Ahmad Hanif Fajrin
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Concept of Profit Sharing on Deposits Sharia in Islamic Bank for Non-Muslim Market Moh Farih Fahmi; Binti Mutafarida; Ahmad Hanif Fajrin
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.883 KB) | DOI: 10.30651/jms.v7i4.18036

Abstract

A concept of an ideal alternative solution to Islamic banking that is less attractive, especially in sharia deposit fund investment products, is certainly an issue that must be resolved immediately. The concept of Islamic banks that should be oriented towards rahmatan lil alamin certainly must be open to all humanity, including non-Muslims. The customers' insecurity towards sharia bank deposit products is one of the reasons for this is "unrepresentation" or incompatibility of Islamic banking towards the desire of non-Muslim customers to discuss profit agreements in Islamic banking. This is evidenced by Islamic bank products in the form of sharia deposits that only use mudhorobah contracts. This agreement emphasizes that profits cannot be determined at the beginning like conventional banks, this is a problem for non-Muslim customers. Therefore, as a form of rahmatan lil alamin orientation, Islamic banking needs to find a solution so that non-Muslims want to put deposit funds in Islamic banks by using fixed profits and can be determined in the beginning but do not violate Islamic teachings. So in this paper we will discuss a solution solution for sharia deposit contracts using murabahah contracts, especially for non-Muslim customers whose studies are supported by theories whose references are valid and relevant literature
Pendidkan Seksual Di LP Maarif Untuk Mengurangi Permohonan Dispensasi Nikah Sebagai Ihtiar Membangun Peradaban Manusia Fajrin, Ahmad Hanif; Fahmi, Moh. Farih; Ainun, M. Thoha
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 3 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v3i1.43

Abstract

This article tries to examine and discuss the role of the Nahdlatul Ulama in minimizing requests for dispensation from marriage that occurred in several areas in East Java, one of which is in Blitar. This request for a marriage dispensation is one of the challenges because it can damage the nation's civilization which has noble cultural values. There are several things discussed in this article which include (1) the impact of the Marriage Dispensation on national civilization; (2) The role of LP Ma'arif NU Blitar in minimizing the factors causing the dispensation of marriage; (3) what is the multiperspective perspective of marriage dispensation for national civilization. The results of this study are that the application for a marriage dispensation is not in accordance with a good solution because it can have an impact on society, the economy and the Islamic religion. To minimize this, Nahdlatul Ulama (NU) needs the important role of the LP Maarif institution as an institution assigned to oversee formal educational institutions under NU whose citizens are dominant in East Java, especially in Blitar Raya
Indicators of Sharia-Compliant Hotels as a Strategy for Advancing Halal Tourism in Blitar Raya Farih Fahmi, Moh; Hanif Fajrin, Ahmad; Syaifuddin, Rahmad; Mutafarida, Binti
El-kahfi | Jurnal Ekonomi Islam Vol 6 No 01 (2025): "Islamic Economic Transformation in the Digital Era: Innovation, Inclusivity, an
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58958/elkahfi.v6i01.469

