Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

BC-g-PAA: Characterization and Establishment of the IPN Hydrogel Jelita, Jelita; Saragih, Sri Wahyuna; Irham, Wardatul Husna
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.7007

Abstract

A study on the manufacture of bacterial cellulose IPN hydrogel crosslinked poly acrylic acid using the MBA crosslinker. This study aims to characterize and observe the reaction to form bacterial cellulose-based hydrogel IPN. The BC-g-PAA was characterized by the degree of cross-linking, swelling ratio, and FTIR analysis. The results of this study found predictions of the reaction process for the formation of IPN Hydrogel in several process stages, namely 1) The polymerization process of bacterial cellulose chains that form cross-linked networks independently, 2) The process of cross-linking Acrylate monomers with MBA crosslinkers in three steps, i.e. initiation, propagation and termination, 3) Reaction process Formation of IPN network. The results of the characterization test for the degree of crosslinking were 54.55%; Swelling ratio of 1631.25%. FTIR analysis shows that there is a peak that identifies the occurrence of crosslinking
Inventarisir jamur Ganoderma sp. pada perkebunan kelapa sawit PT. Putri Hijau dan perkebunan rakyat di Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat Malau, Michael Thomas; Nurliana, Nurliana; Irham, Wardatul Husna
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25684

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh jamur Ganoderma boninense merupakan penyakit penting karena berdampak pada penurunan produksi. Jenis Ganoderma yang menyerang tanaman kelapa sawit masih kurang dilakukan inventarisir dan ternyata bukan hanya G. boninense saja yang menyerang tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman spesies  di Kabupaten Langkat. Penelitian dilakukan di Kebun Ibunda PT. Putri Hijau dan Desa Halaban menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik jelajah pada Februari-April 2025. Hasil menunjukkan 16 batang kelapa sawit terserang Ganoderma dengan rincian: perkebunan swasta 9 pokok (0,45%) dan 71 fruiting body, perkebunan rakyat 7 pokok (2,5%) dan 55 fruiting body. Spesies yang teridentifikasi  ada 4 jenis yaitu G. boninense, G. lucidum, G. curtisii, dan G. applanatum.
ANALISIS TERMODINAMIKA DAN KINETIKA PADA PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK SAWIT MENJADI BIODIESEL DENGAN METODE SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irham, Wardatul Husna; Purwanto, Heri; Adhyaksa, Bagus; Putra, Raihant Syah; Syahda, Arsyifa Nirmala; Ambarita, Tony Gunawan
Jurnal Agro Fabrica Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v7i2.349

Abstract

ABSTRAK Biodiesel merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan melalui proses transesterifikasi antara minyaknabati dan alkohol dengan bantuan katalis.minyak kelapa sawit Adalah bahan baku utama yang potensial karenamemiliki ketersediaan yang melimpah. Pembahasan ini bertujuan untuk menganaisis aspek termodinamika dankinetika pada proses transesterifikasi minyak kelapa sawit menjadi biodiesel.berdasarkan Jurnal yang telah kami baca.Analisis ini difokuskan pada jenis katalis,suhu reaksi,jenis alcohol, dan nilai energi yang mempengaruhi produtivitasbiodiesel.Hasil telah menunjukan bahwa Sebagian besar analisis ini menggunakan model kinetika Arrhenius denganpendekatan kinetika orde satu terhadap trigliserida.niali yang terkandung dalam energi aktivasi (Eₐ) sekitar 10–60kJ/mol, dengan katalis basa homogen (NaOH dan KOH) menghasilkan laju reaksi lebih cepat dan Eₐ lebih rendahdibandingkan katalis heterogen berbasis CaO atau abu sawit.secara termodinamika dan reaksi transestrifikasi bersifatendotermik dan reversible, dikarenakan peningkatan suhu dan rasio alcohol mempercepat proses pembentukanbiodiesel.Metanol ini terbukti lebih efisien dibandingkan dengan etanol, karena metanol menghasilkn konversi tinggilebih tinggi dan waktu reaksi lebih singkat dibandingkan dengan etanol. Pemahaman yang luas terhadap hubunganantara termodinamika dan kinetika yang menjadi dasar penting utuk merancang proses produksi biodiesel yang lebihefisien, ekonomis dan berkelanjutan. ABSTRAK Biodiesel is an environmentally friendly fuel produced through a transesterification process between vegetable oiland alcohol with the aid of a catalyst. Palm oil is a potential primary raw material due to its widespread availability.This discussion aims to analyze the thermodynamic and kinetic aspects of the transesterification process of palm oilinto biodiesel based on twenty journals that we have read. This analysis focuses on the type of catalyst, reactiontemperature, type of alcohol, and energy value that affect biodiesel productivity. The results show that most of theseanalyses employ the Arrhenius kinetic model, using a first-order kinetic approach for triglycerides. The activationenergy (Eₐ) value is around 10–60 kJ/mol, with homogeneous base catalysts (NaOH and KOH) producing fasterreaction rates and lower Eₐ compared to CaO-based heterogeneous catalysts or palm ash. Thermodynamically, thetransesterification reaction is endothermic and reversible, as increased temperature and alcohol ratio accelerate thebiodiesel formation process. Methanol has proven to be more efficient than ethanol, as it produces higher conversionrates and shorter reaction times compared to ethanol. A broad understanding of the relationship betweenthermodynamics and kinetics is an important basis for designing a more economically efficient and sustainablebiodiesel production process.
PENGEMBANGAN BAHAN AKTIF ANTIMIKROBA DARI ASAM LEMAK SAWIT MELALUI MODIFIKASI KIMIA: FOKUS PADA SINTESIS MONO/DIASIL GLISEROL DAN TURUNAN ASAM LEMAK TEROKSIDASI UNTUK APLIKASI PANGAN DAN FARMASI Irham, Wardatul Husna; Faisal, Busrizal; manik, michael finehas; Putri, Dwi Kartika; Sinaga, Fiki; Nengsih, Welly Three
Jurnal Agro Fabrica Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v7i2.350

