Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Eksplorasi Tumbuhan Survival di Rainforest Lodge Kedah, Desa Penosan Sepakat, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues Ema Julia Sari; Misdi Misdi; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.733 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23293

Abstract

Abstrak.Kemampuan untuk bertahan hidup di alam bebas sangat dipengaruhi salah satunya oleh kemampuan mengenal tumbuhan yang dapat dimakan dalam keadaan darurat (Survival foods). Tumbuhan survival dapat dimanfaatkan oleh manusiakhususnya pecinta alam yang sedang melaksanakan pendakian jika kehabisan bahan makanan.Komunitas pecinta alam memiliki banyak pengetahuan tentang pendakian, seperti bagaimana merencanakan pendakian, bahaya apa yang akan terjadi, dan bagaimana menghadapinya agar dapat mendaki dengan aman dan lancar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan survival, mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP) dan keanekaragaman jenis tumbuhan survivalyang terdapat di Rainforest Lodge Kedah Desa Penosan Sepakat, Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues. Pengamatan tumbuhan survival dilakukan dengan cara berjalan dengan salah seorang pendaki yang berpegalaman pada jalur pendakian dan plot di ketinggian 1.300-1.400 m dpl, 1.400-1.500 m dpl, 1.500-1.600 m dpl setiap jalur dibuat plot berbentuk vertical dengan panjang 100 m dan lebar 5 m kanan dan 5 m kiri (total lebar 10 meter). Jarak untuk ketinggian yaitu 100 m dpl.Hasil pengamatan dari tiga ketinggian terdapat 24  jenis tumbuhan survival yang terdiri dari 14 familia. Tumbuhan survival dari familia Arecaceae memiliki jenis terbanyak yaitu 6 jenis tumbuhan, familia Moraceae 4 jenis ,familia Myrtaceae dan Zingiberaceae terdapat 2 jenis tumbuhan dan  jenis tumbuhan survival familia Myristicaceae, Salicaceae, Poaceae, Athyriaceae, Begoniaceae, Anacardiaceae, Rosaceae, Cucurbitaceae, Cluciaceaedan Phyllathaceae masing-masing terdapat 1 jenis tumbuhan Kata kunci :Familia, Tumbuhan Survival , Rainforester Lodge Kedah.  Abstract. The ability to survive in the wild is strongly influenced by, among other things, the ability to recognize plants that can be eaten in an emergency (survival foods). Survival plants can be used by humans, especially nature lovers who are climbing if they run out of food. The nature lover community has a lot of knowledge about climbing, such as how to plan a hike, what hazards will occur, and how to deal with them so that they can climb safely and smoothly. The purpose of this study was to determine survival plant species, obtain an Important Value Index (IVI) and diversity index of survival plant species found in the Rainforest Lodge Kedah, Penosan Sepakat Village, Blangjerango District, Gayo Lues Regency. Observation of survival plants was carried out by walking with one experienced climber on climbing routes and research plots. Along the observation path at each altitude, 1 transect was made each at an altitude of 1,300 -1,400 m asl, 1,400 -1,500 m asl, 1,500 -1,600 m asl, each route was made a vertical plot with 100 m long and 5 m wide on the left and 5 m on the right (total width of 10 meters), the distance for the height is 100 meters above sea level. Based on observations from three altitudes, there were 24 species of survival plants consisting of 14 families. Survival plants from the Arecaceae family had the most species, namely 6 species, Moraceae family 4 species, Myrtaceae family 2 species and the remaining families Myristicaceae, Salicaceae, Poaceae, Athyriaceae, Begoniaceae, Anacardiaceae, Rosaceae, Cucurbitaceae, Cluciaceae, and Phyllathaceae each with only 1 species.  Keywords: Family, Plant Survival, Rainforester Lodge Kedah
Kajian Konflik Masyarakat dengan Satwa Liar di Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara Riska Riska; Misdi Misdi; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24405

