Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBERIAN EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI MENUJU LANSIA BUGAR Nanda Dwi Mahardika Nanda; Fauzia Shafa Rachmania Rachmania; Tiara Putri Navy; Risqi Amelia Ajifadillah; ‘Aliya Nisa Mubina; Vina Aliyyaa Hanan; Sri Indra Kurnia
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.5993

Abstract

Jawa Tengah termasuk ke dalam provinsi dengan data hipertensi yang tinggi. Pada daerah yang dicoba diobservasi adalah Desa Jetis, Kecamatan Baki. Kabupaten Sukoharjo, setelah dilakukan pengamatan kebanyakan masyarakat memiliki perilaku hidup yang beresiko menimbulkan hipertensi. Banyak khususnya masyarakat lanjut usia di Desa Jetis yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, sedangkan saat diwawancara mengenai gaya hidup atau gaya hidup mereka cenderung tidak dijaga dengan ketat agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius dari hipertensi itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan tentang hipertensi pada masyarakat. Pendidikan kesehatan merupakan serangkaian upaya kecil yang dapat dilakukan untuk memberikan informasi pada masyarakat. Metode pelaksanaan penyampaian edukasi yang dilakukan menggunakan media poster dengan metode ceramah atau penyuluhan. Pada pelaksanaan kegiatan peserta sebanyak 30 lansia, yang terdiri dari 28 wanita (93,3%) dan 2 pria (6,7%), dengan rentang usia 45-59 tahun sebanyak 22 (73.3%), usia 60-74 tahun sebanyak 6 (20%), dan usia 75-90 sebanyak 2 (6,7%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program berjalan lancar dan efektif, dengan peserta yang kooperatif dan responsif terhadap materi yang disampaikan. Untuk program di masa mendatang, disarankan agar alokasi waktu ditingkatkan, penggunaan alat bantu visual dan audio diperjelas, serta sesi tanya jawab diperpanjang untuk memastikan pemahaman yang lebih mendalam. Dengan rekomendasi ini, diharapkan program edukasi kesehatan dapat lebih efektif dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir Lina Dwi Cahyowardhani; Salsabila Purnamasari; Sri Indra Kurnia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2322

Abstract

Background: Floods frequently occur in Kadipiro Village, Banjarsari District, Surakarta City, necessitating a strong level of community preparedness supported by the effective performance of the regional disaster management agency. Public perception of the performance of the regional disaster management agency is a critical factor in determining the extent to which the community is prepared to face flood risks. Purpose: To analyze public perceptions of the performance of the regional disaster management agency in improving community preparedness for flooding. Method: This quantitative cross-sectional study was conducted. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression. The selected population was 536 neighborhood units affected by flooding in Kadipiro Village. The data were then calculated using the Lemeshow formula, resulting in a sample size of 110 respondents. Results: There was a positive and significant influence between the performance of the Regional Disaster Management Agency and community preparedness. The regression test yielded an F-value of 78.043 with a p-value of 0.000, indicating a statistically significant effect. The coefficient of determination (R²) value of 0.419 indicates that the performance of the regional disaster management agency explains 41.9% of the variation in community preparedness, while the remaining 58.1% is influenced by other factors. Conclusion: Public perception of the performance of the regional disaster management agency plays a crucial role in improving flood preparedness. Efforts to improve service quality, strengthen outreach activities, and expand cross-sector coordination are necessary to build a more resilient and prepared community in a sustainable manner.   Keywords: Disaster Mitigation; Flood; Preparedness; Public Perception; Regional Disaster Management Agency.   Pendahuluan: Banjir sering terjadi di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, sehingga diperlukan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang kuat dan didukung oleh kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang efektif. Persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD menjadi faktor penting yang menentukan sejauh mana masyarakat siap menghadapi risiko banjir. Tujuan: Untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir. Metode: Penelitian kuantitatif pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Populasi yang dipilih adalah RT yang terdampak banjir di Kelurahan Kadipiro, dengan jumlah total populasi sebanyak 536 orang, selanjutnya dihitung dengan rumus Lemeshow, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 110 responden. Hasil: Terdapat pengaruh positif dan signifikan kinerja BPBD dan kesiapsiagaan masyarakat. Uji regresi menghasilkan nilai F sebesar 78.043 dengan nilai p sebesar 0.000, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.419, menunjukkan bahwa kinerja BPBD menjelaskan 41.9% variasi kesiapsiagaan masyarakat, sedangkan 58.1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Simpulan: Persepsi masyarakat terhadap kinerja BPBD memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Upaya peningkatan kualitas layanan, memperkuat kegiatan sosialisasi, dan memperluas koordinasi lintas sektor diperlukan untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap secara berkelanjutan.   Kata Kunci: Banjir; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); Kesiapsiagaan; Mitigasi Bencana; Persepsi Masyarakat.
Hubungan persepsi masyarakat terkait ketersediaan fasilitas kesehatan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir Agustin, Salisa Darma; Purnamasari, Salsabila; Kurnia, Sri Indra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2490