Abstract

Minyak sawit dan turunannya merupakan sumber utama asam lemak jenuh dan tak jenuh, sehingga cocok sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa bioaktif melalui modifikasi kimia. Salah satu perkembangan menarik adalah produksi bahan aktif antimikroba dari asam lemak sawit, khususnya dengan memproduksi monoasilgliserol (MAG), diasilgliserol (DAG), dan turunan oksidasi seperti epoksida asam lemak, peroksida, dan diol. Makalah ini membahas temuan penelitian selama dua puluh tahun terakhir tentang modifikasi kimia asam lemak sawit untuk menghasilkan bahan aktif antimikroba yang dapat digunakan dalam industri makanan dan farmasi. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis 20 jurnal ilmiah dari dalam dan luar negeri, yang mencakup proses gliserolisis, etanolisis, oksidasi terpilih, dan pengujian aktivitas antimikroba dari senyawa yang dihasilkan. Metode sintesis kimia dan enzimatik telah dilaporkan menghasilkan turunan MAG/DAG dan asam lemak teroksidasi dengan ketahanan oksidasi dan aktivitas antimikroba yang baik terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Berdasarkan hasil tinjauan, tampak bahwa monogliserida, terutama monolaurin dan monopalmitin, memiliki efek penghambatan yang kuat terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus, sementara senyawa epoksi dan peroksida dari asam oleat dan linoleat memiliki potensi antimikroba dan sifat antioksidan tambahan. Potensi ini membuka peluang besar untuk mengembangkan pengawet makanan alami dan bahan aktif farmasi yang berasal dari sumber minyak sawit yang ramah lingkungan.
Characteristics of Chitosan from Black Soldier Fly Pupa Shells as a Crosslinking Agent in the Manufacture of Slow-Release Fertilizer Hydrogels Sri Wahyuna Saragih; Wardatul Husna Irham; Ingrid Ovie Yosephine; Muhammad Ferza; Bella Yulia; Annisah Fadhilah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.9692

Abstract

Chitosan, a natural polysaccharide obtained through the deacetylation of chitin, exhibits unique properties that make it a potential material for various applications, including agriculture. This study aims to examine the characteristics of chitosan derived from Black Soldier Fly (BSF) pupa shells and its role as a crosslinking agent in polymer-based hydrogel synthesis for slow-release fertilizers. Chitosan was isolated through chemical processes, including demineralization, deproteinization, and deacetylation. Characterization was conducted using FTIR, XRD, SEM, TEM, and TGA. The results revealed that chitosan from BSF pupa shells has a degree of deacetylation of 83%, a semi-crystalline and slightly amorphous structure, pores that enhance water absorption capacity, and high thermal stability. These properties make chitosan an effective crosslinking agent, improving hydrogel stability and extending nutrient release duration. These findings demonstrate the potential of chitosan as an innovative material for hydrogel applications in sustainable agriculture.
Selulosa Bakteri Terimpregnasi Nanopartikel Perak dari Sari Pelepah Kelapa Sawit dan Sifat Antimikrobanya Wardatul Husna Irham; Syarifah Yusra; Hari Gunawan; Marzuti Isra; Sajaratud Dur
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13390

Abstract

Palm oil frond sap (NPS), rich in fermentable sugars and essential minerals, is a renewable substrate for the production of biocompatible biomaterials. This study aims to review the utilization of  of OPFJ as a culture medium for BC biosynthesis, its functionalization with silver nanoparticles (AgNPs), and the potential of the resulting composite’ for wound dressing applications. The method used was a literature review by collecting the latest and most recent journals, recording and analyzing the results of the utilization of OPFJ with AgNPs. The results showed   that OPFJ-based BC exhibits nanofibrillar morphology, high crystallinity, and good mechanical stability. The incorporation of AgNPs enhances antimicrobial activity against both Gram-positive and Gram-negative bacteria, providing a dual-functional dressing material. Nonetheless, limitations persist in silver release control, cytotoxicity management, and large-scale production. Future studies should focus on pretreatment optimization of OPFJ, green synthesis of AgNPs, and in vivo evaluations to ensure clinical viability.