Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Application of Science Process Skills-Based Worksheets On The Project of Making Natural Larvicide From Areca Nut Rahma, Siti; Rahmatullah, Saepudin; Helsy, Imelda; Aisyah, Riri
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i3.16532

Abstract

This study aims to describe the application of science process skills-based worksheets in the project of making larvicides from areca nut extract on the cognitive and psychomotor aspects of students, as well as to determine the effectiveness of areca nut extract as a larvicide. This research raised the issue of using synthetic larvicides as learning facilitated by science process skills-based worksheets. The larvicide was divided into six concentration variations. This study used a pre-experiment method with a one-shot study case design involving one experimental class, without a pretest or control class. The subjects used in this study were 36 10th grade students of MAN 2 Bandung City. Data collection used instruments in the form of science process skills-based worksheets, observation sheets, performance assessment sheets, and presentation assessment sheets. Data analysis of science process skills was done with a Likert scale assessment. The cognitive aspect of the science process skills worksheet obtained an average score of 82, with a very good interpretation, while the psychomotor aspect of students was 83, which showed a very good interpretation. It can be concluded that the use of science process skills-based worksheets can help in cognitive skills and psychomotor skills. In the larvicide making project, effective results were obtained at a concentration of 9 mL with a percentage of mosquito larvae death of 100%.
Uji toksisitas ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin) sebagai insektisida nabati terhadap ulat daun pisang (Erionota thrax L.) Alyani, Ade; Desmayanti, Alya; Setianingrum, Ayu; Aurelia, Giska; Masitoh, Nurhafni; Rahmatullah, Saepudin
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25458

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai toksisitas ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin) sebagai insektisida nabati terhadap ulat daun pisang (Erionota thrax L.) dan menentukan konsentrasi efektif yang berpotensi digunakan dalam pengendalian hama pisang yang lebih ramah lingkungan. Ekstrak daun nilam diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat larutan uji dengan konsentrasi 1,5%; 3%; dan 4,5% serta kontrol yang diaplikasikan pada ulat daun pisang dengan tiga ulangan selama 96 jam pengamatan. Mortalitas dicatata setiap 24 jam dan dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dengan pengulangan untuk menguji pengaruh konsentrasi, perbedaan setiap ulat, dan interaksinya. Sedangkan nilai LC50 dihitung dengan analisis probit terhadap hubungan log konsentrasi dan probit mortalitas. Hasil menunjukkan bahwa mortalitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi dan waktu paparan, dengan mortalitas rata-rata hari keempat mencapai 22,2% pada kontrol, 55,5% pada 1,5%, 77,8% pada 3%, dan 100% pada 4,5%. Namun, secara statistik pengaruh konsentrasi belum signifikan pada taraf 5% meskipun menunjukkan kecenderungan dose-dependent. Analisis probit menghasilkan persamaan regresi linear dengan koefisien determinasi tinggi (R2= 0,9353) dan LC50 sebesar 1220,57 ppm yang mengindikasikan toksisitas akut sedang terhadap ulat daun pisang serta konsistensi hubungan dosis dengan respon. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak daun nilam memiliki potensi biologis sebagai insektisida nabati, namun perlu penelitian lanjutan dengan jumlah sampel dan rentang konsentrasi yang lebih luas untuk menguatkan signifikansi statistik dan mengevaluasi dampak terhadap organisme.
UJI TOKSISITAS EKTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP MORTALITAS JANGKRIK (GRYLLIDAE) Saepudin Rahmatullah; Audyna Zahwa Meivira; Isniyatul Hidayah; Nazwa Puteri Maharani; Qeis Abiyu Safwan; Rizki Amalia Putri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7584

Abstract

Kebutuhan akan bahan pangan yang semakin meningkat mendorong intensifikasi di sektor pertanian. Dalam praktiknya, upaya dalam peningkatan produksi pertanian seringkali dihadapkan dengan kendala serangan hama dan serangga. Banyak petani yang masih bergantung pada penggunaan insektisida sintetis dan digunakan secara berlebihan dan terus-menerus sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti retensi hama, resurjensi, dan ancama terhadap organisme non-target. Kondisi ini mendorong pencarian alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan insektisida nabati. Daun pepaya diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat toksik terhadap serangga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap mortalitas jangkrik (Gryllidae) serta mengetahui pengaruh berbagai tingkat konsentrasi ekstrak terhadap jumlah jangkrik yang mati. Penelitian dilakuka dengan metode maserasi daun pepaya dan pengujian toksisitas selama dua hari. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan empat tingkat konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya pada rentang konsentrasi yang diuji belum mampu meningkatkan mortalitas jangkrik secara signifikan. Mortalitas hanya terjadi pada konsentrasi tertinggi dengan persentase yang sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun pepaya masih belum memberikan efek toksik yang cukup kuat terhadap jangkrik, sehingga diperlukan konsentrasi yang lebih tinggi atau metode ekstraksi yang berbeda untuk memperoleh hasil yang lebih efektif.
Analisis Kadar Vitamin C pada Selai Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Antioksidan Rida Astria; Salsabila Ardelia; Saepudin Rahmatullah
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 4 No 2 (2026): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v4i2.6052

Abstract

Vitamin C is a water-soluble vitamin essential for the body and is known as a powerful antioxidant capable of reducing free radicals and protecting cells from oxidative damage. However, vitamin C is very easily degraded, so its levels in food often decrease during processing and storage. This study aims to analyze vitamin C levels in red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) jam, with and without the addition of moringa leaf extract (Moringa oleifera), using the iodometric titration method. The results showed that the vitamin C level in the standard jam was 38.04 mg/100 g, while the jam with moringa leaf extract decreased to 20.43 mg/100 g. This decrease was influenced by the degradation of ascorbic acid due to heat, oxidation, the presence of bioactive compounds and metal ions in the moringa extract, and possible matrix interference in the titration analysis. The complexity of the jam’s color and viscosity can also affect the accuracy of the titration endpoint determination. Thus, the addition of moringa leaf extract did not increase vitamin C retention, and a more selective analytical method is recommended for further research.