Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

REVIEWING PUBLIC HEALTH INTERVENTIONS ON REDUCING SEDENTARY BEHAVIOR IN WORKPLACES Sri Indra Kurnia
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 12 (2022): IJOMS: Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.383 KB) | DOI: 10.55324/ijoms.v1i12.247

Abstract

Changing behavior is a complex and major challenge. Thus, identifying effective public health interventions is important to do. This review has the main objective to identify and examine the most effective and appropriate practice to reduce sedentary behavior in the occupational environment. The main hypothesis of this review is “there is a significant reduction and interruption of sitting time among office-based workers after the implementation of the interventions”. Database searching was conducted in PubMed using the following search strategy: ("Sedentary Behavior"[MAJR]) AND ("office" [tiab] OR "workplace" [tiab])) AND ("adults" [tiab] OR "workers") AND ("intervention*" [tiab] or "program"). The search strategy resulted 124 relevant papers published within 2010-2021. Manual scanning and reviewing was done to deem eligibility of the studies as well as to eliminate irrelevant study design and topic. For example, studies which did not carry out public health intervention and studies only exploring the experiences of workers were excluded to the review group. The aim of this literature review is to critically evaluate the implemented public health interventions at reducing sedentary behavior among office-based workers. Overall, the findings from four different studies included in this review showed conflicting outcomes. This may be due to the nature of their approaches used during delivering the interventions (single-component intervention vs. multi-component strategies). howed that this strategy was unsuccessful and was not effective no changes in the primary outcome of the study (sedentary behavior was not reduced and physical activity was not increased). Thus, future intervention implementation will be more appropriate and friendly towards the general population.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN JKN-KIS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PRABUMULIH TIMUR MELALUI TOOLS KESSAN Yeni Indriyani; Endha Ayu Lestari; Rico Januar Sitorus; Sri Indra Kurnia
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v7i1.106

Abstract

Kepuasan peserta merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan adanya KESSAN dapat dilihat tingkat kepuasan peserta JKN-KIS yang telah melakukan pelayanan Kesehatan di Puskesmas yang dapat menjadi acuan untuk evaluasi kualitas pelayanan pada Puskesmas tersebut, dimana capaian KESSAN pada bulan Mei 2022 sebesar 85 (88 yang artinya tidak puas). Metode: Menggunakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional yang menggunakan kuesioner terhadap 100 responden yaitu pasien JKN-KIS di salah satu Puskesmas di Prabumulih. Berdasarkan hasil analisis diketahui ada hubungan yang bermakna (signifikan) antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien JKN-KIS dengan p-value 0.000 lebih kecil dari nilai a (0,05), OR 5.800. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang buruk 5.8 kali berisiko untuk membuat pasien merasa tidak puas.
Gambaran Keluhan Muskuloskeletal pada Petani Karet di Kelurahan Payaraman Timur Kecamatan Payaraman Tulus Dwiva Amalda; Yeni Indriyani; Sri Indra Kurnia; Salsabila Purnamasari; Rina SE Sitindaon
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 3 (2023): Volume 18 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.3.2023.1-7

Abstract

Latar Belakang: Muskuloskeletal disorders (MSDs) adalah cedera yang menyebabkan kelainan atau mengganggu sistem pergerakan manusia seperti otot, tendon, dan ligamen. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal, jenis kelamin, lama kerja, usia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, indeks massa tubuh dan riwayat penyakit pada petani karet di Kelurahan Payaraman Timur Kecamatan Payaraman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional, berlokasi di Kelurahan Payaraman Timur dengan besar sampel 148 orang (random sampling). Data yang dikumpulkan berasal dari kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur data nyeri muskuloskeletal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0,759), lama kerja (p= 0,022), usia (p=0,000), kebiasaan merokok (p=0,254), aktivitas fisik (p=0,000), indeks massa tubuh (p=0,000), riwayat penyakit (p=0,003). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Lama kerja, Usia, Aktivitas fisik, IMT dan Riwayat penyakit dengan keluhan muskuloskeletal pada petani karet di Kelurahan Payaraman Timur Kecamatan Payaraman
EXPERIENCES OF INDONESIAN STUDENTS JOINING SOCIAL CLUBS TO HELP REDUCING STRESS AND ANXIETY WHILE LIVING OVERSEAS Sri Indra Kurnia; Audi Ahmad Rikardi; Yeni Indriyani; Salsabila Purnamasari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.18845

