Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Developing Hot Mathematics Task with Indonesian Heritage as Context to Assess Mathematical Literacy of Students in Primary School Oktiningrum, Wuli; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i1.1997

Abstract

The goal of this research produces a set of HOT mathematics tasks with Indonesian heritage as a context that is valid and practical to assess the mathematical literacy of students in primary school. The participants of the study were 120 students in primary school. The data was collected through documentation, questionnaire, test result, and interviews. This is design research using a type of development research with formative evaluation. The mathematics task not only reviewed by 7 experts, who assess the context, content, and language of prototype but also beyond empirical evaluation of validation and reliability testing. The field test result showed that the HOT mathematics task has a potential effect on the mathematical literacy of primary school students.
Project based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa PGSD Muslihasari, Adzimatnur; Oktiningrum, Wuli; Wibowo, Andi; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i1.6661

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan mengimajinasikan, menafsirkan dan mengemukakan gagasan serta usaha yang memiliki daya cipta untuk kombinasi baru dari unsur sebelumnya yang sudah ada sehingga diperoleh peningkatan kualitas mahasiswa dalam pengembangan dirinya. Kreativitas penting dimiliki oleh mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik untuk menghadapi era abad ke-21. Era abad ke-21 menuntut pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas untuk memfasilitasi peserta didik mengembangkan keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran harus dirancang dengan menarik dan inovatif. Tetapi, pada kenyataanya kemampuan kreatifitas mahasiswa masih rendah. Hal ini terjadi karena banyak factor. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus dengan 7 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD semester gasal 2023/2024 dengan jumlah 60 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika terdapat perubahan yang signifikan terhadap kemampuan kreativitas mahasiswa dengan Project based Learning (PjBL). Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa PGSD pada indikator fluency, flexibility, elaboration, dan originality secara maksimal.
MENGGALI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR: PENDEKATAN LITERATUR ETNOPEDAGOGI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Wardhani, Dyah Ayu Pramoda; Yusuf, Nanang Andri; Rahmadhani, Risa; Anggraini, Novia
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 4 No 3 (2024): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v4i3.4565

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia khususnya pada tingkat dasar (dasar) menjadi tujuan utama. Salah satu cara yang dianggap sebagai praktik yang baik adalah dengan memasukkan kearifan lokal ke dalam program untuk meningkatkan pengalaman siswa dan meningkatkan hubungan mereka dengan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengetahui penerapan literatur etnografi dalam menggali kearifan lokal di sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal dan memperkuat karakternya. Mengintegrasikan kearifan lokal juga mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat serta membantu pengembangan karakter siswa. Namun diperlukan penelitian dan partisipasi berbagai pihak untuk memperbaiki sistem ini dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Integrasi Permainan Tradisional Inovatif GABUL dan GABIL dengan Model Habituasi Sikap Anti-Bullying Bagi Siswa Sekolah Dasar Lutfiatus Zuhroh, Lutfiatus; Oktiningrum, Wuli; Adzimatnur , Adzimatnur; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda; Wibowo, Andi
Indonesian Journal of Educational Science (IJES) Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Journal of Educational Science (IJES)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ijes.v7i1.4687

Abstract

Abstrak Kekerasan di sekolah telah terjadi lebih sering belakangan ini, seperti yang dibuktikan dengan meningkatnya liputan media di surat kabar dan televisi yang membahas masalah ini. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, beberapa permainan tradisional akan dikembangkan yang diintegrasikan dengan metode habituasi anti-bullying untuk siswa sekolah dasar. Permainan tradisional yang digunakan dalam penelitian ini adalah ular tangga anti-bullying (GABUL) dan congklak anti-bullying. (GABIL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan penguatan kepada siswa mengenai jenis-jenis perundungan dan cara mengatasi perundungan di sekolah dasar dengan menggunakan metode habituasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimental satu kelompok pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas empat dan kelas lima yang berjumlah 116 siswa dari 4 sekolah yang berbeda. Teknik analisis data yang digunakan memerlukan analisis uji. Teknik analisis data menggunakan analisis prasyarat dalam bentuk uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan homogenitas, sedangkan uji hipotesis dengan uji t sampel berpasangan. Nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, ini berarti bahwa ada pengaruh penggunaan media permainan tradisional terintegrasi dan inovatif GABAL dan GABIL dengan metode habituasi anti-bullying terhadap kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media permainan tradisional inovatif GABUL dan GABIL dianggap efektif dalam mengajarkan perilaku anti-bullying kepada siswa sekolah dasar. Media permainan ini dilakukan menggunakan metode habituasi, yang mengajarkan siswa tentang perilaku bullying dan membantu mereka merasakan empati serta harga diri. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi perilaku bullying di kalangan siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Anti-Bulliying, Metode Habituasi, Siswa Abstract Violence in schools has been occurring more frequently lately, as evidenced by the increasing media coverage in both newspapers and on television discussing this issue. Therefore, in this research, several traditional games will be developed that are integrated with anti-bullying habituation methods for elementary school students. The traditional games used in this research are the anti-bullying snakes and ladders (GABUL) and the anti-bullying hopscotch. (GABIL). The purpose of this research is to provide knowledge and reinforcement for students regarding the types of bullying and how to address bullying in elementary schools using the habituation method. This study used quantitative research methods with a pre experimental research design of one group pretest-posttest. The research sample was fourth grade and fifth grade students totaling 116 students from 4 different school. The data analysis technique employed requires test analysis. The data analysis technique employs prerequisite analysis in the form of validity, reliability, normalcy, and homogeneity tests, whereas the hypothesis test with paired sample t-test. The significance value of 0.000 < 0.05, so it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted. Therefore, it means that there is an influence of using integrated and innovative traditional game media GABAL and GABIL with the anti-bullying habituation method on students' abilities before and after treatment. Based on the research results, it can be concluded that the innovative traditional games media GABUL and GABIL are considered effective in teaching elementary school students anti-bullying behavior. This game media is conducted using the habituation method, which teaches students about bullying behavior and helps them feel empathy and self-esteem. Thus, it is hoped that it can reduce bullying behavior among elementary school students. Keywords: Traditional games, anti-bullying, students , Habituation Metod
Pengembangan Modul Numerasi Materi Pengukuran Panjang (Monupa) Berbantuan Kodular terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar Fauziah, Nurlaili; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda
Diniyah: Jurnal Pendidikan Dasar Volume 6 Nomor 1, 2025
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/dy.v6i1.9473

Abstract

Numeracy skills are essential foundational competencies that must be mastered from the elementary school level. However, students' low interest in mathematics and high dependency on digital devices pose challenges that require innovative solutions. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of the Numeracy Module on Length Measurement (Monupa), supported by Kodular, as a contextual, interactive learning solution aligned with students’ digital habits. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The module's validity was assessed by content and media experts and implemented among second-grade elementary students. The findings revealed that Monupa is highly valid (100% and 92%) and effectively enhances students' numeracy skills, with an average N-Gain score of 0.16. The highest improvement was observed in students' understanding of using numbers in length measurement. The module was considered user-friendly and engaging, demonstrating potential to boost students' active participation. This development strengthens the integration of mobile technology with numeracy learning strategies grounded in real-life contexts. Monupa contributes to innovative Android-based learning media that are responsive to the demands of 21st-century elementary education.Keywords: Elementary numeracy module; length measurement; Android-based learning; Kodular; student numeracy literacy
Integrasi Budaya Islam Indonesia dalam Pengembangan Soal HOTS untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Oktiningrum, Wuli; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda; Muslihasari, Adzimatnur; Wibowo, Andi
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15 No 1 (2025): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika (April 2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edumatica.v15i1.42758

Abstract

Critical thinking skills are very important. However, many students in Indonesia have low critical thinking skills. This study developed HOTS questions with the context of Indonesian Islamic culture to improve the critical thinking skills of elementary school students. The method used is the development research method, which consists of analysis, design, evaluation, and revision. The stages of developing these questions go through preliminary and prototyping stages with a formative evaluation flow. A total of 50 6th-grade students from SD Negeri 1 Dilem and SD Negeri 1 Mangunrejo Malang Regency became the subjects of this study, as well as three experts involved in the prototyping stage. Data were collected using walk-through, documentation, questionnaires, tests, and interviews. This study produced 5 HOTS questions in the context of Indonesian Islamic culture, with valid, practical, and potential effect categories. Based on the results of the analysis, prototype 3 has the potential to measure the critical thinking skills of elementary school students, as shown through student answers. Students' critical thinking skills are assessed based on four indicators: 1) interpretation, namely 90% of students show understanding by identifying the information given and requested accurately; 2) analysis, with 70% of students successfully establishing relationships between statements, questions, and concepts through mathematical modeling and appropriate explanations; 3) evaluation, where 50% of students applied proper procedures to solve and calculate problems correctly; and 4) conclusion, where 45% of students were able to formulate conclusions correctly based on their solution steps. Another indication of effectiveness is also seen in the seriousness and interest of students when solving problems. Recommendations for further research include developing problems in more diverse contexts, with the context of Indonesian culture.
Developing Hot Mathematics Task with Indonesian Heritage as Context to Assess Mathematical Literacy of Students in Primary School Oktiningrum, Wuli; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i1.1997

Abstract

The goal of this research produces a set of HOT mathematics tasks with Indonesian heritage as a context that is valid and practical to assess the mathematical literacy of students in primary school. The participants of the study were 120 students in primary school. The data was collected through documentation, questionnaire, test result, and interviews. This is design research using a type of development research with formative evaluation. The mathematics task not only reviewed by 7 experts, who assess the context, content, and language of prototype but also beyond empirical evaluation of validation and reliability testing. The field test result showed that the HOT mathematics task has a potential effect on the mathematical literacy of primary school students.
PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK DALAM PEMBELAJARAN DIAGRAM BATANG MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Astika, Rani; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 1 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.257 KB) | DOI: 10.33379/primed.v1i2.851

Abstract

Pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurangnya pemanfaatan media pada materi diagram batang matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media belajar pop-up book pada materi diagram batang matematika kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model Borg & Gall dengan menggunakan 4 tahapan, yaitu: tahap pengumpulan data, tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, serta tahap validasi dan uji coba. Instrumen yang digunakan merupakan lembar validasi kelayakan media, angket motivasi belajar siswa, dan angket respon siswa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi 76,47% kualifikasi valid dan tidak revisi, ahli media mencapai 98,46% kualifikasi sangat valid dan tidak revisi. Angket motivasi belajar kelompok kecil mendapatkan persentase 78,5% dengan kategori Tinggi. Kelompok terbatas sebelum penggunaan media memperoleh persentase 46,25% dengan kategori Sedang, setelah penggunaan media memperoleh persentase 78,5% dengan kategori Tinggi. Adapun hasil tanggapan angket respon siswa terhadap media pada kelompok kecil mendapatkan persentase 86% kategori sangat baik, tanggapan angket respon siswa kelompok terbatas mendapatkan persentase 89,5% kategori sangat baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pop-up book materi diagram batang matematika yang telah dikembangkan layak dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata Kunci : Media Pop-Up Book, Diagram Batang, Motivasi Belajar
A PERBANDINGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN PEMBELAJARAN KONVESIONAL: NHT Aini, Roichatul; Wardhani, Dyah Ayu Pramoda
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 1 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.011 KB) | DOI: 10.33379/primed.v1i2.883

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak sedikit siswa yang merasa bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit, sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Selain faktor individu siswa yang mempersepsikan matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, juga dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran dalam penyampaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Perbedaan Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT) dan Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan Nonequivalent Control Group Design yang memilih kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara acak. Pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample T Test. Sampel penelitian adalah 8 siswa kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif NHT dan 8 siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi RPP, soal tes dan dokumentasi. Dari hasil pengolahan dan analisis data terdapat informasi perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan pembelajaran konvensional. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas IV pembelajaran matematika SD sebesar 27%. Kata kunci: Numbered Head Together (NHT), Konvensional, Hasil belaja Matematika merupakan mata pelajaran yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak sedikit siswa yang merasa bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit, sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Selain faktor individu siswa yang mempersepsikan matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, juga dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran dalam penyampaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Perbedaan Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT) dan Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Pembelajaran Matematika Kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan Nonequivalent Control Group Design yang memilih kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara acak. Pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample T Test. Sampel penelitian adalah 8 siswa kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif NHT dan 8 siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi RPP, soal tes dan dokumentasi. Dari hasil pengolahan dan analisis data terdapat informasi perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan pembelajaran konvensional. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas IV pembelajaran matematika SD sebesar 27%.Kata kunci: Numbered Head Together (NHT), Konvensional, Hasil belajar
Pengembangan Media Game Ludo Dan Link (GAUL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Sekolah Dasar Pada Era Pandemi Covid-19 Wardhani, Dyah Ayu Pramoda; Mauliddiyah, I’in Cahya
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 3 No 1 (2023): MARET
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/primed.v3i1.2405

Abstract

The transition from online learning to face-to-face learning is limited, resulting in a decrease in student learning outcomes by 55%, as well as causing various other impacts. The purpose of face-to-face learning is limited to making it easier for students to understand face-to-face learning, which was previously done online which was deemed less effective in understanding learning. One solution that can be used is the use of learning media. The approach in this study uses a qualitative approach, with Research and Development (R&D) research methods with the ADDIE development model. GAUL learning media has been validated by getting very good qualifications. Media GAUL has been tested for eligibility with very decent qualifications. The percentage can increase learning outcomes as much as 88%, so that the GAUL media is feasible and can improve the learning outcomes of grade 2 elementary school students.