observasi terhadap brand modest wear yang berkelanjutan, serta mengkaji literatur ilmiah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menghasilkan inovasi baru yang berkontribusi positif pada industri mode dan lingkungan, dengan menciptakan busana modest wear yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kata kunci: modest wear, sustainable fashion, zero waste fashion design
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI PEWARNA ALAMI DENGAN TEKNIK IKAT CELUP DAN SULAM BENANG Aliyyah, Gina Naura; Takao, Gina Shobiro; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penggunaan kopi meluas akhir-akhir ini menjadi hal yang umum untuk dikonsumsi sehingga menghasilkan limbah melimpah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dari sisa ampas kopi sebagai pewarna alami serta untuk mencari formula tepat untuk diaplikasikan di bidang kain dan serat benang. Metode pada penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan studi literatur observasi, wawancara dan eksplorasi. Proses eksperimen dimulai dengan mengekstrak ampas kopi Arabika, Robusta, Blend yang sudah kering kemudian dilakukan proses pencelupan pada material kain katun, katun twill, linen, tencel linen, tencel kanvas, benang katun, benang rami, dan serat nanas. Untuk menghasilkan warna bervariasi maka digunakan beberapa mordan yaitu tunjung, tawas, jeruk nipis, garam, dan kapur tohor. Hasil eksperimen dalam penelitian ini menyatakan bahwa pewarnaan dengan tiga jenis ampas kopi menghasilkan warna yang optimal, namun warna yang pekat dan merata terdapat pada jenis Arabika dan pada kain linen, tencel linen, katun twill, benang pensi, serta serat nanas. Warna yang dihasilkan adalah krem, cokelat, cokelat keabuan, cokelat kemerahmuda, abu, hijau hingga hijau tua. Dengan demikian sisa ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada material kain dan serat benang. Kata kunci: ampas kopi, ikat celup, material serat, pewarna alami, sulam benang
PENERAPAN EMBELLISHMENT BEADWORK DENGAN INSPIRASI TERUMBU KARANG PADA BUSANA WANITA Hamim, Fika Aulia Putri; Siagian, Marissa Cory Agustina; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embellishment atau hiasan pada tekstil memang telah menjadi bagian dari berbagai budaya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Teknik beadwork atau sulam payet adalah salah satu bentuk embellishment yang telah lama dikenal dan dipraktikkan di banyak budaya, baik untuk keperluan religius, adat istiadat, maupun sehari-hari. Meskipun beadwork memiliki akar sejarahnya di luar Indonesia, namun dengan waktu dan interaksi budaya, motif dan teknik beadwork di Indonesia telah berkembang menjadi bentuk yang unik dan khas sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai budaya lokal. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan variasi embellishment tiga dimensi menggunakan teknik beadwork dengan inspirasi bentuk visual dari terumbu karang pada busana wanita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa studi literatur, observasi, dan eksplorasi dengan menggunakan material beads. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu produk fashion busana wanita dengan penerapan embellishment menggunakan teknik beadwork berdasarkan inspirasi dari terumbu karang. Kata kunci: beadwork, embellishment, terumbu karang
PENGOLAHAN BUNGA KRISAN (CHRYSANTHEMUM) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKSTIL DENGAN TEKNIK SHIBORI Annisafira, Ditya; Takao, Gina Shobiro; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil mengalami kebangkitan seiring dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap lingkungan dan tren global seperti go back nature, slow fashion, dan go green. Salah satu bunga yang berpotensi sebagai zat pewarna alami adalah bunga Krisan (Chrysanthemum). Krisan merupakan bunga subtropis yang memiliki keunggulan salah satunya kesegaran relatif lama. Penelitian pewarnaan alami pada bunga Krisan masih jarang dilakukan sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi bunga Krisan sebagai pewarna alami pada material tekstil. Ekstraksi bunga Krisan menghasilkan warna merah tua dan fiksasi menggunakan mordan tunjung menghasilkan warna pada kain yaitu hijau tua. Dengan menggunakan teknik shibori, dilakukan eksperimen menggabungkan beberapa jenis motif dari teknik shibori sehingga menghasilkan kombinasi motif yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga Krisan memiliki potensi dalam pewarna alami yang dapat diterapkan pada industri tekstil. Penggunaan bunga Krisan sebagai pewarna alami tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan tetapi juga dapat menambah nilai ekonomi dan estetik dalam produksi tekstil. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pewarna alami dan diharapkan dapat mendorong lebih banyak industri tekstil untuk beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: pewarna alami, bunga krisan, teknik shibori