Abstract

Gangguan kesehatan mental merupakan permasalahan yang dapat menyebabkan penyakit di seluruh dunia. Penyakit ini sebagian disebabkan oleh stres akademik yang diakibatkan oleh tugas-tugas maupun kegiatan selama belajar di sebuah perguruan tinggi atau universitas. Mahasiswa, terutama yang belajar di luar negeri, menghadapi beberapa tantangan seperti kultur shock, hambatan bahasa, perubahan lingkungan, dan perjuangan akademis yang sulit. Beberapa bukti menunjukkan bahwa dengan bergabung ke dalam klub sosial atau organisasi kemahasiswaan, mahasiswa merasakan lebih banyak manfaat yang mereka dapatkan untuk membantu mereka bertahan menyelesaikan tugas akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa Indonesia yang bergabung ke dalam klub sosial atau organisasi kemahasiswaan selama masa studi di Brisbane. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara. Wawancara dilakukan terhadap 10 informan untuk mendapatkan saturasi data yang diharapkan. Setiap wawancara direkam menggunakan alat perekam dan di transkripsi menggunakan transcriber online bernama Temi. Berdasarkan data yang diperoleh selama wawancara, tema-tema yang muncul dibagi kedalam tiga kategori yang berbeda, yaitu; melepas stres, sumber dukungan, dan nilai profesional. Masing-masing tema telah menggambarkan pola khusus mengenai koping stres dan menghadapi kehidupan akademik selama studi di luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bergabung ke organisasi akan berkenalan dengan ritme sosial yang dinamis sehingga dianggap sebagai penghilang stres bagi anggota. Namun, pendapat yang kontra juga menarik untuk dibahas yakni terdapat dampak negatif dari bergabung ke organisasi.
The Relationship Between Knowledge about the Dangers of Cigarettes and Smoking Behavior in Junior High School Students Nurhasanah, Titi; Kurnia, Sri Indra
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.2050

Abstract

According to the Global Youth Tobacco Study, adolescent smoking behavior in Indonesia is of great concern. Adolescent smoking behavior has serious consequences, including social, economic, health and even mortality impacts. One of the causes of smoking behavior in adolescents is a lack of understanding about the dangers of smoking. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about the dangers of smoking and smoking behavior in one of the X Junior High Schools in Sukoharjo Regency. This research design used an analytic observational approach with a cross sectional design. The population studied was all students of SMP X. The sample was taken using simple random sampling technique, obtained a sample of 108 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire that had been tested for reliability validity so that the questionnaire was reliable.  Data were analyzed using the Chi-square statistical test. The results of statistical tests showed that Ho was rejected with a value of p = 0.003 or p < 0.05, meaning that there is a significant relationship between knowledge about the dangers of smoking with smoking behavior. Researchers suggest that schools socialize the dangers of smoking by providing education to students about the adverse effects of smoking behavior.
Correlation Between the Level of Knowledge and the Stigma Toward People Living with HIV/AIDS Amalia Salma Anindya; Kurnia, Sri Indra
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.2052

Abstract

The trend of HIV/AIDS cases in Indonesia is gradually increasing with Central Java province having the highest number of cases. The lack of knowledge about HIV will trigger the emergence of stigma against PLHIV. The stigma of society makes people with HIV/AIDS become closed and isolated so that a person sees himself as useless. As well as the high stigma towards PLHIV among students, this study aims to determine the relationship between the level of knowledge and stigma towards PLHIV in students of Universitas Muhammadiyah Surakarta. The type of research used was descriptive correlation with a cross sectional approach. The sampling technique used in this study was accidental sampling with a population of all students enrolled in the class of 2019 to 2022 and a sample of 394 students was obtained. The data were then analyzed using the Spearman Rank Correlation test. The results showed that there was a relationship between the level of HIV/AIDS knowledge and stigma towards PLHIV with a p value of 0.000, the strength of the relationship was very strong (r = 0.809) and negatively patterned, meaning that the higher the level of knowledge, the lower the stigma given.
Penguatan Keislaman untuk Keluarga WNI Lintas Budaya dan Muslim Baru di Queensland, Australia Azani, Mohammad Zakki; Kurnia, Sri Indra; Yusriyah, Yasmin Alifah; Septyasarie, Adinda Dwi; Syahputra, Muhammad Athhar; Apriliano, Moza
International Conference on Education for All Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Peguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan keislaman bagi keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) lintas budaya dan Muslim baru di Brisbane, Australia. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui kemitraan internasional dengan Indonesian Islamic Society of Brisbane (IISB) dan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Brisbane, dengan serangkaian kegiatan yang mencakup ceramah agama, pengajian komunitas, sanggar belajar ABATA, diskusi ilmiah mahasiswa, serta kunjungan ke Muhammadiyah Australia College. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan laporan, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama Islam di kalangan masyarakat WNI yang tinggal di lingkungan multikultural. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta, terutama dalam pengajian dan ceramah agama, yang mengarah pada penguatan pemahaman dan penghayatan ajaran Islam. Namun, beberapa program seperti Kelas Tajwid dan Webinar Series tidak dapat terlaksana sepenuhnya karena kendala waktu dan dana. Meskipun demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat identitas agama Islam dan membangun komunitas yang harmonis di tengah keberagaman budaya di Australia. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan kegiatan pengabdian serupa di masa depan untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual komunitas Muslim Indonesia di luar negeri.
School Heroes sebagai program edukasi kesehatan siswa SMP dengan Zine P3P Umaroh, Ayu Khoirotul; Kurnia, Sri Indra; Kusumaningtyas, Bethari Mukti; Shabrina, Farah Alifa Nur; Pratiwi, Fitria Sandra; Hidayat, Wahyu Tri; Faiza, Salsabila Alif
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23734