Abstract

Abstrak. Masyarakat Desa Ketambe memiliki lahan yang sempit untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan ekonomi keluarga. Lokasi Desa Ketambe berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), sehingga masyarakat sangat berpotensi melakukan kegiatan perambahan dalam usaha meningkatkan pendapatan dengan memperluas lahan garapan khususnya sektor perkebunan. Lokasi perkebunan masyarakat Desa Ketambe yang berbatasan dengan TNGL yang dihuni oleh banyak jenis satwa liar juga berpotensi untuk terjadinya konflik akibat gangguan yang ditimbulkan oleh satwa liar. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan data penyebab terjadinya konflik antara masyarakat dengan satwa liar, bagaimana persepsi masyarakat terhadap konflik tersebut, dan bagaimana karakteristik masyarakat Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2022 dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua masyarakat mengalami konflik dengan satwa liar. Penyebab terjadi konflik antara masyarakat dengan satwa liar akibat perambahan untuk memperluas kebun, kuranganya pakan satwa liar di dalam hutan  pada musim tertentu, hasil perkebunan masyarakat dapat menjadi pakan kesukaan satwa liar, berubahnya kebiasaan mencari makan di dalam hutan dari satwa liar akibat aktivitas memberi makan oleh manusia yang melintasi jalan negara yang berbatasan dengan TNGL. Masyarakat berpendapat bahwa kerusakan akibat satwa liar tersebut mengakibatkan kurangnya hasil panen, mengalami kerugian bahkan sebagian masyarakat gagal panen. Upaya yang dilakukan masyarakat Desa Ketambe untuk mencegah terjadinya konflik adalah mengusir satwa liar kembali ke habitatnya dengan membuat bunyi-bunyian dari drum bekas, petasan, membuat ular-ularan dari ban bekas, menyediakan anjing penjaga dan mebuat pagar pembatas untuk memberi efek jera terhadap satwa liar agar tidak kembali lagi menganggu tanaman masyarakat.(Study of Community Conflict with Animals in Ketambe Village, Southeast Aceh District)Abstract.  The people of Ketambe Village have limited land to meet their family's economic and subsistence needs.  The location of Ketambe Village is directly adjacent to the Gunung Leuser National Park (TNGL) communities have the potential to carry out encroachment activities in an effort to increase income by expanding arable land, especially the plantation sector.  The location of the community plantations in Ketambe Village, which borders the TNGL which is inhabited by many types of wild animals, also has the potential for conflict due to disturbances caused by wild animals.  Therefore research is needed to obtain data on the causes of conflicts between communities and wild animals, how are people's perceptions of these conflicts, and what are the characteristics of the people of Ketambe Village, Southeast Aceh District.  This research was conducted from May to November 2022 using observation and interview methods.  The results of this study indicate that almost all communities experience conflict with wild animals.  The causes of conflict between communities and wild animals due to encroachment to expand gardens, lack of wild animal feed in the forest in certain seasons, community plantation products can become favorite food for wild animals, changing habits of foraging in the forest of wild animals due to feeding activities by  people crossing state roads bordering TNGL.  The community believes that the damage caused by wild animals results in a lack of crop yields, losses and even some people fail to harvest.  Efforts made by the people of Ketambe Village to prevent conflicts from occurring are, driving wild animals back to their habitat, by making sounds from used drums, firecrackers, making snakes from used tires, providing guard dogs and making guardrails to give a deterrent effect to animals,  wild so as not to return to disturb the community's plants.
Sosialisasi dan Edukasi Perlindungan Keanekaragaman Hayati Ekosistem Leuser Pada Siswa Sma N 1 Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Ali Makmur; Astri Winda Siregar; Ashabul Anhar; Misdi Misdi; Rahayu Eka Sari; Mario Pani
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i2.7791

