This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Ojo Kurdi
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS DEFLEKSI BEAM DENGAN VARIASI BEBAN DAN JENIS TUMPUAN PADA BEAM MENGGUNAKAN PENGAMATAN EKSPERIMEN, ANALITIS, DAN SIMULASI METODE ELEMEN HINGGA Muhammad Hanif An Naafi; Budi Setiyana; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beam memegang peranan yang penting dalam banyak aplikasi keteknikan salah satunya adalah konstruksi. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan konstruksi adalah perhitungan defleksi dan tegangan pada elemen-elemen ketika mengalami suatu pembebanan. Defleksi dan tegangan yang terjadi pada elemen-elemen yang mengalami pembebanan harus pada suatu batas yang diijinkan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui besarnya defleksi pada beam bermaterial kuningan, mengetahui pengaruh variasi beban dan jenis tumpuan pada defleksi beam, dan membandingkan hasil defleksi yang diperoleh dari tiga metode berbeda. Penyelesaian masalah pada penelitian defleksi beam kuningan ini dilakukan dengan metode analitis, metode simulasi numerik, dan metode eksperimen. Besarnya defleksi yang diperoleh dari metode ekspesimen, perhitungan analitis, dan simulasi MEH adalah defleksi terbesar terjadi pada beam kuningan tumpuan jepit-rol variasi beban P = 493 gram dan jarak x = 32 cm dengan besar defleksi yaitu 0,59 mm, 0,6154 mm, dan 0,61752 mm. Sedangkan defleksi terkecil terjadi pada beam kuningan tumpuan jepit-jepit variasi beban P = 125 gram dan jarak x = 5 cm dengan besar defleksi yaitu 0,01 mm, 0,00958 mm, dan 0,0092643 mm. Dari penelitian didapat pengaruh variasi beban P pada defleksi beam berbanding lurus dengan besarnya defleksi yang dihasilkan. Dari penelitian didapat juga  beam kuningan tumpuan jepit-rol menghasilkan defleksi yang lebih besar dibandingkan dengan defleksi pada beam kuningan tumpuan jepit-jepit. Dari penelitian didapat perbedaan nilai defleksi beam kuningan dari tiga metode berbeda yang disebabkan oleh human error dan keterbatasan instrument pengukuran defleksi.
ANALISIS FRAME CHASSIS TRUK MEDIUM DUTY DENGAN PEMODELAN 3D DAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK KEBUTUHAN INDUSTRI Alief Fernanda Al Yarham; Djoeli Satrijo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medium duty truck merupakan satu kendaraan komersial terkemuka dalam industri otomotif berat. Dalam klasifikasi internasional, truk ini termasuk dalam kelas 4 hingga 6, dengan Gross Vehicle Weight Rating (GVWR) berkisar antara 16.000 kg hingga 38.000 kg Dalam upaya untuk meningkatkan performa, keamanan, dan keandalan truk tersebut, penelitian ini difokuskan pada pemodelan 3D dan analisis statis frame chassis truk menggunakan metode elemen hingga. Variabel penelitian ini adalah deformasi, equivalent von misses stress, dan factor keamanan.  Pada penelitian ini, model yang digunakan adalah Hino 500 FM 2628 dengan jenis frame chassis yang digunakan adalah ladder frame dengan panjang bagian main member 7.446 mm dan lebar chassis adalah 804 mm. Bagian main member berbentuk beam C section dengan tinggi 298 mm, lebar flange 80mm, dan ketebalan 7mm. penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kekuatan frame chassis truck tersebut dengan analisis pembebanan berupa beban vertical bending, beban belok, beban pengereman, beban gaya dorong, dan beban torsional sebagai pembebanan statis. Dan untuk pembebanan low dynamic dibatasi pada modal analysis dengan 5 modus getar. Hasil dari analisis frame chassis medium duty ini akan digunakan untuk mengetahui apakah secara struktural, frame tersebut cukup kuat dan dapat diandalkan.