PENGOLAHAN BUNGA ROSELA SEBAGAI PEWARNA ALAMI PASTA UNTUK PRODUK TEKSTIL DENGAN TEKNIK LUKIS Oktaviyanti, Mega; Takao, Gina Shobiro; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga rosela merupakan jenis tumbuhan yang mudah tumbuh di iklim tropis Indonesia, ketersediaan lokal ini selain bisa untuk dikonsumsi karena mengandung zat tanin dan zat antosianin yang umumnya digunakan sebagai antioksidan untuk mencegah penyakit, bunga ini juga menghasilkan zat warna yang bisa dijadikan sebagai pewarna alami untuk tekstil. Pemanfaatan bunga rosela sebagai pewarna alami masih belum optimal dalam pengembangannya, bunga ini diolah hanya sebatas menjadi pewarna celup saja. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengembangkan bunga rosela untuk dijadikan cat pasta pewarna alami untuk digunakan dengan teknik lukis dengan bantuan alat masking tape. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data yaitu studi literatur, wawancara, observasi dan eksplorasi. Penelitian ini berfokus pada pencapaian formula serta karakteristik cat pasta rosela untuk digunakan dengan teknik lukis melalui bantuan pengental organik alginat dengan hasil berupa lembaran kain sebagai produk tekstil. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat tercipta inovasi baru dalam pemanfaatan bunga rosela, sehingga dapat mendorong pengembangan pewarnaan alami yang lebih luas dan aplikatif, khususnya dalam industri tekstil di Indonesia. Kata kunci: bunga rosela, pewarna alam, teknik lukis, mordan, pasta pewarna
PENGOLAHAN DAUN ALPUKAT SEBAGAI PEWARNA ALAMI PASTA UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA LEMBAR TEKSTIL Awaliyah, Syarifah; Takao, Gina Shobiro; Fardhani, Ahda Yunia Sekar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman alpukat merupakan tanaman perkebunan yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Pada dasarnya, dalam proses perawatan tanaman alpukat perlu adanya pemangkasan berupa ranting dan daun, hal ini menjadi peluang dimanfaatkannya daun alpukat hasil dari pemangkasan untuk dijadikan sebagai sumber pewarna alami tekstil karena daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan kuinon yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan warna yang pekat. Akan tetapi, pemanfaatan pewarna alami daun alpukat pada umumnya menggunakan teknik pencelupan. Berdasarkan hal tersebut, penulis melakukan penelitian dalam mengembangkan daun alpukat yang diolah menjadi pasta menggunakan zat pengental organik untuk dapat menghasilkan motif pada tekstil, melalui penerapan beberapa teknik tekstil seperti lukis, cap, dan sablon. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang mengacu pada studi literatur, wawancara, observasi, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa lembaran kain dengan motif yang terinspirasi dari morfologi tanaman alpukat dan kontur tanah di Indonesia. Kata kunci: pasta, pewarna alami daun alpukat, teknik tekstil, tekstil
PENGOLAHAN POTENSI KULIT BATANG JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) SEBAGAI PEWARNAALAMI PADA MATERIAL TEKSTIL DENGAN TEKNIK SHIBORI Ulya, Hafizha; Takao, Gina Shobiro; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kulit batang jamblang merupakan tanaman pelindung dan penghijauan yang banyak ditemukan pada wilayah yang memiliki iklim tropis, seperti daerah Aceh. Dalam penelitian sebelumnya kulit batang jamblang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pewarna alami pada material tekstil. Akan tetapi, pemanfaatan kulit batang jamblang sebagai pewarna alami masih jarang ditemukan pemanfaatannya hanya sebatas mengonsumsi buahnya saja yang memiliki rasa asam dan manis. Pengembangan pewarnaan menggunakan pewarna alami kulit batang jamblang belum banyak dimanfaatkan sebagai pewarnaan kain. Warna yang dihasilkan dari kulit batang jamblang adalah coklat dan abu kehitaman tergantung mordan yang digunakan. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian dalam pengembangan formula larutan kulit batang jamblang sebagai pewarna alami untuk diterapkan pada lembar tekstil dan penerapan pewarna alami kulit batang jamblang menggunakan teknik shibori. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang mengacu pada studi literatur, wawancara, observasi, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa lembaran kain menggunakan formula larutan tunjung yang menghasilkan warna abu kehitaman diterapkan pada kain berukuran 200 cm x 60 cm yang dapat digunakan sebagai selendang, hiasan dinding, dan aksesoris perabotan rumah tangga. Kata kunci: formula larutan, kulit batang jamblang, pewarna alami, teknik shibori