Abstract

Hutan merupakan salah satu bagian terpenting dari kehidupan makhluk hidup yang harus di lindungi dan dilestarikan untuk keberlangsungan seluruh makhluk hidup karena tanpa hutan kemungkinan cuaca yang atsri dan sejuk tidak dapat dirasakan kembali, bahkan dari adanya peningkatan kerusakan hutan akan menimbulkan banyak masalah dan dapat merugikan banyak pihak terutama dari berbagai jenis bencana banjir, longsor. Perbaikan penjagaan dan tatakelola informasi kepada generasi milenial terutama siswa yaitu memberi pengetahuan tentang edukasi perlindungan keanekaragaman hayati ekosistem leuser. Metode dalam pelaksanaan kegiatan yaitu menampilkan power point terkait sejaraha dan definisi ekosistem leuser, perlindungan keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna dan 4 satwa kunci yang ada di kawasan ekosistem leuser. Peserta juga diberikan pengetahuan terkait cara untuk mendapatkan dan mendaftar sebagai beserta beasiswa baik itu kurang mampu maupun jalur prestasi . Kegiatan ini didampingi dewan guru setempat, disamping hal tersebut dalam kegiatan ini berjalan dengan kooperatif baik dari dewan guru dan maupun semua siswa yang sangat antusias dengan rasa keingintahuan mereka yang tercermin saat sosialisasi berlangsung yang bertujuan membangun edukasi penjagaan keberlangsungan hidup anak cucu dimasa yang akan datang dengan cara menjaga keanekaraman hayati hutan.
Edukasi dan Pengenalan Kehutanan dalam lingkungan Taman Nasional Gunung Leuser Pada SMAN Blangjerango Kabupaten Gayo Lues andi fauzan r pohan; misdi misdi; zamzami zamzami; Usman Efendi; sulaiman sulaiman
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.9267

Abstract

Hutan sebagai salah satu ekosistem yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena tanpa hutan akan terjadi banyak kerusakan dalam siklus kehidupan di permukaan bumi. Perbaikan peningkatan kapasitas pengetahuan dan tatakelola informasi kepada generasi muda khususnya para siswa sma dan juga memberi edukasi dan pengenalan ekosistem kehutanan khususnya ekosistem taman nasional leuse akan berimplikasi sangat besar terhadap upaya pelestarian hutan kawasan taman nasional. Metode dalam pelaksanaan kegiatan yaitu tatap muka dan dialog langsung dengan siswa terkait sejarah keberadaan dan edukasi tentang ekosistem leuser, perlindungan keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna dan satwa yang dilindungi yang ada di kawasan taman nasional leuser. Peserta juga diberikan edukasi terkait upaya menjaga ekosistem ekosistem leuser itu sendiri. Kegiatan ini didampingi dewan guru setempat, dan unsur sekolah terkait untuk ikut memberikan edukasi terkait. siswa yang sangat antusias dengan rasa keingintahuan mereka yang tercermin saat pertemuan berlangsung sehingga terbangun suasana  edukasi demi keberlangsungan ekosistem taman leuser bagi generasi muda yang akan menjadi generasi penerus yang akan menjadi penjaga informasi tentang taman nasional leuser.
PENGOLAHAN LIMBAH AIR KELAPA MENJADI NATA DE COCO DI DESA PONDOK KELAPA KECAMATAN LANGSA BARO, KOTA LANGSA Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Fajriani, Fajriani; Sari, Nirmala; Misdi, Misdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.2814-2822