Abstract

Indonesia seeks to establish itself as a leading global destination for inclusive tourism based on Islamic values, one of which is the provision of sharia-compliant hotels, particularly in the Blitar Raya region. Such accommodations have significant potential to attract Muslim travelers who seek comfort and peace aligned with sharia principles. While Muslim-friendly tourism ensures basic amenities—such as prayer spaces and halal food—sharia hotels provide a more comprehensive implementation of Islamic values across all aspects of service and management. This study investigates the urgency of developing sharia-compliant hotels in Blitar Raya as a strategic driver for advancing Muslim-friendly tourism. It also aims to formulate a set of feasibility indicators that align with Islamic principles. Using a qualitative research design, this study adopts a phenomenological approach grounded in the framework of maqāṣid al-sharīʿah to assess both the necessity and criteria for Muslim-friendly hotel development. Findings reveal that while the demand for sharia-compliant hotels in the region is growing, there is no standardized framework to guide their implementation. Therefore, measurable and practical indicators are essential for evaluating hotel readiness and promoting consistent standards. These indicators include physical elements (e.g., halal food, worship facilities) and non-physical factors (e.g., Islamic service ethics, management style, and environment). The study contributes by proposing ten weighted indicators for assessing the suitability of hotels in Blitar Raya for Muslim tourists. This framework serves to enhance service quality, support tourism development, and strengthen Indonesia’s role as a global Muslim-friendly tourism.
The The Effect of Earnings Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Prices in Primary Consumer Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021–2023 Sa'adah, Kholifatus; Fajrin, Ahmad Hanif; Fahmi, Moh. Farih
BALANCE: JOURNAL OF ISLAMIC ACCOUNTING Vol 6 No 1 (2025): Balance: Journal of Islamic Accounting
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/balance.v6i1.11291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earnings Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham perusahaan konsumen non-siklis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya konsumen sektor non-siklis yang strategis dalam perekonomian Indonesia dan meningkatnya minat investor terhadap indikator keuangan untuk menilai kelayakan investasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan metode asosiatif dan regresi data panel yang dilakukan dengan perangkat lunak Eviews 12. Sampel terdiri dari 20 perusahaan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan ketersediaan dan kelengkapan laporan keuangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya PBV yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan EPS dan DER tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun secara simultan, variabel ketiga tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan nilai R-square yang disesuaikan sebesar 96,74%. Hasil ini menunjukkan bahwa investor cenderung lebih mengutamakan valuasi pasar dibandingkan nilai buku (PBV) dibandingkan indikator keuangan lainnya. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi investor, manajer keuangan, dan pembuat kebijakan dalam menyebarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham di sektor ekonomi utama ini.
The The Effect of Earnings Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Prices in Primary Consumer Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021–2023 Sa'adah, Kholifatus; Fajrin, Ahmad Hanif; Fahmi, Moh. Farih
BALANCE: JOURNAL OF ISLAMIC ACCOUNTING Vol 6 No 1 (2025): Balance: Journal of Islamic Accounting
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/balance.v6i1.11291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earnings Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham perusahaan konsumen non-siklis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya konsumen sektor non-siklis yang strategis dalam perekonomian Indonesia dan meningkatnya minat investor terhadap indikator keuangan untuk menilai kelayakan investasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan metode asosiatif dan regresi data panel yang dilakukan dengan perangkat lunak Eviews 12. Sampel terdiri dari 20 perusahaan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan ketersediaan dan kelengkapan laporan keuangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya PBV yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan EPS dan DER tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun secara simultan, variabel ketiga tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan nilai R-square yang disesuaikan sebesar 96,74%. Hasil ini menunjukkan bahwa investor cenderung lebih mengutamakan valuasi pasar dibandingkan nilai buku (PBV) dibandingkan indikator keuangan lainnya. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi investor, manajer keuangan, dan pembuat kebijakan dalam menyebarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham di sektor ekonomi utama ini.
Edukasi Ekonomi Islam Di Pesantren Dalam Pembentukan Perilaku Ekonomi Yang Bekarakter Bangsa Hanif Fajrin, Ahmad; Mahardini, Hilmiyah
El-kahfi | Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 02 (2024): economics and islamics economics
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58958/elkahfi.v5i02.354

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia kini telah diakui keberadaannya melalui Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang pesantren sebagai lembaga pendidikan yang keberadaannya kini menjadi penting untuk berkontribusi dalam sistem pendidikan Indonesia. Mengingat dalam amanah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, telah menyatakan bahwa pembentukan karakter menjadi salah satu tujuan utama dari diadakannya pendidikan di Indonesia. Berbagai persoalan ekonomi di Indonesia menjadi masalah utama sosial masyarakat, mulai dari korupsi, hedonisme, flexing, dsb, mengakibatkan adanya ketidakmerataan kesejahteraan ekonomi di Indonesia. Jika merujuk pada ideologi bangsa yakni pancasila, jelas hal tersebut jauh dari nilai-nilai pancasila. Maka dari itu, penilitian ini bertujuan untuk mengetahui edukasi ekonomi islam di pesantren, serta perannya dalam pembentukan perilaku ekonomi pancasila. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menjadikan santri sebagai subjek utama penelitian. Informan santri yang digunakan diambil berdasarkan snowball sampling dengan indepht interview menjadi alat dalam mendapat data penelitian. Peneliti mendapatkan hasil penelitian bahwa pembentukan perilaku ekonomi yang berwawasan nilai-nilai Pancasila santri pondok pesantren Bahrul Ulum dapat diketahui dari hasil pembentukan pendidikan ekonomi islam yang diajarkan dalam kitab kuning yang santri pelajari di pondok pesantren. Pendidikan ekonomi islam tersebut menjadi dasar dalam memberikan stimulus dalam bentuk program atau kegiatan kepesantrenan. Stimulus tersebut menciptakan lingkungan dan iklim yang kondusif dalam membentuk sikap perilaku santri. Al-Qur’an, hadist dan Fiqih yang menjadi sumber pendidikan ekonomi islam yang terbagi dalam berbagai bab terangkum dalam kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Nilai-nilai dalam ekonomi islam yang diajarkan dalam kitab kuning pesantren sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Analisa Persepsi Masyarakat Tentang Biaya Administrasi Di Bank Konvensional Dengan Pendekatan Al-Urf Dan Relevansinya Pada Ekonomi Islam Fahmi, Moh Farih; Ainun, Mohammad Thoha; Fajrin, Ahmad Hanif; Mutafarida, Binti; Isnaini, Ulya Nur
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 4 No. 1 (2023): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v4i01.8273

Abstract

Artikel ini memabahas tentang persepsi masyarakat terhadap biaya administrasi di bank konvensional yang masih pro dan kontra bagi masyarakat Indonesia. Perbedaan tersebut bisa disebabkan karena adanya banyak faktor salah satunya adalah pemahaman yang kurang terkait perbankan dan ekonomi Islam. Maka dari itu dalam artikel ini akan mencoba membahas tentang perbedaan persepsi dimasyarakat terkait biaya administrasi, kemudian mencoba mengkaji relevansi al-urf pada biaya administrasi dan kajian ketiga adalah tentang bagaimana posisi maqashid syariah pada biaya administarsi di bank konvensional. Metode yang dipaikai pada artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan maqashid syariah dan pendekatan fenomenologi. Penggalian data diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi secara acak kepada muslim yang pernah menjadi nasabah di bank konvensioal. Hasil dari kajian ini adalah persepsi masyarakat yang berbeda telah dipengaruhi oleh banyak faktor fundamental seperti faktor kemapuan ekonomi dan pemahaman. Kedua adalah urf masih sangat relevan jika digunakan sebagai dasar biaya administarsi di bank konvensional, ketiga dari aspek maqashid syariah biaya administrasi sudah sesuai dengan kulliyat al khams. Berdasarkan kajian yang dipaparkan dalam artikel ini ada satu kesimpulan utama bahwa biaya administrasi tetap sah namun tetap harus ada batasan bahwa biaya administrasi hanya bisa dibenarkan ketika diimplementasikan diluar keperluan hutang piutang antara pihak bank dan nasabah
PENDAMPINGAN SISTEM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) BAGI PELAKU UKM SEBAGAI UPAYA LEGALITAS USAHA DAN TERCATAT DI PEMERINTAH BLITAR RAYA Rusyadi, Refki; Fajrin, Ahmad Hanif; F, Rahma Maulida
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung tertib administrasi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah Blitar Raya sekaligus menganalisis perubahan mindset pragmatis pelaku UKM terhadap program pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) menggunakan sistem Online Single Submission (OSS). Metode yang digunakan adalah Service Learning, yang mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan pelayanan kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pendaftaran NIB melalui platform OSS berjalan dengan baik dan memperoleh respons positif dari sebagian besar pelaku UKM. Namun demikian, selama proses pendampingan ditemukan adanya kecenderungan perilaku pragmatis, yang tercermin dari menurunnya tingkat partisipasi peserta pada tahapan pelatihan, pendampingan lanjutan, hingga evaluasi. Temuan ini mengindikasikan masih kuatnya persepsi sebagian pelaku UKM bahwa program pemerintah bersifat seremonial dan tidak berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah sebagai pemangku kebijakan melakukan evaluasi dan penyesuaian regulasi serta strategi pendampingan yang lebih berorientasi pada keberlanjutan dan perubahan perilaku pelaku UKM.
Pre-Marital Counseling as Preparation for Emotional and Spiritual Readiness for Students of Subulussalam Islamic Boarding School, Plosokandang Village, Kedungwaru District, Tulungagung Regency Nahdhiyanto , Ahmadi Abdul Shomad Faiz; Fauzi, Luqman; Ahmad Hanif Fajrin
Journal of Islamic Economy and Community Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No.2 2025
Publisher : FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiecem.2025.6.2.2873

Abstract

Marriage is a sacred institution that requires emotional and spiritual readiness for individuals who are about to enter family life. Santri, as the younger generation in the pesantren environment, generally possess normative knowledge of fiqh munakahat (Islamic marital jurisprudence), yet often lack adequate psychological and spiritual preparedness. This community service activity aimed to enhance the emotional and spiritual readiness of santri at Subulussalam Islamic Boarding School through premarital counseling based on a developmental approach.The program was implemented through needs assessment, interactive counseling sessions, communication skills training, conflict resolution simulations, and spiritual values mentoring. The results of the activity indicate a significant improvement in the santri’s knowledge, attitudes, and skills related to marital dynamics. The santri gained a better understanding of the importance of emotional regulation, spousal communication, family responsibility, and the spiritual values of sakinah, mawaddah, and rahmah. Collaboration between the pesantren and UIN SATU Tulungagung also resulted in a comprehensive premarital module that can be utilized as a sustainable program. This activity demonstrates that premarital counseling grounded in psychological, religious, and practical approaches is highly effective in preparing santri to face married life in a mature and responsible manner.
TINJAUAN TEORITIS PENGEMBANGAN HALAL TOURISM DI SEKTOR PARIWISATA INDONESIA DALAM MENGHADAPI KEBIJAKAN BELT ROAD INITIATIVE TIONGKOK Fajrin, Ahmad Hanif; Hidayah, Luthfi Fatihatul
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 1 No. 1 (2020): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.844 KB) | DOI: 10.21274/jeps.v1i1.3763

Abstract

Indonesia secara geografis merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang eksotis disetiap daerahnya. Hal ini tentunya mempunyai sebuah potensi besar jika didayagunakan dengan benar maka dapat memberikan keuntungan besar bagi negara. Salah satu dengan menciptakan daerah tersebut menjadi destinasi wisata. Dengan memiliki lebih dari 80% populasi Muslim, menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan pariwisata halal karena pada dasarnya budaya Indonesia sudah memiliki DNA gaya hidup halal (halal lifestyle). Mengingat perkembangan jumlah wisatawan muslim menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ini merupakan modal awal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi disektor pariwisata. Apalagi dengan menyepakatinya Indonesia bergabung dengan China dalam proyek Belt Road Initiative (BRI) diharapkan memberikan dampak baik bagi pengembangan halal tourism di daerah Indonesia seperti Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali yang akan dilalui oleh proyek ini. Dengan menggunakan metode eksploratis berdasarkan studi literatur, penelitian akan membahas dan menjawab persoalan yang berkaitan dengan pengembangan halal tourism di sektor pariwisata Indonesia dalam mengahadapi kebijakan Belt Road Initiative Tiongkok. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yang pertama, Pelaksanaan kebijakan jalur Belt Road Initiative yang secara maqoshid syariahnya diyakini akan menciptakan maslahah yang besar untuk masyarakat. Sehingga berdasarkan kondisi inilah proyek ini bisa dikatakan sudah sesuai prinsip syariah, apalagi ketika Indonesia merespon proyek BRI ini dengan mengembangkan pariwisata halal. Yang kedua, dengan ketentuan pelaksanaan pariwisata halal harus mengacu pada standar syariah yang ditentukan. Standar syariah yang dimaksud disini adalah standar mengenai kepatuhan terhadap prinsip – prinsip syariah, kepatuhan terhadap stadandar yuridis yang diwujudkan dalam fatwa DSN MUI no 108 tahun 2016, dan standar etik yang diterapkan oleh setiap pelaku pariwisata syariah yang dikembangkan di empat daerah yang masuk jalur BRI. Yang ketiga, kesiapan wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Bali dalam pengembangan pariwisata halal secara umum dapat dikatakan sudah siap. Hal ini dapat didasarkan dari kesiapan aspek ekonomi dan demorafi. Dengan adanya pengembangan wisata halal di jalur Belt Road Initiative diharapkan akan menarik investor yang memberikan dana investasinya untuk pengembangan pariwisata halal, dan jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi berdasarkan PDB maka keempat wilayah tersebut sangat layak dengan mengacu pada pertumbuhan PDB nya dikisaran 5 – 6 %. Selain itu dilihat dari kesiapan demografi yang secara umum sudah memadai. Namun masih diperlukan kajian yang lebih mendalam dalam menjalankan wisata halal didaerah yang minim beragama muslim. Selain itu, diperlukan sikap pro aktif baik dari pusat maupun daerah untuk membuat regulasi mengenai halal toruism dalam menyiapkan proyek jaluk BRI yang sesuai dengan master plan ekonomi syariah 2019-2024