Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DESAIN SISTEM JARINGAN DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PEDESAAN (STUDI KASUS DESA WAREMBUNGAN) Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus; Jansen, Tommy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Warembungan dikenal memiliki banyak sumber air bersih, namun ketersediaan air bersih ini belum terdistribusi merata ke seluruh wilayah desa, sehingga diperlukan suatu penelitian untuk mendesain sistem jaringan dan distribusi untuk menjamin ketersediaan air bersih di desa tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi potensi air bersih yang ada, kemudian melakukan analisis untuk memprediksi kebutuhan air bersih sampai 20 tahun kedepan. Setelah itu dilakukan desain sistem penyediaan air bersih yang handal. Berangkat dari proyeksi pertumbuhan penduduk desa Warembungan sampai tahun rencana yaitu tahun 2036  maka diperoleh prediksi besaran kebutuhan air bersih total mencapai 6,23 liter/det, sedangkan kebutuhan harian maksimum mencapai 6,86 liter/det. Debit sesaat yang tersedia di mata air Kumahukur adalah sebesar 10 liter/det.   Kata kunci: air bersih, system jaringan, kebutuhan air, debit
Studi Analisa Karakteristik Gelombang Untuk Pantai Lirung Siyulan, Reinaldo C.; Jansen, Tommy; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Lirung yang merupakan salah satu wilayah pantai yang mengalami masalah seperti abrasi akibat gelombang. Hal ini dapat mengganggu atau bahkan merugikan masyarakat. Oleh sebab itu dalam pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang laut yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini, dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Lirung. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 3 tahun dari stasiun BMKG Bitung untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Hasil perhitungan gelombang di pantai Lirung, ternyata gelombang arah Timur – Tenggara memiliki potensi terbesar dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Septenber 2017 dengan    H = 0.653 m dan T = 3.514 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 1 sampai 1.6492 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.8522 sampai 1.4219. Tinggi gelombang pecah yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.4856 sampai 0.9166 m pada kedalaman 1 m sampai 19 m.
Analisis Karakteristik Gelombang Pantai Maruni Kota Manokwari Provinsi Papua Barat Saad, Nurul Khofifah; Jansen, Tommy; Jasin, M. I.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Maruni merupakan salah satu tempat wisata di Kota Manokwari yang terletak ditepi jalan raya Manokwari-Bintuni. Erosi pantai yang terjadi mengakibatkan beberapa bagian aspal jalan raya terkikis. Sehubungan dengan masalah diatas, maka perlu adanya analisis karateristik gelombang agar dapat digunakan dalam pengembangan pengmanan di daerah pantai tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan pendektaan teori transformasi gelombang yang terjadi di daerah Pantai Maruni Manokwari. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMKG Manokwari untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil akhir perhitungan didapat gelombang dominan pada arah Timur dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Desember 2018 dengan tinggi gelombang 1,013 m dan periode 3,626 detik. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 1,0026 sampai 1,6419 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0,9789 sampai 1,3875. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0,9941 m sampai 2,5234 m pada kedalaman 0,5 m sampai 10 m. Kata kunci - pantai Maruni, hindcasting, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah
KINERJA GROIN TERHADAP GELOMBANG DAN PASANG SURUT DI PANTAI KALASEY KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA SULAWESI UTARA Majojo, Ais; Jansen, Tommy; Jasin, Muh. Ihsan
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai Negara kepulauan mempunnyai lebih dari 3700 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km. Wilayah pantai ini merupakan daerah yang sangat intesif dimanfaatkan untuk kegiatan manusia. Sehingg menimbulkan permasalahan yang sering kali terjadi di pantai salah satunya ialah erosi pantai. Erosi pantai sendiri terjadi secara alami karena gelombang atau karena adanya kegiatan manusia. Groin adalah bangunan pelindung pantai berfungsi untuk menahan transpor sedimen sepanjang pantai, sehingga bisa mengurangi dan menghentikan erosi yang terjadi. Gelombang di perairan Pantai Kalasey didominasi oleh gelombang dari arah Utara dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Januari 2019 dengan tinggi 9,731 m dan periode 5,057 det.Tinggi gelombang pecah yang didapatkan dari hasil perhitungan berkisar pada 1,1706 m sampai 2,1578 m pada kedalaman 1 m sampai 10 m. Tinggi gelombang pecah (Hb) =  2,1578 m, dan gelombang pecah pada kedalaman (Db) =  1,01.dan berdasarkan hasil penelitian terhadap groin eksisiting pada area pengembangan menunjukkan bahwa groin dikatakan aman terhadap gelombang yang ada sekarang. Maka, efektifitas kinerja groin dikatakan masih efektif. Kata kunci: Groin, Fetch, Karakteristik Gelombang, Pasang Surut.
PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) DI DAERAH PANTAI DESA SAONEK KABUPATEN RAJA AMPAT PROVINSI PAPUA BARAT Rizal, Nurul Fajri T.; Jansen, Tommy; Thambas, Arthur H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erosi garis pantai (abrasi) merupakan merupakan salah satu masalah yang terjadi di daerah pantai. Salah satu daerah pantai yang mengalami ialah daerah pantai desa Saonek yang berada di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Untuk mengatasi erosi pihak terkait sudah melakukan pembangunan Talud namun sudah rusak,oleh karena itu diperlukan perencanaan bangunan pantai yang baru. Berdasarkan hasil analisis bangunan pemecah gelombang (breakwater) yang terbaik dalam meminimalisir masalah abrasi. Maka perlu adanya perhitungan pemecah gelombang pada daerah tersebut. Dalam perencanaan pemecah gelombang diperlukan data-data seperti data gelombang angin, pasang surut, transport sedimen serta peta bathimetri, data-data ini kemudian di analisis. Setelah di analisis dapat direncanakan pemecah gelombang dengan tipe sisi miring yang dipilih serta material dari batu pecah dan tetrapod dengan tiga alternatif kemungkinan. Dari tiga alternatif tersebut dapat ditentukan dimensi serta parameter lain di bangunan pemecah gelombang di daerah Pantai Desa Saonek. Kata Kunci: Pemecah Gelombang, Abrasi, Saonek
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Ponomban, Kristoforus; Jansen, Tommy; Supit, Cindy J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup semua mahluk. Masyarakat Desa Eris memanfaatkan mata air untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti MCK, aktifitas pertanian dan lain sebagainya. Aktivitas masyarakat desa dilakukan di rumah dengan cara mengambil air dari mata air. Kendalanya jarak dari pemukiman warga menuju ke mata air sangat jauh dan kondisi jalan menuju ke mata air sangat rusak yang mengakibatkan warga sulit memperoleh air bersih.  Sistem penyediaan air bersih di Desa Eris direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2029. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih, proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linier.  Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Eris hingga tahun rencana 2029 adalah 2826 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 2,369 liter/detik dan kebutuhan air jam puncak sebesar 3,554 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat sebesar ±4,92 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalu pipa transmisi dan pipa distribusi. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan menggunakan pipa HDPE, diperoleh ukuran pipa transmisi dan distribusi sebesar 2,5”. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Eris sampai tahun 2029, dibutuhkan 15 Keran Umum.  Kata Kunci: Sistem Penyediaan Air Bersih, Penduduk, Debit, Bronkaptering, Transmisi, Distribusi, Hazen-Williams, Kran Umum