Abstract

Remaja menghadapi berbagai tantangan kesehatan, namun pengetahuan mereka masih terbatas sehingga rentan terhadap perilaku yang merugikan kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sebagai kader kesehatan dalam menyampaikan informasi kesehatan secara kreatif kepada teman sebaya melalui pendekatan edukatif partisipatif. Program dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo dengan fokus pada lima isu utama: ergonomi siswa, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, dampak asap rokok, dan pencegahan demam berdarah (DBD). Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, pembuatan media zine berbasis kasus, dan integrasi hasil ke dalam aplikasi digital School Heroes. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner untuk mengukur peningkatan pengetahuan secara kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa topik ergonomi sekolah mengalami peningkatan skor sempurna dari 2 menjadi 7 siswa (53,8%), topik pencegahan DBD meningkat pada 6 siswa, meskipun hanya 1 siswa mencapai skor sempurna. Topik lain seperti kesehatan reproduksi, dampak asap rokok, dan kesehatan mental menunjukkan peningkatan terbatas. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh tingkat kompleksitas materi dan kedekatannya dengan pengalaman personal siswa. Program ini berkontribusi dalam membentuk karakter siswa sebagai pendidik sebaya (peer educator), meningkatkan kesadaran kolektif terhadap isu kesehatan sekolah, dan memperkuat kapasitas sekolah dalam menjalankan promosi kesehatan secara berkelanjutan.
PELAJAR SEHAT ANTI MEROKOK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK Sri Indra Kurnia; Feri Irawan; Titi Nurhasanah; Linda Soebroto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17592

Abstract

Abstrak: Masyarakat Indonesia memulai merokok untuk pertama kalinya yaitu pada usia 5 tahun. Kelompok usia dengan persentase tertinggi untuk memulai merokok pertama kali adalah usia 10-14 tahun yaitu sebesar 97,2% dari total penduduk Indonesia yang merokok. Dengan demikian, usia 10-14 tahun menjadi kelompok usia yang sangat rentan dan membutuhkan pendidikan kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya merokok bagi pelajar di SMP Muhammadiyah 1 Gatak. Program pengabdian ini memberikan edukasi kepada peserta didik melalui kegiatan seminar dan demonstrasi oleh dokter spesialis paru-paru dari RSUD Dr. Moewardi selaku mitra dalam pengabian ini dan dosen dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Hasil dari program pengabdian ini yaitu meningkatnya pengetahuan mengenai bahaya merokok di kalangan pelajar khususnya di SMP Muhammadiyah 1 Gatak. Hasil Uji Paired Sample T-test menunjukan angka yang signifikan antara nilai pre-test dengan post-test dengan nilai signifikansi (p= 0,001 < 0,05), menunjukkan efektivitas kegiatan pengabdian yang dilakukan.Abstract: Indonesians started smoking for the first time at the age of 5 years. The age group with the highest percentage of first-time smokers is 10-14 years old at 97.2% of the total Indonesian population who smoke. Thus, the age of 10-14 years is a very vulnerable age group and requires health education. The purpose of this community service is to increase knowledge about the dangers of smoking for students at SMP Muhammadiyah 1 Gatak. This community service programme provides education to students through seminars and demonstrations by a lung specialist doctor from Dr. Moewardi Hospital as a partner in this community service and lecturers from the Public Health Study Programme. The result of this service programme is increased knowledge about the dangers of smoking among students, especially at SMP Muhammadiyah 1 Gatak. The results of the Paired Sample T-test test showed a significant number between the pre-test and post-test values with a significance value (p = 0.001 <0.05), indicating the effectiveness of the service activities carried out.
Analisis Kepatuhan Tim SAR terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri saat Operasi Banjir melalui Pendekatan Model PRECEDE Munifatu Rodiyah; Sri Indra Kurnia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47646

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan komponen esensial dalam keselamatan kerja, terutama bagi Tim Search and Rescue (SAR) yang menghadapi risiko tinggi saat operasi evakuasi banjir. Namun, kepatuhan terhadap penggunaan APD masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan penggunaan APD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya pada Tim SAR Kabupaten Sukoharjo dengan menggunakan pendekatan teori PRECEDE dari Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Sepuluh informan dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi media visual, dan telaah dokumen organisasi. Analisis dilakukan secara tematik dengan pengelompokan berdasarkan tiga kategori teori PRECEDE: predisposing, enabling, dan reinforcing factors. Validitas data dijaga melalui triangulasi cara. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD berada pada tingkat tinggi. Faktor predisposing seperti pengetahuan teknis dan sikap positif terhadap keselamatan mendasari perilaku patuh. Faktor enabling berupa ketersediaan dan distribusi APD umumnya mencukupi meskipun belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika kebutuhan. Faktor reinforcing seperti pengawasan sejawat dan sanksi sosial efektif mendorong kepatuhan tanpa regulasi formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan budaya keselamatan kolektif dalam penerapan sistem K3 berbasis komunitas relawan, serta memperluas penerapan teori PRECEDE dalam konteks kerja tanggap darurat.