Abstract

Pondok Kelapa merupakan salah satu desa di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, Provinsi Aceh. Hampir semua warga di desa tersebut memiliki kebun kelapa. Mayoritas pekerjaan ibu-ibu PKK berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Di sisi lain, di pasar Kota Langsa terdapat banyak para pedagang kelapa parut, namun limbah air kelapa yang dihasilkan dibuang begitu saja tanpa pengolahan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Pencemaran tersebut sangat mengganggu estetika lingkungan yang menebarkan bau busuk, hal tersebut juga sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, tim pelaksana PKM Universitas Samudra memberikan pelatihan pengolahan limbah air kelapa menjadi nata de coco. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa Pondok Kelapa, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menjaga lingkungan yang bersih, meningkatkan keterampilan masyarakat tentang pengolahan limbah air kelapa menjadi produk pangan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menciptakan produk pangan yang bernilai komersial. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahapan, yaitu survey lapangan, sosialisasi kegiatan, pelatihan, dan pendampingan untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan hasil kegiatan untuk keberlanjutan program PKM di desa Pondok Kelapa. Kegiatan ini melibatkan masyarakat desa khususnya para ibu rumah tangga atau ibu PKK. Pembuatan nata de coco menghasilkan lembaran nata berwarna putih dengan ketebalan 2 cm dan rasa yang segar. Hampir tidak ada air kelapa yang tersisa, semuanya sudah diubah menjadi selulosa oleh bakteri A. xylinum. Melalui kegiatan pengolahan limbah air kelapa ini, diharapkan dapat meyelamatkan lingkungan yang tercemar di Kota Langsa dan produk yang dihasilkan juga dapat dikonsumsi sehari-hari serta dipasarkan sehingga dapat membantu meningkatkan perekenomian masyarakat desa Pondok Kelapa.
The Potential of Edible Fern (Diplazium esculentum (Retz.) Sw.) Leaves Extract as an Oviposition Deterrent against Culex Mosquitoes Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Amna, Ulil; Mardina, Vivi; Misdi, Misdi
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA Vol 7 No 2 (2025): Biologica Samudra
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jbs.v7i2.12576

Abstract

Nyamuk Culex sp. merupakan salah satu vektor penyakit yang berkembang biak dengan meletakkan telur di air tergenang. Salah satu strategi pengendalian populasi nyamuk ini adalah dengan menghambat proses oviposisi menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak metanol daun pakis (Diplazium esculentum (Retz.) Sw.) sebagai agen penghambat peletakan telur (oviposition deterrent) terhadap nyamuk Culex sp. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan diuji dalam kandang khusus menggunakan enam cawan uji: satu kontrol negatif (akuades), satu kontrol positif (abate), dan empat perlakuan dengan konsentrasi 250, 500, 1000, dan 2000 ppm. Setelah 48 jam, jumlah telur dihitung dan dianalisis menggunakan persentase efektifitas daya tolak (ER) dan indeks aktivitas oviposisi (OAI). Hasil menunjukkan bahwa pada seluruh konsentrasi, ekstrak menunjukkan aktivitas oviposition deterrent yang sangat kuat, dengan nilai ER sebesar 100% dan OAI -1. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid diduga berperan dalam mengganggu reseptor penciuman nyamuk betina. Dengan demikian, D. esculentum berpotensi tinggi sebagai agen pengendali hayati nyamuk Culex sp. yang efektif, selektif, dan ramah lingkungan.
Free Radical Scavenging, Cytotoxic Activity, and Antioxidant-Targeted Molecular Docking Analysis of Akar Kusim Besar (Artabotrys sp.) Methanolic Extract from Ketambe, Indonesia Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Ulil Amna; Vivi Mardina; Misdi Misdi
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 22, No 1 (2026): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.22.1.108079.200-216

Abstract

Akar Kusim Besar (Artabotrys sp.), a vine from the Annonaceae family and an orangutan food source in Ketambe (Indonesia), is known to contain diverse bioactive metabolites. This study evaluated the phytochemical profile, antioxidant activity, cytotoxicity, and molecular docking of its methanolic leaf extract. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, steroids, terpenoids, saponins, flavonoids, phenolics, and tannins. The extract showed strong radical scavenging activity (IC50 = 100.816 µg/mL) and cytotoxicity against Artemia salina larvae (LC50 = 57.702 µg/mL), indicating potential bioactivity attributable to flavonoids and phenolic compounds. Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) analysis detected 30 compounds, of which 12 were subjected to molecular docking against human glutathione peroxidase 7 (2P31). Stigmasta-3,5-diene exhibited the strongest binding affinities, while several compounds complied with Lipinski's Rule of Five, supporting their potential druglikeness. Together, these findings suggest that Artabotrys sp. exhibits promising antioxidant and cytotoxic activities, and that molecular docking provides mechanistic insight into its anticancer potential.
Penerapan Pestisida Nabati Daun Pepaya untuk Pemberdayaan Petani di Desa Marpunge, Kabupaten Gayo Lues Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Rahmawati Rahmawati; Misdi Misdi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/598kgy59

