Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KORUPSI DAN PELANGGARAN HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA DI INDONESIA Nasution, Robby Darwis
ARISTO Vol 1 No 2 (2013): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v1i2.23

Abstract

Korupsi merupakan budaya yang sudah lumrah terjadi di Indonesia, dalam keseharian perpolitikan di Indonesia bahkan tidak akan lepas dari aktifitas korupsi dimana pada kenyataannya korupsi sendiri akan berdampak sistemik bukan hanya berdapmapa kepada kemakmuran Negara tetapi juga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kesejahteraan Masyarakat  sesungguhnya dapat dilihat dari tingkat pemenuhan hak EKOSOB (Ekonomi, Sosial dan Budaya), ketiga poin tersebut merupakan bagian kecil indikator kesejahteraan rakyat. Bersama-sama dengan Hak Sipil, hak ekosob telah diakui secara internasional sebagai bagian dari the international bill of human rights. Kerangka hukumnya menjadi semakin jelas setelah hak-hak tersebut dituangkan dalam perjanjian multilateral yang tertuang dalam Covenan on Economic, Social and Cultural Rights (selanjutnya disingkat CESCR), yang disahkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1966 sebagai pelaksanaan dari prinsip-prinsip yang dimuat dalam DUHAM 1948. Kewenangan negara yang dalam hal ini adalah pemerintah untuk menjamin hak-hak ekonomi, sosial dan budaya di indonesia dirasa tidak memenuhi hasil yang memadai sehingga dapat dilihat dengan masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, dan rendahnya tingkat pendidikan warga negara. Selain itu, tingkat korupsi di Indonesia masih sangat tinggi dibanding negara-negara lain yang menyebabkan tingkat pelanggaran hak EKOSOB di Indonesia masih sangat tinggi.
Analisis Efektifitas Pola Rekrutmen Kader Rantingmuhammadiyah Di Ponorogo Nasution, Robby Darwis
ARISTO Vol 6 No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v6i1.782

Abstract

professional resources that can support all kinds of vision, mission or goals of the organization. To get members who have a high professionalism of course required a good recruitment and not just random, because how many members of an organization would be meaningless if not have adequate competence. Conversely, if an organization, although having few members but in each member has adequate competence, then the rate of development of the organization will run well then it is important that large organizations such as Muhammadiyah looking for the right pattern in recruitment cadres in order to support organizational performance. Furthermore, in this research will use descriptive qualitative research method by taking samples from three twigs in Ponorogo regency which represents the central city area, the central area and the periphery. The conclusion this research is recruitment pattern owned by the Muhammadiyah organization is Muhammadiyah educational institution, employee charity Muhamamdiyah, and the general public and there is no direct recruitment process.Orientation or encouragement of prospective members to participate in Muhammadiyah organization other than it is as a medium of learning and means of worship (non-profit oriented). This is very different from the existing recruitment theory where recruitment theory in general is on profit oriented organizations or companies.
Pendampingan Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Dan Informasi Dalam Mewujudkan Tata Kelola Yang Transparan Dan Akuntabel Triono, Bambang; Ridho, Irvan Nur; nasution, robby darwis; azhar, insyira yusdiawan; lorenza, leuryan chery
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, dengan tujuan meningkatkan literasi digital aparatur desa serta mendorong pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya keterampilan perangkat desa dalam mengoperasikan komputer dan internet, serta belum optimalnya pemanfaatan website desa sebagai sarana transparansi informasi publik. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan literasi digital, pendampingan pengelolaan website desa, serta pembentukan forum digital aspirasi masyarakat. Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan kapasitas aparatur desa, inisiatif penggunaan media sosial untuk publikasi, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam tata kelola desa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendampingan TIK berpotensi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa serta dapat direplikasi pada desa lain.