Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

INDONESIA SEBAGAI EMERGING POWER: PERSPEKTIF EKONOMI MILITER Nasution, Robby Darwis
ARISTO Vol 3 No 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v3i2.6

Abstract

Era kepemimpinan SBY, merupakan era baru bagi Indonesia untuk bisa tampil dan menunjukkan eksistensinya terhadap dunia internasional. Berangkat dari era reformasi dimana Indonesia mengalami masa keterpurukan di bidang ekonomi yang tercermin lewat tingginya inflasi saat itu, maka di era kepemimpinan SBY perlahan perekonomian Indonesia berlahan-lahan sudah bisa bangkit dari keterpurukan tersebut. Bukan hanya di sektor ekonomi, tetapi di dalam keaktifan di kancah internasional juga merupakan salah satu indikator kebangkitan Indonesia. Keaktifan Indonesia dalam kancah internasional terlihat dari masuknya Indonesia dalam G-20 dan menjadi The Next 11, yaitu Negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan dalam beberapa tahun kedepan akan muncul menjadi Negara dengan ekonomi yang kuat. Selain itu, demi menjaga keamanan wilayah, pada era SBY ini mulai meningkatkan alutista baik sektor darat, laut, ataupun udara. Hal ini dilakukan demi menjaga kedaulatan dan mencegah konflik yang sering terjadi dengan Negara-negara tetangga, peningkatan kekuatan militer ini semata-mata untuk mengembalikan militer Indonesia kembali menjadi macan Asia.
KORUPSI DAN PELANGGARAN HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA DI INDONESIA Nasution, Robby Darwis
ARISTO Vol 1 No 2 (2013): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v1i2.23

Abstract

Korupsi merupakan budaya yang sudah lumrah terjadi di Indonesia, dalam keseharian perpolitikan di Indonesia bahkan tidak akan lepas dari aktifitas korupsi dimana pada kenyataannya korupsi sendiri akan berdampak sistemik bukan hanya berdapmapa kepada kemakmuran Negara tetapi juga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kesejahteraan Masyarakat  sesungguhnya dapat dilihat dari tingkat pemenuhan hak EKOSOB (Ekonomi, Sosial dan Budaya), ketiga poin tersebut merupakan bagian kecil indikator kesejahteraan rakyat. Bersama-sama dengan Hak Sipil, hak ekosob telah diakui secara internasional sebagai bagian dari the international bill of human rights. Kerangka hukumnya menjadi semakin jelas setelah hak-hak tersebut dituangkan dalam perjanjian multilateral yang tertuang dalam Covenan on Economic, Social and Cultural Rights (selanjutnya disingkat CESCR), yang disahkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1966 sebagai pelaksanaan dari prinsip-prinsip yang dimuat dalam DUHAM 1948. Kewenangan negara yang dalam hal ini adalah pemerintah untuk menjamin hak-hak ekonomi, sosial dan budaya di indonesia dirasa tidak memenuhi hasil yang memadai sehingga dapat dilihat dengan masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, dan rendahnya tingkat pendidikan warga negara. Selain itu, tingkat korupsi di Indonesia masih sangat tinggi dibanding negara-negara lain yang menyebabkan tingkat pelanggaran hak EKOSOB di Indonesia masih sangat tinggi.
Analisis Efektifitas Pola Rekrutmen Kader Rantingmuhammadiyah Di Ponorogo Nasution, Robby Darwis
ARISTO Vol 6 No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v6i1.782

Abstract

professional resources that can support all kinds of vision, mission or goals of the organization. To get members who have a high professionalism of course required a good recruitment and not just random, because how many members of an organization would be meaningless if not have adequate competence. Conversely, if an organization, although having few members but in each member has adequate competence, then the rate of development of the organization will run well then it is important that large organizations such as Muhammadiyah looking for the right pattern in recruitment cadres in order to support organizational performance. Furthermore, in this research will use descriptive qualitative research method by taking samples from three twigs in Ponorogo regency which represents the central city area, the central area and the periphery. The conclusion this research is recruitment pattern owned by the Muhammadiyah organization is Muhammadiyah educational institution, employee charity Muhamamdiyah, and the general public and there is no direct recruitment process.Orientation or encouragement of prospective members to participate in Muhammadiyah organization other than it is as a medium of learning and means of worship (non-profit oriented). This is very different from the existing recruitment theory where recruitment theory in general is on profit oriented organizations or companies.
Analisis Pelaksanaan Hak Politik Penyandang Disabilitas dalam Pemilihan Umum 2024 di Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur Kasanah, Fadila Muajaba; Harsono, Jusuf; Ridho, Irvan Nur; Nasution, Robby Darwis
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3461

Abstract

This study aims to analyze the implementation of general elections related to the political rights of persons with disabilities in Jambon District in 2024, with a focus on Sidoharjo Village and Krebet Village. The problems faced by these two villages are related to data collection, socialization, and services in general elections. The concepts used in this study include general elections, political rights, and disability. This study uses a qualitative approach to explore a deeper understanding of the challenges faced by persons with disabilities in participating in elections. Data sources were obtained through in-depth interviews, data analysis, and documentation. The sampling technique used was purposive sampling, which selected informants based on criteria relevant to the research objectives. The informants in this study consisted of two village heads, namely the Head of Krebet Village and the Head of Sidoharjo Village; four persons with disabilities; two members of the Voting Committee (PPS) from both villages; and representatives from the LKS Rumah Kasih Sayang Social Organization. The results of the study show that in the data collection process, there were obstacles in the form of data inaccuracy, which resulted in a decrease in the number of voters with disabilities, particularly due to the difficulties faced by Pantarlih in Sidoharjo Village in identifying people with disabilities. In addition, the socialization efforts did not specifically target persons with disabilities, and the election services provided to persons with disabilities were still not optimal. This was due to accessibility that was not disability-friendly and facilities that were not adequate to support their equal participation in the elections.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pemilihan umum terkait hak politik penyandang disabilitas di Kecamatan Jambon pada tahun 2024, dengan fokus pada Desa Sidoharjo dan Desa Krebet. Permasalahan yang dihadapi kedua desa tersebut berkaitan dengan pendataan, sosialisasi, dan pelayanan dalam pemilihan umum. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pemilihan umum, hak politik, dan disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam partisipasi pemilu. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam, analisis data, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang memilih informan berdasarkan kriteria yang relevan dengan tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini terdiri dari dua kepala desa, yaitu Kepala Desa Krebet dan Kepala Desa Sidoharjo; empat penyandang disabilitas; dua anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari kedua desa; serta perwakilan dari Organisasi Sosial LKS Rumah Kasih Sayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pendataan, terdapat kendala berupa ketidakakuratan data yang mengakibatkan penurunan jumlah pemilih penyandang disabilitas, khususnya karena kesulitan Pantarlih di Desa Sidoharjo dalam mengidentifikasi kelompok penyandang disabilitas. Selain itu, sosialisasi yang dilakukan belum menyasar penyandang disabilitas secara khusus, dan pelayanan pemilu yang diberikan kepada penyandang disabilitas masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh aksesibilitas yang belum ramah disabilitas serta fasilitas yang belum memadai untuk mendukung partisipasi mereka secara setara dalam pemilu.