Abstract

Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Aceh, namun petani di wilayah ini masih bergantung pada pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit. Penggunaan yang berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan, serta kualitas hasil panen. Sebagai alternatif ramah lingkungan, kegiatan pengabdian ini memperkenalkan pestisida nabati berbahan daun pepaya. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan serta penggunaan pestisida nabati. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan praktik langsung. Hasil evaluasi terhadap 32 peserta menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelum kegiatan, hanya 26,92% peserta yang mengetahui cara pembuatan pestisida nabati dan 42,31% yang memahami keunggulannya dibanding pestisida kimia. Setelah kegiatan, seluruh peserta (100%) telah memahami bahan, proses pembuatan, aplikasi, dan manfaat pestisida nabati. Selain itu, minat petani untuk membuat dan menggunakan pestisida nabati meningkat dari 76,92% menjadi 100%. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan kapasitas petani, serta berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
SOSIALISASI DAN EDUKASI SISWA-SISWI SD NEGERI 4 BLANGJERANGO HUTAN KITA TANGGUNGJAWAB KITA: MERAWAT ALAM SEJAK DINI Ridwan Ridwan; Triaty Handayani; Jumadil Akhir; Dahlan Dahlan; Tuti Arlita; Misdi Misdi; Iskandar Iskandar
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3318

Abstract

This activity aimed to educate and build environmental awareness among the students of SD N 4 Blangjerango. Early introduction and education play a vital role in fostering a healthy and sustainable ecosystem. The activity was attended by approximately 40 students from grades IV–VI. The method applied began with the delivery of material and the screening of an educational video, followed by a hands-on tree planting practice within the school environment. During the implementation, the students showed great enthusiasm in participating in the whole series of activities. The preparation of engaging materials complemented by animated videos successfully attracted students’ interest in learning and enhanced their understanding of the topic, as demonstrated by their active participation in answering quizzes. Overall, this community service activity was comprehensively designed, starting with theoretical learning on the importance of preserving nature and the environment and concluding with tree planting. It is expected that this activity will broaden students’ knowledge and instill awareness from an early age to protect nature and the environment, encouraging them to play an active role both at school and at home in supporting environmental conservation.
EDUKASI PEMANFAATAN LAHAN DAN DISTRIBUSI SEMBAKO UNTUK KETAHANAN PANGAN PASCABANJIR DI ACEH TAMIANG Misdi Misdi; Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Jepani Elkanalya Br. Ginting; Vanny Rizky Amelia; Widya Devina Lumban Gaol
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.10737

Abstract

Banjir yang melanda Dusun Perantauan, Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan terganggunya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta belum optimalnya pemanfaatan lahan dan tanaman lokal sebagai sumber pangan dan kesehatan. Kondisi tersebut memerlukan upaya penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendukung ketahanan pangan dan pemulihan masyarakat pascabanjir melalui edukasi pemanfaatan lahan dan distribusi sembako. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Tualang Baro sebagai mitra. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif mengenai pemanfaatan tanaman lokal, serta distribusi bantuan pangan kepada masyarakat terdampak banjir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 50 paket sembako berhasil didistribusikan secara tepat sasaran kepada 50 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir sehingga membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Seluruh penerima bantuan mengikuti kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan lahan dan tanaman lokal sebagai sumber pangan dan kesehatan. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi yang mencerminkan keterlibatan masyarakat terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabanjir melalui pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan tanaman lokal sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga.