Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DERIVASI GENERATIF PADA NOMINA BAHASA BAHASA BUGIS: SEBUAH BENANG MERAH PADA BAHASA MELAYU Kusumanegara, Afdhal
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 2, No 1 (2020): JURNAL TUAH : Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.473 KB)

Abstract

Dalam bahasa Bugis, kelas kata nomina dapat berasal dari hasil penyesuaian bentuk turunan yakni melalui proses afiksasi secara derivatif. Sifat derivatif tersebut memiliki kaidah pembentukan kata sebagaimana yang terdapat dalam bahasa serumpun. Meskipun pembentukan nomina dalam bahasa Bugis memiliki kaidah pembentukan kata, namun proses tersebut memiliki ciri tertentu. Modifikasi model kerja proses pembentukan kata Halle (1973) dan Aronoff (1994) digunakan untuk melihat pola pembentukan nomina secara derivatif dalam bahasa Bugis. Analisis tersebut terdiri atas 5 tahap; 1) bentukan kata/daftar morfem (DM), 2) kaidah pembentukan kata (KPK), 3) kaidah penyesuaian/saringan (KP/S), (4) kaidah lanjutan (KL), dan 5) hasil/kamus (H/K). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perilaku kosakata atau hasil afiksasi dalam bahasa Bugis yang tidak mencapai lima tahap pembentukan kata atau tidak dimasukkan/digunakan secara lazim dalam bahasa Bugis. Hal tersebut memberikan aspek kesemestaan terhadap bahasa Melayu yang memiliki ciri morfologis serupa.
Perbedaan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Menggunakan Model Think Talk Write Berbantuan Media Audio Visual dan Media Gambar Marlisa, Welli; Karmila, Karmila; Kusumanegara, Afdhal; Suliman, Mohd Saipuddin; Costantino, Antonio
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 13 No. 2 (2025): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2025.25146

Abstract

The results of the descriptive writing skills test show that many students are still below the minimum passing grade (KKM). This is because students are not yet able to describe an object in detail. This study is a quantitative study using a quasi-experimental method. The design used is Nonequivalent Control Group Design. This study to have included a population of 280 seventh-grade students at SMPN 8 Sungai Penuh. The sampling process to have been conducted using specific criteria, applying a purposive sampling approach. The samples in this study were classes VII3 and VII4, with 35 students in each class. The instrument used in this study was a descriptive text writing skills test. The following are three conclusions from the data analysis. First, after the descriptive text writing skills test was conducted, students who were taught using Think Talk Write with audio-visual media obtained an average score of 85.57. Second, students taught using Think Talk Write with image media obtained an average score of 81.14.  Third, there was a significant difference in the descriptive text writing skills of students taught using the Think Talk Write model with audio-visual media and image media.
Glottal Stop pada Asimilasi dan Geminasi Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan sebagai Potret Kognisi Sosial Masyarakat yang Tegas Kusumanegara, Afdhal; Usman, Nurhayati; Said, Bambang Suhartono bin Mohd; Khair, Miftahul
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21938

Abstract

Glottal stop dalam proses morfofonemik pada utamanya pada bahasa daerah di Sulawesi Selatan, yakni bahasa Bugis, Makassar, Massenrempulu, Tae’ dan Toraja menunjukkan karakter rumpun bahasa Austronesia, yakni ketegasan. Tujuan penelitian ini memotret karakter kognisi sosial masyarakat Sulawesi Selatan dari penggunaan asimilasi dan geminasi pada bahasa-bahasa daerah di wilayah tersebut. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan kajian eklektik antara kajian morfofonemik dan teori wacana (kognisi sosial van Dijk). Analisis asimilasi digunakan untuk kajian morfofonemik dan analisis wacana untuk menggambarkan kognisi sosial masyarakat. Sumber data yakni kosa kata bahasa daerah dari berbagai bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Data berupa diksi yang mengandung unsur glottal stop baik dari kelas kata verba atau adjektiva yang melibatkan proses asimilasi dan geminasi. Penggunaan prefiks yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh konsonan awal kata, jumlah suku kata, makna kata, dan intonasi penggunaan kata yang mengikutinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat irisan kekerabatan pada bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Selatan yang berlandaskan pada sifat dominan bahasa rumpun Austronesia yakni penekanan pada tuturan akibat penggunaan glottal stop. Unsur penekanan tersebut menggambarkan kognisi sosial masyarakat tuturnya yang cenderung memberikan ketegasan dalam tuturan. Mengetahui karakter tersebut akan memudahkan jika terdapat interaksi yang intensif dengan masyarakat Sulawesi Selatan.
Perbedaan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Menggunakan Model Think Talk Write Berbantuan Media Audio Visual dan Media Gambar Marlisa, Welli; Karmila, Karmila; Kusumanegara, Afdhal; Suliman, Mohd Saipuddin; Costantino, Antonio
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 13 No. 2 (2025): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2025.25146

Abstract

The results of the descriptive writing skills test show that many students are still below the minimum passing grade (KKM). This is because students are not yet able to describe an object in detail. This study is a quantitative study using a quasi-experimental method. The design used is Nonequivalent Control Group Design. This study to have included a population of 280 seventh-grade students at SMPN 8 Sungai Penuh. The sampling process to have been conducted using specific criteria, applying a purposive sampling approach. The samples in this study were classes VII3 and VII4, with 35 students in each class. The instrument used in this study was a descriptive text writing skills test. The following are three conclusions from the data analysis. First, after the descriptive text writing skills test was conducted, students who were taught using Think Talk Write with audio-visual media obtained an average score of 85.57. Second, students taught using Think Talk Write with image media obtained an average score of 81.14.  Third, there was a significant difference in the descriptive text writing skills of students taught using the Think Talk Write model with audio-visual media and image media.
Nilai Relasional dalam Fitur Gramatika Wacana Akademik di Perguruan Tinggi Kusumanegara, Afdhal; Santoso, Anang; Sunoto, Sunoto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol. 1, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of grammatical features in academic discourse in college contains a relational value for a particular purpose. To assess the value of relational use of grammatical features, required analytical model is based on a critical paradigm, namely critical discourse analysis. Model of critical discourse analysis that is used is model analysis Fairclough that combines text analysis, discourse practice and socio-cultural practices. Realm of discourse that researched is the academic discourse i.e the research proposal seminar in college. Relational value represent dimension of 'social relations' in academic discourse. The results showed that the relational value using by 5 features of grammar, namely (1) declarative sentence, (2) interrogative sentences, (3) imperative sentence, (4) modalities of relational, and (5) personal pronouns for the purpose of ideological and domination. The use of grammatical features of ideological and repressive conducted by moderator, keynote address, main comparators and general comparator.