Abstract

Background: Floods are a frequent disaster in Indonesia, particularly in Central Java Province, and impact the health and livelihoods of the community. Kedung Lumbu Village is an area with high flood vulnerability due to its geographic location and dense residential areas. Health facilities play a crucial role in maintaining public safety, while community preparedness influences community responses and actions during disasters. Purpose: To analyze the relationship between the availability of health facilities and community preparedness for flooding. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 113 residents living in flood-prone areas of Kedung Lumbu Village was selected using purposive proportional random sampling. Data were collected through a structured questionnaire that measured the availability of health facilities and community preparedness for flooding. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. Results: The majority of respondents assessed the availability of health facilities as sufficient (53.1%) and community preparedness as ready (54.9%). Bivariate test results showed no significant relationship between the availability of health facilities and community preparedness for flooding (p = 0.122). Conclusion: Community preparedness is more influenced by other factors such as disaster experience, the existence of an early warning system, residential conditions and location, resource availability, and disaster-related knowledge. Suggestion: Future research suggests that community-based education and simulations play a crucial role in shaping community preparedness behavior. Therefore, active community involvement in flood preparedness outreach and training programs needs to be continuously improved.   Keywords: Community Preparedness; Disaster Mitigation; Flood; Health Facilities.   Pendahuluan: Banjir merupakan bencana yang masih sering terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah, dan berdampak pada kesehatan serta kehidupan masyarakat. Kelurahan Kedung Lumbu, merupakan wilayah dengan kerentanan banjir yang tinggi akibat kondisi geografis dan kepadatan pemukiman. Fasilitas kesehatan berperan penting dalam menjaga keselamatan masyarakat, sementara kesiapsiagaan masyarakat berpengaruh terhadap respons dan tindakan masyarakat saat bencana terjadi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan fasilitas kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 113 warga yang tinggal di wilayah rawan banjir di Kelurahan Kedung Lumbu, yang diambil menggunakan teknik purposive proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur ketersediaan fasilitas kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Mayoritas responden menilai ketersediaan fasilitas kesehatan berada pada kategori cukup tersedia (53.1%) dan kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori siap (54.9%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan fasilitas kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir (p = 0.122). Simpulan: Kesiapsiagaan masyarakat lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalamaan menghadapi bencana, keberadaan sistem peringatan dini, kondisi dan lokasi tempat tinggal, ketersediaan sumber daya, serta pengetahuan terkait kebencanaan. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk memberikan edukasi berbasis komunitas dan pelaksanaan simulasi berperan penting dalam membentuk perilaku kesiapsiagaan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat secara aktif dalam program sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi banjir perlu terus ditingkatkan.   Kata Kunci: Banjir; Fasilitas Kesehatan; Kesiapsiagaan Masyarakat; Mitigasi Bencana.
Pentingnya konsumsi makanan halal pada mahasiswa dan pekerja migran muslim di Korea Soepatini Soepatini; Rini Kuswati; Sri Indra Kurnia
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan kultur yang mencolok antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi pemicu utama dalam menyoroti kebutuhan untuk tetap "aware" terhadap pilihan produk halal. Kesadaran akan perbedaan ini memainkan peran krusial dalam membentuk preferensi konsumsi dan menjadi dasar bagi tujuan pengabdian ini. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi produk halal, sekaligus membantu memfasilitasi akses terhadap produk halal di Korea Selatan. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Korea Selatan dan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI). Kegiatan pengabdian ini menghasilkan panduan lokasi dan data base restoran dan toko Halal di Seoul dan Busan, modul edukasi keberhalalan produk, publikasi media massa, dan publikasi video. Keseluruhan upaya ini diarahkan untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan, dengan target luaran berupa publikasi artikel pengabdian dan rekomendasi kebijakan untuk Kedubes Korea Selatan, PCIM dan IKMI dan Kantor Urusan Internasional UMS.
The Relationship between Smoking Behavior and the Incidence of Generalized Anxiety Disorder (GAD) in Students Mika Tata Muzakhi; Sri Indra Kurnia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6325

Abstract

Generalized Anxiety Disorder (GAD) is a psychological disorder characterized by excessive worry and uncontrollable responses that persist continuously and can be experienced by both men and women. The Ministry of Health indicates that 47.7% of Indonesian adolescents experience anxiety disorders. Based on data from the National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) in 2022, it was revealed that in the past year, 155 million adolescents in Indonesia suffered from mental health disorders such as anxiety disorders. This study aims to identify the correlation between smoking behavior and GAD cases among students at Muhammadiyah University Surakarta from the 2021 to 2024 cohorts. This is a quantitative study using a cross-sectional approach. The sample consists of 240 active male students at UMS. The sampling technique used was stratified random sampling. The instrument used was a standardized questionnaire from the Anxiety and Depression Association of America (ADAA), which has been translated into Indonesian and tested for validity and reliability. The questionnaire demonstrated validity and reliability with a Cronbach's Alpha value 0.938. The research data were analyzed using univariate analysis to determine the characteristics of the respondents, such as age, class, and faculty. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test. Bivariate analysis was conducted on the dependent and independent variables, namely the relationship between smoking behavior and GAD, as well as an additional test on the variable of the number of cigarettes consumed per day. The statistical test results indicate that there is no significant correlation between smoking behavior and GAD incidence with a value of (P = 0.090). Meanwhile, the test results on the relationship between the number of cigarettes consumed per day and GAD incidence show a weak correlation with a value of (P = 0.010).
The Relationship between Menstrual Hygiene Knowledge and Bahavior with Leucorrhoea (Flour Albus) Incidence among Adolescent Sabela Riska Pratiwi; Sri Indra Kurnia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6340

Abstract

Adolescence represents a critical developmental stage characterized by substantial physiological transformations, including the commencement of menstruation, which heightens susceptibility to reproductive health problems such as abnormal leucorrhoea (flour albus). This research sought to investigate the association between knowledge and menstrual personal hygiene practices with the occurrence of leucorrhoea among female adolescents at SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Method: Utilizing a quantitative analytical method with a cross-sectional study design, the research recruited 109 participants through stratified random sampling. Data collection employed validated and reliable questionnaires, and subsequent analysis was conducted using univariate and bivariate statistical techniques, specifically the Chi-Square test. The results demonstrated a significant relationship between knowledge level (P = 0.002) and personal hygiene behavior (P = 0.001) with the incidence of leucorrhoea. Although most respondents exhibited good knowledge and hygiene practices, some still experienced abnormal leucorrhoea, suggesting the influence of other factors, such as environmental conditions and hygiene implementation.
Penguatan Peran Kader dalam Mendukung Komunikasi Kesehatan Reproduksi antara Orang Tua dan Remaja melalui Program Edukasi Komunitas Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum; Wardhatul Livia; Yuli Kusumawati; Sri Indra Kurnia; Eny Purwandari; Rochmadina Suci Bestari; Ahmada Auliya Rahman; Alya Tsurrayya; Fairus El Had; Munifatu Rodiyah
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i3.18060

Abstract

This community service program aims to strengthen the role of community health cadres in enhancing reproductive health communication between parents and adolescents. The program was conducted at the Semanggi Village Office, Surakarta, and involved 31 community health cadres representing each neighborhood unit (Rukun Tetangga [RT]). The program was implemented through educational sessions and interactive counseling. Program outcomes were evaluated using a structured questionnaire, and the data were analyzed descriptively. The results demonstrated an improvement in the cadres' knowledge of reproductive health communication, with the mean score increasing from 8.8 in the pre-intervention assessment to 9.2 in the post-intervention assessment. These findings indicate greater consistency in participants' understanding after receiving the educational intervention. Furthermore, the program strengthened the capacity of community health cadres to serve as agents of change at the family and community levels, thereby fostering more effective and sustainable reproductive health communication between parents and adolescents and supporting efforts to prevent adolescent reproductive health problems within the community.
Satu Langkah Untuk Bumi: Strategi Pengolahan Sampah Berbasis 3R Iclashul Bintang Prakusya; Nilna Minati Najibah; Fatihatul Qolby; Cynthia Agustina; Silvy Adella Puspitasari; Adita Armelia Sandra; Aulya Rahma Santi; Nabita Regina Intan; Puput Putri Prastiwi; Endang Setyaningsih; Sri Indra Kurnia
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Dusun 2, dengan melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pemilahan sampah, serta pembuatan kerajinan ecobrick, kompos, dan biopori. Metode: yang digunakan mencakup analisis situasi melalui Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk menentukan prioritas masalah. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah, dengan partisipasi aktif dalam kegiatan yang diadakan. Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Simpulan: Hasil uji statistik didapatkan bahwa nilai p sebesar 0.001 (< 0.05), maka terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah sosialisasi pemilahan sampah. Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang cara membedakan antara sampah organik dan anorganik, serta pentingnya pengelolaan sampah yang benar.