ADAPTASI VISUAL MOTIF BATIK “YUSUPAN” KHAS CIWARINGIN DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING PADA KEBAYA KUTUBARU MODIFIKASI Arroehan, Nurul Jannah; Yuningsih, Sari; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren berkain dengan kebaya kutubaru modifikasi kini semakin populer dikalangan generasi muda sebagai bentuk ekspresi budaya. Kebaya kutubarumengalami perkembangan desain, terutama pada bagian lengan dan potonganbusana, sehingga tampil lebih modern tanpa menghilangkan pakem tradisional.Beberapa brand lokal seperti KCJ Official, Batik Nonik, dan Kartini’s Label turutmerespons tren ini dengan memanfaatkan motif ragam jenis floral menggunakanteknik batik cap dan digital printing. Perkembangan tersebut masih membukapeluang bagi peneliti untuk mengembangkan kebaya kutubaru dengan modifikasimenggunakan teknik digital printing, adapun inspirasi motif diambil dari motiftradisional yaitu batik Yusupan dari Ciwaringin, yang kaya akan nilai budaya JawaTengah, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai elemen dekoratifpada kebaya kutubaru modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kebayakutubaru modifikasi dengan mengembangkan variasi bentuk busana sertamengaplikasikan motif batik Yusupan melalui teknik digital printing, sebagai inovasidesain yang tetap menjaga karakter khas kebaya kutubaru. Penelitian ini dilakukandengan metodologi kualitatif melalui pengumpulan data studi literatur, observasi,eksplorasi, dan wawancara. Hasil luaran dari penelitian ini berupa produk kebayakutubaru modifikasi dengan mengembangkan variasi bentuk dengan menerapkanmotif batik Yusupan menggunakan teknik digital printing bagi kalangan generasimuda.Kata kunci: Kebaya Kutubaru Modifikasi, Motif Batik Yusupan, Elemen Dekoratif.
APLIKASI PASTA MORDAN PADA PEWARNAAN ALAMI ALAMI KULIT MANGGIS KERING UNTUK PEMBENTUKAN MOTIF PADA TEKNIK CAP Hasanah, Endah Sripawening; Takao, Gina Shobiro; Ramadhan, Mochammad Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pasta mordan dalam prosespewarnaan kain dengan memanfaatkan ekstrak alami dari kulit manggis kering (Garciniamangostana L.) menggunakan metode pencetakan teknik cap. Pasta mordan dikembangkandari kombinasi empat jenis mordan, yaitu ferosulfat (tunjung), soda ash, kapur tohor, dantawas, yang dicampur dengan guar gum sebagai zat pengental. Proses pewarnaan dilakukanpada kain linen crinckle melalui tiga pendekatan mordanting, yaitu sebelum pencelupan (premordan), setelah pencelupan (post-mordan), dan secara bersamaan (simultan). Fokuspenelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komposisi pasta mordan terhadapintensitas warna, ketahanan luntur, serta kualitas visual motif pada kain. Temuanmenunjukkan bahwa pasta mordan berbasis tunjung dan soda ash menghasilkan warnapaling pekat serta menunjukkan daya tahan warna terbaik, terutama pada metode postmordan. Teknik cap memungkinkan penciptaan motif yang terarah dan presisi, mendukungprinsip pewarnaan selektif dan estetika yang ramah lingkungan. Penelitian ini mendukunginovasi pewarnaan tekstil berbasis bahan alami dan dapat menjadi solusi pewarnaanberkelanjutan dengan memanfaatkan limbah pertanian.Kata kunci: kulit manggis, pewarna alami, mordan, mordan pasta, teknik cap.
EKSPLORASI DAN PENGEMBANGAN PEWARNA ALAMI DARI BONGGOL JAGUNG UNGU DENGAN METODE PREMORDANTING PADA KAIN POLYCOTTON Islami, Galuh Azzura Gemilang; Takao, Gina Shobiro; Ramadhan, Mochammad Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi pewarnaalami dari bonggol jagung ungu sebagai alternatif ramah lingkungan dalam industri tekstil.Pigmen diekstraksi menggunakan metode perebusan (ekstraksi panas), yang diaplikasikanpada kain campuran katun dan polyester (polycotton) dengan teknik pre-mordanting,menggunakan berbagai jenis mordan. Eksperimen dilakukan pada lima jenis kainpolycotton, yaitu oxford, drill, toyobo, mori dan tetoron axinite. Hasil eksplorasimenunjukkan bahwa mordan tawas menghasilkan warna paling sesuai dan pekat,khususnya pada kain drill. Setiap kain menghasilkan warna ungu keabu-abuan. Produkakhir diwujudkan dalam bentuk lembaran kain berukuran 25 x 150 cm serta katalogeksplorasi yang berisi dokumentasi dan sampel kain hasil eksplorasi. Penelitian inimembuktikan bahwa bonggol jagung ungu memiliki potensi tinggi sebagai sumber ZatPewarna Alami (ZPA) berbasis antosianin yang aplikatif dan mendukung prinsipkeberlanjutan dalam industri tekstil.Kata kunci: Pewarna alami, bonggol jagung ungu, antosianin, pre-mordanting, kaincampuran katun dan polyester.